My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 70


__ADS_3

Pagi ini di kamar itu Ara menggulung tubuhnya ke dalam selimut, ia


merasa malas untuk bangun, ia terus mengacak rambutnya sendiri, meratapi


kebodohanya


“apa kau benar-benar tidak mau bangun?” tanya agra yang sudah siap


dengan kemejanya, sudah rapi hendak ke kantor, tapi Ara masih dengan sangat


malas untuk beranjak dari atas tempat tidur



“aku harus bagaimana?” Ara malah balik bertanya, ternyata ucapan


Agra tadi malam masih mengganggu pikirannya


“bangunlah ...., kita sarapan” Agra memberi perintah pada istrinya


“kau harus membantuku jika aku kena hukuman” Ara benar-benar merasa


cemas memikirkan hukuman yang akan di terimanya


“aku harus ke kantor ...”


“kau menyebalkan sekali, kau tak setia kawan, kau kan ikut


memakannya ....” Ara mengerucutkan bibirnya karena kesal


“tidak pa pa ..., tapi aku setia istri ...” Agra berkata sambil


mendekatkan wajahnya ke wajah Ara dengan sebelah tangannya di jadikan tumpuan


untuk menyangga tubuhnya dan mencubit hidung Ara


“ihhhh ......” Ara memukul dada Agra “ kau menyebalkan sekali”


“augggh...., kau galak sekali ...” Agra pura-pura mengaduh sakit


“siapa suruh menggodaku”


“kau yang menggodaku, awas saja kalau aku hitung sampai tiga kau


tak juga bangun maka aku akam memakanmu lagi, kita lanjutkan yang tadi malam”


“hahhhh ....” Ara terbelalak mendengar ancaman suaminya, ia paham


apa yang di maksud dengan memakan


“mulai sekarang ...., sat...” belum sempat Agra melanjutkan ara


sudah lebi dulu lari terbirit ke kamar mandi


“aku mandi ....”


‘baguslah ...., aku akan menunggumu” teriak agra saat Ara sudah


memasuki kamar mandi


‘dia sungguh menggemaskan” gumam Agra sambil merapikan dasinya


Setelah Ara selesai mandi, Agra segera mengajak Ara untu turun sarapan


bersama, di meja makan sudah terlihat Ratih, Salma dan juga Rendi


“selamat pagi ibu”


“selamat pagi  paman”


“selamat pagi pak Rendi”


seperti biasa Ara menyapa mereka semua baru akan duduk di kursinya


“selamat pagi ibu..., paman ...” Agra juga menyapa sebelum duduk


“ selamat pagi nona, tuan muda ...” Salman dan Rendi berdiri


menyambut Agra dan Ara


Setelah basa basi itu, mereka sarapan dengan sangat hikmat..., tak


ada yang berkeinginan untuk membuka suara


“nyonya kami menemukannya” Bi anna datang dari belakang


memnghampiri mereka yang sedang sarapan, Ratih segera melihat yang di bawa bi


Anna , Begitu juga dengan semua yang ada di ruangan itu

__ADS_1


“astaga ...., mati aku ....” batin Ara, sambil menggigit bibir


bawahnya untuk mengurangi rasa cemasnya


, seketika wajah Ara berubah pias, jantungnya berdetak lebih cepat


, keringat dingin sudah keluar tanpa ijin, tangannya yang memegang sendok


sedikit terlihat bergetar. Ia segera melepaskan sendoknya dan menyembunyikan


tangannya yang bergetar di balik meja supaya tidak ada yang menyadarinya


“apa yang kau lakukan?” Ratih menatap Ara tajam, dan Ara hanya bisa


menunduk, Agra yang melihatnya langsung menggengam tangan Ara memberi kekuatan


“itu milikku ibu, aku yang menyuruhnya membuatkannya untukku” agra


mencoba membela


“buang semuanya” Ratih menyuruh bi Anna membuang beberapa bungkus


mie instan itu


“baik nyonya” bi Anna segera undur diri


“kau tahu apa kesalahanmu?” Ratih masih belum beralih dari menatap


Ara


‘aku tahu ibu” Ara berucap gemetar


“karena kau telah melanggar aturan rumah ini, jadi kau harus


menjalani hukumanmu”


“baik ibu ...” Ara masih terus menunduk sambil menggigit bibir


bawahnya


“kau tahu kau sedang hamil, makan makanan yang tak seharusnya akan


membahayakan janinmu”


“maafkan aku ibu”


ingat semua makanan harus kau makan sesuai yang di berikan bi Anna”


“astaga ...., ini tidak masuk akal ...., aku hanya akan mendekam di


dalam kamar...., seharian ....., aku mau menangis ....” batinAra


“kau sanggup?”


“baik ibu ...” Ara menatap Agra sekilas, melihat pria itu


tersenyum  jahil


“baiklah ibu, aku harus segera berangkat, mungkin aku akan kembali


cepat pada jam makan siang ...” ucap Agra sambil tetap tersenyum jail pada Ara


“astaga ...., apa yang dia pikirkan, menakutkan ...” gumam Ara


Setelah Agra dan Rendi meninggalkan ruang makan, Ratih kembali


menatap Ara


“masuklah ke kamarmu, hukuman di mulai dari sekarang” Ara hanya


bisa mengangguk pasrah dan segera berdiri dari duduknya


“permisi ibu, permisi paman” Ara segera meninggalkan meja makan dan


berlalu naik ke tangga menuju ke dalam kamar, walaupun kamar itu tidak di kunci


jelas ia tidak bisa keluar karena ada CCTV di setiap sudut ruangan


***


kini hubungan Agra dan Ara sudah masuk ke jenjang selanjutnya,


hubungan mereka sudah menjadi hubungan layaknya suami istri yang sesungguhnya,


Ara berusaha menjadi istri yang baik untuk suaminya


Agra memanfaatkan hukuman yang di berikan pada ibunya, ia pulang di


jam makan siang

__ADS_1


“kok sudah pulang?” ara menyambut kepulangan suaminya dengan penuh


keheranan, bercampur senang karena pikirnya ia tidak akan bosan karena ada yang


menemaninya di dalam kamar


Cup


Sebuah kecupan mendarat di keningnya


“kau bilang tadi pagi ingin aku membantumu menjalankan hukumanmu,


kau ini gimana?” jawab agra sambil menakup nkedua pipi Ara gemas


“maksudnya......, kau akan mengajakku keluar?” tapi Agra malah


menggeleng


“lalu apa?”Ara bertanya dengan sangat penasaran


“aku akan menemanimu sayang ....”Agra mencakup kedua pipi Ara gemas


“ciihhhh..., apa bedanya ada kamu atau tidak, tetap saja nggak bisa


keluar” gerutu Ara


“aku merindukanmu sayang,  jauh darimu benar-benar menyiksaku”


Agra pun meraih pinggang istrinya dan menciumi terngkuk istrinya,


seakan aroma tubuh istrinya adalah oksigen yang harus ia hirup setiap hari,


rasa sayangnya semakin hari semakin besar


“aughhh..., sekarang jadi pinter gombal ya” Ara melenguh karena  sudah merasa geli berusaha melepaskan pelukan


Agra


“aku nggak gombal sayang, aku sepertinya nggak sanggup sehari saja


tanpa kamu”


 tapi pelukan agra malah


semakin erat, seakan tak mau lepas


“sudah lepaskan sayang, biar aku siapkan air untukmu, bau tahu ...”


“iya deh sayang ku” Agra pun menyerah dan membiarkan Ara ke kamar


mandi,


tapi jangan di tanya kalau tidak jail bukan Agra namanya, sikap


dingin yang sering di tunjukkan dulu pada Ara seakan memudar dengan sendirinya


di ganti dengan sikap manja


Agra malah mengikuti Ara masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci


pintunya, tentu saja Ara sangat terkejut karena pelukan Agra dari belakan


sambil membisikkan kata-kata mesra di telinganya


“mandi bareng yuk sayang ...” seketika Ara seakan kehilangan


kekuatannya hanya untuk menopang berat tubuhnya,


“kau mengerjaiku ...”


mandi yang harusnya hanya butuh waktu 15 menit, kini harus lebih


lama 1 jam barus mereka keluar dari kamar mandi


setelah acara mandi, Agra dan Ara duduk di atas tempat tidur dengan


Agra yang tidur dan menggunakan pangkuan Ara sebagai bantal kepalanya


“apa pak Rendi tidak pa pa di tinggal sendiri?”


“dia sudah biasa bekerja sendiri, jangan khawatirkan dia”


“### kau kejam sekali ....”


jangan lupa kasih dukungan pada author ya dengan memberikan like dan komentarnya


kasih vote juga ya


hari ini aku kasih dua episode sekaligus looooooohhhhh

__ADS_1


__ADS_2