
Dan di tempat Ara, di rumah itu, Ara yang merasakan badannya sudah
enakan ia menyuruh mbak Rini tetap jualan, karena banyak orderan yang harus ia
layani
Ara yang sedang meregangkan badannya, tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan orang
yang tak di kenal, ia memberikan sebuah paket tanpa memberitahu siapa pengirimnya
"permisi.., benar ini sama mbak Ara?" tanya pria itu, pria dengan jaket hitang kulit dan topinya yang sebagian menutupi wajahnya
"iya mas saya sendiri..."
"saya mau ngantar paket mbak"
"dari siapa?"
"katanya di dalam sudah ada nama pengirimnya mbak, ya sudah saya permisi" seperti terburu-buru, pengirim paket itu segera meninggalkan Ara setelah menyerahkan paketnya
“wah ..., mbak Ara dapat paket ya” mbak Rini yang melihat Ara
menerima paket meledek Ara
“iya mbak, nggak tahu dari siapa nih , mbak, nggak ada pengirimnya”
Ara membolak-balikan paketan itu sambil membetullkan letak kaca matanya
“kok nggak ada namanya, hati-hati lo mbak, jangan-jangan prank
kayak di tv tv itu lo mbk”
“ah masak sih mbak, ya udah mbak karena dah habis kita beresin aja
ya mbak, itu masih ada sisa , mbak bawa pulang ja ya mbuat suami di rumah”
“iya mbak, makasih lo mbak”
Akhirnya Ara mengesampingkan paket itu, menaruhnya di dalam kamar dan memilih membantu mbak
Rini membereskan tempat dagangan, setelah selesai mbak Rini pun pamit pulang
***
sore ini Ara merasa bosan, karena biasanya ia menghabiskan waktunya bersama mbak Rini untuk membuat lebih banyak kue untuk besok, tapi karena badannya tidak terlala Fit membautnya mengurangi kegiatannya, ia merasa tidak enak jika membuat mbak Rini bekerja keras sendiri
“kenapa Agra belum pulang ya...., katanya tadi mau pulang cepat...” Ara
yang sedang melipat pakaiannya di ruang tamu sesekali menatap layar ponselnya, tak
juga mendapatkan pesan dari suaminya
Setelah selesai melipat pakaiannya, ia pun memasukkannya ke dalam
kamar, tapi lagi-lagi langkahnya terhenti matanya tertuju pada paket yang
tergeletak di atas tempat tidur
"apa ya isinya? ya udah mending aku masak dan mandi dulu, baru deh aku buka paket itu"
Rasa penasaran Ara pun kembali mencuat saat melihat paket itu lagi,
setelah membersihkan diri, mandi dan menyiapkan makan malam untuk Agra, Ara pun
segera masuk ke dalam kamar dan membuka paket itu,
betapa terkejutnya ia saat melihat isi paket itu yang ternyata
berisi lembaran lembaran foto, foto yang memperlihatkan kemesraan suami dan
mantan kekasih suaminya
Air mata pun tanpa ijin keluar begitu saja, tak bisa di tahan lagi,
Ara menjatuhkan tubuhnya di samping tempat tidur, hatinya seakan luluh lantah
hancur berkeping, ia merasa terhianati di tengah kesusahan keluarganya, di saat
ia berjuang tapi seakan perjuangan itu sia-sia saat ia melihat foto itu
Ia masih ingat jika baju Agra di foto sama persis dengan baju yang
di pakai tadi pagi, Ara merasa sangat terhianati
Apalagib saat melihat suaminya telanjang di samping wanita itu
“kenapa kamu jahat banget sama aku bby? Kenapa? Apa aku sebegitunya
tak berarti buatmu?”
Agra pulang sedikit larut karena terlebih dulu ke tempat Rendi, ia
pulang di antarkan oleh Rendi
Sesampainya di rumah, ia melihat lampu rumahnya masih menyala
__ADS_1
semua, menandakan jika pemilik rumah itu belum tidur
“makasih atas tumpangannnya, dan bantuannya” ucap Agra sebelum
turun dari mobil
“gue senang bisa bantu lo...”
“ya udah gue masuk dulu ...” Agra pun segera turun dari mobil Rendi
dan membiarkan mobil itu berlalu terlebih dahulu baru dia berjalan mendekati
pintu
Ia membuka pintu dari luar, tapi entah kenapa pintu itu tidak
terkunci padahal sudah jam sembilan malam, membuat perasaan Agra begitu was-was
apalagi jika ingat keadaan istrinya tadi pagi
“sayang ..., sayang ...” Agra memanggil istrinya tapi tetap tak
mendapat sahutan , ia pun segera membuka
pintu kamar
Betapa terkejutnya saat mendapati istrinya sedang menangis di pojok
kamar dengan memegangi beberapa lembar foto
“sayang ..., kamu kenapa?” Agra pun langsung berhambur mendekati
istrinya ikut duduk di depan istrinya
“sayang ... kenapa nangis?” tapi bukannya menjawab Ara malah
semakin histeris nangisnya saat melihat suaminya yang sudah berganti pakaian, badannya
juga terlihat segar, tak seperti pulang kerja
Hiks hiks hiks
“sayang ..., jelaskan padaku ada apa? Siapa yang udah nyakiti
kamu?” Agra pun segera meraih tubuh Ara kedalam pelukannya, tapi segera di
tepis oleh Ara
menangis, ulu hatinya seperti dipotong potong di tambah lagi penolakan yang di
lakukan Ara, tak seperti biasanya Ara menolak pelukannya
“kamu ..., kamu yang udah nyakitin aku bby ...” Ara berteriak
sambil memukul dada Agra
“aku ...?” Agra begitu bingung
Ara pun melempar foto-foto itu tepat di dada Agra, Agra melihat
foto-foto itu satu persatu, ia pun segera meremas foto foto itu setelah
melihatnya
“jelasin ...” Ara masih tetap menangis dan menundukan kepalanya
yang bertopang dengan kedua lututnya
“ini nggak seperti yang kamu kira sayang, aku memang ketemuan sama
Viona ....”
Hiks hiks hiks
Belum sempat Agra menyelesaikan ucapannya , Ara langsung nangis
histeris lagi
“cup cup cup sayang, dengerin aku dulu ...”
“jadi beneran, kamu ketemuan sama mantan kamu, trus peluk-pelukan,
cium ciuman, trus , trus apa lagi ..., kamu telanjang seperti itu, hiks hiks hiks” lagi-lagi Ara menangis
histeris
“cup cup cup dong sayang, dengerin aku dulu, Viona ngejebak aku
...”
Hiks hiks hiks
“aku nggak percaya...”
“percayalah ..., Rendi saksinya ..., dia yang udah nyelametin aku
__ADS_1
...”
“baju ini ...” Ara menarik baju agra
‘ini baju Rendi sayang ...., aku tadi di ajak ke rumahnya, Viona
ngasih aku obat hingga buat aku nggak sadarkan diri..., trus Rendi datang di
waktu yang tepat”
“beneran ...?” tanya Ara masih ragu
“iya sayang, percayalah ...”
“aku tetap nggak percaya...”
Hehhhh
Agra mengusap rambutnya kasar, ia begitu frustasi, ia memikirkan
cara bagaimana meyakinkan Ara
“susah sekali jelasin sama
cewek kalau lagi ngambek” batin Agra
Cup
Agra langsung membungkam bibir ara dengan bibirnya, **********
lembut, merasa tak mendapat penolakan, agra melanjutkannya dengan sangat rakus,
Ara yang mendapat serangan tiba-tiba hanya bisa pasrah
“sekarang giliran aku yang bicara, kamu harus Cuma boleh dengerin
kalau sampai bicara aku bakalan cium kamu lagi, mengerti” mendapat ancaman dari
suaminya Ara Cuma bisa diam dan mengangguk
“cinta aku tuh sudah kepentok sama setertaris aku, jadi aku lebih
milih cewek berkaca mata ini dari pada cewek super model,nggak mungkin aku
macam-macam..., kalau nggak percaya kamu bisa langsung tanya sama Rendi, biar
aku telpon dulu si Rendi ...”
Tanpa memberi kesempatan pada Ara protes, Rendi sudah mengangkat
panggilan Agra, agra menloundspeaker
“iya ada apa ?’ sahutan dari Rendi
‘lo tolong jelasin mengenai kejadian tadi, nih Ara juga denger,
cepetan ...” perintah Agra
Rendi pun tanpa banyak bicara langsung menceritakan semuanya, ia
sudah tahu perihal foto yang sudah terlanjur kerkirim ke rumah Ara, anak
buahnya tidak berhasil menghentikan paket itu
Setelah selesai Rendi menjelaskan, Agra pun segera mematikan
telponnya sepihak
“ gimana sekarang kamu percaya kan sama aku? Aku tuh udah cinta
mati sama kamu, jadi jangan mikir macam-macam, sampai kapan pun aku nggak akan
pernah nglepasin kamu apa lagi sampek ninggalin kamu”
“beneran ...?”
Cup
Lagi-lagi agra langsung mencium bibir ara tanpa permisi membuat Ara
melayangkan protesnya
“kenapa aku di cium lagi?”
“karena kamu sudah buat jantungku hampir copot gara-gara tangisan
kamu, jangan lagi ..., aku ikut sakit liatnya”
***
BERSAMBUNG
maaf ya up nya agak telat dikiiiit ....
jangan lupa kasih upah ke aku dengan memberikan LIKE dan KOMENTAR kalian ya
kasih VOTE juga
__ADS_1