My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (42)


__ADS_3

akhirnya Agra mengajak istri dan


putrinya untuk segera pulang, sudah sangat sore pasti Sagara sudah menunggu


mereka. Dan benar saja sesampai di rumah mereka langsung di sambut oleh Sagara


dengan wajah cemberutnya dan seperti biasa di sampingnya ada Abimanyu.


"Papi ...!"


"Iya jagoan ..., papi


pulang!" Agra segera memeluk putranya itu. dan seperti biasa mengusap


rambutnya begitu gemas, mata Agra menangkap tubuh mungil di belakang putranya


itu. Agra melepaskan pelukannya pad putranya.


"Abimanyu!"


"Iya tuan besar!" ucap si kecil itu dengan menundukkan kepalanya.


"Sikapmu benar-benar mengingatkanku pada seseorang!"


"Iya pi ..., dia benar-benar


mirip uncle Rendi!"


Pria kecil yang sedang di bicarakan itu hanya bisa terdiam seperti biasa, ia juga irit sekali senyum.


“Kenapa papi bisa barengan sama mom and Nay?” Tanya


Sagara lagi menyelidik. Ia sudah sangat kesal karena seharian hanya di suguhi


dengan buku-buku yang isinya tak bisa ia pahami.


“Tadi papi jemput mom sama Nay ke sekolah, lalu …!”


“Aku tahu pasti kalian jalan-jalan tanpa aku, tidak masalah …, asal bebaskan Gara sehari saja tanpa pelajaran pap!” Sagara segera


memotong ucapan papinya, ia harus dapat ganti. Walaupun dia tidak suka dengan


pergi jalan-jalan tapi dengan jalan-jalan ia bisa terbebas dari pelajaran


beratnya untuk beberapa saat.


“Itu bukan wewenang papi sayang …., itu bisa Gara minta dari oma!”


Sagara malah mengacak-acak rambutnya sendiri kesal,


hal yang tidak mungkin akan terjadi jika berhubungan dengan omanya, ia takut


pada papinya tapi yang lebih ia takuti di rumah besar itu adalah omanya. Siapa


yang bisa melawan ratu dari rumah itu.


Melihat kelakuan putranya itu, Agra hanya bisa

__ADS_1


mengerutkan keningnya, ia bisa merasakan bagaimana rasanya berada di posisi


Sagara, sangat sulit. Untung saja ia hanya merasakan sebentar, jadi tidak


terlalu masalah.


“Baiklah …, kalian bermainlah. Papi dan momi ke atas


dulu, ok …!”


Agra berkedip pada istrinya, membuat Ara mengerutkan


keningnya tak mengerti dengan kode yang di berikan oleh suaminya.


“Sayang …, biarkan anak-anak kita bermain. Kita kan


punya pekerjaan yang harus di diselesaiakan, iya kan?”


“Pekerjaan apa?” Ara masih bingung.


“Pekerjaan yang tertunda, kemarin!”


“Baiklah sebentar, aku akan menyusul ….!”


“Aku tunggu ya …, jangan lama-lama …!”


Aneh …, kenapa dia …?


Agra pun meninggalkan anak-anak itu dan istrinya.


Ara harus membantu sanaya menganti bajunya dulu.


“Iya sayang ….!”


Nay setelah mengganti bajunya ia kemcari


bartang-barang belanjaannya kemudian menemui Sagara dan Abimanyu. Kedua pria


kecil itu sedang bermain di taman.


“Hay …, kalian sedang bermain apa?” Tanya Nay dengan


sedikit berteriak membuat kedua anak itu berbalik menatap Nay.


“Tetaplah di situ, ini mainan anak laki-laki!”


teriak Sagara. Sagara dan Abimanyu sedang asik bermain bola.


“Tapi aku mau ikut!”


“Jangan keras kepala!” ucap Sagara sambil mendengus


kesal.


“Apa tidak sebaiknya kita bermain bersana Nona ?”


“Memang kita mau bermain apa kalau sama dia?”

__ADS_1


“Apa saja, sebaiknya kita lanjutkan besok saja tuan


muda main bolanya!”


“Kenapa jadi kamu yang ngatur sih!”


Walaupun dengan kesal tapi Sagara mengikuti saran


Abimanyu. Meteka menghentrikan permainan dan mendekati Sanaya yang sedang duduk


di lantai teras. Sagara dan Abimanyau ikut duduk di samping Sanaya.


“Kenapa kalian malah berhenti?”


“Semua gara-gara kamu!”


“kenapa jadi nyalahin aku?”


“Anak perempuan nggak boleh main sama anak


laki-laki!”


“Siapa bilang, Abimanyu saja tidak keberatan! Ya kan


Abi?”


“Iya nona!”


“kau ini …, sebenarnya temanku atau sanaya?


Menyebalkan!” keluh Sagara.


Akhirnya mereka pun bermain bersama dengan segala


keluh kesah Sagara. Ia tidak terlalu bisa bermain dengan Sanaya sedangkan


Abimanyu sangat pandai membuat Sanaya senang.


“Oh iya …, aku punya sesuatu buat kalian! Ini untuk


sagara dan ini untuk Abimanyu!” Sanaya mengambil dua buah mainan, satu robot


mainan untuk Sagara dan sebuah gitar kecil untuk Abimanyu.


“terimakasih nona!” ucap Abimanyu sambil menerima


gitar kecilnya, dia tampak begitu senang.


“Kenapa kok beda?” Tanya Sagara protes.


“Karena kalian beda!”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2