
Pagi ini Agra tampak sudah rapi tapi tidak dengan pakaian formalnya
melainkan mengenakan kaos sesiku dan celana jeans
“Gra sarapan dulu ya” Ara sudah siap dengan masakan sederhananya,
uang mereka hanya cukup untuk makan sampai satu bulan kedepan, sehingga Ara
harus bisa berhemat
“masak apa sayang?” Agra pun mengecup kening Ara dan segera duduk
di tikar lipat tanpa meja, makanannya pun hanya di taruh di atas tikar lipat
“nih ada nasi goreng sama telor ceplok" Ara segera mengambilkan nasi goreng dan telur untuk suaminya, lalu di taruhnya di depan Agra
"Makasih sayang ......" Agra tersenyum begitu lembut pada Ara
" maaf ya Gra Cuma bisa ini” Ara memandang sendu pada Agra
“nggak sayang, seharusnya aku yang minta maaf, karena aku , kamu
jadi ikut hidup susah”
‘ini bukan susah ..., aku jadi merasa benar-benar punya keluarga
kalau kayak gini, aku bisa memasak, mencuci baju, menyapu , membersihkan rumah
SENDIRI seperti kebanyakan orang yang sudah menikah..., ah ... menyenangkan
sekali pokoknya” Ara bicara dengan senyum yang mengembang di bibirnya
“ahhh...., aku jadi tambah sayang deh ...” Agra segera mencubit
pipi istrinya gemas
“sakit tahu ...” ara segera memegang pipinya
“kita sarapan ...” mereka pun mulai sarapan hanya duduk di atas
tikar lipat di ruang tamu, lebih tepatnya ruang serbaguna, karena di situ akan
di lakukan banyak kegiatan
“makan yang banya ya ..., biar cepat tumbuh Agra junior di situ
...” Agra menunjuk ke perut datar Ara, membuat Ara kembali murung
‘kenapa lagi ...?” Agra segera menyadari perubahan Ara
“maafkan aku ya ..., seandainya saja waktu itu aku tidak tidur di
tempatmu, andai saja kita tak usah memergoki Dio, andai saja aku tidak patah hati...., mungkin kesalah pahaman itu tak akan terjadi ...”
“aku malah bersyukur..., untung saja saat itu aku bersamamu ....”
“kenapa?”
“karena kejadian itu telah memberiku cinta yang utuh darimu ....,
jadi kau menyesal menikah dengan ku?” Agra malah menampakkan wajah kecewanya
“bukan seperti itu ..., maksudku ...., seandainya pernikahan kita
__ADS_1
berwal dari hal yang baik, pasti akhirnya akan baik”
“jangan menyesali yang sudah terjadi ...., tak akan ada gunanya,
syukuri saja apa yang kita dapat ...”
“aku senang karena telah menikah denganmu, aku mendapatkan suami
yang terbaik ...”
“manis sekali .....”
“memang aku dari dulu manis, kamu aja yang baru sadar”
“aku suka Ara yang seperti itu..., menggemaskan...”
“sudah ah ..., jangan nggoda terus ...., hari ini rencananya mau
kemana?”
“aku mau cari kerja sayang, do’ain ya”
“do’aku selalu buat kamu, semoga hari ini berhasil”
“amiiiiiin”
***
Hari ini Agra menyusuri jalanan kota, ia mulai mencari pekerjaan
dan pilihannya sampailah pada sebuah kafe, ada selebaran lowongan yang menempel
di kaca kafe, Agra pun tak membuang waktu, ia pun segera masuk dan menemui manager kafe
dengannya yang berdiri membelakanginya
“siang ...” pria itu pun membalik badan menghadap Agra, ternyata pria itu adalah teman lama Agra
“Jerry ...”
“Agra ...”
Mereka pun duduk di salah satu meja kafe
“gimana kabar lo Gra, setelah dari perancis lo nggak da kabar?" tanya Jerry antusias
“gue ...., gue gini aja, lo juga kemana aja?” Agra sedikit ragu menceritakan hidupnya, ia lebih memilih menyembunyikan kenyataannya
“ya ini, setelah pulang ke indonesia gue ngrintis kafe ini” jawab Jerry sambil menunjukkan seisi kafe nya
“wah gue bangga sama lo, lo bisa buka usaha lo sendiri”
“ngomong-ngomong ada apa lo bisa sampek sini?”
“gue mau nglamar kerja di kafe lo”
“hah ...., lo nggak salah, seorang penerus tunggal kerajaan bisnis
finitygroup nglamar kerja di kafe kecil”
“gue serius Jerr” mau tak mau Agra pun terpaksa harus menceritakan hidupnya, kemudian Agra pun menceritakan semua yang terjadi
pada nya dan istrinya
__ADS_1
“trus gue harus naruh lo di mana? Kayakknya nggak ada posisi yang
pas deh buat lo”
“ya seperti yang ada dalam iklan lowongan itu aja, nggak pa pa”
“nggak mungkin lah gue nempatin lo sebagai pelayan di kafe ini”
“nggak pa pa, gue bener-bener butuh banget pekerjaan ini”
“ya udah deh bro gue nyerah, lo jadi pelayan untuk sementara waktu,
ntar kalau gue udah ada ide gue bakal mindahin lo, ok ..., tapi sebelumnya gue
beneran minta maaf, gue bener-bener nggak enak sama lo”
“nggak usah sungkan bro sama gue, gue malah makasih banget karena
lo sudah nrima gue kerja di sini”
“jadi kapan lo bisa mulai kerja?”
“hari ini juga bisa....”
***
Setelah bekerja seharian Agra pulang dengan raut wajah bahagia
‘aku pulang ...” tetiak Agra saat sampai di depan pintu,
Ara yang baru selesai memasak segera menghampiri suaminya
“Gra ..., kok sampek sore ....?” Ara begitu terlohat khawatir karena tak ada labar dari suaminya sejak pagi
“iya Ra..., soalnya aku langsung dapat kerjaan.... dan bisa
langsung kerja” Agra memuluk istrinya dengan sangat erat
‘cepet banget ...” Ara berusaha melepaskan pelukan Agra
“sudah jangan di lepas..., ini nyaman sekali ..., kau tahu aku
hampir mati .....”
“kenapa? Apa yang sakit? Siapa yang mencelakaimu?” Ara merasa
sangat khawatir mendengar ucapan Agra
“aku hampir mati karena merindukanmu ....., rasanya begitu berat
jauh darimu ..., benar kata Dilan..., rindu itu berat, aku nggak akan kuat
.....”
“kau benar-benar membuatku hampir terkena serangan jantung saja
...”
maaf ya baru up..., soalnya nih si pekerjaan sulit di tinggal , maunya nemplok saja ......
jangan lupa kasih upah ya ke aku dengan memberikan like dan komentar
__ADS_1
kasih vote juga ya .....