My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 94


__ADS_3

Benar apa yang Ara rasakan, agra berhenti tepat di depan toko bangunan


milik ayahnya, Ara merasa tidak enak hati, karena semenjak kejadian salah faham


itu hubungan Ara dan Roy tidak begitu baik, ayah Ara merasa begitu kecewa


dengan kejadian itu


Roy menganggap Ara tak bisa menjaga amanah, walaupun sejatinya


Roy menyukai Agra tapi rasa kecewa menutupi semuanya


Langkahnya begitu ragu untuk menjejakkan kakinya ke rumah orang tuanya, ingatan beberapa bulan lalu saat ayahnya tak menerimanya datang ke


rumah ini, membuatnya enggan untuk datang, ia begitu takut jika ayahnya marah


padanya dan suaminya


“kenapa kita kesini bby?” ara turun dari motor dan melepaskan


helmnya


“kamu nggak kangen sama ayah dan Nadin?” Agra malah balik bertanya


pada Ara, pertanyaan macam apa itu, bagaimana seorang anak tidak merindukan


ayahnya, ia tentu begitu merindukan ayahnya, tapi rasa takut untuk tidak di terima begitu besar


“kangen ..., tapi _” ara terlihat ragu


“nggak usah tapi –tapi , ayo ...” Agra menarik tangan Ara menuju ke


teras rumah, tapi lagi-lagi Ara menghentikan langkahnya


“ayo masuk ...” tanpa mengetuk pintu, Agra segera membuka pintu


rumah yang tampak sepi dari luar itu, toko bangunan juga sedang tutup sehingga


tak ada lalu lalang karyawan ayahnya yang sedang memindahkan atau menjual


dagangan ayahnya


“masuk ...?” Ara di buat heran lagi oleh tingkah suaminya,


bagaimana bisa suaminya mengajaknya masuk begitu saja


“ya ..., memang kau mau terus di luar ...? aku sih nggak ...” Agra tak


menunggu lagi jawaban dari Ara, Agra segera membuka pintu, setelah pintu terbuka


sempurna di sana sudah berdiri ayah dan Nadin menyambut kedatangan mereka


“ayah ....” Ara menatap pria paruh baya itu, matanya berkaca-kaca,


rasa rindunya seolah tak terbendung lagi , Agra mengusap punggung istrinya,


meyakinkannya bahwa semuanya baik-baik saja


“Nadin ...” dan beralih menatap Nadin


“masuklah nak ..., ayah merindukanmu ...” pria paruh baya itu


merentangkan kedua tangannya


“ayahhhh ...”Ara pun berlari memeluk ayahnya, air matanya tak mampu


terbendung lagi


“maafkan Ara yah ...” Ara berbicara sesenggukan


Roy melepaskan pelukannya dan menyapa Agra yang masih berdiri


di depan pintu,


“ayah sudah tahu semuanya, maafkan ayah karena tidak percaya sama


anak ayah ...” Roy mengelus lembut rambut Ara


Ara menoleh pada Agra, berusaha mencari jawaban dari tatap Agra,


berharap suaminya bisa menjelaskan semuanya


Hal ini terjadi beberapa minggu lalu, karena sering kali melihat


istrinya termenung setiap kali menatap foto ayahnya, membuatnya tak tega, tanpa


sepengetahuan Ara, Agra datang ke rumah ayah Ara, ia berniat menjelaskan


semuanya


“tuan Roy ...” sapa Agra saat melihat Roy keluar dari dalam rumah


“kenapa kamu kesini?” jawab Roy dengan begitu dingin


“saya kesini hanya untuk membuktikan omongan saya beberapa bulan


lalu , jika anda masih ingat”


“apa maksud kamu ..”


“anda bisa baca ini ...” Agra menyerahkan secarik kertas yang

__ADS_1


isinya tentang laporan kehamilan Ara, Ayah ara segera menerimanya dan


membacanya dengan cermat


“di situ tertulis jika Ara NEGATIF, ia terbukti tidak hamil, dan


saya berani bersumpah, kami tidak pernah melakukan hal yang dapat mempermalukan


keluarga”


Mata Roy berkaca-kaca setelah mengetahui kebenarannya, ia


begitu menyesal karena tidak mempercayai putrinya


“sekarang, bisakah anda menerima saya sebagai menantu anda


seutuhnya?”


Dan semenjak itu Agra sering datang ke rumah ayah Ara, hubungan


mereka membaik, tapi Agra tetap merahasiakannya, ia ingin memberikan surprize


kepada istrinya di waktu yang tepat


“tarala ....., surprize ......, happy aniversary ....” Nadin keluar


dengan membawa sebuah kue yang dihias begitu indah dengan gambar foto pernikahan


ara dan agra


“dek ...., makasih ...” Ara beranjak dari duduknya hendak memeluk


adik perempuannya


“stooooppppp” akhirnya tangan Ara hanya mengambang di udara setelah


Nadin berteriak


“kenapa dek ...?” tanya Ara heran


“nanti kuenya jatuh, biar aku taruh dulu kuenya ...” Nadin pun


menaruh kue di atas meja


“kakak ...., peluk aku ...” nadin pun merentangkan tangannya dan di


sambut oleh pelukan ara


“sudah- sudah ...., ayo kita potong kue dulu ..., aku sudah lapar


.....”  Agra bicara sambil mengelus perutnya


Pesta sederhana itu sungguh terasa indah buat Agra, kehangatan yang


dia dapat dari keluarga barunya ini tak pernah ia dapatkan dari keluarganya


sendiri semenjak ayahnya meninggal


Kenyamanan di dalam rumah musnah bersama kematian sang ayah, agra


begitu bahagia , hingga senyum tak pernah pudar dari bibirnya


“makasih ya sayang ...” bisik agra ke telinga Ara


“untuk apa bby?” tanya ara heran


“atas semua kebahagiaan ini” ara hanya bisa tersenyum bahagia dan


mengecup kilat pipi suaminya, agra yang mendapat ciuman begitu merasa bahagia


“harusnya aku yang terimakasih sama kamu bby”


“sayang ..., aku masih ada surprize lagi buat kamu ...” Agra berbicara


lantang, membuat ayah dan Nadin pun ikut tertuju kepada mereka


“apa ...?” tanya Ara


“Nadin yang akan membantu kamu di ruko”


“itu beneran ....?” Ara tak percaya dengan kejutan itu


“lalu gimana dengan kuliahnya? Aku nggak mau ya kalau sampai


kuliahnya terganggu”


“kakak ...., aku kan masuk kuliah Cuma beberapa jam, jadi


selebihnya aku bantu kakak”


“makasih ya dek, kakak tambah sayang deh ...”


***


Setelah pulang dari rumah ayah, Ara dan Agra segera istirahat di


kamar yang masih sama, kamar tidur yang hanya beralaskan spon


Agra merebahkan tubuhnya dan di susul dengan Ara


“bby ...”

__ADS_1


“ya sayang, ada apa?” Agra memiringkan badannya menghadap ara,


menjadikan tangannya sebagai penyanggah kepalanya


“kamu nggak ngutang kan buat semua ini bby?”


“sayang ..., aku nggak ngutang, kamu tahu sendiri kan selama ini


aku sudah bekarja keras, asal kamu tahu sayang, upahku di pasar kadang bisa dua


ataupun tiga kali lipat dari gajiku sehari di kafe sayang, maaf ya selama ini


aku nggak pernah bilang sama kamu ...”


“kamu pasti begitu menderita ya bby..., maafkan aku ...”


“sayang ..., kamu ngomong apa sih ..., kamu tahu kan aku sudah


terbiasa hidup susah, bahkan aku besar di panti asuhan”


“terimakasih ya bby ...”


“ah ..., senang sekali aku hri ini sayang ..., tapi maaf ya sayang


buat modal buat kuenya aku sudah kehabisan uang, aku akan kerja lagi buat modal


nya, kamu nggak pa pa ya bersabar dulu buat buka rukonya sampai aku dapatkan


modalnya”


“aku kan masih punya uang bby ..., aku bisa pakek itu buat modal,


tidak besar tapi cukup kalau Cuma buat ngisi toko seadanya dan menerima


beberapa pesanan”


“oh iya aku lupa ..., makasih sayang ..., tapi sungguh aku akan


mencari modal lebih banyak supaya nanti kita bisa buka otlet baru”


“ya sudah kita tidur ya, aku ngantuk ...”


“tapi peluk ....” ucap  Agra


begitu manja


***


“bagaimana kabarnya?” nyonya besar sedang duduk di sofa ruang tamu


di rumah besar itu, beliau begitu santai menikmati secangkir kopi dan sebuah


majalah bisnis di tangannya


“tuan muda sudah berhasil menyewa sebuah ruko nyonya” Rendi duduk


di sofa yang lainnya yang lebih kecil dari yang di duduki nyonya besar


“bagus ..., bagaimana dengan menantuku apa dia baik-baik saja?”


tanyanya lagi tanpa beralih dari majalah yang di pegangnya , walau matanya


fokus pada majalah itu tapi terlihat fikirannya berada di tempat lain, tapi


nyonya besar tetaplaah nyonya besar, ia tidak mau terlihat lemah di depan orang


lain


“nona muda baik nyonya, tetap seperti yang nyonya duga”


“baguslah sepertinya saya tidak  salah pilih ..., apa sudah ada tanda-tanda penerus


keluarga Wijaya?”


“sepertinya belum nyonya”


“lusa bawa Frans untuk memeriksa gadis itu”


“tapi dokter Frans sedang ada di singapura untuk seminar kesehatan


nyonya”


“kapan dia pulang?”


“kira-kira dua minggu lagi nyonya”


“baik, hubungi dia kalau sudah kembali, dia harus segera memeriksa


gadis lugu itu”


“baik nyonya”


***


BERSAMBUNG


Maaf ya.... upnya kelamaan....., lagi-lagi si Pln ngajak becanda ......


tapi janga lupa dan jangan bosan ya buat selaku ngasih upah ke Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya


vote nya juga

__ADS_1


__ADS_2