
Semenjak satu bulan di bukanya toko kue Ara, kini sudah
memperkerjakan 5 karyawan yang membantunya termasuk mbka Rini dan mas Herman
suaminya mbak Rini
Frans sudah dua minggu di rumah, dan kini jadwalnya untuk menemui
Ara tampa sepengetahuan Agra,
Agra sudah habis kontraknya di kafe, walaupun
sudah tak bekerja di kafe tapi ia lebih sering keluar karena sedang
gencar-gencarnya mencari klien untuk di promosikan perusahaannya dan juga
mencari infestor yang bersedia menyuntikkan dana bagi usahanya yang akan di
rintis
Pagi ini Frans datang ke toko bersama dengan Rendi atas perintah
Ratih
“pagi nona ...” sapa Rendi saaat memasuki toko karena kebetulan Ara
sedang melayani pelanggan
“pak rendi, dokter Frans ...” Ara terkejut dengan kedatangan
tamunya secara tiba tiba
“selamat pagi, ada apa kalian datang ke sini? Apa ada
yang bisa saya bantu?”
“boleh kita bicara sebentar nona” lagi-lagi Rendi bersikap formal
sedikit membuat Ara tidak nyaman
“baiklah, mari ke dalam ...” Ara mengajak dua sahabat suaminya ke
dalam ruangan yang di ubah sebagai kantor, Ara berjalan mendahului mereka
berdua
“silahkan duduk” Ara menyuruh Rendi dan Frans untuk duduk di sofa
ruangan itu
“terimakasih nona ...” rendi dan Frans duduk bersebelahan
“ah ..., nyaman sekali ..., kenapa kalian formal sekali sih ...,
kakak ipar duduklah ...” Frans yang memang dari kecil tidak terbiasa dengan
sikap formal lebih santai dalam berbicara
“Agra sedang keluar, aku akan menghubunginya jika kalian bersedia
menunggu” tawaran Ara
“jangan....jangan ...., kami sengaja kesini karena ingin bicara
dengan kakak ipar” dokter Frans segera mencegahnya
“denganku ....?”
“benar nona ...”
“aku merasa tidak punya urusan dengan kalian kan?” tanya Ara
“tapi kami punya nona”
“jangan sungkan begitu kakak ipar....”
“bisa panggil nama ku saja, aku merasa tak pantas dan tak nyaman
dengan sebutan nona, aku bukan nona kalian lagi” lagi-lagi Ara protes dengan
cara Rendi memanggilnya
“maaf nona ...” dan Rendi pun tetap dengan pendiriannya
“jangan hiraukan dia kakak ipar, dia itu memang manusia setengah
robot, makanya betah banget ngejomblo” seketika Frans mendapat lototan dari
Rendi, membuat dokter Frans segera melayangkan protesnya
“ada apa?” dokter Frans
tidak terima dengan tatapan Rendi, tapi Rendi seolah tak terpengaruh, ia
kembali menatap Ara
“dokter Frans akan memeriksa anda nona”
__ADS_1
“memeriksa saya???” ara benar-benar terkejut, karena tak merasa
sakit, tapi hanya di jawab dengan anggukan oleh Rendi
“saya nggak sakit ...”
“kakak ipar jangan khawatir, ini Cuma pemeriksaan kandungan ...”
“hah ..., kandungan ....???”
“iya nona”
“tapi saya nggak merasa hamil ..., tapi memang aku sudah lama nggak
.....” tiba-tiba ara menutup mulutnya terkejut
“wah ...., kayaknya memang benar kakak ipar ini kelewat polos ...”
Frans mengusap rambutnya menunjukkan wajah frustasi
“sepertinya benar nona harus melakukan pemeriksaan”
“di sini?” ara heran karena dokter Frans tampak tak membawa alat
sama sekali
“tidak nona, di tempat praktek dokter Frans nona”
“sekarang?”
“iya nona ...”
“jangan sekarang ya .... pliiiissssss ...” ara menakupkan kedua
tangannya di depan bibirnya tampak memohon
“gimana kalau besok? Aku
janji bakalan datang sendiri ke tempat praktek dokter, gimana ...? boleh ya?”
wajah Ara tampak begitu imut saat sedang memohon membuat kedua pria di depannya
itu tak mengedipkan matanya
“pantas saja Agra sampek klepek-klepek sama kakak ipar , imut
banget ..., pengen nyubit deh ...” batin Frans
“apa sih yang nona lakuin ...., bikin grogi aja ..., berhenti
bersikap imut seperti ini nona ...” batin Rendi
“gimana, setuju kan?”
seketika membuat kedua pria di depannya tersadar
“baiklah nona, kalau begitu kami tunggu besok di klinik dokter Frans, kami permisi nona .....” Rendi segera berpamitan tapi segera mendapat protes dari dokter Frans
“kenapa sih harus buru-buru, aku kan masih pengen ngobrol banyak
sama kakak ipar, kopinya juga belum datang .....”
“mau gue jitak pala lo ....” bisik Rendi dengan suara yang di tekankan
“ok bro santai bro ...." dokter Frans segera menjauhkan tubuhnya dari Rendi
" ya udah kakak ipar, kami permisi dulu, nih si balok es sedang PMS, bawaannya kesel mulu ....” Ara hanya tersenyum menanggapi kekocak an dokter Frans , dokter Frans begitu berbeda dengan dua sahabatnya
Ara mengantar mereka keluar dari dalam ruangan hingga sampai di
depan
“kakak ...” Nadin yang baru saja sampai dari kampus tak menyadari
ke datangan tamu kakaknya, ia yang bermaksud ingin memeluk kakaknya segera di
urungkan karena dua pria di samping kakaknya
“siang ...” akhirnya mau tak mau Nadin menyapa kedua tamu kakaknya
Dan seperti biasa , Rendi tak terpengaruh sama sekali dengan
kedatangan Nadin, berbeda dengan dokter Frans, dia lebih humbel
“ihhh..., dasar es batu ...” batin nadin bergidik ngeri menatap
tatapan dingin Rendi
“hai ...., adiknya kakak ipar ya, kita ketemu lagi” sapa dokter
Frans
“iya dokter ...” jawab Nadin dengan senyum yang di paksakan karena
senyum yang sesungguhnya sudah terlanjur
menguap bersama tatapan dingin Rendi
__ADS_1
“kenalkan saya dokter Frans, jika kamu lupa” dokter Frans
mengulurkan tangannya tangan dokter Frans , Rendi sudah terlebih dulu menarik
bahu dokter Frans untuk menjauh
“kami permisi dulu nona” seakan tak mendengarkan gerutu dan cacian
dokter Frans, Rendi terus saja menarik tubuh dokter Frans ke dalam mobil
“kamu kenapa dek ...?” pertanyaan Ara membuyarkan lamunan Nadin
yang terus menatap ke arah mobil yang di tumpangi Rendi dan dokter Frans hingga
menghilang di ujung jalan
“aku kesel banget kak, tiap kali liat es batu tuh bawaannya pengen
ngejambak rambutnya yang nggak pernah berantakan biar berantakan”
“siapa sih dek?”
“ya itu siapa lagi, si es batu..., detektifnya kak Agra”
“Rendi?”
‘iya ....”
“kakak sebenernya juga sebel sih kak, dia kayak robot”
“nyesel aku dulu sempat ngefans sama dia kak, untuk dulu kakak
nggak terima cinta dia, bisa jantungan tiap waktu punya kakak ipar kayak balok
es”
"jangan benci .... ntar jatuh cinta lo ...." ucap Ara menggoda Nadin, Nadin yang di goda segera menggelengkan kepalanya
"jangan jangan sampek kak ......, amit amit ...., sampai aku jadian sama si es batu"
***
Di sebuah kafe tampak dua orang sedang merecanakan sesuatu, dua
orang itu adalah Viona dan Divta, Divta sudah benar-benar datang ke tanah air,
ia menatap wanita di hadapannya
“bagaimana, apa kau sudah menemukan identitas lengkap istri Agra?”
tanya Divta dengan tatapan yang sama persis seperti yang di miliki Agra, mereka
memiliki kemiripan dalam hal wajah
“namanya PUTRI AULIA ZAHRA, dia Cuma gadih biasa, gadis rendahan”
jawab Viona begitu meremehkan Ara
“aku butuh biodatanya, bukan keterangan yang kamu buat sendiri”
“baiklah ..., ini kak datanya, di situ juga lengkap dengan fotonya,
keluarganya, dia hanya memiliki seorang ayah dan seorang adik perempuan”
“itu yang aku butuhkan”
“apa yang akan aku dapat, setelah apa yang aku lakukan untuk
kakak?”
“aku sudah mengeluarkanmu dari penjara, aku rasa itu cukup unjuk
menjadi imbalan semua ini”
“Cuma itu?”
“apa kau tak merasa, keuntungan apa yang kau dapat, kau masuk
penjara tapi tak seorang awak mediapun yang mengendus kabar itu, bukankah itu
imbalan yang setimpal?”
“tapi kak”
“aku rasa kerja sama kita sudah cukup sampai di sini, nona Viona,
saya harap kita tak akan bertemu lagi”
***
**bersambung
kan banyak yang bilang ara itu gini ya?
ya emang dari awal karakter Ara emang kayak gitu, dari masih pacaran sama Dio kan emang kayak gitu
masak langsung di ubah jadi superhero kan nggak lucu .....😁😁😁😁😁
__ADS_1
jangan lupa kasih bayaran yang banyak ke author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya kasih vote juga**