
Perasaan kecewa wajar di rasakan
atau di alami setiap orang. Banyak faktor yang membuat rasa kecewa itu muncul
seperti cinta, dikhianati atau lainnya , meskipun mereka tak sengaja
melakukannya, tapi rasa perih dan terluka seakan sudah menusuk hati begitulah
yang di rasakan saat ini oleh Agra pada Ibunya
Setiap yang tersakiti pasti akan sembuh pada waktunya dan setiap
yang bersedih akan BAHAGIA pada masanya
Setelah keluar dari ruang kerja ibunya, Agra pun menuju ke
kamarnya, kamar yang sekarang di huni dirinya dan Ara, ia memasuki kamarnya, di sana sudah ada Ara
“ibu marah ya ...?” tanya Ara yang terlihat cemas
“tidak pa pa, besok juga lupa ....” jawab Agra santai sambil
berjalan menuju ke kamar mandi”aku mandi dulu siapkan bajuku”
Setelah beberapa saat berada di kamar mandi, Agra sudah keluar dengan
handuk yang melilit di pinggangnya, Ara yang sedang menyiapkan baju santai
untuk Agra begitu terkejut
“tubuhmu ....” Ara memperhatikan tubuh agra yang terbuka
“kenapa? Kau mengaguminya? Baru tahu jika tubuhku bagus?” Agra
membanggakan diri
“ihhh..., Pe De sekali ..., sini, biarkan saja terbuka seperti itu
...” Ara menepuk sofa di sampingnya, menyuruh Agra untuk duduk
“wah ...., kau ini ya..., enak saja mau menyentuh tubuhku ...” Agra
segera menutup dadanya dengan kedua tangannya
“bawel sekali kau ini...” ara beranjak dari duduknya dan mendekati
Agra
“apa yang kau lakukan? Menjauh dariku ....” Agra mencoba menjauhkan
tubuhnya dari Ara
“kau yang apa ...., hau..... wau....., aku akan memakan mu ....” Ara
bergaya akan mencakar seperti harimau dengan begitu dekat hingga Agra harus
menggeser tubuhnya ke belakang
“kau menakutkan ...”
“ayo ikut aku ....” Ara tak sabar lagi, ia pun menarik tangan Agra
dan mendudukkannya di atas sofa tapi karena kurang keseimbangan, tubuh Ara
malah ikut terhempas di pangkuan Agra
Mata mereka lagi-lagi saling berpadu, seketika hening, nafas mereka
saling bertaut karena saking dekatnya wajah mereka
“augh ...., augh ...., sakiiit ...” keheningan itu pecah saat Agra
__ADS_1
tiba-tiba mengaduh
“maaf...., maaf ....” Ara pun segera bangun dari pangkuan Agra
“kau ini, suka sekali menyiksaku ....” gerutu Agra
“kau berlebihan sekali, lihat ...., tubuh mu merah-merah ..., pasti
sakit sekali” Ara segera mengambil kotak obat di meja, dan dengan telatennya
mengoleskan salep ke seluruh tubuh Agra yang memerah lebam
“astaga ...., kenapa ini jantungku..., kenapa dia selalu dekat
denganku ...” batin Agra saat ara mengobati tubuhnya dengan jarak yang sangat
dekat
“kenapa kamu tegang sekali ....? aku tidak akan memakan mu ...” Ara
yang melihat Agra mengeluarkan keringat dingin
“kau lebih menakutkan dari seekor serigala ...”
“kau ini, aku sudah berbaik hati ya ..., mengobati mu....” Ara
segera menutup kembali kotak obat setelah memasukkan semua yang sudah tak
terpakai
‘iya ,terima kasih .....”
“harusnya kau berterimakasih juga pada pak Rendi, bukannya malah
memarahinya” protes Ara
“aku tak menyuruhnya datang ...” Agra masih membantah
‘bukan aku yang masuk rumah sakit, tapi si brengsek itu”
“tidak masuk rumah sakit bagaimana, masih setengah permainan saja
kau sudah seperti ini”
“aku tidak pa pa ..., aku masih kuat” Agra berdiri dan memamerkan
ototnya “Augh ...” tapi tiba-tiba memegang perutnya yang masih ngilu dan ara
hanya tersenyum melihatnya
“jangan menertawakan ku ...., aku hanya ekting”
“wah ternyata seorang Agra Anugra Putra bisa berakting sangat baik
ya ...”
“jangan menggodaku, dan berhenti membicarakannya saat kau bersamaku
...aku tidak suka” Agra merasa tak rela
jika orang yang dekat dengannya hanya selalu memuji Rendi, ia merasa iri dengan
Rendi
“kenapa????” Ara bertanya dengan polosnya
“kalau aku bilang tidak suka ya tidak suka” Agra meninggikan
suaranya “cihhhh” ia begitu kesal saat Ara terus membantahnya
“semua itu harus ada alasannya...”
__ADS_1
“tak perlu ada alasannya, lagi pula semua ini gara-gara kamu ...”
“kenapa jadi gara-gara aku???”
“kau pasti sengaja bertemu dengan Nadin di kampus agar bisa ketemu
sama si brengsek itu”
“kalaupun aku ketemu , memangnya kenapa? Lagian ini juga bukan
urusanmu” Ara jadi ikut kesal karena alasan Agra yang di anggapnya tak masuk
akal
“dasar ...., seenaknya sendiri, dia malah menyalahkan ku” batin Ara
“kau yang kenapa? Kau membuat masalah, masih tak sadar juga”
“kenapa dia sensitif sekali ...” gerutu Ara “memang efek orang yang
setelah berantem seperti ini ya, dia berlebihan sekali”
“terserah kau saja..., lakukan sesukamu ...” agra pun menyerah, tak
mau berdebat lagi, ia beranjak dari duduknya dan menuju ke tempat tidur untuk
membaringkan tubuhnya yang terasa sakit semua
“hei ..., kalau tidur pakek bajumu dulu ...” teriak Ara
“terserah aku ..., ini kamar kamar aku ...” Agra pun malah menarik
selimutnya
Ara tak mau kalah, ia pun menemukan ide, ia menambah suhu AC ruangan
hingga menjadi sangat dingin
“hhhhiiiii hiiii hhhiii ..., kenapa dingin sekali ...” Agra pun
kedinginan sampai tubuhnya bergetar sendiri
“makanya pakek baju, biar nggak kedinginan” Ara pura-pura tak tahu
dan tersenyum penuh kemenangan sambil bermain ponsel
Agra yang tak tahan dingin segera mengenakan pakaiannya di ruang ganti, dan kembali ke bawah selimut, sedangkan Ara segera menormalkan kembali
Ac-nya ke suhu ruangan.
-
-
-
“### menyedihkan ketika kamu menyadari bahwa kamu tidak sama
pentingnya dengan seseorang seperti yang kamu kira sebelumnya”
-
-
-
jahilnya Ara ......, bikin gemes deh .......
Agra sih ....., seenaknya saja ......
kakak jangan lupa like dan komentarnya, kasih vote juga
__ADS_1