
#belajarlah untuk bahagia dengan apa yang kamu miliki, karena itu
akan membantumu untuk mendapat apa yang kamu inginkan#
Setelah mengganti pakaiannya ia mencuci muka dan gosok gigi,
kemudian Ara pun kembali lagi menghampiri Agra yang sudah merebahkan tubuhnya
di atas tempat tidur, ia naik ke atas
tempat tidur, Agra sudah tidur di sisi tempat tidur memunggungi Ara, lampu pun
sudah di matikan tinggal menyisakan lampu tidur
Ara pun juga segera merebahkan tubuhnya, ia tidur saling
membelakangi dengan Agra, ia berusaha memejamkan matanya, tapi matanya tetap
enggan terpejam, jam sudah menunjuk ke angka 01.00, tapi tetap saja Ara tak
bisa memejamkan matanya, suasana baru membuat Ara sulit tidur
“pak..., bapak ....” Ara punmemberanikan diri untuk memanggil Agra,
tapi tak juga mendapatkan sahutan dari Agra
“pak Agra sudah tidur ya ...” Ara pun membalikkan badannya
menghadap punggung Agra,
Ara benar-benar tak bisa tidur, ia terus memandangi punggung Agra, ia pun
secara reflek menusuk-nusuk punggung Agra menggunakan jari tangannya
“kenapa? Suka ya sama punggungku?” Agra pun segera membalik
badannya menghadap Ara, karena terlalu terkejut, Ara langsung menarik tangnnya
dan menjauhkan tubuhnya dari Agra, tapi sayang karena terlalu terkejut hingga,
Bruggggg
“auhgggg ...., sakit ...” Ara terjatuh dari tempat tidur, pantatnya begitu sakit karena harus
berbenturan dengan lantai, sikunya juga membentur nakas
Hahahaha hahahaha hahahah
Bukannya bantuin Agra malah tertawa terbahak-bahak sambil memegangi
__ADS_1
perutnya yang terasa kaku, menertawakan kecerobohan Ara
“ ngapain jungkir balik di situ?”
“bapak ini jahat banget,
bukannya bantuin malah nertawain” Ara pun bangun dari lantai sambil mengelus
sikunya yang nyeri akibat kejedok nakas
Ara kembali naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya,
sedang Agra memiringkan badannya menghadap Ara dengan tangan kirinya di jadikan
tumpuan kepalanya
“ngapain ribut aja dari tad?i, nggak bisa tidur?”
“jadi bapak belum tidur?”
“bagaimana aku bisa tidur, kamu gerak terus”
“saya nggak bisa tidur pak”
“ya udah sini” Agra pun memindahkan kembali guling-gulingnya,
sehingga tidak ada lagi penyekat di antara mereka
lakukan Agra
“sini mendekatlah ...” Agra pun menarik tangan Ara sehingga lebih
dekat dengannya, kini tak ada jarak diantara mereka, ia mengangkat sedikit
kepala Ara dan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk Ara dan sebelah
tangannya di lingkarkan di pinggang Ara sehingga wajah Ara kini tepat di depan
dada bidang Agra
“ya ampun pak ..., bagaimana ini, bagaimana jika pak agra
mendengarnya, ini keras sekali” batin Ara, karena jantungnya bekerja lebih
cepat saat berdekatan dengan Agra,
“eh ..., tapi ini apa..., kenapa aku bisa mendengar detak jantung
pak agra” batin ara lagi saat mendengarkan detak jantung Agra yang juga
__ADS_1
terdengar begitu cepat
“pak ...”
“apa lagi?” Agra memejamkan matanya
“jantung bapak kenapa?”
“memang jantungku kenapa?” agra masih tak mau membuka matanya
“ini terlalu cepat pak”
“apanya?”
“berdetak begitu cepat, hingga aku mendengarnya”
“sudah diam ...” Agra tak mau ara banyak bicara, ia pun lebih mengeratkan lagi pelukannya saat Ara
sedikit bergerak untuk melepaskan diri,
“kenapa erat sekali pak?” protes Ara
“kalau kamu bicara lagi, aku akan lebih mengeratkan lagi, jadi diam
dan tidur” Akhirnya Ara pun hanya bisa pasrah,
“dasar cerewet ..., kenapa dia selalu saja banyak bertanya” gerutu
Agra
Ara pun tak lagi bicara, rasa lelah dan kantuk sudah begitu
menyelubungi mereka, hingga kini ada rasa nyaman disana membuat keduanya terlelap
di malam yang begitu hangat
-
-
-
-
-
-
hai kakak kakak Reader, hari ini aku kasih dua episode ya , tapi jangan lupa ya tinggalin jejak di kedua episodenya ya , jangan sampek di jama', ntar kalau di jama' episodenya ikutan aku jama' lo
__ADS_1
jangan lupa kasih LIKE KOMENTAR dan sedikit VOTE
OK .......