Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 72


__ADS_3

“Ini… Acara ini menipu…“ ujar Keluarga Qian. Mereka benar-benar sudah di buat marah semenjak awal. Dan itu bukan satu hal yang baik untuk urusan berikutnya. Sebab hanya akan memendam dendam dan dendam.


“Benar sekali, bahkan adalah rajanya,“ kata Lin Tian seraya menunjukkan kartu raja joker.


“Haha… Bagus, hebat sekali kamu,“ kata Qian Pinzhu.


“Bagaimana, sudah saatnya kamu menyerahkan jabatan kepala keluarga Qian?“ tanya Lin Tian.


“Berikan dulu denda pembatalan kontrak,“ ujar Keluarga Qian. Bukankah demikian. Hutang saja ada dendanya. Tentu kali ini juga demikian. Dimana mesti berkali lipat untuk urusan batal batalan demikian.


“Ini ambil…“


Menyerahkan uang segepok. Seakan tak saying. Maklum uang dari sistem itu demikian banyak. Makanya dia tak ambil pusing. Kalau habis tinggal minta. Habis lagi gesek di mesin. Maka urusan cukup. Memangnya orang-orang ini yang hanya masalah pembatalan saja mesti meminta uang. Tidak begitu dengan pemuda kaya. Dia tentu akan langsung memberikan saja sedikit uang dari kas nya yang tentunya tak akan mengurangi apa yang dipunya. Sebab nanti atau berikutnya juga sudah kembali lagi uang-uang itu. Karena kayanya.


“Eh…“


Qian menghitung uang yang ada di dalam amplop. Senang sekali. Lumayan. Sedikit mengobati apa yang sudah dikeluarkan barang sedikit. Serta bisa membawa kekecewaan karena tak berhasil dalam segala nya. Dengan uang itu nanti bisa buat membeli es cendol atau sekedar berwisata ke pantai selatan. Dimana bisa melihat ombak yang terus menerus tak pernah henti, layaknya rejeki mereka yang terus mengalir. Tidak dari satu bagian ini, maka ada di lain tempat. Juga kalau ada satu sisi yang rugi, maka di sebaliknya akan ada untung. Itulah nasib baik. Sehingga orang yang mampu berusaha, dari situ juga akan langsung ada hasilnya.


“Bukankah ini adalah uang yang aku berikan pada juri kemarin. Siapa?“


Sembari membanting uang tersebut. Mangkel sekali mereka. Merasa di bohongi untuk ke sekian kalinya. Benar-benar luka diatas luka, sungguh pedih. Berkali-kali anak muda ini membohongi mereka. Mesti ada saat untuk membalas nya. Walau ibarat sebuah pertandingan, sekali kalah, maka akan ada kekalahan berikutnya. Tapi tidak demikian bagi keluarga kuat ini. Dimana harus ada sebuah celah untuk menutup kecurangan yang dilakukan musuh. Sehingga tidak merugi terus. Dan itu berlaku bagi Lin Tian yang mesti merasakan balasannya. Mungkin berikutnya bukan hanya uang yang dibanting, tapi kepala pemuda brengsek ini.


“Memakai uang kalian yang kemarin untuk ganti rugi perusahaan kalian. Bukankah sangat spesial?“ ujar Lin Tian tak mau rugi. Sebab uang sebegitu banyaknya akan sangat berguna kalau dibuat membayar karyawan yang sudah berpartisipasi mengikuti perlombaan dengan hadiah yang tak pernah diterima karena mesti terkalahkan oleh Juri Lin Tian yang sudah menjadi bos mereka. Dan itu selayaknya seiring kemampuan besar yang dimiliki bukan hanya tentang suara, namun postur nya juga demikian memikat.


“Cukup!“ Bentak Qian Pinzhu. Keluarga ini benar-benar marah. Semuanya. Sudah kebangetan mereka memperlakukan mereka. Harus segera di balas. Dan akan dating masanya. Kali ini. Dengan bantuan keluarga kuat lainnya. Keluarga Li yang pasti bersedia membantu.

__ADS_1


“Kamu, kenapa kamu membentak ku. Ayahku saja tidak pernah membentak ku…“ ujar Lin Tian sangat berduka. Matanya sampai berkaca-kaca, dan air mata mulai menitik. Tik.


“Tidak masalah kalau kamu hanya membuat keributan kecil. Tapi kamu tidak memperdulikan martabat keluarga ku. Jangan salahkan aku kalau tidak sungkan. Tuan besar Li. Aku mohon…“ ujar Pinzhu menelepon seseorang. “Lihat nih. Beginilah permainan orang yang benar-benar kaya.“


Pada berbisik.


“Apa…“


Menurut petunjuk atasan di website. Pengambilan gambar idola 110 diberhentikan. Acara ini dibatalkan.


“Bagaimana? Keluarga li membantuku untuk membatalkan acara ini,“ ujar Qian Pinzhu yang senang kalau laporannya langsung mendapat respon dari Li yang sangat kaya dan berkuasa. Sehingga bakalan terjadi sebuah hal yang mencengangkan. Dimana Lin Tian mesti merasakan kalau sudah berurusan dengan kehebatan mereka yang telah berpengalaman. Dan itu terjadi kali ini, keluarga Li sudah menunjukkan kuasanya. Acara akan batal. Sebentar lagi. Dan kemenangan dari Jiang Hao hanyalah isapan jempol belaka. Serta tak perlu ada kemenangan lagi, karena semua karyawan Lin tian dan itu percuma bagi Keluarga Qian. Yang ada sekarang hanyalah Pinzhu yang menang. Dengan bantuan tangan kuat keluarga Li.


“Sorry punya uang semuanya bisa diatur sesuai keinginan. Semenjak uangku tidak ada habisnya aku mengerti satu hal,“ kata Lin Tian. Dia tenang saja dalam menghadai keluarga Qian yang merasa sudah menang. Namun seakan akalnya juga tak pernah habis. Seiring dengan beribu-ribu cobaan menerpa, demikian juga perlawanan akan segera berdatangan terus. Layaknya kali ini. Dia sudah menemukan akal baru demi menghadapi satu peristiwa yang tak terduga.


“Yang bisa melakukan apapun sesuai keinginannya. Bukan orang yang bisa menghasilkan uang. Melainkan adalah orang yang bisa menghamburkan uang,“ ujar Lin Tian. Dia juga telah berhasil menghubungi seseorang, seiring dengan keberhasilan lawan menghubungi keluarga Li. Dan kali ini tidak main-main. Sementara yang dihubungi bukan hanya seorang yang berpengaruh. Namun yang sudah berhasil tertambat hatinya. Ibarat perahu, dia sudah memegang dayung. Dan tinggal kayuh saja, maka perahu itu sudah bisa menembus lautan serta membelah ombaknya untuk mencapai tujuan. Itulah Lin tian yang sekali lagi berhasil hanya dengan kecanggihannya memanfaatkan situasi yang ada serta memperhitungkan apa yang kemungkinan bakal lawannya perlakukan.


Polisi datang.


“Silahkan…“


Sambil menunjuk kelompok Keluarga Qian. Biar mereka di tangkap sehingga sudah tak banyak bacot lagi. Sudah demikian lama dia dibiarkan mengumbar kata-kata tak mengenakkan di telinga. Dan kali ini mesti berbicara di dinding yang seram. Maka akan terasa kalau kekalahan itu menyakitkan.


“Melanggar hukum komersial, menyuap hakim, dan mengambil semua uang tersebut. Diduga memanipulasi permainan dan melakukan transaksi tak gelap dengan banyak kelompok. Kalian ditangkap!“ Para polisi menangkap Pinzhu dan keluarganya.


“Semuanya aku yang melakukannya. Tidak ada hubungannya dengan tuan besar Qian Pinzhu,“ ujar Qian

__ADS_1


“Terus terang lah saksi sedang membuat catatan. Sebenarnya beberapa hari yang lalu aku sudah mengontrak Li Tai diam diam. Tadi aku hanya memberinya sedikit hadiah saja,“ kata Lin Tian.


Li Tai menceritakan pada pihak berwajib.


“Sebenarnya sejak awal kita sudah terjebak olehmu.“


Pinzhu menggeleng gelengkan kepala


“Ke depannya jangan harap ada platform video yang bekerja sama denganmu,“ ujar Pinzhu di seret petugas.


“Kak Lin Tian. Apa, semua ini gara-gara aku?“ ujar Jiang Hao bingung.


“Tenang saja. Bagaimanapun aku akan selalu mendukung temanku,“ kata Lin Tian.


Selain itu:



Kali ini adalah berita besar sedikit dibesarkan saja hasilnya tidak lebih buruk dari marketing acara


Tidak ada kerjasama dengan website beli saja


“Aiya… Hanya menghamburkan uang saja kan?”


__ADS_1


__ADS_2