
Setelah kejadian malam itu, setiap hari Agra seperti sengaja
menjauhi Ara,
Agra menjadi jarang pulang, beberapa hari ini Agra tak juga mau bicara pada Ara, ia terus
mendiamkan Ara,
ia pulang lebih malam dari biasanya dan akan berangkat lebih
pagi sebelum Ara bangun
Kalaupun mereka bertemu, tak ada yang keluar sepatah katapun dari
Agra, jika tiba weekend, Agra lebih memilih menghabiskan waktunya bersama
teman-temannya,
Seperti Malam ini, Agra sepulang dari kantor tak langsung pulang ke
rumah, ia lebih memilih menuju ke apartemen Dokter Frans sahabatnya
"apa bapak akan langsung pulang?" tanya Rendi
"aku bawa mobilku sendiri, kamu pulang dulu ...."
"apakah ada yang ingin anda kerjakan terlebih dahulu?"
"tidak ...., biarkan aku sendiri, mana kuncinya?" mau tak mau Rendi pun pasrah ia memberikan kunci mobil pada Agra
Agra segera memasuki mobilnya tanpa Rendi, setelah mobil meninggalkan Rendi . Rendi pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"hallo tuan"
"ikuti mobil pak agra, pastikan dia aman"
"baik tuan"
Rendi kembali menutup telponnya, ia terus memandangi kepergian Agra hingga bayangannya tak terlihat lagi
"sebenarnya apa yang membuatmu begitu sulit untuk jujur, aku tahu kau mencintainya, tapi kau pura-pura tidak menyadarinya"
***
Rendi sampai di apartemen dokter Frans, pengawal yang mengikutinya hanya berhenti sampai di dasar gedung, karena mereka sudah tahu ke mana Agra dan menghubungi Rendi kembali
"dimana dia?" tanya Rendi
"tuan muda menuju ke apartemen dokter Frans , tuan"
"baiklah ..., kalian boleh pergi, kembali lagi besok pagi saja"
"baik tuan"
***
“bro ngapain malam-malam
kesini? , sana ajak kakak ipar ngedate
atau apa lah’’ cerocos Frans karena tiba-tiba Agra datang ke apartemennya
dengan masih lengkap mengenakan pakaian kerjanya
“gue pinjam baju lo ...” Agra seakan tak peduli dengan ucapan
temannya , ia langsung masuk ke dalam kamar Frans dan menggunakan kamar
mandinya
Tak berapa lama ia sudah keluar dengan memakai baju Frans, dan
sudah terlihat lebih segar, dan segera menghampiri sahabatnya yang sedang
menonton tv
“gue butuh penyegaran ...” Agra sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa
__ADS_1
“lo punya masalah apa? Sama nyokap apa sama kakak ipar?” selidik
Frans
“sudah jangan banyak tanya.....,gue pusing” agra memejamkan mata
sambil memegang kepalanya yang di sandarkan di sandaran kursi
“trus apa gunanya lo datang ke sini, kalau nggak mau cerita” dokter
Frans sedikit kesal dengan tingkah Agra
“Ara ketemuan sama Rendi diam-diam” Agra pun mulai buka suara
sambil sedikit mendesah
“Rendi ...?” dokter Frans kembali memperjelas takut salah dengar
“iya .....”
“lo cemburu .....?”
“nggak tahu, tapi yang jelas aku tidak suka melihat itu”
“tapi dia Rendi bro..., sahabat kita .....?”
“aku tahu ...., tapi kan kamu juga tahu jika Rendi suka sama Ara
sejak dulu”
“jadi sekarang kau mempermasalahkan hal itu? Kemana aja selama ini,
kalau udah mau di ambil orang baru nyadar ...”
“gue nggak tahu ....., tapi gue nggak rela aja, apa yang menjadi
milikku di ambil orang lain”
“jadi lo marahan sama Rendi apa kakak ipar ?” tanya dokter Frans
“gue nggak tahu ....., awalnya gue mendiamkan Ara karena dia bicara tentang cerai padaku, tapi dia malah
temui, kenapa harus Rendi?”
“mungkin Rendi tempat bersandar yang paling nyaman” dokter Frans malah semakin memanasi,
berharap Agra dapat segera menyadari perasaannya
“kau ini ......, bisa tidak , tidak membuatku semakin kesal .....,
menyebalkan ...” Agra malah melempar bantal pada dokter Frans
“ok ok sorry ....., lalu apa yang membuat kakak ipar minta cerai?” jawab
Frans panjang lebar
“dia memintaku kembali pada Viona, mungkin itu hanya sebuah alasan
supaya bisa bebas dariku”
“ lo belum bisa move on ma mantan ..., sakiiiiit tau ..., kakak ipar pasti sekarang lagi nangis bombay”
Frans mengoda Agra
“apa menurut lo Rendi akan mengambil Ara...?”
“jika lo berfikir seperti itu, berarti lo belum benar-benar
mengenal Rendi, dia sahabat kita men” jelas Frans mencoba menengahi agar Agra
tak terlalu membenci Rendi, walaupun ia juga tahu jika Rendi juga mencintai
Ara, tapi Agra adalah yang utama dalam hidup Rendi
“entahlah ...., aku tak yakin ...”
“sebenernya lo cinta nggak sih sama kakak ipar?” tanya Frans
__ADS_1
“emang itu perlu, gue udah nikah ...”
“lo nggak bisa egois kayak gitu ...”
“maksudnya?”
“ya lo harus bisa jaga perasaan istri lo kan, apalagi istri lo
sedang hamil, tuh anak ..., anak lo ...”
“ah ... gue tambah pusing ..., gue mau tidur ...” agra pun beranjak
dari duduknya dan meninggalkan sahabatnya yang masih belum selesai bicara
‘dasar ...., emang kalau udah urusan sama hati ..., bikin pusing
saja” gumam Frans saat melihat Agra sudah menghilang di balik pintu kamarnya
Sepanjang malam Agra terus memikirkan omongan Frans
“apa mungkin aku mencintainya? “
“sebenarnya apa yang aku lakukan apa sebuah cinta yang baru atau
menginginkan dia kembali?”
“aku bahkan tidak dapat menjelaskan perasaan macam apa yang aku
rasakan sekarang ini”
“aku harus memastikan ..., aku harus menghindarinya ..., setidaknya
itu yang dapat aku lakukan, tapi kenapa bayangannya selalu hadir di pelupuk
mata?”
***
sedangkan Ara hanya bisa menghabiskan hari-harinya hanya dengan
menangis dan duduk termenung,
“terlalu banyak luka di hati, sampai rasanya aku tak punya ruang
lagi untuk merasakan luka ini”
“aku hanya ingin cinta yang sederhana, cinta yang tanpa batas rasa
sayang, aku ingin kau menetap jangan hanya sebatas menemani”
“apa permintaanku terlalu banyak?”
“hey angin malam ...., apakah ada rindu untukku malam ini ? tolong
sampaikan aku merindukannya ....”
Ara hanya bersedih dalam diam, tak ada yang bisa ia lakukan, tapi
tak ada yang menyadarinyaa, semua orang di rumah melihat wajah pucat Ara
dianggap bawaan kehamilan
*
*
*
*
*
*
*
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA
__ADS_1
DAN LAGI DI TAMBAH VOTE NYA YANG BANYAK
BIAR AUTHORNYA TAMBAH SEMANGAT .....