My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 23


__ADS_3

Tak berapa lama  kira kira setengah jam dokter Frans pun datang


ting tong ting tong


Agra segera membuka pintu


"lo lama banget sih ..." gerutu Agra sama dokter Frans


"gue masih jalan sama kaki, kaki gue belum berubah jadi sayap jadi nggak mungkin secepat kilat sampek sini, gue juga nggak punya pintu kemana saja" cerocos dokter frans yang memang orangnya suka bicara dan bercanda


"stop ...., kuping gue bisa pengan denger lo nyrocos aja"


“siapa yang sakit ...” tapi belum sempat Agra menjawab , Frans


sudah terlebih dulu melihar seorang perempuan yang sedang berbaring di atas


tempat tidur


“dia bukan Viona ...” Frans benar-benar terkejut saat melihat


perempuan itu bukan Viona kekasih Agra, ya Agra dan Frans memang sudah


bersahabat cukup lama, dari kecil bersama dengan Rendi, mereka tiga bersahabat


“sudah jangan banyak bertanya, cepat periksa dia” Akhirnya Frans


pun hanya bisa pasrah karena melihat wajah khawatir sahabatnya itu, ia segera


memeriksa keadaan Ara dan menuliskan beberapa obat yang harus di tebus


“dia Cuma kecapekan dan sepertinya sedikit stres, dia Cuma butuh


istirahat, tapi sebentar lo masih hutang penjelasan padaku, siapa dia? Dan


Viona ?”


“Dia sekretarisku Ara, gue sama Viona sudah putus” mendengar


jawaban Agra , Frans benar-benar terkejut


“apa ....? bukannya lo cinta mati sama dia?”


“dia selingkuh”


“lalu kamu melampiaskan pada gadis itu?” ucapan frans tertuju pada Ara


“lo apaan sih” Agra pun melempar bantal sofa pada sahabatnya itu


“emang gue cowok apaan, sudah sana pergi”


“ok gue pergi, tapi jangan di apa-apain tuh anak orang”

__ADS_1


“brengsek lo ...”


Fahri Frans Nada, adalah kepanjangan dari nama dokter Frans , Frans adalah teman sekaligus sahabat Agra dan Rendi, dia seorang yatim yang di ambil anak oleh ibu Agra seperti juga Rendi


Setelah kepergian Frans, Agra pun kembali ke kamar dan melihat Ara


masih tertidur pulas, kemudian ia pun menyuruh seseorang ajudannya untuk menebus obat Ara


Kini sudah pukul sembilan malam tapi Ara masih betah tidur, akhirnya


Agra memilih untuk membuatkan makan malam untuk Ara, sesekali ia melihat ponsel


ara yang terus berdering dengan menampilkan nama yang sama “my darling”


 


 


****


 


di tempat lain tampak dio sedang uring-uringan mencari-cari keberadaan Ara


ia menuju ke kantor tempat ara bekerja, tapi di sama tidak ada, kemudian ia menuju ke rumah ara


"sore om ..." Dio menyapa ayah Ara yang sedang menutup toko


"belum pulang om..?"


"belum ..." saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba nadin keluar dari rumah, Nadin yang memang suka dari awal sama Dio pun sangat senang melihat kedatangan Dio


"kak Dio ..." Nadin pun menunjukkan senyum manisnya dan segera menghampiri Dio


"Nadin ...."


"ada apa kak?"


"nggak aku cuma nyari Ara, ternyata belum pulang, kamu tahu nggak di mana biasanya tempat nongkrong Ara?"


"tahu ..."


"bisa antar aku ...?" tanya Dio, sebenarnya nadin sangat senang bisa jalan bareng sama Dio, tapi kemudian pandangannya mengarah pada Ayahnya meminta ijin


"boleh tapi jangan pulang malam" ayahnya memberi ijin dan di sambut dengan senyum bahagia oleh nadin


"ya udah aku siap-siap dulu ya kak" nadin pun kembali masuk ke dalam rumah dan tak berapa lama sudah kembali dengan pakaian ala remaja jaman sekarang


"sudah siap ..., ayo kaka..."


"ya udah saya permisi dulu om..."

__ADS_1


"hehmmmm" ayah nya hanya menjawab singkat


mereka pun berangkat menyusuri jalanan jakarta, menuju ke tempat-tempat biasa ara kunjungi, tapi tak menemukan hasilnya


mereka pun berhenti di sebuah taman, jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Dio terus menghubungi ara tapi tak juga di angkat,


"ya udah kaka biar aku saja yang menghubunginya" nadin menawarkan diri,


"gimana bisa ..." setelah beberapa kali nadin mencoba hasilnya sama, nadin hanya bisa menggeleng


tapi tak berapa lama hp nadin kembali berdering


"hallo ..., kak Agra"


"iya ..., nadin ya ..."


"iya kak ...., ada apa ya kak?"


"aku cuma mau memberitahu jika hari ini kami, maksudnya Ara dan aku sedang ke luar kota urusan pekerjaan, jadi nggak bisa pulang, mungkin besok atau lusa kami baru pulang, tolong beritahu ayah ya"


"baik kak, terimakasih atas infonya, tapi kakak tidak papa kan?"


"tidak, dia baik-baik saja, hanya saja dia sedang ke kamar mandi jadi ponselnya di tinggal"


"syukurlah kalau begitu, tolong jaga kak Ara ya kak"


"iya..., kalau begitu aku tutup dulu telponya"


"baik"


sambungan telpon pun terputuh


"sudah kak Dio jangan hawatir, kak Ara lagi ada kerjaaan di luar kota sama kak agra"


"benarkah ...?" dan nadin hanya menjawab dengan anggukan


-


-


-


-


-


hai reader ...., maaf ya penjelasannya kurang detail


dan masih banya typo di mana-mana


jangan lupa komentnya ya

__ADS_1


ntar aku balas deh .....


__ADS_2