
entah apa yang menjadi ungkapan
semua berubah seiring
bergantinya malam
jiwa merasa tak tenang saat
melihat fakta di depan mata
fakta yang mungkin menghancurkan rasa
akal tak mampu lagi berfikir
rasa sedih, gundah, kecewa
semua tak mau dia ajak menyatu
tak ada yang lain selain menanti sebuah asa
agar semua menjadi ketenangan
aku tak pernah bermimpi memilikimu, namun kehidupanmu telah
menarikku masuk jauh ke dalamnya
***
Ara keluar dari ruang kerja ibu
mertuanya, pikirannya bertambah kacau saat mengetahui sedikit fakta kehidupan
Agra
“Agra punya kakak ...?”
“kakaknya beda ibu ....”
“ayahnya meninggal 19 tahun lalu ...”
“ada perebutan kekuasaan di sini”
Ara merangkai semua cerita dari ibu mertuanya, seperti serpihan
kolase yang harus di pasangkan baru akan menjadi bagus
“ahhhh....., aku bisa gila, rasanya aku seperti masuk ke dalam
keluarga kerajaan yang sedang masa peralihan kekuasaan” Ara jongkok di antara
ruang kerja ibu mertuanya dan ruang santai di depannya
“nona ....., nona tidak pa pa” Ara segera mendongakkan kepalanya
terkejut
“oh ..... astaga bi Anna”
“nona kenapa?”
“bi ....., aku pusing ...” Ara langsung berdiri dan memeluk bi Anna
“nona sakit ....”
“ti-tidak .......” Ara langsung melepaskan pelukannya dan
mengibaskan tangannya tak setuju dengan pemikiran bi Anna
“apa bi Anna pernah melihat kakaknya pak Agra?”
“sudah tapi itu lama sekali ...”
“sekitar kapan bi?”
“kira-kira 7 tahun yang lalu saat tuan muda munempuh pendidikan di
__ADS_1
luar negri”
“apa yang terjadi bi?”
‘seingat bibi, ada sedikit keributan waktu itu, karena tuan muda
pertama datang dengan ibunya”
“oh ....., astaga ...., lalu ....”
“maaf nona , tapi saya masih banyak pekerjaan, saya permisi nona
....” bi Anna langsung meninggalkan Ara dengan buru-buru
“ya ampun....., apa yang aku lakukan, aku telah berbuat kesalahan,
seharusnya aku tidak melakukan itu ...” gerutu bi Anna sambil berlalu pergi,
wajahnya berubah menjadi ketakutan
“bi ....., bi ...., tunggu ....” bukannya menghentikan langkahnya
bi anna malah mempercepat
“ahhhhhh ......, aku benar-benar seperti menyatukan sebuah pazzel
saja ...” gumam Ara dan langsung melanjutkan langkahnya untuk kembali ke kamar,
Setelah sampai di kamar, ingin rasanya ia bertanya pada Agra , ada banyak
pertanyaan yang ingin ia lontarkan, tapi entah kenapa lagi-lagi hanya tertahan
di otaknya saja
Agra yang menyadari kegelisahan Ara semenjak masuk ke dalam kamar,
sedikit heran, tak biasanya gadis itu bersikat seperti itu
Ara hanya mobar mandir di balkon , duduk termenung sesekali
pandangannya kosong
Kemudian Agra menemukan sebuah ide, Agra mengambil gelas yang
berisi Air di atas nakas samping tempat tidur, ia mendekati Ara dan menganbil
sedikit air ke tangannya dan mengibaskan ke wajah Ara
“setan...., setan...., keluarlah ....”
Ara benar-benar terkejut dengan tingkah Agra, ia segera mengelap
air yang berada di wajahnya
“apa apaan sih kamu ini ....”
“aku tahu kamu setan penghuni kamar ini ...., keluar dari tubuh
gadis mata empat ini” Agra bergaya seperti seorang dukun yang sedang mengusir
setan dengan masih tetap memercikan air ke wajah Ara
“Gra ...., jangan membuatku takut ya ...” ara jadi bergidik ngeri
sendiri
“nah ...., kalau sekarang sudah jadi gadis mata empat ....., hebat
kan aku ...., cepat sekali mengusir penghuni kamar ini ....”
“kau mengerjaiku ya ....” teriak Ara “menyebalkan sekali.....”
“siapa suruh bengong kayak kambing congek .....”
“aku sedang memikirkanmu ...” jawab Ara keceplosan
__ADS_1
“wah wah wah ...., sejak kapan itu?”
“apanya ...?” tanya Ara heran
“sejak kapan?” Agra sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan
menyedekapkan kedua tangannya di dada bidannya
“iya ...., apanya ...?” lagi-lagi Ara di buat kebingungan
“kau memikirkanku, sejak kapan?”
“astaga ...., kau benar-benar membuatku frustasi .....,
menyebalkan” omel Ara
“kau sendiri yang bilang ...., aku tidak salah kan ...?”
“salah ....., kau salah besar AGRA ANUGRA PUTRA” ara menekankan
pada kata AGRA ANUGRA PUTRA
“kau saja sampai hafal gitu sama namaku ..., kau pasti sudah jatuh
cinta padaku ....” agra terus menggoda Ara dengan pertanyaan-pertanyaaanya
“sekali saja ...., serius ....”
“ok ..., aku akan serius ..., jadi begini ..., beritahu aku jika kamu sudah tahu sejak kapan kamu mulai
memikirkanku, dan mungkin sudah mulai menyukaiku ...., aku akan
mempertimbangkannya”
“aku benar-benar bisa gila ..., jika terus bersamamu ...” Ara
memegang kepalanya
“ ya aku tahu, kau pasti tergila-gila padaku ....” Agra pun
berjalan menajuh dari Ara dengan senyum puas karena berhasil menggoda ara
Sedangkan Ara, ia di buat uring-uringan karana tingkah Agra, ia
terus saja mengerutu di dalam kamar, sedang Agra sudah berpindah tempat ke
dalam perpustakaan untuk melanjutkan membaca buku
Jangan biarkan luka lama membunuhmu, tersenyumlah hadapi hari yang
baru dengan penuh semangat bersama hati yang baru pula
-
-
-
-
-
-
kakak reader .... yang cantik, yang ganteng ......, udah aku puanjangiiiiinnnnn
jadi nanti ngasih like dan komentarnya yang panjang juga ya ....
vote nya juga di panjangin .......
biar authornya makin semangat nulis yang panjang-panjang .......
__ADS_1