My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 69


__ADS_3

Dalam dua hari ini Agra pulang larut malam karena harus


menyelesaikan kekacauan yang terjadi di kantor


Ara di buat bosan karena sepanjang hari ia hanya mendapatkan pesan


saja dari suaminya tanpa bisa melihat wajahnya


Malam ini Ara sengaja tak tidur awal karena ingin menyambut


suaminya, ia sudah mendapat kabar jika masalahnya di kantor sudah selesai, ia


menyiapkan kejutan untuk Agra


“sayang aku pulang ....”


Agra membuka pintu kamar dan  masuk ke dalam kamar , tapi malah mendapati


lampu kamar yang mati, tak ada penerangan sedikit pun di dalam, padahal di


semua ruangan lampu menyala


“ra ....”


“ Ara .....” Agra menggil nama istrinya, wajahnya sudah berubah


cemas


“ aku pulang, apa kau di dalam?” Agra melepas dan menaruh jasnya di


sembarang tempat


“ Kenapa lampunya mati?” Agra merayap mencari keberadaan tombol


lampu di dinding, ia biasanya hanya menekan tombol remot untuk menyalakan lampu


jadi tidak terlalu hafal letak tombol lampu di dinding


“Kau baik-baik saja” berbagai pemikirang muncul tanpa di undang, ia


sampai memikirkan hal yang paling buruk


“ra ...., ini tidak lucu ya ....” agra sudah di landa kecemasan,


bayangan buruk masa lalu saling bermunculan, kepergian orang-orang terdekatnya


“Ara ....” Agra sudah benar-benar panik, membuatnya semakin


mengeraskan suaranya


Tapi tiba-tiba cahaya lilin muncul di tengah ruangan, menampakkan


wajah senyum Ara


“surprise .....”


Agra langsung berlari menuju ke arah Ara saat matanya sudah


menemukan cahaya,  ia menarik tubuh Ara


kedalam pelukannya, memeluknya dengan sangat erat


 Ara hanya bisa diam dalam


pelukan Agra


“jangan lakuin ini lagi, kau membuatku cemas” ucap Agra lirih dan


tak berniat melepaskan pelukannya


“aku Cuma memberi kejutan saja” Ara pun hanya menjawab polos,


karena tak tahu apa yang sedang di pikirkan suaminya


“aku tidak akan membiarkanmu pergi” bayangan kehilangan ayahnya

__ADS_1


kembali muncul, kejadian buruk dua puluh tahun lalu kembali hadir saat


membayangkan hal-hal buruk terjadi pada istrinya


“aku tidak akan pergi, kau ini ...., jangan berlebihan aku


baik-baik saja”  mendengarkan ucapan Ara,


Agra pun segera melepaskan pelukannya dan menatap Ara


“kenapa kau tetap cerewet sih, kau sudah membuat jantungku hampir


terlepas dari tempatnya dan sekarang kau masih bawel begini”


“maaf....., aku btak bermaksud....” ucapan Ara mengantung saat


Cup


Tiba-tiba sebuah kecupan di bibir Ara membuatnya diam tak


melanjutkan lagi ucapannya


“diam dan dengarkan aku” Agra masih tetap dengan tatapannya setelah


menjauhkan bibirnya dari bibir Ara, dan ara hanya mengangguk


“bertemu denganmu adalah takdir, menjadikan pasanganku adalah


anugrah, dan mencintaimu adalah kebahagiaan untuku, kamu adalah hal terindah


yang pernah aku miliki, berjanjilah padaku jangan pernah menyerah untuk


mendampingiku”


Mendengarkan ucapan Agra yang tak seperti biasanya, Ara bukannya


menjawab ia malah menumpahkan air matanya,


“jangan menangis....” Agra mengusap air mata yang meleleh di kedua


pipi Ara


hatiku rasanya kurang lengkap ..., bisakah kau tetap mencintaiku selamanya?”


Ara begitu terharu dengan ucapan Agra


“setiap hari saat bersama dirimu menyadarkanku pada satu hal”


“apa itu?” tanya Ara


“bahwa aku begitu beruntung telah menjalani kehidupan bersamamu”


“benarkah ...” Ara melengkungkan senyumnya, jantungnya rasanya


belum terbiasa dengan keadaan seperti ini, dia bekerja lebih keras saat bersama


Agra


“kau tak percaya ..., bahkan jika aku harus memilih di pilihan yang


tersulit pun aku akan tetap memilih bersamamu”


Cup


Sekarang giliran Ara yang mengecup bibir agra walaupun harus


berjinjit untuk menjangkau bibir suaminya


“jangan katakan lagi, aku sudah tahu ....” ucap Ara setelah


menjauhkan bibirnya dari bibir Agra


“benarkah ....?”


“ya ..., makanya aku menyiapkan semua ini” ara menunjuk ke arah

__ADS_1


meja, sebuah cedli light dinner romantis di dalam kamar


‘kau yang menyiapkan semuanya?”


“tentu saja ...”


“tapi aku ragu ...”


‘cehhh ....., menyebalkan, kau memang tak bisa romantis” Ara


mengerucutkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di atas perut


“ tapi aku suka kejutannya, mari makan, aku sudah lapar” Agra tak


mau membuat istrinya merajut, ia pun segera menarik tangan Ara dan mendudukkan


di salah satu kursi kemudian dia ikut duduk di kursi yang lain


Mereka makan malam romantis berdua di dalam kamar yang sudah di


sulap dengan nuansa candle light dinner



“ada mie instan?” tanya Agra saat melihat mie instan di salah satu


mangkuk


“ya ..., aku hebatkan....? aku mengelabuhi bi Anna ....” Ara


membanggakan diri


“bagaimana bisa ...?” Agra begitu penasaran, bagaimana bisa makanan


yang di larang di rumah itu bisa masuk


“aku menyuruh bi Anna membelikan sesuatu di luar, dan aku dengan


cepat merebusnya dan membawanya masuk ke dalam kamar sebelum bi anna kembali


...” Ara dengan semangat menceritakan apa yang sudah dia lakukan


‘tapi apa kau lupa kalau di seluruh tempat ini terpasang CCTV?”


Agra sedikit mengingatkan istrinya dengan wajah sedikit di buat cemas padahal


sebenarnya sedang menahan senyum agar tak terlihat oleh Ara, ia begitu senang


saat melihat wajah Ara yang begitu menggemaskan


“astaga ...., aku melupakannya, aku pasti kena marah ...”


“kita lihat saja, jika besok pagi tak ada pemeriksaan di kamar ini,


berarti kau aman” Agra semakin menambahkan kehawatiran pada Ara



“kau menakutiku ....”


“aku bicara sebenranya” dengan menahan senyum Agra tetap menggoda


istrinya


“lalu apa hukuman yang akan aku terima ya ...” Ara benar-benar


kepikiran dengan yang di ucapkan Agra


“lihat saja besok”  agra


menyelesaikan makannya dan beranjak meninggalkan meja makan


“kau mau ke mana?”


“mau mandi, kenapa? Mau ikut?”

__ADS_1


“### cihhh..., menyebalkan sekali ...”


jangan lupa kasih like dan komentar ya buat author biar tambah semangat nulisnya


__ADS_2