My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Tantangan baru


__ADS_3

Setelah melihat kinerja Sagara dan Abimanyu, papa Agra pun memutuskan untuk memberi kuasa Sagara pada sebuah perusahan kecil yang sedang dalam masalah.


Mereka di beri tantangan untuk mengembangkan perusahaan itu tanpa campur tangan papa Agra atau oma Ratih.


Hari ini setelah pulang dari sekolah, Sagara dan Abimanyu segera menuju ke perusahaan yang di maksud papa Agra.


"Lo yakin ini perusahaannya?" tanya Gara saat sampai di depan gedung yang hanya dua lantai itu, tidak begitu besar dan cenderung kecil.


"Iya!" jawab Abimanyu singkat.


"Ini benar-benar kecil Bi, bukan cuma sedikit kecil!"


"Bukan hal yang jadi masalah kan, kalau kita gagal kita tidak akan terlalu malu karena kita masih anak-anak!"


"Tapi kita tidak boleh gagal!"


Abimanyu hanya mengedipkan kedua bahunya melihat semangat Sagara.


Dia tampak bersemangat, kedatangan mereka langsung di sambut oleh pemimpin cabang.


"Selamat datang di perusahan ini pak! Semoga pak Gara dan pak Abi betah di sini!"


"Terimakasih, tolong kumpulkan semua karyawan! Ada yang ingin saya bicarakan!"


"Baik pak!"


Pria itu segera meninggalkan ruangan Gara. Gara menoleh pada Abi meminta gambaran pekerjaannya nanti.


Abi memberikan semua gambaran langkah-langkah mereka kedepannya.


Tidak berapa lama, para karyawan pun berkumpul di ruangan itu. Sagara segera berdiri menyambut kedatangan mereka.


"Kenalkan saya Sagara dan ini asisten saya Abimanyu. Saya perwakilan dari kantor pusat. Untuk kedepannya kami mohon kerjasama dari kalian semua!"


"Baik pak!" jawab mereka serentak, ada beberapa dari mereka meragukan kemampuan Sagara karena jelas Sagara dan Abimanyu masih anak-anak. Sedangkan mereka sudah tuan bahkan usianya lebih tua dari orang tua mereka.


Sagara pun menjelaskan langkah-langkah selanjutnya untuk memajukan perusahaan yang hampir kolep itu.


"Baiklah kalian boleh keluar, hari ini kita harus mulai kerja ekstra!"


"Baik pak!"


Mereka kembali ke tempatnya masing-masing, melakukan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang koordinasi kan oleh Sagara.


"Siapa saja yang mengambil kain dari sini?" tanya Sagara.


Perusahaan barunya itu memang berkecimpung di dunia tekstil. Ini adalah hal yang sangat baru, perusahaan ini adalah perusahaan yang di ambil dari hasil lelang dan di menangkan oleh finityGroup. Sebenarnya prospek nya sangat bagus tapi pemegang sebelumnya tidak bisa mengelola dengan baik sehingga banyak hutang dan pihak bank harus melelangnya.


Abimanyu pun menyerahkan daftar beberapa toko dan butik yang memang mengambil kain dari perusahaan mereka.


Mereka memang memproduksi kain sendiri, dan hasil produksi kainnya bagus dan berkualitas. Hanya saja kurang dalam pemasarannya.


Sebelumnya Abimanyu dan Sagara sempat mengunjungi tempat produksi dan melihat hasil kainnya, tidak kalah dengan produk buatan luar negri. Tidak heran jika beberapa desainer memang menggunakan kain dari tempatnya untuk membuat baju. Selain memang kualitasnya yang bagus, kain yang di buat memang bermotif kain tradisional. Dan akhir-akhir ini kain motif tradisional sedang banyak di minati.


"Apa langkah kita selanjutnya?" tanya Abimanyu setelah Sagara membaca daftar perusahan yang mengambil kain dari perusahaan itu.


"Cari butik yang paling ternama di daftar itu, kita harus melakukan kerjasama dengan pihak mereka! Kita bisa, meminta mereka mempromosikan kain kita!"


"Baiklah, saya akan mencari informasi nya!"


Abimanyu pun mencari semua informasi tentang beberapa butik dan ada satu butik yang memang sedang di minati oleh para muda mudi. Dan butik itu cukup terkenal.


"Baiklah, buat janji dengan pihaknya!"


"Baik pak!"

__ADS_1


Abimanyu pun menghubungi pihak butik dan meminta bertemu untuk melakukan kerja sama lebih lanjut.


"Mereka setuju untuk bertemu!"


"Baiklah kapan?"


"Sekarang juga bisa!"


"Begini saja deh, kamu tetap di perusahaan untuk mengawasi pekerjaan di sini dan aku yang akan ke tempat itu untuk melakukan kerja sama!"


"Baiklah!"


Sagara pun memutuskan untuk pergi sendiri ke perusahaan itu. Waktunya tidak banyak hanya sampai satu bulan ke depan dan dia harus bisa membuktikan jika mampu untuk membangun perusahaan itu setidaknya sampai stabil.


Dan saat ia lulus, mungkin dia harus pergi ke luar negri untuk melanjutkan pendidikannya.


Akhirnya Sagara sampai juga di depan sebuah butik yang cukup besar.


Kedatangannya langsung di sambut oleh karyawan butik. Dan diantarkan menemui pemilik butik.


Hal yang paling membuatnya heran adalah begitu mudahnya pemilik butik itu setuju untuk melakukan kerja sama padahal dia tahu bagaimana keadaan perusahaan yang sedang ia pegang.


"Selamat datang, silahkan duduk!"


Seorang wanita cantik menyambut ke datangannya, sepertinya dialah pemilik butik. Cantik dan elegan.


"Terimakasih!"


"Benarkah ini dengan Sagara?"


"Iya nyonya!"


"Sudah ku duga, bagaimana apa yang bisa saya bantu?"


"Baiklah saya setuju, tapi ada syaratnya!"


"Apa itu nyonya?"


"Saya mau kamu yang jadi model cowoknya! Kamu masih remaja kan?"


"Tapi saya tidak punya pengalaman menjadi model nyonya!"


"Itu tidak masalah, nanti kamu akan saya pasangkan dengan model andalan saya! Dia akan membantumu!"


"Baiklah, apa ada syarat lain?"


"Untuk sementara, itu saja dan kita bisa mulai pemotretan minggu depan, bagaimana?"


"Apa tidak bisa di percepat, misalnya besok?"


"Saya suka dengan pemikiran kamu! Tapi untuk membuat satu desain baju butuh waktu setidaknya dua hari!"


"Bukankah nyonya sudah memakai kain dari perusahaan kami sebelumnya? Bagaimana kalau pakai yang itu saja?"


"Begitu ya? Baiklah sambil menunggu desain yang baru kita gunakan yang lama!"


Mereka pun akhirnya menyetujui kerja sama itu dengan cepat.


Sagara segera kembali ke perusahaanya, kedatangannya langsung di sambut oleh Abimanyu. Dia begitu penasaran dengan hasilnya.


"Bagaimana?"


"Berhasil, tanpa perdebatan!"


"Meeka tahu bagaimana kondisi perusahaan kita?"

__ADS_1


"Tahu!"


Kok bisa? Aneh ...., sepertinya ada hal lain yang tidak aku ketahui, batin Abimanyu. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan mau bekerja sama dengan begitu mudahnya dengan perusahaan yang hampir bangkrut kalau tidak ada hal lain.


"Sudah jangan pikir macam-macam, anggap saja ini sebagai keberuntungan untuk pekerjaan pertama kita!"


"Terserahlah ....!"


Tapi entah kenapa Abimanyu masih merasa heran dengan kerjasama yang langsung di setujui itu. Seharusnya mereka harus melakukan negosiasi hingga beberapa kali sampai benar-benar di sepakati.


Apalagi dari surat perjanjian yang dia baca, sebagian besar menguntungkan perusahaan mereka sedangkan untuk pihak butik, mereka akan untung jika proyek ini berhasil jika sampai gagal mereka akan mengalami kerugian karena sudah menyewa model dan sebagainya.


...**"**...


Di tempat lain, Ariel sedang sibuk membantu papa Jerry restoran. Hari ini tamu sedikit lebih ramai, Ariel memakai pakaian yang sam dengan pelayan lainnya.


Tiba-tiba ponselnya berdering membuat Ariel menghentikan kegiatannya. Ia segera merogoh saku depannya dan mengambil benda pipih itu, melihat siapa yang mengiriminya pesan.


"Mama!" gumamnya.


Ariel pun segera membuka pesan itu.


//Besok ke butik mama, mama butuh kamu buat jadi model mama//


Ariel kembali menyakukan ponsel nya.


Hehhh


Ia menghela nafas dan duduk di kursi kosong yang ada di sampingnya.


"Kenapa sayang mukanya di tekuk begitu?" tanya seseorang membuatnya menoleh ke sumber suara.


"Papa!"


Papa Jerry pun ikut duduk di depannya.


"Ada apa? Cerita sama papa!"


"Mama pa!"


"Kenapa lagi mama kamu?"


Saat akan menceritakan semuanya. Tiba-tiba Ariel teringat terakhir kali bagaimana papanya membelanya dan bicara pada mamanya agar ia tidak memaksa dirinya menjadi model. Tapi malah terjadi pertengkaran hebat, walaupun papa Jerry tidak pernah cerita tapi Ariel tanpa sengaja menyaksikan pertengkaran mereka.


"Bukan hal besar sih pa, mama cuma minta Ariel buat datang ke butik katanya kangen!"


"Benarkah seperti itu?" jelas papa Jerry tidak percaya. Tidak mungkin mamanya mengatakan hal itu.


"Iya pa! ya udah besok Ariel pulang telat ya pa! Papa ke rumah sakit sendiri nggak pa pa kan pa?"


"Iya sayang, jangan terus khawatirkan papa seperti itu, papa tidak pa pa, serius! Doker itu saja yang berlebihan!"


"Papa ihhh, jangan bandel deh!"


Papa Jerry malah tertawa mendengar ucapan putrinya itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy Reading đŸ„°đŸ„°đŸ„°đŸ„°

__ADS_1


__ADS_2