My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 88


__ADS_3

Dan di tempat Ara, di rumah itu, Ara yang merasakan badannya sudah


enakan ia menyuruh mbak Rini tetap jualan, karena banyak orderan yang harus ia


layani


Ara yang sedang meregangkan badannya,  tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan orang


yang tak di kenal, ia memberikan sebuah paket tanpa memberitahu siapa  pengirimnya


"permisi.., benar ini sama mbak Ara?" tanya pria itu, pria dengan jaket hitang kulit dan topinya yang sebagian menutupi wajahnya


"iya mas saya sendiri..."


"saya mau ngantar paket mbak"


"dari siapa?"


"katanya di dalam sudah ada nama pengirimnya mbak, ya sudah saya permisi" seperti terburu-buru, pengirim paket itu segera meninggalkan Ara setelah menyerahkan paketnya


“wah ..., mbak Ara dapat paket ya” mbak Rini yang melihat Ara


menerima paket meledek Ara


“iya mbak, nggak tahu dari siapa nih , mbak, nggak ada pengirimnya”


Ara membolak-balikan paketan itu sambil membetullkan letak kaca matanya


“kok nggak ada namanya, hati-hati lo mbak, jangan-jangan prank


kayak di tv tv itu lo mbk”


“ah masak sih mbak, ya udah mbak karena dah habis kita beresin aja


ya mbak, itu masih ada sisa , mbak bawa pulang ja ya mbuat suami di rumah”


“iya mbak, makasih lo mbak”


Akhirnya Ara mengesampingkan paket itu, menaruhnya di dalam kamar dan memilih membantu mbak


Rini membereskan tempat dagangan, setelah selesai mbak Rini pun pamit pulang


***


sore ini Ara merasa bosan, karena biasanya ia menghabiskan waktunya bersama mbak Rini untuk membuat lebih banyak kue untuk besok, tapi karena badannya tidak terlala Fit membautnya mengurangi kegiatannya, ia merasa tidak enak jika membuat mbak Rini bekerja keras sendiri


“kenapa Agra belum pulang ya...., katanya tadi mau pulang cepat...” Ara


yang sedang melipat pakaiannya di ruang tamu sesekali menatap layar ponselnya, tak


juga mendapatkan pesan dari suaminya


Setelah selesai melipat pakaiannya, ia pun memasukkannya ke dalam


kamar, tapi lagi-lagi langkahnya terhenti matanya tertuju pada paket yang


tergeletak di atas tempat tidur


"apa ya isinya? ya udah mending aku masak dan mandi dulu, baru deh aku buka paket itu"


Rasa penasaran Ara pun kembali mencuat saat melihat paket itu lagi,


setelah membersihkan diri, mandi dan menyiapkan makan malam untuk Agra, Ara pun


segera masuk ke dalam kamar dan membuka paket itu,


betapa terkejutnya ia saat melihat isi paket itu yang ternyata


berisi lembaran lembaran foto, foto yang memperlihatkan kemesraan suami dan


mantan kekasih suaminya



Air mata pun tanpa ijin keluar begitu saja, tak bisa di tahan lagi,


Ara menjatuhkan tubuhnya di samping tempat tidur, hatinya seakan luluh lantah


hancur berkeping, ia merasa terhianati di tengah kesusahan keluarganya, di saat


ia berjuang tapi seakan perjuangan itu sia-sia saat ia melihat foto itu


Ia masih ingat jika baju Agra di foto sama persis dengan baju yang


di pakai tadi pagi, Ara merasa sangat terhianati


Apalagib saat melihat suaminya telanjang di samping wanita itu


“kenapa kamu jahat banget sama aku bby? Kenapa? Apa aku sebegitunya


tak berarti buatmu?”


Agra pulang sedikit larut karena terlebih dulu ke tempat Rendi, ia


pulang di antarkan oleh Rendi


Sesampainya di rumah, ia melihat lampu rumahnya masih menyala

__ADS_1


semua, menandakan jika pemilik rumah itu belum tidur


“makasih atas tumpangannnya, dan bantuannya” ucap Agra sebelum


turun dari mobil


“gue senang bisa bantu lo...”


“ya udah gue masuk dulu ...” Agra pun segera turun dari mobil Rendi


dan membiarkan mobil itu berlalu terlebih dahulu baru dia berjalan mendekati


pintu


Ia membuka pintu dari luar, tapi entah kenapa pintu itu tidak


terkunci padahal sudah jam sembilan malam, membuat perasaan Agra begitu was-was


apalagi jika ingat keadaan istrinya tadi pagi


“sayang ..., sayang ...” Agra memanggil istrinya tapi tetap tak


mendapat sahutan , ia pun segera  membuka


pintu kamar



Betapa terkejutnya saat mendapati istrinya sedang menangis di pojok


kamar dengan memegangi beberapa lembar foto


“sayang ..., kamu kenapa?” Agra pun langsung berhambur mendekati


istrinya ikut duduk di depan istrinya


“sayang ... kenapa nangis?” tapi bukannya menjawab Ara malah


semakin histeris nangisnya saat melihat suaminya yang sudah berganti pakaian, badannya


juga terlihat segar, tak seperti pulang kerja


Hiks hiks hiks


“sayang ..., jelaskan padaku ada apa? Siapa yang udah nyakiti


kamu?” Agra pun segera meraih tubuh Ara kedalam pelukannya, tapi segera di


tepis oleh Ara


menangis, ulu hatinya seperti dipotong potong di tambah lagi penolakan yang di


lakukan Ara, tak seperti biasanya Ara menolak pelukannya


“kamu ..., kamu yang udah nyakitin aku bby ...” Ara berteriak


sambil memukul dada Agra


“aku ...?” Agra begitu bingung


Ara pun melempar foto-foto itu tepat di dada Agra, Agra melihat


foto-foto itu satu persatu, ia  pun  segera meremas foto foto itu setelah


melihatnya


“jelasin ...” Ara masih tetap menangis dan menundukan kepalanya


yang bertopang dengan kedua lututnya


“ini nggak seperti yang kamu kira sayang, aku memang ketemuan sama


Viona ....”


Hiks hiks hiks


Belum sempat Agra menyelesaikan ucapannya , Ara langsung nangis


histeris lagi


“cup cup cup sayang, dengerin aku dulu ...”


“jadi beneran, kamu ketemuan sama mantan kamu, trus peluk-pelukan,


cium ciuman, trus , trus apa lagi ..., kamu telanjang seperti itu,  hiks hiks hiks” lagi-lagi Ara menangis


histeris


“cup cup cup dong sayang, dengerin aku dulu, Viona ngejebak aku


...”


Hiks hiks hiks


“aku nggak percaya...”


“percayalah ..., Rendi saksinya ..., dia yang udah nyelametin aku

__ADS_1


...”


“baju ini ...” Ara menarik baju agra


‘ini baju Rendi sayang ...., aku tadi di ajak ke rumahnya, Viona


ngasih aku obat hingga buat aku nggak sadarkan diri..., trus Rendi datang di


waktu yang tepat”


“beneran ...?” tanya Ara masih ragu


“iya sayang, percayalah ...”


“aku tetap nggak percaya...”


Hehhhh


Agra mengusap rambutnya kasar, ia begitu frustasi, ia memikirkan


cara bagaimana meyakinkan Ara


 “susah sekali jelasin sama


cewek kalau lagi ngambek” batin Agra


Cup


Agra langsung membungkam bibir ara dengan bibirnya, **********


lembut, merasa tak mendapat penolakan, agra melanjutkannya dengan sangat rakus,


Ara yang mendapat serangan tiba-tiba hanya bisa pasrah


“sekarang giliran aku yang bicara, kamu harus Cuma boleh dengerin


kalau sampai bicara aku bakalan cium kamu lagi, mengerti” mendapat ancaman dari


suaminya Ara Cuma bisa diam dan mengangguk


“cinta aku tuh sudah kepentok sama setertaris aku, jadi aku lebih


milih cewek berkaca mata ini dari pada cewek super model,nggak mungkin aku


macam-macam..., kalau nggak percaya kamu bisa langsung tanya sama Rendi, biar


aku telpon dulu si Rendi ...”


Tanpa memberi kesempatan pada Ara protes, Rendi sudah mengangkat


panggilan Agra, agra menloundspeaker


“iya ada apa ?’ sahutan dari Rendi


‘lo tolong jelasin mengenai kejadian tadi, nih Ara juga denger,


cepetan ...” perintah Agra


Rendi pun tanpa banyak bicara langsung menceritakan semuanya, ia


sudah tahu perihal foto yang sudah terlanjur kerkirim ke rumah Ara, anak


buahnya tidak berhasil menghentikan paket itu


Setelah selesai Rendi menjelaskan, Agra pun segera mematikan


telponnya sepihak


“ gimana sekarang kamu percaya kan sama aku? Aku tuh udah cinta


mati sama kamu, jadi jangan mikir macam-macam, sampai kapan pun aku nggak akan


pernah nglepasin kamu apa lagi sampek ninggalin kamu”


“beneran ...?”


Cup


Lagi-lagi agra langsung mencium bibir ara tanpa permisi membuat Ara


melayangkan protesnya


“kenapa aku di cium lagi?”


“karena kamu sudah buat jantungku hampir copot gara-gara tangisan


kamu, jangan lagi ..., aku ikut sakit liatnya”


***


BERSAMBUNG


maaf ya up nya agak telat dikiiiit ....


jangan lupa kasih upah ke aku dengan memberikan LIKE dan KOMENTAR kalian ya


kasih VOTE juga

__ADS_1


__ADS_2