My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 87


__ADS_3

Malam ini Agra pulang larut lagi, ia sudah membawa kunci cadangan


jadi tidak perlu mengetuk pintu untuk masuk ke dalam rumah


Setelah mengunci pintu, Agra segera masuk ke dalam kamar,


memastikan keadaan istrinya,tapi baru saja masuk kamar, namun, kedua mata Ara


tak lepas menyambutnya dengan banyak pertanyaan


‘kau belum tidur sayang?” Agra segera mendekati istrinya yang


sedang duduk bersila di ujung tempat tidur dan mengecup bibirnya singkat


“kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Agra yang segera duduk di


depan istrinya


“apa nona Viona menemuimu?”


“kenapa kau bertanya seperti itu?” Agra balik bertanya karena heran


“kenapa tiba-tiba dia menanyakan soal Viona?” batin Agra


“aku tidak akan memaafkanmu jika kau bertemu dengannya” Ancam Ara


sambil cemberut


“oh ..., jadi ceritanya istriku ini lagi cemburu ya ?” Agra segera


mencubit kedua pipi istrinya gemas


“bby..., aku nggak mau kehilangan kamu, dalam mimpi pun aku nggak


mau” Ara segera memeluk suaminya


“bby???” Agra sedikit terkejut dengan panggilan yang di berikan


istrinya


“ya Hubby ...., sayang ..., masak kamu panggil aku sayang akunya


tetap panggil kamu Agra sih, kan jadi nggak romantis, kamu suka nggak dengan


panggilan itu”


“suka banget sayang ...” Agra kembali memeluk istrinya


“suamiku... ‘hubby’ panggilan yang manis bukan?” Ara mendongakkan


kepalanya memberi senyum yang begitu imut pada suaminya


“ya ..., semanis yang manggil .....” Agra lagi-lagi mencubit hidung


Ara dengan gemas


***


Pagi harinya ......


Ara terbangun karena silaunya cahaya matahari yang melewati belahan


korden yang telah di sibakkan. Suara gemericik air dari kamar mandi terdengar


nyaring karena pintu kamar sudah terbuka.


Ara segera membalut tubuhnya dengan selimut , rasanya badannya


begitu letih. Rasa kantuk kembali menyerang membuatnya berkali-kali nmenguap,


ingin tidur kembali, rasanya begitu malas beraktifitas


“buruan mandi sayang...” tegur Agra saat keluar dari kamar mandi,


bau sampo dan sabun semerbak menyegarkan. Agra mendekatkan badannya pada ara


yang kembali meringkukkan badannya


“aku masih ngantuk sekali, entah kenapa badanku sakit semua”


Mendengar ucapan Ara, Agra pun segera menempelkan punggung


tangannya ke kening Ara


“badanmu tidak panas sayang? Apa karena semalam aku terlalu


bersemangat ya?”


“nggak pa pa kok bby, nanti siangan dikit pasti sudah baikan, nggak


pa pa ya jika kamu sarapan di luar saja”


“nggak pa pa kok saya, ya udah kamu istirahat saja, nanti biar aku


pesankan makannan buat kamu sarapan, aku siap-siap dulu ya” Ara pun hanya


mengangguk


Setelah selesai bersiap siap Agra segera berpamitan pada Ara, dan


tak lupa memesankan bubur ayam untuk sarapan istrinya


Kini Ara sudah duduk di atas tempat tidur dengan menyandarkan


punggungnya di dinding kamar


“kamu makan ya, aku suapin dulu” Agra pun membukakan bubur ayam


yang sudah di belinya dan di masukkan ke dalam mangkuk


“nggak usah bby, kamu berangkat saja, biar aku makan sendiri” tolak


Ara sambil mengambil mangkuk di tangan suaminya


“kamu pucat sekali sayang” ucap Agra sambil kembali menempelkan


punggung tangannya ke kening Ara


“aku nggak pa pa ...” Ara kembali meyakinkan suaminya


“bagaimana aku bisa tenang ninggalin kamu, jika keadaan kamu


seperti ini, biar aku telpon Nadin ya suapaya nemenin kamu”


“nggak usaaah ...., aku nggak pa pa, kamu jangan cemas bby”


“baiklah..., hari ini aku pulang cepat, aku nggak akan lembur, kamu


hati-hati di rumah ya, kalau nggak kuat nggak usah jualan” perintah Agra, Ara


pun hanya bisa mengangguk


Mau tak mau Agra pun harus meninggalkan Ara seorang diri, karena


ada pekerjaan yang harus dia kerjakan


***


Agra siang ini begitu sibuk di pasar, ia sudah meminta ijin tidak


datang ke kaffe karena mengingat keadaan ara tadi pagi,


Ia sudah berencana untuk berhenti bekerja di kafe setelah


mendapatkan ruko, ia berencana membuka usaha marketing  yang di padukan dengan kafe untuk toko kue

__ADS_1


istrinya


Brerrrt brerrttt


Tiba-tiba ponsel agra bergetar saat ia bersiap-siap untuk pulang,


ia sangat berharap itu kabar dari istrinya, setelah sampai rumah ia berencana


mengajak istrinya pergi ke dokter


Tapi ternyata yang ia harapkan tak seperti kenyataannya, ia sedikit


kecewa saat melihat siapa yang mengirim pesan


Viona


Gra ketemuan yuuuk


Agra


Maaf gue sibuk


Viona


Tapi ini penting Gra, gue tunggu di kafe biasa


Agra tak menbalas pesan terakhir dari Viona, ia lupa jika ternyata


selama ini masih menyimpan nomor wanita itu, ia pun segera menghapus nomor itu ia


kembali dengan kegiatannya, ia merapikan diri dan memesan ojek online


Brerrttt brerrrtttt


Lagi-lagi ponselnya bergetar


Viona


Gue tunggu, ku harap kamu datang, ini tentang kakak lo, Divta


Seketika nama Divta menjadi pusat perhatian Agra, bagaimana bisa


Viona mengenal kakaknya, sedangkan kakaknya sudah terpisah dengannya hampir 20


tahun


Agra


Ok gue dateng


Agra begitu penasaran apa yang ingin Viona bicarakan mengenai


kakaknya, ia beralih tujuan yang mulainya pulang ke rumah kini beralih ke kafe


yang sudah di tunjuk Viona


Agra segera menuju ke kafe yang di maksud Viona, kafe yang biasa


mereka gunakan dulu untuk kencan, kafe mewah di tengah kota, di salah satu meja


ia melihat Viona yang sudah menunggu di sana, Agra pun segera menghampiri, ia


tak mau berurusan terlalu lama dengan wanita yang pernah singgah di hatinya


itu.


“hgemmm” Agra merasa malas untuk menyapa wanita itu, bahkan hanya


untuk menyebutkan namanya


‘kamu sudah datang sayang,duduklah ...” Viona menggeserkan kursi


untuk agra


“ aku kangen banget sama kamu”


dengan tangkisan tangan Agra


“sudahlah to the point aja, gue nggak ada waktu” ucap Agra malas,


ia ingin segera pergi dari tempat itu, ia bahkan begitu malas hanya untuk


sekedar menatap wajahnya


“kamu gitu banget sih sayang, aku padahal kangen banget sama kamu”


“nggak usah bertele-tele, cepat katakan ..., jika tidak aku akan


pergi ...” Ancam Agra sambil menggeser duduknya hendak bersdiri, tapi tangan


Viona segera meraih lengan agra


“baiklah ..., duduklah dan minum minumanmu ..., aku sudah


memesankan untukmu ...”


Tanpa menaruh curiga  Agra pun


segera meminum minumannya, tapi tanpa di duga ternyata Viona sudah mencampur


sesuatu di dalam minuman Agra, membuat Agra merasakan kepalanya begitu pusing


“kamu brengsek Viona ...” Agra masih sempat mengumpat di sisa-sisa


kesadarannya, hingga ia pun menjatuhkan kepalanya yang sudah tak sadarkan diri


ke atas meja


“kamu kan cintanya sama aku sayang, kamu tuh Cuma kasihan sama Ara,


kamu nggak cinta sama dia sayang, cintamu Cuma buat aku, aku akan mendapatkan


cintamu lagi ...” bisik Viona licik di telinga Agra


Kemudian dua orang pria berbadan gempal mendekati meja mereka


“sekarang kalian bawa dia ke kamar”


“baik nona ....”


Seketika mereka memapah tubuh agra yang tak sadarkan diri, dan


Viona mengikutinya di belakang, sesampai mereka di kamar, mereka menjatuhkan


tubuh Agra di atas tempat tidur


Viona pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera  memeluk Agra di atas tempat tidur, dan


menyuruh mereka untuk memfotonya


***


Di tempat lain Rendi begitu gusar setelah menerima telpon dari


seseorang


“sudah ku duga, pasti dia bakal nemuin Agra lagi, apa yang bakal


dia rencanain lagi” Rendi begitu prustasi saat tahu jika Viona menemui Agra, ia


tahu jika usaha Viona tidak Cuma berhenti sampai di situ saja


Rendi pun segera mengajak beberapa orangnya untuk menuju lokasi


yang di tunjukkan oleh mata-matanya,

__ADS_1


Viona sudah melucuti pakaian Agra hingga hanya menyisakan celana


dalam agra saja, tapi saat ia hendak melepaskan pakaiannya sendiri , Rendi


sudah lebih dulu mendobrak pintu, orang-orang yang menjaga di luar pintu sudah


di bekuk oleh orang-orang yang di bawa Rendi


“Rendi ...” Viona segera merapikan kembali pakaiannya yang sudah


hampir terlepas


“menjijikkan ....” ucap Rendi menatap jijik pada Viona


“kau tidak sopan ...” Viona masih mencoba berkilah


Agra yang merasakan ada yang sedang ribut, ia berusaha membuka


matanya walaupun masih terasa berat, ia melihat samar-samar Rendi dan Viona


yang sedang berdebat


Kemudian ia benar-benar terkejut saat mendapati dirinya tanpa


pakaian, ia segera bangun dan mencari pakaiannya


‘lo sudah sadar ..., untung gue datang tepat waktu” ucap Rendi saat


melihat Agra sudah memakai celananya


“apa yang terjadi? Gue nggak ngapa-ngapain kan sama dia?’ tanya


Agra yang masih bingung sambil melihat Viona yang sedang ketakutan sambil


memegang bajunya yang sudah berantakan


‘sudah cepetan kita pergi dari sini ...” Rendi memapah Agra, saat


sudah sampai di depan Viona Rendi pun menghentikan langkahnya


“saya akan bikin perhitungan sama kamu ..., siap-siap saja polisi


datang ke tempatmu” Rendi mengancam Viona


Mereka pun keluar dari kamar itu, Viona berteriak kesal karena


rencananya telah gagal, ia menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya, di


tengah kemarahannya tiba-tiba ponselnya berdering


Brretttt brreeetttt


Viona mengambil ponselnya yang masih di simpan di dalam tas setelah


mengambil gambar kemesraannya dengan Agra


“hallo ...”


“bagaimana....,  Berhasil


...?” tanya seseorang di balik telpon


“hampir saja tuan ..., jika saja ....”


“hampir ..., jika apa?” nadanya sudah meninggi


“maaf tuan Divta ..., seharusnya tadi berhasil jika saja si sialan


Rendi tidak datang ...”


“shiittttt ...., kurang ajar ..., gunakan langkah selanjutnya”


Belum sempat Viona menyahuti, sambungan telpon terputus


***


Rendi mengajak Agra ke rumahnya sebelum pulang, ia tak mau jika


sampai Ara melihat Agra pulang dalam keadaan kacau seperti saat ini


“mandilah dulu ..., biar badan kamu segar ...” Rendi menyuruh Agra


untuk mandi, Agra pun tak menunggu lama, ia pun segera membersihkan diri, dan


mengganti pakaiannya dengan pakaian Rendi


Setelah selesai membersihkan diri, Agra pun menghampiri Rendi yang


sedang duduk di ruang tamu bersama orang-orangnya


‘kasih pelajar pada wanita itu, dan lagi ..., cari tahu orang di


baliknya, wanita itu tidak mungkin berani bekerja sendiri” Rendi memberi


intruksi pada anak buahnya


“maksud lo apa?” Agra tiba-tuiba datang di belakang mereka sedikit


mengejutkan Rendi, Agra pun ikut duduk bersama mereka


“kalian pergilah ...” Rendi pun segera menyuruh anak buahnya untuk


pergi


“apa maksud orang di balik Viona?’ tanya Agra penasaran


‘aku rasa tidak mungkin Viona berbuat senekat itu tanpa ada


seseorang di belakangnya”


“maksud kamu?” Agra gagal faham dengan ucapan Rendi, walaupun ia


tahu musuhnya tidak sedikit, tapi kini ia tidak mempunyai apa-apa untuk di


incar


“Biar aku cari tahu ..., tenanglah ...” Rendi tak mau membuat Agra


curiga, ia tak mau Agra bertemu dengan Divta sebelum waktu yang tepat


“aku akan pulang ...”


“biar aku antar”


“tidak usah ..., terimakasih karena sudah menyelamatkanku ..., aku


pulang ...”


Tapi tanpa mengindahkan penolakan Agra, Rendi pun tetap kekeh


dengan keputusannya untuk mengantar Agra pulang


 


 


 


BERSAMBUNG


nih sudah aku kasih seperti permintaan kalian ya, aku rubah nih panggilannya biar lebih manis semanis authornya


 


 

__ADS_1


jangan lupa kasih upah ya sama author ya, kasih LIKE dan KOMENTARnya ya


kasih VOTE juga ( nih author udah bergaya manis mengedipkan kedua matanya seperti kucing sambil mengatupkan tangannya)


__ADS_2