My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (33)


__ADS_3

Kini tinggal Sagara dan Abimanyu di tempat itu, Sagar bangun dari duduknya, mengitari meja dan Abimanyu pun juga sudah berdiri.


Sagara menatap anak laki-laki yang lebih tua dari usianya dua tahun itu dengan mata


menyelidik, ia menyilang kan kedua tangannya di depan dada.


Anak ini ...., lumayan juga, persis seperti uncle Div ...., keren ....


Sebenarnya diam-diam Sagara mengagumi anak itu, tapi bukan sikap Sagar jika langsung menyatakan kekagumannya.


Abimanyu hanya diam di tempatnya tanpa bergerak sedikit pun, sepertinya dia merasa kalau sedang di interogasi, atau mungkin


tatapan tuan muda itu sedang mengintimidasi.


Sagara berjalan mengelilingi abimanyu. wajah seriusnya malah terkesan sangat menggemaskan, dengan usianya yang tidak sesuai dengan sikapnya yang sok tegas.


“Kenapa tubuhmu kerempeng seperti ini, usiamu lebih tua dariku, tapi badanku lebih besar darimu! Apa kau tidak makan dengan baik?”


“Tidak tuan muda, kakek ku memberi ku makanan yang cukup!” jawab Abimanyu tanpa bergerak sedikitpun, sepertinya pak Mun sudah


melatih anak itu cara menghadapi tuan muda barunya itu.


“Bagaimana kau akan menjadi tameng ku, jika tubuhmu sekecil ini!” ucap Sagara dengan nada menghardik, persis seperti papinya saat


meragukan seseorang.


“Walaupun tubuh saya kecil, tapi saya cukup kuat tuan muda, anda bisa mencoba kekuatan saya!” Abimanyu mencoba meyakinkan


Sagara.


“Baiklah …, mungkin nanti kau akan membuktikannya!”


Percakapan dua anak kecil ini benar-benar membuat orang yang melihatnya pasti menggelengkan kepala tak percaya, para pelayan yang bersiap membersihkan meja makan hanya bisa menahan tawa, anak yang bahkan belum bisa mengganti bajunya dengan benar bisa mengatakan hal-hal yang serius seperti itu.


Pembicaraan mereka terpaksa berhenti ketika seorang pengawal datang menghampiri mereka.


“Maaf tuan muda, guru anda sudah datang, nyonya besar meminta anda dan Abimanyu untuk ke ruangan nyonya besar!” ucap pengawal itu dengan menundukkan kepalanya.


“Baik!” jawab Sagara dengan nada yang masih sama.


Sagara segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerja omanya di ikuti Abimanyu dan pengawal itu.


"Tuan muda sungguh menggemaskan sekali ya!" bisik salah satu pelayan rumah itu.


"Iya ...., jadi keinget sama tuan Agra pas kecil, persis seperti itu!"


beberapa dari pelayan itu, memang sudah bekerja cukup lama, ada yang sudah sampai tiga puluh tahun, mulai dari mereka remaja dan sekarang sudah berkeluarga, bahkan mereka yang bekerja lama dan berkeluarga, nyonya Ratih menyiapkan rumah untuk mereka.

__ADS_1


Sesampai di depan ruangan


kerja omanya, Sagara segera mengetuk pintu yang sebenarnya tidak tertutup itu.


Tok tok tok


“Permisi oma!”


“Masuklah sayang, oma sudah menunggu lama!”


Sagara dan Abimanyu segera masuk ke ruangan itu tanpa pengawal, di dalam ruangan itu sudah ada nyonya Ratih dan seorang pria


dengan kaca mata tebalnya juga wanita dengan wajah teduh yang usianya sudah


sangat matang. Sepertinya pria itu yang akan ,menjadi guru bagi Sagara dan


Abimanyu.


“Perkenalkan sayang, ini profesor Kim, Miss Betty.


Profesor Kim akan mengajari kalian tentang ilmu bisnis sedang kan Miss Betty


akan mengajari kalian membaca dan menulis dengan cepat, beri salam untuk


mereka!”


“Dan untuk pelajaran pertama kalian, kalian akan bersama miss Betty selama satu bulan ini sampai kalian benar-benar bisa membaca


dan menulis! Setelah itu profesor Kim akan menambah pelajaran kalian!”


Setelah perkenalan itu, akhirnya kini nyonya Ratih


meninggalkan Sagara dan Abimanyu hanya bersama miss Betty hingga beberapa jam


ke depan.  Nyonya Ratih memilih guru


bukan sembarang guru, ia benar-benar melilih yang terbaik dari yang terbaik.


Bahkan nanti Sagara dan Abimanyu bisa mengikuti ujian yang sama dengan


anak-anak yang sekolah umum.


🌺🌺🌺🌺


Ara mengantar Sanaya sampai di depan sekolah,


sekolah anak-anak normal pada umumnya. Anak-anak yang mulai belajar membaca dan

__ADS_1


menulis, berm,ain dan menggambar. Tempat anak-anak bisa bermain sepuasnya


dengan teman-temannya.


“Sayang …, momi akan menunggumu di sana! Belajar


yang rajin, jangan nakal dan cari teman yang banyak!” ucap ara sebelum putrinya


itu memasuki kelasnya, para orang tua mengantar putra putrinya hanya sampai di


pintu dan akan meninggalkannya sampai waktu mereka pulang baru akan


menjemputnya, tapi karena hari ini hari pertama Sanaya masuk sekolah, Ara


sengaja ingin menunggu hingga putrinya pulang sekolah.


“Iya mom, I love you mom!” ucap Sanaya sambil


mengecup pipi mominy lalu berlari masuk ke dalam kelasnya.


“I love you too my fairy!” Ara tetap berdiri menatap


putrinya hingga tubuh mungil putrinya itu menghilang di balik pintu, seorang guru


sudah menunggu semua anak masuk ke dalam kelas lalu menutup pintu itu.


Ara memilih menunggu putrinya di bangku yang ada di


bawah pohon besar itu. Saat matanya menatap ke gerbang masuk, ia melihat


seperti seseorang yang ia kenal sedang turun dari mobilnya, ia mengantar


seorang anak perempuan seumuran dengan Sanaya, sepertinya anak itu terlambat


datang, walau sudah lama tak bertemu tapi Ara yakin ia tidak salah melihat.


“Dia …..!”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2