
Kini Sagara sudah berada di ruangan Omanya, ia berdiri tepat di depan meja kerja Oma Ratih. Sunyi, hanya suara ketukan dari bolpoin yang ada di tangan Oma Ratih yang beradu dengan meja, wajahnya juga tampak serius.
"Oma yang ada di balik semua ini?"
Oma Ratih berdiri, memutari meja kerjanya dan berdiri tepat di depan cucunya.
"Ada hal yang belum kamu pahami tentang Oma, dan setelah ini kamu akan faham, tapi bukan sekarang!"
"Kenapa Oma jahat banget sama Sagara?"
"Kamu boleh sama siapapun, nanti! Nanti saat kamu sudah bisa mengatasi semuanya sendiri, tanpa Oma dan tanpa papa kamu!"
"Apa maksud Oma?"
"Sudah Oma katakan, sekarang belum saatnya! Oma sudah siapkan tiket untuk kalian berdua besok, jadi segeralah berangkat dan jangan membuang waktu!"
Dua buah tiket atas nama Sagara dan Abimanyu. Nyonya Ratih menyerahkan tiket itu pada Sagara, bukannya menerima Sagara malah melempar tiket itu dan berlalu begitu saja.
Brakkkk
Pintu itu tertutup begitu keras, untuk pertama kalinya Sagara melawan Omanya. Sagara berjalan dengan cepat menuruni tangga,
"Gara ...., bagaimana?" tanya Sanaya. Tapi Sagara tetap memilih untuk diam dan berlalu begitu saja. Wajahnya begitu marah.
Hingga ia sampai di depan rumah, mengambil paksa kunci mobil yang masih berada di tangan Abimanyu, tapi untunglah Abi cukup kuat menahannya,
"Serahkan kuncinya!"
"Tidak, kamu mau ke mana?"
"Bukan urusanmu!"
"Akan jadi urusanku, biar aku antar, ayo!"
Akhirnya Sagara mengalah, mereka pun masuk ke dalam mobil dengan Abimanyu yang menyetir.
"Kita ke mana?" tanya Abi saat mereka sudah berada di dalam mobil.
__ADS_1
"Ke kafe om Jerry!"
Abimanyu pun melakukan mobilnya dengan begitu cepat, ia bisa melihat wajah frustasi sahabatnya itu. Begitu terlihat.
Sesampai di kafe, ia melihat kafe itu masih buka, Sagara segera menemui karyawan kafe dan menanyakan keberadaan Ariel, tapi mereka mengatakan jika kafe itu sudah di jual beberapa hari lalu. Dan mereka tidak mengatakan apapun sebelum pergi.
"Kita ke mana lagi sekarang?"
"Ke rumah Ariel!"
Mobil kembali melaju meninggalkan kafe menuju ke apartemen tempat tinggal Ariel dan om Jerry. Sesampai di sana ternyata tidak ada, rumah itu juga sudah kosong. Penjaga apartemen juga mengatakan kalau rumah itu sudah kosong satu Minggu yang lalu. Mungkin sebelum mereka pergi ke villa.
"Terimakasih atas informasinya pak!" ucap Abimanyu, ia kembali menghampiri Sagara yang duduk di tepi batas jalan. Wajah lelahnya begitu terlihat. Abimanyu ikut duduk di sampingnya, langit sudah mulai gelap dan mereka belum menemukan Ariel.
"Kenapa Oma melakukan semua ini?" tanya Sagara, ia tahu sahabatnya itu pasti lebih tahu.
"Menurutmu?" Abimanyu malah balik bertanya.
Sagara menoleh, ia tidak suka dengan cara sahabatnya itu menjawab,
"Kalau menurutmu Oma menjodohkan Nay dengan Adit, apa alasannya?" tanya Abimanyu lagi,
"Sesakit inikah yang kamu rasakan?" pertanyaan itu yang seketika muncul dari mulut Sagara.
"Lebih sakit dari yang kamu rasakan!" ucap Abimanyu menggambarkan perasaannya saat ini. Di tinggal itu berarti masih bisa bersama, tapi saat orang yang kita cintai menjadi milik orang lain. Rasanya seperti mencintai sendirian.
"Nyonya besar hanya ingin yang terbaik untukmu, walaupun beliau ada di balik semua ini tapi percayalah nyonya besar pasti akan menjaganya lebih baik dari kamu menjaganya!"
...🍂🍂🍂🍂...
Di tempat lain, terlihat Viona begitu marah. Ia sampai membuang semua barang yang ada di atas meja kerjanya saat mendapat laporan dari anak buahnya.
"Nenek tua itu benar-benar ....! Dia sudah menggagalkan rencana ku! Mengambil putraku dari ku dan sekarang .....!"
Beberapa kali umpatan berhasil lolos dari bibirnya,
"Anak itu ...., benar-benar tidak tahu di untung, sudah syukur aku beri yang ia mau, sekarang dia malah pergi entah kemana!" umpatnya pada putrinya yang entah kemana sekarang. Ia sudah berharap banyak terhadap hubungan putrinya dengan penerus finitygroup itu agar bisa menguasai kerajaan bisnis itu.
__ADS_1
...🍂🍂🍂...
Kini Sagar dan Abimanyu sudah sampai di rumah lagi, dengan begitu payah. Bahkan Sagara melewatkan makan malamnya, Mom Ara tahu putranya sekarang sedang patah hati, awalnya dia juga menentang rencana ibu mertuanya tapi setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri tentang rencana jahat Viona, Mon Ara memilih untuk mendukung ibu mertuanya.
Tok tok tok
"Sayang ...., ini mommy!"
Karena tidak ada sahutan dari dalam, mom Ara membuka pintu kamar yang tidak di kunci itu. Ia melihat putranya sedang duduk di sudut bawah tempat tidurnya dan menenggelamkan wajahnya di depan lutut. Mom Ara mendekat dan ikut duduk di bawah bersama putranya. Ia mengusap punggung putranya.
"Sayang ..., Gara percaya kan sama mom sama papa?"
Masih tidak ada sahutan dari putranya itu, ia tahu putranya itu terlalu bersikap tegar. Bukan anak yang mudah memperlihatkan perasaannya tapi sekali patah hati dia pasti akan jatuh. Dan itu yang paling di khawatirkan.
"Sayang ...., Ariel hanya pergi dan dia pasti akan kembali, anggap saja ini ujian cinta kalian nak, mom tahu ini berat, tapi nanti akan ada yang lebih berat. Jika saat ini saja kamu sudah menyerah berarti kamu memang mengaku kalah, jadi saran mom, untuk kali ini tolong turuti permintaan Oma, belajar di luar negri dan buktikan kepada dunia jika kamu bisa lebih dari papa kamu, saat itu kamu akan dengan mudah menemukan Ariel! Kamu dan Abi, kalian harus berjuang sama-sama!"
Mendengar penuturan mom Ara yang panjang lebar, Sagara mengangkat kepalanya dan menatap mom Ara mencoba mengerti dengan apa yang di katakan oleh mommy nya.
"Mom ...., apa aku bisa sekuat papa?"
"Mom percaya sayang, kamu lebih kuat dari papa, lebih baik dari papa dan papa pasti juga akan bangga sama kamu!"
Srekkk
Sagara berhambur memeluk momnya, "Terimakasih ya mom! Sagara nggak tahu harus apa tanpa mom!"
Mom Ara tersenyum dengan tangan yang sudah mengusap sudut matanya.
Tanpa mereka sadari di depan pintu itu, papa Agra dan Sanaya sedang berpelukan terharu, mereka bukan orang-orang yang bisa asal hidup saja, ada banyak nyawa yang harus mereka jaga, ada banyak keluarga yang bergantung hidup dengan keluarga mereka. Jika salah bertindak selangkah saja, akan ada banyak keluarga yang kehilangan pekerjaannya, kehilangan penghidupannya.
Bersambung
Jangan lupa untuk memberikan like dan komentar nya ya kasih vote juga, hadiah juga boleh
Follow akun Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
...Happy reading 🌹...