My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 10


__ADS_3

Pagi ini


Pagi saat agra terbangun dari tidurnya, ia merasa kan kepalanya begitu pusing, ia pun memijat- mijat kepalanya berharap bisa meringankan rasa sakit di kepalanya yang


pusing. Ia sedikit mengerakkan tubuhnya, mencoba untuk bangun dari tidurnya.


“arg ...., pusing sekali” ia terus saja memijat kepalanya sambil bangkit dari tidurnya dan menyenderkan ke bahu tempat tidur. Matanya mulai ia buka perlahan, ia menyesuakan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


Ia mengejapkan matanya, mengingat – ingat apa yang di alami


semalam, apa yang terjadi dengannya semalam? Banyak sekali pertanyaan yang muncuk dalam benaknya. Apakah benar semalam Ara bersamanya? Dia mengingat kembali, ya sepertinya memang semalam Ara bersamanya. Apa aku tidur dengannya? Apa aku tidur bersama dalam satu tempat tidur?


Iya ...., sepertinya itu benar. Ara benar-benar di sini. Kemudian pelan-pelan ia menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya.


“apa yang telah terjadi ...” Ia begitu terkejut saat mendapati pakaiannya tak sama dengan apa


yang ia kenakan semalam, bukankah kemarin dia masih pakai kemeja lengkap. Tapi kini ia sudah mengenakan pakaian tidur. Lalu dimana kemeja kerjanya?


Agra pun beranjak dari tempat tidur dengan susah payang, ia berjalan dengan sempoyongan sambil menahan kepala yang


masih pusing. Ia berharap semuanya hanya sebuah ilusi saja.


“Ara ...” agra mencari keberadaan Ara. Dia berusaha memanggil sekertarisnya itu.


“ra ...” ia benar-benar takut jika sampai terjadi sesuatu diantara mereka semalam. Dia benar-benar berharap tak akan ada yang menyahutinya.


“kau di mana?” ia mengingat jika semalam ia menahan Ara untuk tetap


tinggal di sampingnya.


Pikirannya sekarang benar-benar kacau saat mendapati baju yang ia


kenakan kini telah berbeda , ia mengusap wajahnya dengan prustasi.


"apa yang sudah terjadi, aku sungguh tidak ingat ...." Batin Agra.


Langkahnya terhenti saat Ia mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi, Agra pun


mendekati pintu kamar mandi. Ia mendekatkan daun telinganya ke daun pintu. Mencoba mendengarkan lebih jelas.


“Ra ..., apa kau di dalam ...?” Agra terus mengetuk pintu kamar mandi dengan keras, berharap Ara tidak kenapa-napa.


“Ra ..., maafkan aku, tapi semalam tidak terjadi apa apa kan ...?” Agra takut jika sesuatu telah terjadi semalam diantara mereka berdua, Ara pasti sangat terluka , pikirnya.


“aku benar- benar menyesal ...” karena tak kunjung mendapat sahutan dari dalam Agra berusaha menjelaskan, tapi saat penjelasannya belum selesai.


Tiba-tiba pintu kamar mandi pun terbuka, Agra benar-benar terkejut

__ADS_1


saat mendapati yang keluar dari kamar mandi bukanlah Ara tapi Rendi, tangan kanannya.


“Ada apa bos ....? bos bicara apa ...?” ternyata yang keluar dari


kamar mandi adalah Rendi, tangan kanannya sekaligus sahabatnya.


“kau ...., kenapa kau di situ ...?” Agra benar-benar terkejut dengan keberadaan Rendi di apartemennya dan lagi di kamar mandinya, padahal seingatnya semalam hanya ada dirinya dan Ara.


"Lalu dimana Ara?" Batin Agra.


“Anda muntah , jadi Ara memanggil saya untuk mengganti baju anda, ini


saya baru saja mencucinya ...” Rendi menjelaskannya dengan tanpa dosa sambil menunjukkan baju basah di tangannya.


Hampir saja agra keceplosan dan khawatir tak beralasan.


"Sungguh bodohnya aku ...." Batin Agra.


“Sarapannya sudah siap ...” dari ruangan lain suara ara menggema ke seluruh ruangan dengan aroma sedap dari masakan yang di bawanya.


Membuat kedua pria sedang dalam keadaan


kecanggunan menoleh ke arahnya dan mengikuti kemana arah Ara berhenti.


“kalian kenapa?” Ara yang di pandang dengan serius merasa heran, karena sepertinya dua pria itu kompak sekali dengan ekspresi yang sama


“ayo kemarilah ...”


masing-masing dengan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Ara pun menyiapkan piring untuk Agra dan Rendi setelah itu


menuangkan nasi goreng ke masing-masing piring.


“selamat makan ...” Ara pun ikut duduk dan merekapun menikmati


sarapan bersama tanpa mau menyinggung apa yang baru saja terjadi.


Rendi merasa senang melihat sahabatnya kini sudah lebih baik, kamar yang tadinya berantakan kini sudah kembali bersih.


Setelah pagi itu , keadaan Agra jauh lebih baik , ia sudah mulai


aktif di kantor lagi, ia mulai menata hidupnya kembali.


 Memang kadang terluka itu penting, karena sedikit luka akan menjadikan kita menjadi lebih kuat.


"sudah saatnya berhenti memandangi jarum jam yang telah lama berhenti berputar" by Rasa di dalam kata.

__ADS_1


"pada akhirnya yang pergi akan tetap pergi, Biarkan berlalu, karena melepas lebih melegakan daripada memaksa" by Ewiik Aryani


Di tinggal seseorang bukan berarti tidak akan ada hati lain yang akan menampunya bukan, tetap semangat agra, perasaan yang paling melegakan adalah ketika kamu akhirnya berani untuk memutuskan hubungan dengan orang -orang yang tidak berdampak baik bagimu.


“ada rapat dengan investor siang ini jam 2 pak, setelah itu


meninjau lokasi di daerah yang akan di bangun ruko” Ara memberi laporan pada


Agra


“siap ..., nanti temani saya, kamu siapkan laporannya”jawab agra tanpa mengalihkan pandangannya ke berkas-berkas di hadapannya, ia terus fokus dengan berkas-berkas yang sudah lama di tinggalkan, ada banya meeting yang sudah tertunda, setelahy ini akan jadi hari yang sangat sibuk


“baik pak ...” ara pun meninggalkan agra dan kembali ke tempatnya, selain ara rendi sudah lebih dulu menjelaskan agenda-agenda rapat yang harus di hadiri agra


Begitulah kini kehidupan Agra sudah kembali normal seperti


sebelumnya, walaupun tak seceria sebelumnya tapi setidaknya ia tidak mengurung diri di dalam apartemen


di tempat lain


"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya wanita paruh baya yang terlihat begitu modis dan cantik walaupun usianya tidak muda lagi


"Tuan muda sudah lebih baik, nyonya ..." jawab pemuda dengan perawakan tegap dengan baju resminya, dia adalah Rendi


"Terus awasi dia, aku rasa ada yang sedang mengincarnya, tambahkan pengamanan untuknya"


"Baik nyonya ..." Rendi menunjuk hormat.


"Dan lagi, cari tau latar belakang gadis yang bernama Ara itu"


"maaf nyonya , Ara?"


"ya ..., aku membutuhkan datanya secepatnya"


"baik nyonya, kalau begitu saya permisi nyonya"


"pergilah ...." rendi lagi-lagi menunduk hoirmat dan meninggalkan ruang kerja PresDir.


****


**siapa sih agra ini sebenernya .....? pada penasaran nggak ...?


kok ada nyonya besar segala ...? ada pengawalnya lagi** ....


aku sebenarnya pengen banget up lebih banyak, tapi kayaknya aku cuma bisa 3 episode dech kawan .... , karena kayaknya hari libur sudah mulai berakhir, jadi kesibukanku di alam nyata sedikit kembali ...., dengan anjuran pemerintah yang akan memulai new normal, insyaallah aku akan up sesering mungkin


komentnya aku tunggu ya .... biar tambah semangat nulisnya ...., kalau nggak ada komentnya, aku jadi bingung pengennya para reader kelanjutannya bagaimana

__ADS_1


aku pengennya para reader ikut nentuin alurnya biar tambah seru .......


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2