My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Terimakasih


__ADS_3

"Terimakasih ya Dit!"


"Terimakasihnya cukup dengan ijinkan aku buat jemput dan antar kamu pulang sekolah!"


"Itu gampang!"


Mereka pun akhirnya hanya mengobrol sepanjang hari. Setelah bosan ruang tamu, mereka berpindah ke taman belakang.


Hingga akhirnya Aditya memutuskan untuk pulang karena sudah siang. Ia tidak mau membuat Sanaya merasa tidak enak padanya karena terus bersamanya sedangkan ia sudah punya janji lain dengan Abimanyu.


"Gue pulang apa lo gue anterin dulu?" tanya Aditya saat mereka sudah berada di samping motornya.


"Nggak pa pa lah, lo pulang aja!" tolak Sanaya. Ia akan membuat ketidak enakan lagi saat Aditya dan Abimanyu bertemu.


"Nggak takut kangen nih?" goda Aditya membuat Sanaya tersenyum manis.


"Apaan sih Dit!"


"Ya siapa tahu kamu butuh aku buat tempat bersandar!"


"Sudah sana pulang!"


"Baiklah, sampai jumpa di sekolah calon istri!" ucap Aditya sambil menaiki motornya dan memakai helmnya. Sanaya melambaikan tangan nya saat motor itu melaju meninggalkan tempatnya saat ini.


Setelah motor itu tidak terlihat lagi, Sanaya segera masuk. Ia harus siap-siap. Ia membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan baju yang cocok untuk hangout.


Sanaya sudah bersiap-siap, ia meminta sopir untuk mengantarnya ke gedung opera. Ia janji bertemu di sana.


"Nanti nggak usah di jemput ya pak!"


"Baik nona!"


Sopir itu meninggalkan Sanaya sendiri di sana.


Gadis itu mengedarkan pandangannya, ia memilih tempat yang nyaman untuk menunggu, setelah jam makan siang masih kurang setengah jam lagi.


Akhirnya ia memilih sebuah bangku yang ada di bawah pohon trembesi tidak jauh dari gedung sehingga ia bisa mengawasi siapa saja yang datang.


Dari sana, Sanaya bisa melihat anak-anak muda yang sedang lalu lalang bahkan ada dari mereka yang sudah memakai kostumnya.


"Lama ya nunggunya?" tanya seseorang yang berhasil membuat Sanaya mendongakkan kepalanya.


"Abi!"


Dengan cepat Sanaya berdiri, dia tersenyum senang dengan kedatangan Abimanyu. Ia sudah hampir mati bosan keran menunggu.


"Ada apa?" tanya Abimanyu, kali ini sikapnya berbeda sekali di bandingkan sikapnya yang biasanya. Dia lebih dingin lagi.


"Abi ....!" jelas Sanaya kecewa dengan sikap Abimanyu yang ini.


"Duduklah kembali dan kita bicara!" ucap Abimanyu.


"Tidak, kita harus nonton dulu dong!"


Sanaya menarik tangan Abimanyu dan mengajaknya masuk ke dalam gedung itu. Ia hanya bisa pasrah, ia senang karena mungkin hari ini dia memiliki banyak waktu untuk bersama Sanaya.


Sanaya mengajak Abimanyu duduk di bangku di barisan tengah. Banyak penonton juga mulai berdatangan.


Lampu penerangan mulai di matikan dan sebuah lampu besar menyorot ke panggung menandakan pertunjukan akan segera di mulai.


Sanaya begitu menikmati pertunjukan, ia memang sangat menyukai opera. Berbeda dengan pria di sampingnya, dia lebih suka menikmati wajah gadis di sampingnya. Melihat gadis itu dengan perubahan ekspresi yang berbeda-beda dalam beberapa waktu hanya membuatnya tersenyum.

__ADS_1


Itu yang di sukai oleh Abimanyu dari gadis di sampingnya. Hidupnya tidak mudah tapi dia bukan gadis lemah yang mudah mengeluh.


Hingga akhirnya musik terakhir menutup pertunjukan itu. Sanaya pun kembali berdiri dan mengajak Abimanyu keluar dari gedung itu.


Abimanyu masih tetap diam, ia ingin tahu sebenarnya apa yang ingi di bicarakan oleh gadis itu.


"Suara mereka merdu ya Bi!"


"Hemm!"


"Tahu nggak kalau hidup kita ternyata tidak ubahnya seperti opera, tinggal kita memilih saja mau jadi tokoh utama atau mau jadi figuran!"


"Kenapa berkata seperti itu?"


"Saya rasa semakin banyak masalah yang harus kita hadapi kita akan semakin naik level menjadi tokoh utama, beda banget kan dengan yang hanya jadi figuran, mereka keluarnya sebentar-sebentar doang!"


"Maksudnya apa?"


Sanaya menghentikan langkahnya, ia menoleh pada Abimanyu.


"Maafkan aku ya Abi!"


"Kenapa meminta maaf?"


"Karena aku, kamu menerima banyak kesulitan! Dan aku tahu di kemudian hari mungkin aku akan sangat merepotkan mu!"


Abimanyu menakup kedua bahu Sanaya, menarik dagu Sanaya ke atas hingga membuatnya bisa menatap wajah cantik itu.


"Kamu salah Nay, kamu salah! Kehadiran adalah keberuntungan bagiku, meskipun nanti kamu bukan milikku lagi, kamu tetap di hati aku!"


"Bukan itu Bi yang aku mau! Jadilah dirimu sendiri tanpa aku!"


Abimanyu melepaskan Sanaya, ia berjalan lebih dulu meninggalkan Sanaya, membuat gadis itu berlari mengejarnya.


"Lalu?"


"Bertunangan tidak berarti menikah kan?"


"Kalau iya!"


"Aku harus memastikan kamu akan bahagia, baru aku akan benar-benar melepas mu!"


"Kamu keras kepala banget sih Bi!"


"Sama sepertimu!"


Mereka berhenti di ujung jalan, mereka terlihat bingung harus melanjutkannya ke mana.


"Kita ke mana?" tanya Abi.


"Kita makan!"


"Di mana?"


Sanaya menunjuk pada sebuah tenda kaki lima yang berada seberang jalan.


"Kamu yakin di situ?"


"Kenapa emangnya?"


"Bukan apa-apa, ayo!"

__ADS_1


Abimanyu pun meminta Sanaya untuk duduk dan dia yang akan memesankan makanan.


Sanaya menarik tangan Abimanyu agar tidak pergi, "Kamu ngapain, duduk aja!"


Sanaya segera melambaikan tangannya, mungkin ini pengalaman pertama Abimanyu duduk dan makan di pinggir jalan.


Bukan karena di anak sultan tapi ia terbiasa dengan partner nya, Sagara.


Seseorang menghampiri mereka.


"Mau pesan apa neng?"


"Dua mangkuk soto ya mang!"


"Siap neng!"


Sanaya memang manja, tapi ia terbiasa ke mana-mana dengan mommy nya yang memang suka jajan di pinggir jalan tanpa sepengetahuan papa Agra.


Setelah menunggu lima menit akhirnya pesanan mereka datang juga. Dua mangkuk soto ayam.


"Nay ...., lain kali kalau makan sendiri cari tempat yang aman!" ucap Abimanyu saat mulai menyantap makanannya.


"Di sini aman, Abi!"


"Itu jika biasanya kamu sama yonya Ara karena nyonya Ara selalu di kelilingi pengawal, tapi kalau sendiri ....?"


"Kamu terlalu mengkhawatirkan aku Bi!"


"Karena aku ....!" Abi memilih untuk tidak melanjutkan ucapannya, walaupun Sanaya tahu itu akan menjadi kepedihan bagi mereka. Abimanyu memilih kembali fokus pada makanan nya.


"Kalau ke tempat seperti ini ajak Aditya, agar dia menjagamu!"


Mendengar ucapan Abimanyu, Sanaya mendongakkan kepalanya. Setegar itu kah cowok di depannya itu.


"Abi!"


"Jangan anggap serius ucapan ku yang kemarin jika itu menjadi beban buat kamu!"


Lagi-lagi Sanaya di buat tercengang, sebenarnya hatinya terbuat dari apa. Apa dia benar-benar tegar atau hanya berusaha menutupi kelemahannya dengan bersikap dingin.


"Aku sudah selesai, biar aku antar pulang!"


Abimanyu sudah lebih dulu berdiri dan membayar makanannya tidak peduli masih seberapa banyak sisa makanan Sanaya.


Mereka pun keluar dari tenda kaki lima itu,


"Abi ...., aku belum mau pulang!"


Abimanyu yang berada dua meter di depannya segera menoleh ke belakang.


"Kita bisa bertemu besok di sekolah!"


Kenapa semua cowok itu mengajakku bertemu di sekolah, menyebalkan .....


Mau tidak mau Sanaya pun pasrah, ia berjalan mensejajari langkah Abimanyu menuju ke mobil Abimanyu yang terparkir tidak jauh dari kawasan itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


Happy Reading đŸ„°đŸ„°đŸ„°


__ADS_2