My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 52


__ADS_3

entah apa yang menjadi ungkapan


 semua berubah seiring


bergantinya malam


 jiwa merasa tak tenang saat


melihat fakta di depan mata


fakta yang mungkin menghancurkan rasa


akal tak mampu lagi berfikir


rasa sedih, gundah, kecewa


semua tak mau dia ajak menyatu


tak ada yang lain selain menanti sebuah asa


agar semua menjadi ketenangan


aku tak pernah bermimpi memilikimu, namun kehidupanmu telah


menarikku masuk jauh ke dalamnya


***


 Ara keluar dari ruang kerja ibu


mertuanya, pikirannya bertambah kacau saat mengetahui sedikit fakta kehidupan


Agra


“Agra punya kakak ...?”


“kakaknya beda ibu ....”


“ayahnya meninggal 19 tahun lalu ...”


“ada perebutan kekuasaan di sini”


Ara merangkai semua cerita dari ibu mertuanya, seperti serpihan


kolase yang harus di pasangkan baru akan menjadi bagus


“ahhhh....., aku bisa gila, rasanya aku seperti masuk ke dalam


keluarga kerajaan yang sedang masa peralihan kekuasaan” Ara jongkok di antara


ruang kerja ibu mertuanya dan ruang santai di depannya


“nona ....., nona tidak pa pa” Ara segera mendongakkan kepalanya


terkejut


“oh ..... astaga bi Anna”


“nona kenapa?”


“bi ....., aku pusing ...” Ara langsung berdiri dan memeluk bi Anna


“nona sakit ....”


“ti-tidak .......” Ara langsung melepaskan pelukannya dan


mengibaskan tangannya tak setuju dengan pemikiran bi Anna


“apa bi Anna pernah melihat kakaknya pak Agra?”


“sudah tapi itu lama sekali ...”


“sekitar kapan bi?”


“kira-kira 7 tahun yang lalu saat tuan muda munempuh pendidikan di

__ADS_1


luar negri”


“apa yang terjadi bi?”


‘seingat bibi, ada sedikit keributan waktu itu, karena tuan muda


pertama datang dengan ibunya”


“oh ....., astaga ...., lalu ....”


“maaf nona , tapi saya masih banyak pekerjaan, saya permisi nona


....” bi Anna langsung meninggalkan Ara dengan buru-buru


“ya ampun....., apa yang aku lakukan, aku telah berbuat kesalahan,


seharusnya aku tidak melakukan itu ...” gerutu bi Anna sambil berlalu pergi,


wajahnya berubah menjadi ketakutan


“bi ....., bi ...., tunggu ....” bukannya menghentikan langkahnya


bi anna malah mempercepat


“ahhhhhh ......, aku benar-benar seperti menyatukan sebuah pazzel


saja ...” gumam Ara dan langsung melanjutkan langkahnya untuk kembali ke kamar,


Setelah sampai di kamar, ingin rasanya ia bertanya pada Agra , ada banyak


pertanyaan yang ingin ia lontarkan, tapi entah kenapa lagi-lagi hanya tertahan


di otaknya saja


Agra yang menyadari kegelisahan Ara semenjak masuk ke dalam kamar,


sedikit heran, tak biasanya gadis itu bersikat seperti itu


Ara hanya mobar mandir di balkon , duduk termenung sesekali


pandangannya kosong


Kemudian Agra menemukan sebuah ide, Agra mengambil gelas yang


berisi Air di atas nakas samping tempat tidur, ia mendekati Ara dan menganbil


sedikit air ke tangannya dan mengibaskan ke wajah Ara


“setan...., setan...., keluarlah ....”


Ara benar-benar terkejut dengan tingkah Agra, ia segera mengelap


air yang berada di wajahnya


“apa apaan sih kamu ini ....”


“aku tahu kamu setan penghuni kamar ini ...., keluar dari tubuh


gadis mata empat ini” Agra bergaya seperti seorang dukun yang sedang mengusir


setan dengan masih tetap memercikan air ke wajah Ara


“Gra ...., jangan membuatku takut ya ...” ara jadi bergidik ngeri


sendiri


“nah ...., kalau sekarang sudah jadi gadis mata empat ....., hebat


kan aku ...., cepat sekali mengusir penghuni kamar ini ....”


“kau mengerjaiku ya ....” teriak Ara “menyebalkan sekali.....”


“siapa suruh bengong kayak kambing congek .....”


“aku sedang memikirkanmu ...” jawab Ara keceplosan

__ADS_1


“wah wah wah ...., sejak kapan itu?”


“apanya ...?” tanya Ara heran


“sejak kapan?” Agra sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan


menyedekapkan kedua tangannya di dada bidannya


“iya ...., apanya ...?” lagi-lagi Ara di buat kebingungan


“kau memikirkanku, sejak kapan?”


“astaga ...., kau benar-benar membuatku frustasi .....,


menyebalkan” omel Ara


“kau sendiri yang bilang ...., aku tidak salah kan ...?”


“salah ....., kau salah besar AGRA ANUGRA PUTRA” ara menekankan


pada kata AGRA ANUGRA PUTRA


“kau saja sampai hafal gitu sama namaku ..., kau pasti sudah jatuh


cinta padaku ....” agra terus menggoda Ara dengan pertanyaan-pertanyaaanya


“sekali saja ...., serius ....”


“ok ..., aku akan serius ..., jadi  begini ..., beritahu aku jika kamu sudah tahu sejak kapan kamu mulai


memikirkanku, dan mungkin sudah mulai menyukaiku ...., aku akan


mempertimbangkannya”


“aku benar-benar bisa gila ..., jika terus bersamamu ...” Ara


memegang kepalanya


“ ya aku tahu, kau pasti tergila-gila padaku ....” Agra pun


berjalan menajuh dari Ara dengan senyum puas karena berhasil menggoda ara


Sedangkan Ara, ia di buat uring-uringan karana tingkah Agra, ia


terus saja mengerutu di dalam kamar, sedang Agra sudah berpindah tempat ke


dalam perpustakaan untuk melanjutkan membaca buku


Jangan biarkan luka lama membunuhmu, tersenyumlah hadapi hari yang


baru dengan penuh semangat bersama hati yang baru pula


-


-


-


-


-


-


kakak reader .... yang cantik, yang ganteng ......, udah aku puanjangiiiiinnnnn


jadi nanti ngasih like dan komentarnya yang panjang juga ya ....


vote nya juga di panjangin .......


 


 


biar authornya makin semangat nulis yang panjang-panjang .......

__ADS_1


 


 


__ADS_2