My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 81


__ADS_3

Agra kembali ke kamar, ia pun menghampiri Ara yang masih duduk di


atas tempat tidur, ia masih melihat kecemasan di wajah Ara



“gra ....” Ara segera menoleh ke tempat Agra yang masih berdiri,


Agra pun segera menghampiri istrinya


“sayang ...” Agra pun duduk di depan Ara dan mengusap lembut kedua


pipi istrinya



“apa yang terjadi Gra?” Ara tampak hawatir melihat suaminya kembali


dengan wajah yang sedikit muram


“jangan khawatir semua akan baik-baik saja....” Agra kambali


menguatkan hatinya dan istrinya


“apa maksudmu, aku tahu..., ini tidak baik-baik saja, ibu


mengetahuinya..., ibu tahu jika aku tidak hamil ....”


“kamu percaya padaku kan?” Agra kembali mengelus pipi Ara dengan


menatap mata Ara lembut, tatapan yang begitu sulit untuk diartikan, Ara pun


menghela nafas panjang dan mengelus lembut tangan Agra yang masih tak berpindah


dari pipinya


“aku akan selalu percaya padamu” ucap Ara sambil menampilkan senyum


ringan di bibirnya


“bagus ....” Agra pun berdiri dan mengusap pelan rambut Ara


“baiklah tunggu di sini” Agra pun langsung bangkit dari duduknya


dan mengambil tas besar di atas lemari kemudian memasukkan beberapa bajunya dan


baju Ara, Ara yang masih bingung dengan tingkah suaminya segera berjalan


mendekatinya


“Gra ..., apa yang kamu lakukan?”


“kita pergi dari sini, kita buka lembaran baru, hanya kita berdua”


Agra bicara tanpa menatap Ara, ia masih terus sibuk dengan aktifitasnya


“tidak ....” Ara segera menarik tangan Agra agar menghentikan


aktifitasnya yang belum selesai membuat tubuh Agra berdiri menghadapnya


Agra menaikkan sebelah alisnya, seperti sedang memberi pertanyaan


dengan tatapannya, kenapa? Ara langsung mengerti arti dari tatapan Agra


“jika harus pergi ...,  akulah  yang pergi, tidak denganmu ...” Ara


meninggikan suaranya


“itu tidak akan terjadi ..., kita akan selalu bersama ....” Agra


segera menepis tangan Ara


“jangan seperti itu ...., biarkan aku pergi sendiri ...., tanpamu


....” Ara menjatuhkan tubuhnya, memohon unttuk di dengarkan, ia merangkul kedua


kaki Agra,air matanya lolos begitu saja


Ia tak mau agra sampai menyesali keputusannya, meninggalkan rumah


ini buka keputusan yang benar menurutnya, hubungan Agra dengan ibunya akan


kembali renggang


“jangan keras kepala ...” Agra masih tetap diam, enggan menyahuti

__ADS_1


Ara


“aku sudah pernah bilang padamu ..., jika aku berada di pilihan


tersulit pun , aku akan tetap memilihmu untuk tetap bersamaku ....” ucapa agra


begitu tegas, membuat Ara melepaskan tangannya dari kaki suaminya, ia tak bisa


memohon lagi


Agra pun ikut menjatuhkan tubuhnya kelantai dan memeluk istrinya,


“maafkan aku sayang ...” Ara pun membalas pelukan Agra


Agra melepas pelukan ara , segera bangun  dan menarik tangan Ara keluar dari kamar, Ara


hanya bisa pasrah tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, ia tidak tahu jika


mungkin semua karenanya


“gra ..., aku mohon biarkan aku pergi sendiri ...., ini tidak baik....,


seperti ini akan memperkeruh keadaan...” Ara berusaha memohon di tengan


langkahnya


“jika ada yang pergi, maka kita berdua yang akan pergi” bantah Agra


tak memperdulikan ucapan Ara


“Gra ...,tapi ....” ucapannya terhenti saat Agra menghentikan langkahnya


dan menatapnya begitu tajam, setelah Ara tak berniat untuk melanjutkan


ucapannya, Agra pun kembali menarik tangan Ara


“ kita harus pamit sama ibu” Ara menghentikan langkahnya ketika


melewati kamar mertuanya


“aku sudah pamit ....” akhirnya Ara hanya bisa pasrah saja


mengikuti suaminya


berlalu membawa satu tas besar segera menghampiri mereka


“tuan muda ...., nona ....”


“bi Anna ...” Agra menghentikan langkahnya dan menatap bi anna


“bi ,..., terimakasih untuk semua yang sudah bibi lakukan untukku”


“saya melakukan dengan senang hati tuan” bi Anna sudah tak mampu


membendung air matanya lagi


“bi bantu aku sekali lagi...” ucap Agra sedikit memohon pada ibunya


“apa itu tuan, jika bisa saya akan laksanakan”


“tolong jaga ibu untukku ....”


“tuan muda ....”


“kami pamit bi, jaga kesehatanmu ....” Agra segera menarik tangan


Ara kembali, ia sedikit terkejut saat melihat Viona masih mondar mandir di


ruang tamu


“Agra ....” Viona segera menghampiri Agra dan menarik tangan Agra tapi


sayangnya Agra sudah lebih dulu menepis tangannya


“kau mau kemana?” Viona melihat tas yang di bawa Agra “kau pasti


sedang mengusir wanita ****** ini, iya kan?”


“tutup mulutmu yang hina itu ...” Agra mengeratkan tangannya,


kemarahannya seakan memuncak saat melihat Viona di tambah kata-katanya yang


pedas


“gra ...” Ara segera memegang tangan Agra dan menggelengkan

__ADS_1


kepalanya, meredakan amarah suaminya, membuat Agra sedikit melunak


“kau sudah puas kan sekarang ..., kau menang ..., dan kami akan


pergi ...”


“kami ...., maksudnya kau dan dia ...?” tanya Viona tak percaya


“iya ..., KAMI ..., asal kamu tahu ...., aku sekarang sudah bukan


Agra yang kaya lagi, Agra si pewaris tunggal..., jadi jangan lagi mengganggu


hidup kami lagi ...”


“Gra ...., kau jangan bercanda ...”


“itu benar yang di katakan Agra ...” tiba-tiba Rendi datang dan


ikut bersuara, semua menoleh padanya, Rendi pun berjalan mendekati mereka


“sekarang ..., semua perusahaan di limpahkan kekuasaannya pada saya


..., Agra hanya memiliki 5% dari saham perusahaan, dan saya yang


menggantikannya” ucap Rendi membuat Viona benar-benar syok


“ini tidak mungkin ......” Viona segera menjatuhkan tubuhnya di


lantai


“dan jika sudah selesai..., silahkan anda keluar nona Viona, anda


tahu jalan keluarnya kan ...? apa perlu saya panggilkan scurity?”


“tidak perlu ...., aku bisa sendiri” Viona segera bangun dari


duduknya dan berlalu dengan kekecewaan


Setelah Viona tak terlihat lagi, kini giliran Rendi menatap Agra


“aku akan pergi ...” ucap Agra


“tunggu ....” Rendi menahannya untuk pergi, Agra yang sudah


berbalik segera menghentikan langkahnya


“kamu punya 5% dari saham perusahaan, jadi setiap bulan aku akan


menstranfernya ke rekeningmu”


“ciiihhhh...., jadi yang ingin kau bicarakan hanya soal uang ...,


kau tak ada bedanya dengan penjilat”


“ayo pergi ...” Agra segera menarik tangan Ara yang masih di buat


bingung dengan yang terjadi, tapi masih berjalan lima langkah, langkahnya


terhenti karena ucapan rendi kenbali


“jaga Ara ..., aku akan menjaga ibumu ...” ucap Rendi


“dia istriku, jika kau lupa ..., aku ingatkan kembali, dia ISTRIku


yang sah..., tidak perlu kau katakan itu aku pasti akan menjaganya dengan


nyawaku ...”


Agra tak mau berhenti lagi, ia sudah cukup kesal dengan Viona


sekarang di tambah Rendi, sahabatnya sendiri yang lagi-lagi mengambil posisinya


Mereka keluar dari rumah hanya dengan membawa beberapa pakaian dan


beberapa lembar uang kes, Agra meninggalkan semua kartu Atm pemberian ibunya


dan kunci mobil,ia hanya membawa kartu atm yang isinya tak seberapa, ia


benar-benar akan mulai dari awal


**kira kira dari sini sudah bisa nebak belum ya endingnya?


Viona apa Ara ya yang menang?


jangan lupa bayar authornya dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya**

__ADS_1


__ADS_2