Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini

Menjadi Orang Terkaya Mulai Hari Ini
Episode 291


__ADS_3

Gedung serba guna sekolah. Bentuknya benar-benar sangat apik. Sudah seperti stadion mewah. Dengan bentuk persegi. Yang sudut-sudutnya di buat sedikit lengkung. Dan atapnya menggunakan penutup bagi para penonton.


Sementara untuk bagian lapangan rumput di biarkan terbuka. Sehingga akan ada air masuk kala hujan yang otomatis menyirami rumput mahalnya, namun tak berpengaruh bagi para penonton di tribun. Juga bisa sebagai pergantian udara yang lumayan segar dengan tanpa ada rasa pengap andai cuaca lagi tak bagus.


Nampak lari tergesa-gesa. Hanya dengan seragam yang sedikit ketat. Celana hitam dan baju putih, serta memanggul tas ransel.


Karena panik, makanya tak memperhatikan sekitar. Tahu-tahu main tabrak saja, dengan seorang yang cakep nya bukan main.


Hingga jatuh terduduk dan kancing bajunya sampai lepas, menggelinding entah ke mana. Bahkan botol minuman juga mengangkasa sebelum menyentuh bumi kembali. Untung di tangkap dengan cekatan oleh si ganteng.


“Gawat, aku sudah telat pergi ke lomba kimia inovasi,“ ujar si pemuda juga tengah terburu-buru, makanya tak menyangka bakalan ada wanita yang lebih terburu-buru lagi dalam menabrakkan tubuhnya ke tubuh dirinya tadi. Untung lelaki perkasa, jadi menang, dan tak sampai terjatuh, apalagi lebih jauh jatuh cinta. Belum.


“Maaf ya, aku mengejar waktu. Lain hari aku pasti akan meminta maaf denganmu,“ ujar sang pemuda dengan terus berlalu tanpa membangunkan si perempuan, dan membiarkan kancing baju lepasnya entah kemana.


“Hmm, lagi-lagi hari yang sial,“ ujar pemudi pelajar itu sembari mengeluh, betapa sialnya hari itu. Sudah tertabrak dengan keras, sampai pantatnya sakit, sudah itu bajunya sobek sedangkan si lelaki tampan hanya berlalu saja tanpa menghiraukan dirinya.


“Eit…“

__ADS_1


Terkejut melihat ada botol minuman tergeletak begitu saja di bekas lokasi kejadian tabrakan tadi.


“Wah aku beruntung sekali bisa menemukan botol airku yang jatuh.“ Ternyata botol airnya yang jatuh dan tadi di tangkap sama si pemuda pelajar tadi walau terburu-buru, namun bisa menangkapnya dan begitu saja meletakkan di tanah.


“Iya, bisa menemukan botol air yang jatuh sudah termasuk beruntung, karena dari kecil aku sangat sial,“ gumam si wanita. Merasa senang. Nasib memang demikian. Selalu menyertai semenjak kecil. Bayangkan yang beruntung, sudah berhasil menduduki yang pertama, bakalan langsung dapat beasiswa, lalu mendapat hadiah dan belum lagi banyak hal lain. Berbeda dengan si sial yang kerapkali selalu paling belakang, dengan sisa yang tak bagus, serta tak pernah memperoleh hadiah. Makanya barang yang semestinya terburai tadi, begitu di dapat, langsung merupakan sebuah hal yang sangat menyenangkan hatinya.


Dia adalah Bai Xiaojie, gadis sial.


“Jadi, aku sangat suka berenang, karena di sini aku tidak perlu berbicara dengan orang lain dan juga tidak akan menyentuh orang lain,“ ujar Bai yang sudah mengenakan bikini, baju renang yang pas di gunakan untuk masuk air. Dan merasa bangga kalau tak perlu di sentuh orang lain dalam kesendiriannya itu. “Kalau aku bisa sehebat kakak kelas Lin Tian. Alangkah indahnya bisa membawakan keberuntungan bagi semua orang,“ ucapnya lagi seraya meneguk air dingin yang tadi terjatuh tapi tak hilang.


Lagi asik-asiknya minum, tahu-tahu kakinya sudah menyentuh bagian lantai yang licin. Niscaya dia bakalan terjatuh. Untungnya ada dalam air. Tapi membuat semua yang ada di kolam renang menjadi terkejut.


“Maaf kalian tidak perlu panik,“ ujarnya pada para pemuda yang lagi berenang dan menyaksikan dirinya. Untung botol minum itu Cuma mengenai kepala orang. Hingga tersangkut dan tidak berat. Hari yang sial ini benar-benar tak bisa di elakkan. Namun hal itu yang justru membuat dia bertemu dengan pemuda yang dikaguminya. Lin Tian. Berkat jatuh tadi, maka botol kebanggaannya menghinggap di kepala pemuda yang kakak kelas dan selalu jadi impiannya itu.


#


“Ah, masih belum terlambat,“ ujar pemuda pelajar yang sangat senang akibat masih ada waktu. Walau di perjalanan tadi mesti ada insiden bertumbukan dengan gadis sangat cantic si Bai yang lagi sial.

__ADS_1


“Ben, apakah kamu ada membawa deterjen cair yang bisa mengubah dunia itu?“ tanya professor botak yang ahli kimia dan bakalan ikut membantu adanya lomba kimia yang sangat diminati banyak pemuda, termasuk Ben.


“Ada. Tadi aku pergi mengambil sehelai baju basket di lapangan olahraga. Segala noda dan bau apek pasti akan hilang,“ ujarnya yang langsung menuang detergen di botol ke cucian menumpuk dalam baskom cucian. “Lalu harganya sangat murah, pasti bisa laris manis. Tapi…“


“Cukup, kau jangan bilang benda ini terbuat dari apa,“ ujar ahli kimia yang enggan memberitahu benda apa yang di buat. “Asalkan bukan kain yang serap air sisanya tidak ada masalah. Kalau tidak….“


#


Inilah jadinya, kalau keliru mengambil botol. Botolnya diambil pemuda, sehingga cucian sampai tak kena detergen, sementara air minuman itu sudah habis. Dan botol penuh detergen tumpah ruah ke kolam renang, yang membuat bikini cantic, si pakaian renang itu yang sudah demikian seksi, bertambah kecil saja.


“Baju renangku melebur.“ Pada panik melihat kondisi ini. Padahal dari awal tidak. Hal itu membuat semua menutupi yang bisa di tutup. Kalau tidak, bakalan berbahaya, dengan pakaian yang melebur satu demi satu, dan bisa-bisa habis di makan air kolam renang yang sangat ganas itu.


“Eit… Dia adalah kakak kelas Lin Tian idolaku,“ ujar Bai Xiaojie yang merasa selalu sial sampai pakaian renangnya compang-camping, namun kali ini merasa beruntung akibat melihat kakak kelas idola, si Lin Tian yang kepalanya lagi bermasalah kena botol tabung detergen.


“Maaf.“ Diambilnya botol yang keliru ambil tadi, sehingga membuatnya semakin sial saja sampai terpeleset akibat lantai licin tertuang detergen tadi. Juga bajunya yang terbuat dari kain sampai habis akibat larutan zat kimia berbahaya yang bakalan ikut di perlombakan untuk mencuci baju putih lomba basket yang mestinya sangat kuat dan detergen pengubah dunia itu akan sangat manjur buat membersihkannya, dan bukan membuat bersih baju renang yang sudah tinggal sebagian itu. “Sudah membuat masalah bagi anda.“


“Ah…“ Lin Tian hanya bisa mendesah, begitu menyaksikan pemandangan mengerikan akibat si Bai tak menghiraukan pakaiannya yang compang-camping sampai membuatnya sial dan mimisan seperti biasa.

__ADS_1


“Tidak apa-apa. Aku suka dengan masalah seperti ini,“ ujar lin Tian yang menganggap hal itu bukan masalah besar. Dia hanya segera berlalu menghindari si wanita Bai yang compang camping karena kainnya terkena detergen yang keliru ambil itu.


__ADS_2