My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Bukan aku yang salah


__ADS_3

Setelah menyelesaikan olah raganya, Sanaya tidak sabar untuk menghampiri saudara kembarnya itu.


"Gara!" panggilnya membuat Sagara dan gadis yang bersama Sagara menoleh padanya.


Sanaya berjalan lebih cepat menghampiri mereka.


"Kok bisa?" tanya Sanaya.


Sanaya mengerutkan keningnya, bukankah mereka berangkat bersama, lalu bagaimana bisa saudara kembarnya itu sampai terlambat.


"Bukan apa-apa, jangan khawatir! Sudah sana kembali ke tempat mu!" ucap Sagara dengan wajah coolnya.


Tapi Sanaya beralih menatap anak perempuan yang juga memegang sapu di tangannya yang juga berdiri tidak jauh dari tempatnya saat ini.


Sanaya sampai mengerutkan keningnya, ia mengenali gadis itu.


"Ariel ....!"


Sanaya segera menarik tangan Sagara dan membawa nya ke belakang tubuhnya.


Ia menatap tajam pada Ariel, terakhir kali pertemuan mereka sangat tidak baik.


Flashback on


Ariel kecil tiba-tiba datang dan menyiram air comberan ke tubuh Sanaya hingga membuat tubuh dan baju seragamnya sangat kotor dan bau.


"Kamu apa apaan sih Ariel?" teriak Sanaya kesal.


Ariel melempar embernya begitu saja, ia mendekati Sanaya dan menunjuk wajah Sanaya dengan jari telunjuknya, wajahnya begitu kesal.


"Cukup ya Nay ...., jangan suka sok manis di depan aku, aku nggak suka!"


"Kamu kenapa sih Ril, jahat banget sama aku?"


"Kamu yang jahat sama aku, kamu sudah nyuruh orang lain untuk jahatin aku, ingat ya Nay ...., kamu menang sekarang! Kamu yang udah buat aku benar-benar kalah Nay!"


"Kamu apa-apaan sih!"


Dan semenjak perdebatan hebat itu, Ariel tidak pernah kembali lagi ke sekolahnya.


Flashback off


"Jangan-jangan lo datang lagi ke sini buat balas dendam ya sama gue dan Gara, iya?" ucap Sanaya menatap tajam pada Ariel.


Sanaya pun beralih menatap Sagara, "Jangan-jangan kamu terlambat gara-gara dia ya ....?"


Ariel yang tidak terima di tuduh pun segera menarik tangan Sanaya dengan keras dan menunjuk wajahnya kesal.


"Jangan sembarangan ya ngomong nya! Aku kira kamu sudah berubah setelah besar, ternyata masih tetap kekanak-kanakan!"


"Kamu yang kekanak-kanakan!" Sanaya tetap tidak mau kalah.


Sagara malah jadi tambah bingung dengan kelakuan dua anak perempuan di depannya, setiap kali ketemu selalu bertengkar dan sekarang, setelah sekian lama tidak bertemu ternyata masih tetap sama.


"Kalian apa-apaan sih ...., kenapa jadi ribut seperti ini?"


Sanaya dan Ariel menoleh kepada Sagara bersamaan.


"Diam!!!" teriak mereka bersamaan membuat seluruh murid satu kelas dengan Sanaya yang sedang berolah raga di tempat itu menoleh kepada mereka.

__ADS_1


Riska juga segera menyusul Sanaya.


"Ada apa sih Nay?" tanya Riska yang sudah berada di samping Sanaya.


"Bukan apa-apa, hanya masalah kecil! Ayo ....!" Sanaya menarik tangan Riska menjauh dari Sagara dan Ariel.


"Beneran nggak ada apa-apa?"


"Iya beneran!"


"Cewek yang sama abang kamu siapa? Atau jangan-jangan anak baru itu ya?"


Mendengar pertanyaan Riska, Sanaya menghentikan langkahnya dan menatap sahabatnya itu.


"Iya Nay, siapa tahu dia itu anak baru yang katanya pindahan dari luar negri!"


Jika benar Ariel anak barunya, berarti dia sehebat Sagara sama Abimanyu dong ......, trus aku gimana dong ....


Sanaya melepaskan tangan Riska dan tiba-tiba duduk berjongkok dan memukul-mukul kepalanya.


"Ihhhhhh ....., bodoh bodoh bodoh .....!" umpatnya pada dirinya sendiri.


"Lo ngapain Nay ...?" Riska terlihat begitu bingung.


...****...


"Bu saya ijin ke belakang!" ucap Abimanyu sambil berdiri dan mengangkat sebelah tangannya membuat bu guru yang sedang menjelaskan di depan segera menoleh pada Abimanyu.


"Iya silahkan!"


Abimanyu pun meninggalkan bangkunya dan berjalan keluar kelas. Sebenarnya tujuan utamanya bukan untuk ke toilet, ia hanya ingin melihat Sanaya. Ia hafal semua jadwal pelajaran Sanaya.


"Kenapa mereka?" gumamnya, "Itu Gara sama Ariel di hukum, kenapa?"


Abimanyu terus mengamati dari atas hingga Sanaya meninggalkan Sagara dan Ariel.


Melihat Sanaya menyakiti dirinya sendiri, dengan cepat Abimanyu berlari menuruni tangga dan menghampiri Sanaya.


Abimanyu memberi isyarat pada Riska untuk meninggalkan Sanaya.


"Bodoh ...., bodoh ...., bodoh ...!" Sanaya masih terus memukul kepalanya hingga bertubi-tubi.


Sreeekkkk


Abimanyu menarik tangan Sanya agar berhenti memukul kepalanya.


"Lepasin Ris ...., lepasin ....!" Sanaya tidak menyadari jika itu bukan Riska, bukannya melepaskan Abimanyu malah semakin mengeratkan tangannya.


"Sudah gue bilang lepasin!" teriak Sanaya lalu mengangkat kepalanya.


"Abi!?"


"Kenapa?" tanya Abimanyu dengan kedua alis yang tertarik ke atas.


"Bukan urusan lo!" jawab Sanaya ketus.


"Keras kepala! Bangun!"


"Nggak mau!"

__ADS_1


Srekkkk


Abimanyu menggendong Sanaya seperti karung di atas bahunya.


"Abi ...., Abi ...., lepasin!"


Sanaya terus memukul punggung Abimanyu. Ia benar-benar menjadi pusat perhatian. Sagara juga melihat apa yang terjadi dengan Sanaya dan Abi tapi saat akan mengejar guru BP kembali menghampiri nya karena masa hukuman sudah hampir selesai.


"Sekarang kamu bisa melihat siapa yang salah di antara kami, bukan main tuduh saja!" ucap Ariel pada Sagara lalu pergi begitu saja setelah mengambil tasnya yang ia letakkan di atas tepat duduk.


Sagara hanya bisa menatap punggung gadis itu hingga menghilang.


"Apa maksudnya coba? Atau jangan-jangan ia ingin mengatakan kalau dia sebenarnya dulu tidak bersalah?"


Hehhhhh ....., Sagara menghela nafas. Abimanyu dan Sanaya ..., ada apa dengan mereka?


Di tempat lain, Abimanyu menurunkan Sanaya di depan gedung perpustakaan.


"Kenapa gue di turunin di sini?" tanya Sanaya kesal sambil merapikan kembali baju olahraganya.


"Kalau mau pintar di sini, bukan menyakiti diri sendiri dan memukul kepalanya seperti orang bodoh!"


Hehhhhhhh ....


Sanaya menghela nafas kesalnya.


"Kalian sama saja!" ucap Sanaya sambil berlalu begitu saja meninggalkan Abimanyu.


"Dasar keras kepala!" gumam Abimanyu sambil menggelengkan kepalanya pelan menatap kepergian Sanaya.


Sanaya sudah sangat ketinggalan, pasti sekarang semua temannya sudah mengganti bajunya.


"Abi ada-ada aja ..., emang gue karung apa main panggul-panggul aja!" gerutu Sanaya sepanjang jalan menuju ke kelasnya.


"Lo dari mana aja sih Nay, gue tungguin juga!!" ucap Riska sambil berjalan menghampiri Sanaya.


"Dia nyulik gue!"


"Maksudnya Abi ganteng?"


"Iya!"


"Bagus dong ...., jadi pengen di culik Abi ganteng!" ucap Riska dengan centilnya.


"Nyebelin gitu di bilang ganteng, sudah ahhh gue mau ganti baju!"


"Iya sana, gue tunggu di kantin ya!"


"Iya!"


Riska meninggalkan Sanaya dan kini tinggal Sanaya yang berada di dalam kelas itu. Ia mencari seragamnya tapi tidak nada di bangkunya.


"Mana seragam gue?" gumam Sanaya sambil mencari-cari seragamnya hingga di bawah meja.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


__ADS_2