
“Bulan Berkelana dan Bayi Iblis Nazha turun ke dunia, semua sedang dalam proses pembuatan, akan segera tayang. Tunggu dulu, dua nama ini sepertinya ada yang aneh. Coba aku pikir dulu,“ Lin Tian berpikir keras. “Bulan berkelana? Sebuah bulan lari dari rumah dan pergi berkelana ke alam semesta. Karya sampah apa itu?“
“Bayi Iblis Nazha turun ke dunia? Nazha menikah dan melahirkan anak. Atau untuk menyelamatkan bayi di lereng Changban 7 kali. Kenapa sepertinya jelek sekali.“
Lalu katanya pada Jiang Hao. “Dua film ini tidak masalah kalau sampai merugi, lebih semangat lagi ke depan nya. Aku rasa dua film ini, semua nya tayangkan pada saat imlek saja.“ Padahal hari itu sangat penting. Banyak yang libur. Dan disaat demikian tentunya akan lebih banyak meluangkan waktu guna menyempatkan diri menonton di bioskop kesayangan yang tak ingin melewatkan film bagus. Kalau tak layak, maka kemungkinan bakalan tidak ingin di tonton. Tapi itu alasan nya kenapa justru pembuatan acara dengan dana besar di letakkan di sana. Tentunya akan banyak yang lolos.
“Tapi, kalau begitu, dua film ini akan saling bertabrakan jadwal nya dong,“ ujar Jiang Hao keheranan.
“Apa kamu benar-benar menyukai dua film ini dengan tulus?“ tanya Lin Tian.
“Iya tentu saja,“ jawab Jiang Hao.
“Kalau begitu, kenapa kamu menyimpan karya sebagus ini untuk dirimu sendiri saja? Kamu harus cepat menyebarkan nya ke seluruh negeri. Tidak. Bahkan ke seluruh dunia lebih tepat nya. Jadi segera percepat proses produksi film ini, untuk bisa mengejar jadwal tayang saat imlek,“ ujar Lin Tian.
“Kak Tian, orang percaya, demi seni apa artinya uang,“ ujar Jiang Hao dengan terharu.
“Bagus sekali, sepertinya, sepertinya, kamu telah menguasai konsep inti dari perusahaan Tianlin. Apa artinya uang,“ ujar Lin Tian.
Lalu katanya pada Qian Duomei, “Oh ya, proyek animasi yang bekerjasama dengan Su Xueqing waktu itu, bagaimana perkembangan nya? Aku sangat berharap banyak pada animasi tersebut.“
“Aku, Qian Duomei, bertanggung jawab pada proyek internal perusahaan.“
__ADS_1
“Aku Qian Duohao yang bertanggung jawab pada proyek kerjasama dengan pihak luar. Pembuatan animasi sudah selesai semua nya.“
“Eh sudah selesai, tapi tidak menggunakan nya, benar-benar karyawan yang setia,“ kata Lin Tian.
“Ada alasan nya kenapa kita tidak memasarkan nya,“ jelas Qian.
“Aku mengerti. Aku mengerti,“ jawab Lin Tian. ‘Mereka itu, sejak dulu sudah tidak bisa dipercaya, kali ini aku pasti rugi.’
Ujar nya lagi di depan forum, “ada proyek apa lagi, semuanya harus melapor hari ini. Aku akan menentukan arah perkembangan setiap proyek.“
“Aku adalah penanggung jawab e-sport. Setelah berusaha selama berbulan-bulan, Tim TTL telah berhasil menyabet piala dari beberapa pertandingan. Sekarang sudah sempat banyak sponsor, semuanya terkendali, sebentar lagi bisa menghasilkan keuntungan,“ ujar penanggung jawab e-sport.
“Secepat itu mendapat keuntungan, tidak bisa terus, naikkan upah setiap anggota. Ke depan nya, jangan mengikuti pertandingan kecil, jangan melakukan siaran langsung juga. Hanya boleh mengikuti pertandingan dunia. Cari pelatih lebih banyak lagi,“ ujar Lin Tian memberi arah perkembangan pada e-sport. “Selanjutnya!“
“Penjelasan sepanjang ini, inti nya masih merugi.“
“Bisa dibilang seperti itu.“
“Kalau begitu, pesan antar Suxuejia, resmi memisahkan diri dari perusahaan makanan Suxuejia, aku akan berinvestasi penuh. Mendirikan Tianxue logistik, dilengkapi dengan satu set peralatan lengkap, mengintensifkan upaya untuk mengumpulkan orang tua dan membersihkan lebih banyak manfaat. Merugikan baik.. Kita harus membalas budi pada masyarakat,“ kata Lin Tian.
“Proyek drone yang ada di bawah ku, juga ada kaitan nya dengan grup Tianlin. Saat ini sudah menghasilkan laba,“ ujar bu Guru.
__ADS_1
“Memang istriku yang paling baik, proyek drone tidak ada di dalam perhitungan sistem ku. Mendapat untung lebih banyak, lebih bagus,“ kata Lin Tian.
“Giliran ku!“ Cao Biluo mengangkat tangan.
“Cao Biluo. Tapi tim TTL sudah melapor kan?“ ujar Lin Tian.
“Huh, sudah kuduga kalau kamu lupa. Selain peserta e-sport, aku juga merupakan salah satu kepala departemen di perusahaan,“ kata Cao Biluo. “Aku adalah kepala departemen taman kanak-kanak Tianlin, Cao Biluo. Datang melapor.“
“Aku ingat sekarang. Sepertinya ada departemen ini,“ ingat Lin Tian. Ingatan nya langsung mengarah pada banyak nya anak-anak yang sangat lucu tengah bergelut dengan Cao Biluo yang perempuan centil dengan tanpa menghiraukan anak-anak yang sangat manja itu. Karena tentu saja sangat menjengkelkan, dengan tabiat anak-anak yang suka main-main. Baik itu pesawat-pesawat, main kuda-kudaan, sampai pada meminta gendong pada mbak nya. Ini tentu bukan satu hal yang mudah.
“Saat ini, Taman Kanak-kanak Tianlin telah menjadi nomor satu di kota ini,“ ujar Cao Biluo bangga karena sekolah yang demikian manja itu berhasil memikat banyak kalangan supaya di sukai di kota.
“Saya sama sekali tidak menyangka kamu yang mencelakai saya,“ ujar Lin Tian sangat berang begitu mendengar demikian popular sekolah anak-anak yang bagus itu. Dalam bayangan nya seakan si Cao tengah menusuk dari belakang. Sakit, sungguh sakit. Rasanya sampai ke dada. Sesuatu yang tak mungkin di harapkan bakalan memberi perhitungan maksimal di akhir nya. Sudah pasti sistem akan menolak kerugian yang Cuma sedikit dari departemen yang sangat popular dalam kota tersebut. Benar-benar membuat mata gelap kalau begini.
“Tapi proyek ini rugi banyak,“ ujar Cao sedikit menyesal.
Mendengar hal itu, Lin Tian tertawa ngakak. “Hahaha… Saya sudah tahu, kalau kamu tidak mungkin mencelakai saya.“
“Aku tahu, kamu tidak kekurangan uang, jadi aku menggunakan strategi harga murah untuk menguasai pasar. Masih banyak yang belum reimburse, cepat kembalikan padaku,“ ujar Cao.
“Baiklah. Baiklah. Memberi uang, Mudah sekali,“ kata Lin Tian yang langsung menyerahkan berkas nota ke arah peminta nya.
__ADS_1
“Lin Tian benar-benar adalah orag baik. Tahu kalau aku tidak belajar dengan baik saat sekolah, membiarkan ku membayar penyesalan masa lalu dengan mengajar anak kecil. Nanti kalau TK ini sudah menguasai pasar dengan stabil, aku akan menaikkan harga dan meningkatkan pangsa kerjasama dan saya akan menghasilkan uang dengan mudah,“ pikir Cao Biluo berusaha membalas kebaikan Lin Tian dengan bekerja sebaik mungkin sehingga nanti akan bisa menguntungkan departemen taman kanak-kanak dan tak akan menyusahkan perusahaan Tianlin lagi dalam usaha pengadaan dana yang besar.
“Ini adalah pertama kali nya aku merugi dengan susah payah. Xiao Qian, lanjutkan perhitungan,“ kata Lin Tian yang sangat puas dengan hasil maksimal yang dicapai demi sebuah kerugian yang patut di perhitungkan.