
Langit di atas kota membiru dengan hiasan mega-mega warna warni diantara mendung memutih.
Di bawahnya suatu rumah yang lengang dengan anggun berdiri.
“Penulis yang kamu bicarakan ini, bagaimana dengan keberhasilan bukunya?“ tanya Lin Tian di sela-sela perjalanan menuju rumah penulis gendut yang misterius. Tak berbakat, tetapi selalu membuat karya tentu saja dengan bimbingan guru Zhao.
“Mengambil jaminan dasar setiap memperbarui. Website Literature Zhongdian di dalamnya memiliki banyak novel. Yang bersedia dikontrak tidak sampai 10% nya, yang dibayar setelah karyanya di upload tidak sampai 1 %. Banyak karya dari penulis yang tidak begitu di gemari pembaca, hanya bisa memperbarui sebanyak 4000 kata setiap harinya dan hanya mengambil 1500 yuan setiap bulan sebagai jaminan dasar,“ jelas Zhao.
“Dengan kata lain karya orang ini tidak bagus,“ ujar Lin Tian setelah mendengar begitu miris keterangan yang di peroleh.
“Tentu saja bagus, hanya saja memerlukan sedikit petunjuk dariku,“ ujar Guru Zhao memberi pengertian.
???
Knock knock.
Pintu di ketuk.
“Ah guru Zhao silahkan masuk,“ ujar penulis gendut dengan suka hati. “Guru Zhao masukan yang sebelumnya anda berikan padaku, aku sudah memikirkannya dengan baik.“
“Mohon petunjuk mu,“ seraya memberikan kertas-kertas lepas yang di ulurkan demi perbaikan yang seperlunya saja.
__ADS_1
Guru zhao menelitinya.
“Kurangi perusuhan dan lebih dekat dengan orang biasa. Perkuat rasa substitusi, jangan biarkan plug-in peran memengaruhi karakter tokoh.“
Lalu katanya pada penulis, “Selamat kamu telah berhasil melakukannya di dalam karya ini,” ujar Guru Zhao memberi ucapan selamat pada penulis gendut yang telah berhasil membuat suatu karya tulis yang demikian layak di baca serta bakalan menjadi sebuah tulisan yang menakjubkan, sehingga semakin membaca, maka akan membuat ketagihan bagi para pembaca tersebut serta seakan tak ingin berhenti, walau dalam satu hari hanya tiba bab saja di buat.
“Awalnya, aku rasa dia tidak bisa diandalkan, tapi kenapa makin dibaca makin bagus?“ ujar Lin Tian mulai merasakan kesedihan luar biasa. Dia tak memperhitungkan kalau selama ini dia selalu salah. Jadi apa yang tak layak di pandang oleh muka umum, bakalan menjadi hebat di bagian akhir dari seseorang yang demikian remeh begitu. Dan kali ini untuk yang terakhir kalinya semua menjadi kenyataan. Dia semakin gagal saja menjadi manusia, serta inginnya terus memperoleh bagian dari hasil perhitungan system yang menguntungkan, nyatanya semua keuntungan justru dari laba penjualan. Dan itu sama sekali tak memperoleh pemasukan uang saku yang dia dapat. Ini benar-benar sebuah kerugian yang besar. Mungkin lain waktu dia mencari orang yang piawai saja, lalu laptop milik orang itu mesti di sabotase supaya error dan tak bisa melanjutkan menyelesaikan kinerjanya. Sehingga akan berakhir buuk untuk hasil yang memang tak layak itu. Mungkin demikian yang akhirnya bisa membuat ada pemasukan tersendiri baginya yang tengah menderita sekian lama tak punya uang saku, akibat selalu gagal dalam melangkah.
Kemudian dia memandang tumpukan kertas yang seperti sebuah makalah saja hasil karya orang itu dengan judul yang luar biasa,
LEGENDA KULTIVASI ORANG BIASA.
Sebuah catatan yang sudah menumpuk. Namun begitu indah sehingga banyak para penggemar yang menunggunya. Berkat penulis gendut dengan bantuan yang sangat hebat dari editor sekaligus pembimbing rohani dari guru Zhao. Ini yang akhirnya membuat Lin Tian kelimpungan. Dan bisa saja hal itu benar-benar terjadi mengingat begitu hebat cara kinerja si penulis gendut tersebut, serta tak segan-segan bertanya sama editor tentang bagaimana, mengapa dan bilamana semuanya akan bisa menjadi indah, semakin indah dan berakhir sangat indah untuk satu karya yang memang begitu mengagumkan ini.
“Bisa-bisa buku ini benar-benar terkenal dan menciptakan demam orang biasa….“ ini yang sangat mengkhawatirkan. Bisa-bisa perusahaan untung terlalu besar, sehingga ganti rugi baginya benar-benar taka da. Jangankan di kali 20 hanya dikali beberapa saja tidak. Malahan menurun untuk pengurangan akibat laba dari perusahaan tersebut. Hal ini tentu gawat. Jadi bisa saja tak perlu mengharapkan apa yang kali ini di dapat. Mengingat begitu dahsyat apa yang dihasilkan oleh penulis demikian saja itu. Tak seperti dugaan awal yang tak mengira kalau seseorang yang demikian bisa mengakibatkan sesuatu yang dihasilkan demikian baik.
Lalu katanya, “Kalau begitu, apa lebih baik aku letakkan di zona belum pasti.“ Sembari membayangkan diagram pie dimana zone rugi digambarkan merah, zona laba pada biru dan hijau untuk zona belum pasti. Jika hal ini yang kemudian akan di letakkan, maka zona hijau itu yang sepertiga bagian nya merupakan kemungkinan yang bakal teraih.
“Sampai saat ini zona laba dan belum pasti memiliki banyak proyek malah zona rugi yang memiliki proyek paling banyak. Aku harus mulai mencari,“ ujar Lin Tian dengan lesu berusaha dan terus untuk mencari sesuatu yang bisa menghasilkan sedikit uang saku biar bisa jajan cilok atau mendoan anget yang sudah lama tak di dapat akibat selalu tak memperoleh kembalian dari sistem.
#
__ADS_1
Awan hitam di langit yang sedang gelisah.
Daun-daun berguguran di bawah gedung apartemen yang menjulang itu. Semua Nampak lengang sepi. Seperti hati pemiliknya yang demikian tak bisa menghasilkan apapun.
“Belakangan ini sepertinya hip hop sedang populer, apa aku bisa membuat sebuah gelombang melawan tren?“ gumam Lin Tian yang tengah berpikir keras kalau dirinya tengah berangan-angan untuk dapat membuat yang terbaik demi music tersebut.
Treat…
Tiba-tiba alarm HP berdering.
“Pinru, ada apa?“ tanya Lin Tian. Dia heran mendapati kenyataan kalau sudah cukup lama perempuan itu tidak pernah menelpon dirinya. Atau dia yang tengah disibukkan oleh waktu karena menginginkan hip hop sangat popular sehingga melupakan wanita tersebut.
“Lin Tian, kamu akan menyelenggarakan event berapi api raja lansia ya? Kamu memperbolehkan kita untuk menambah proyek sesuka kita kan? Aku memiliki banyak murid lansia di sini, bagaimana kalau kamu menambah satu proyek, proyek bernyanyi,“ ujar Pinru. Dibelakangnya banyak sekali para murid yang tengah mengikuti kepala sekolah itu.
“Eh, bukankah ini kebetulan yang menyenangkan, boleh juga,“ kata Lin Tian. Seakan tengah menemukan emas dalam timbunan jerami. Ada hal yang menarik dalam penawaran tadi. Dan itu mesti dikembangkan.
“Tunggu dulu, tidak benar. Kalau kakek dan nenek semua mengikuti pertandingan ini maka cucu mereka dan keluarga lainnya pasti aktif berpartisipasi dalam voting. Bisa jadi aku akan mendapat laba banyak,“ pikir Lin Tian. “Jadi aku akan membuat jaminan ganda. Aku akan menyelenggarakan kompetisi The Drama of China. Ditambah dengan musik elektronik rock and roll, jazz, semuanya akan aku digabungkan. Acara ini seperti ini seharusnya tidak akan popular kan?“
Pinru hanya,
???
__ADS_1