
"Sejak aku mencoba mengenal siapa Sanaya!"
"Maksudnya kejadian di belakang sekolah itu?"
"Sebelum itu!"
Sanaya mengerutkan keningnya, ia menoleh pada cowok yang duduk di sampingnya.
"Kamu memata-matai ku?"
"Bisa di bilang seperti itu, kita sudah berada dalam satu sekolah yang sama selama dua tahun tidak mungkin kan tiba-tiba datang tanpa ada maksud? Aku cuek dengan siapapun di sekolah ini. Aku tidak mau kenal dengan siapapun kecuali diriku sendiri, lalu aku memilih dirimu, kamu kira itu tanpa maksud?!"
Sanaya memilih tetap diam, ia ingin mendengarkan kelanjutan nya.
"Aku punya teman yang menyenangkan di luar sekolah, bukan cuma teman yang hanya mengandalkan kekuasaan orang tua, atau kecantikan dan ketampanan mereka!"
"Aku punya reel life yang asik di luar sana. Aku begitu muak sekolah di tempat itu, karena aku hanya menemukan anak-anak cewek yang sibuk bergaya, anak-anak cewek yang mengejar popularitas. Anak-anak cowok yang di kagumi para cewek dengan pakaian yang super sempurna!"
"Tidak perduli bagaimana orang memandangku, saya hanya akan jadi diriku sendiri. Aku adalah Aditya bukan cerminan bunda atau papa!"
"Mungkin itu yang membuat bunda dan papa khawatir, sebentar ini bukan kelainan, ini adalah kebebasan!"
"Bunda dan papa merekomendasikan nama kamu ke dalam daftar nama orang yang harus aku kenal. Aku bukan orang yang begitu keras hingga menolaknya, mengenal bukan berarti menerima!"
"Aku memilih untuk mencoba mengenalmu dan ternyata kamu beda, aku tahu identitas aslimu tapi kamu tidak menunjukkan kekuasaan mu! Kamu bisa menggunakan kekuasan mu untuk menindas mereka yang memusuhi mu tapi kamu tidak melakukannya. Aku mulai tertarik padamu!"
"Lalu aku memutuskan untuk menyukaimu!"
Melihat Aditya menghentikan bicaranya yang panjang lebar itu. Ia cukup suka dengan pemikiran cowok di depannya itu.
"Memutuskan suka berarti belum suka kan?"
"Kemarin aku memutuskan suak tapi aku sekarang suka!"
"Suka dan cinta itu beda!"
"Dan aku akan berjuang untuk bisa cinta!"
"Jadi maksudnya kamu memaksaku untuk juga setuju?"
"Apa pentingnya menolak atau menerimanya sekarang! Ini masih rencana, kita bisa memutuskan satu tahun lagi, kenali aku sekarang dan kita bisa memulainya, jika sampai waktu yang di tentukan kamu masih memilin orang lain dalam hatimu, kamu bisa memilih untuk mundur atau tetap lanjut dengan segala konsekwensinya!"
"Lalu kamu?"
"Aku sudah bilang kalau aku suka sama kamu, bisa jadi besok atau lusa suka ini akan berubah jadi cinta! Dan aku akan memperjuangkannya hingga kamu juga cinta sama aku!"
"Berat banget!"
Entah kenapa rasanya sangat berat untuk bisa menerima kalau dia akan berjodoh dengan orang lain.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa!"
Aditya memilih untuk berdiri, ia memang tidak punya hak untuk memaksa. Jika bukan karena perjodohan ini, dia bisa tetap berjuang untuk cintanya.
"Adit!"
__ADS_1
Sanaya memanggilnya, membuatnya berbalik.
"Aku setuju hanya sampai satu tahun lagi, dan aku berhak memutuskan untuk lanjut atau tidak setelahnya!"
"Baik!"
Mereka pun kembali menghampiri semua orang di dalam. Adit dan Sanaya menyetujui rencana mereka.
Semua terlihat senang kecuali satu orang yaitu Sagara.
Dia terlalu terkejut dengan keputusan besar oma dan papa nya kali ini. Ini jauh dari yang dia pikirkan. Apalagi ini menyangkut hidup saudarinya.
...**""**...
Malam ini setelah acara makan malam, Sagara segera menemui omanya di kamarnya.
"Oma ...., Gara ingin bicara!"
Nyonya Ratih yang barus saja membersihkan wajahnya ia pun kembali duduk di sofa.
"Duduklah!"
Sagara pun menyusul untuk duduk. Ia menatap omanya.
"Apa oma sayang sama Gara dan Naya?"
Nyonya Ratih hanya tersenyum tipis, ia menarik tangan Sagara.
"Menurut kamu?"
Lagi-lagi nyonya Ratih hanya tersenyum.
"Oma ...., jangan membuat Gara berpikir jika Oma tidak menyayangi Gara dan Nay!"
Hehhh
Helaan nafas itu membisukan ruangan itu.
"Kamu sudah tahu jawaban nya Gara, tidak ada oma yang tidak sayang sama cucunya! Dan ini juga pernah terjadi dulu sama papa kamu!"
"Maksud oma?"
"Gara ...., mengertilah, baik kamu maupun Nay adalah cucu oma, tidak ada yang lebih penting bagi oma selain menjaga kalian agar terhindari dari hal buruk, sebisa oma!"
"Tapi oma, oma boleh melakukan apapun sama Gara, tapi Nay! Biarkan Nay menentukan hidupnya sendiri!"
"Maksudnya kamu mau Nay dekat dan berpacaran dengan Abimanyu?"
"Oma tahu?"
"Oma tahu semuanya!"
"Abi anak yang baik oma, dia juga setia sama Gara dan cinta sama Nay!"
"Ada beberapa pertimbangan yang membuat oma tidak menyetujui hubungan mereka. Dia sudah memilihmu bukan Nay, jadi oma mau dia hanya akan konsentrasi untuk menjadi tameng mu!"
__ADS_1
"Apa itu artinya jika Abi memilih Nay, oma akan membiarkan mereka bersatu?"
Nyonya Ratih menggelengkan kepalanya, "Tidak!"
"Kenapa?"
"Itu berarti dia tidak setia dan tidak pantas bersama kami ataupun Sanaya!"
"Tapi oma ...., bukankah itu terlalu berat? Lalu bagaimana dengan Aditya, dia bukan anak yang baik oma! Dia suka balap liar! Atau jangan-jangan rencana pernikahan Nay ini adalah sebuah perjanjian bisnis?"
Sebuah tuduhan yang besar yang sudah di layangkan oleh cucunya. Tapi nyonya Ratih hanya tersenyum ringan.
"Itu tandanya kamu belum mengenal oma, Gara! Kalau kamu ingin mengetahui bagaimana orang itu kamu harus mengenalnya dulu!"
"Maksud oma?"
"Sesuatu yang terlihat buruk diluar belum tentu buruk juga di dalamnya dan untuk melihat ke dalam kamu harus mengenalnya, baru kamu tahu!"
Nyonya Ratih mengusap bahu cucunya itu.
"Pergilah tidur, sudah malam! Bukankah sebentar lagi ujian akan di mulai!?"
"Baik oma, selamat malam!"
Sagara pun segera beranjak dari duduknya dan hendak berlalu meninggalkan omanya.
"Gara!" panggil omanya kembali saat ia sudah hampir mencapai pintu, ia pun mengurungkan niatnya untuk keluar. Ia berbalik menatap omanya.
"Iya oma!"
"Jangan terlalu percaya pada seseorang, apalagi itu orang yang baru kamu kenal!"
"Maksud oma?"
"Ada banyak orang di sekitar kita yang kelihatannya baik, ternyata dialah yang akan menghancurkan kita!"
...****...
Di kamar lain, terlihat Sanaya sedang duduk di atas tempat tidur dengan kaki di tekuk sebagai penyanggah dagunya.
"Apa aku ikuti saran Adit aja ya? Tapi bagaimana dengan perasaan Abi, dia pasti sangat terluka!" gumamnya.
Mau bagaimana pun Abimanyu adalah orang yang namanya begitu dekat dengannya. Bahkan pria itu lebih mengenal dirinya di banding dirinya sendiri.
"Aku harus bicara sama Abi besok!"
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
Happy Reading đ„°đ„°đ„°đ„°
__ADS_1