My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 50


__ADS_3

 Perasaan kecewa wajar di rasakan


atau di alami setiap orang. Banyak faktor yang membuat rasa kecewa itu muncul


seperti cinta, dikhianati atau lainnya , meskipun mereka tak sengaja


melakukannya, tapi rasa perih dan terluka seakan sudah menusuk hati begitulah


yang di rasakan saat ini oleh Agra pada Ibunya


Setiap yang tersakiti pasti akan sembuh pada waktunya dan setiap


yang bersedih akan BAHAGIA pada masanya


Setelah keluar dari ruang kerja ibunya, Agra pun menuju ke


kamarnya, kamar yang sekarang di huni dirinya dan Ara, ia  memasuki kamarnya, di sana sudah ada Ara


“ibu marah ya ...?” tanya Ara yang terlihat cemas


“tidak pa pa, besok juga lupa ....” jawab Agra santai sambil


berjalan menuju ke kamar mandi”aku mandi dulu siapkan bajuku”


Setelah beberapa saat berada di kamar mandi, Agra sudah keluar dengan


handuk yang melilit di pinggangnya, Ara yang sedang menyiapkan baju santai


untuk Agra begitu terkejut


“tubuhmu ....” Ara memperhatikan tubuh agra yang terbuka


“kenapa? Kau mengaguminya? Baru tahu jika tubuhku bagus?” Agra


membanggakan diri


“ihhh..., Pe De sekali ..., sini, biarkan saja terbuka seperti itu


...” Ara menepuk sofa di sampingnya, menyuruh Agra untuk duduk


“wah ...., kau ini ya..., enak saja mau menyentuh tubuhku ...” Agra


segera menutup dadanya dengan kedua tangannya


“bawel sekali kau ini...” ara beranjak dari duduknya dan mendekati


Agra


“apa yang kau lakukan? Menjauh dariku ....” Agra mencoba menjauhkan


tubuhnya dari Ara


“kau yang apa ...., hau..... wau....., aku akan memakan mu ....” Ara


bergaya akan mencakar seperti harimau dengan begitu dekat hingga Agra harus


menggeser tubuhnya ke belakang


“kau menakutkan ...”


“ayo ikut aku ....” Ara tak sabar lagi, ia pun menarik tangan Agra


dan mendudukkannya di atas sofa tapi karena kurang keseimbangan, tubuh Ara


malah ikut terhempas di pangkuan Agra


Mata mereka lagi-lagi saling berpadu, seketika hening, nafas mereka


saling bertaut karena saking dekatnya wajah mereka


“augh ...., augh ...., sakiiit ...” keheningan itu pecah saat Agra

__ADS_1


tiba-tiba mengaduh


“maaf...., maaf ....” Ara pun segera bangun dari pangkuan Agra


“kau ini, suka sekali menyiksaku ....” gerutu Agra


“kau berlebihan sekali, lihat ...., tubuh mu merah-merah ..., pasti


sakit sekali” Ara segera mengambil kotak obat di meja, dan dengan telatennya


mengoleskan salep ke seluruh tubuh Agra yang memerah lebam


“astaga ...., kenapa ini jantungku..., kenapa dia selalu dekat


denganku ...” batin Agra saat ara mengobati tubuhnya dengan jarak yang sangat


dekat


“kenapa kamu tegang sekali ....? aku tidak akan memakan mu ...” Ara


yang melihat Agra mengeluarkan keringat dingin


“kau lebih menakutkan dari seekor serigala ...”


“kau ini, aku sudah berbaik hati ya ..., mengobati mu....” Ara


segera menutup kembali kotak obat setelah memasukkan semua yang sudah tak


terpakai


‘iya ,terima kasih .....”


“harusnya kau berterimakasih juga pada pak Rendi, bukannya malah


memarahinya” protes Ara


“aku tak menyuruhnya datang ...” Agra masih membantah


‘bukan aku yang masuk rumah sakit, tapi si brengsek itu”


“tidak masuk rumah sakit bagaimana, masih setengah permainan saja


kau sudah seperti ini”


“aku tidak pa pa ..., aku masih kuat” Agra berdiri dan memamerkan


ototnya “Augh ...” tapi tiba-tiba memegang perutnya yang masih ngilu dan ara


hanya tersenyum melihatnya


“jangan menertawakan ku ...., aku hanya ekting”


“wah ternyata seorang Agra Anugra Putra bisa berakting sangat baik


ya ...”


“jangan menggodaku, dan berhenti membicarakannya saat kau bersamaku


...aku tidak suka”  Agra merasa tak rela


jika orang yang dekat dengannya hanya selalu memuji Rendi, ia merasa iri dengan


Rendi


“kenapa????” Ara bertanya dengan polosnya


“kalau aku bilang tidak suka ya tidak suka” Agra meninggikan


suaranya “cihhhh” ia begitu kesal saat Ara terus membantahnya


“semua itu harus ada alasannya...”

__ADS_1


“tak perlu ada alasannya, lagi pula semua ini gara-gara kamu ...”


“kenapa jadi gara-gara aku???”


“kau pasti sengaja bertemu dengan Nadin di kampus agar bisa ketemu


sama si brengsek  itu”


“kalaupun aku ketemu , memangnya kenapa? Lagian ini juga bukan


urusanmu” Ara jadi ikut kesal karena alasan Agra yang di anggapnya tak masuk


akal


“dasar ...., seenaknya sendiri, dia malah menyalahkan ku” batin Ara


“kau yang kenapa? Kau membuat masalah, masih tak sadar juga”


“kenapa dia sensitif sekali ...” gerutu Ara “memang efek orang yang


setelah berantem seperti ini ya, dia berlebihan sekali”


“terserah kau saja..., lakukan sesukamu ...” agra pun menyerah, tak


mau berdebat lagi, ia beranjak dari duduknya dan menuju ke tempat tidur untuk


membaringkan tubuhnya yang terasa sakit semua


“hei ..., kalau tidur pakek bajumu dulu ...” teriak Ara


“terserah aku ..., ini kamar kamar aku ...” Agra pun malah menarik


selimutnya


Ara tak mau kalah, ia pun menemukan ide, ia menambah suhu AC ruangan


hingga menjadi sangat dingin


“hhhhiiiii hiiii hhhiii ..., kenapa dingin sekali ...” Agra pun


kedinginan sampai tubuhnya bergetar sendiri


“makanya pakek baju, biar nggak kedinginan” Ara pura-pura tak tahu


dan tersenyum penuh kemenangan sambil bermain ponsel


Agra yang tak tahan dingin segera mengenakan pakaiannya di ruang ganti, dan kembali ke bawah selimut, sedangkan Ara segera menormalkan kembali


Ac-nya ke suhu ruangan.


-


-


-


“### menyedihkan ketika kamu menyadari bahwa kamu tidak sama


pentingnya dengan seseorang seperti yang kamu kira sebelumnya”


-


-


-


jahilnya Ara ......, bikin gemes deh .......


Agra sih ....., seenaknya saja ......


kakak jangan lupa like dan komentarnya, kasih vote juga

__ADS_1


__ADS_2