
Dalam dua hari ini Agra pulang larut malam karena harus
menyelesaikan kekacauan yang terjadi di kantor
Ara di buat bosan karena sepanjang hari ia hanya mendapatkan pesan
saja dari suaminya tanpa bisa melihat wajahnya
Malam ini Ara sengaja tak tidur awal karena ingin menyambut
suaminya, ia sudah mendapat kabar jika masalahnya di kantor sudah selesai, ia
menyiapkan kejutan untuk Agra
“sayang aku pulang ....”
Agra membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar , tapi malah mendapati
lampu kamar yang mati, tak ada penerangan sedikit pun di dalam, padahal di
semua ruangan lampu menyala
“ra ....”
“ Ara .....” Agra menggil nama istrinya, wajahnya sudah berubah
cemas
“ aku pulang, apa kau di dalam?” Agra melepas dan menaruh jasnya di
sembarang tempat
“ Kenapa lampunya mati?” Agra merayap mencari keberadaan tombol
lampu di dinding, ia biasanya hanya menekan tombol remot untuk menyalakan lampu
jadi tidak terlalu hafal letak tombol lampu di dinding
“Kau baik-baik saja” berbagai pemikirang muncul tanpa di undang, ia
sampai memikirkan hal yang paling buruk
“ra ...., ini tidak lucu ya ....” agra sudah di landa kecemasan,
bayangan buruk masa lalu saling bermunculan, kepergian orang-orang terdekatnya
“Ara ....” Agra sudah benar-benar panik, membuatnya semakin
mengeraskan suaranya
Tapi tiba-tiba cahaya lilin muncul di tengah ruangan, menampakkan
wajah senyum Ara
“surprise .....”
Agra langsung berlari menuju ke arah Ara saat matanya sudah
menemukan cahaya, ia menarik tubuh Ara
kedalam pelukannya, memeluknya dengan sangat erat
Ara hanya bisa diam dalam
pelukan Agra
“jangan lakuin ini lagi, kau membuatku cemas” ucap Agra lirih dan
tak berniat melepaskan pelukannya
“aku Cuma memberi kejutan saja” Ara pun hanya menjawab polos,
karena tak tahu apa yang sedang di pikirkan suaminya
“aku tidak akan membiarkanmu pergi” bayangan kehilangan ayahnya
__ADS_1
kembali muncul, kejadian buruk dua puluh tahun lalu kembali hadir saat
membayangkan hal-hal buruk terjadi pada istrinya
“aku tidak akan pergi, kau ini ...., jangan berlebihan aku
baik-baik saja” mendengarkan ucapan Ara,
Agra pun segera melepaskan pelukannya dan menatap Ara
“kenapa kau tetap cerewet sih, kau sudah membuat jantungku hampir
terlepas dari tempatnya dan sekarang kau masih bawel begini”
“maaf....., aku btak bermaksud....” ucapan Ara mengantung saat
Cup
Tiba-tiba sebuah kecupan di bibir Ara membuatnya diam tak
melanjutkan lagi ucapannya
“diam dan dengarkan aku” Agra masih tetap dengan tatapannya setelah
menjauhkan bibirnya dari bibir Ara, dan ara hanya mengangguk
“bertemu denganmu adalah takdir, menjadikan pasanganku adalah
anugrah, dan mencintaimu adalah kebahagiaan untuku, kamu adalah hal terindah
yang pernah aku miliki, berjanjilah padaku jangan pernah menyerah untuk
mendampingiku”
Mendengarkan ucapan Agra yang tak seperti biasanya, Ara bukannya
menjawab ia malah menumpahkan air matanya,
“jangan menangis....” Agra mengusap air mata yang meleleh di kedua
pipi Ara
hatiku rasanya kurang lengkap ..., bisakah kau tetap mencintaiku selamanya?”
Ara begitu terharu dengan ucapan Agra
“setiap hari saat bersama dirimu menyadarkanku pada satu hal”
“apa itu?” tanya Ara
“bahwa aku begitu beruntung telah menjalani kehidupan bersamamu”
“benarkah ...” Ara melengkungkan senyumnya, jantungnya rasanya
belum terbiasa dengan keadaan seperti ini, dia bekerja lebih keras saat bersama
Agra
“kau tak percaya ..., bahkan jika aku harus memilih di pilihan yang
tersulit pun aku akan tetap memilih bersamamu”
Cup
Sekarang giliran Ara yang mengecup bibir agra walaupun harus
berjinjit untuk menjangkau bibir suaminya
“jangan katakan lagi, aku sudah tahu ....” ucap Ara setelah
menjauhkan bibirnya dari bibir Agra
“benarkah ....?”
“ya ..., makanya aku menyiapkan semua ini” ara menunjuk ke arah
__ADS_1
meja, sebuah cedli light dinner romantis di dalam kamar
‘kau yang menyiapkan semuanya?”
“tentu saja ...”
“tapi aku ragu ...”
‘cehhh ....., menyebalkan, kau memang tak bisa romantis” Ara
mengerucutkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di atas perut
“ tapi aku suka kejutannya, mari makan, aku sudah lapar” Agra tak
mau membuat istrinya merajut, ia pun segera menarik tangan Ara dan mendudukkan
di salah satu kursi kemudian dia ikut duduk di kursi yang lain
Mereka makan malam romantis berdua di dalam kamar yang sudah di
sulap dengan nuansa candle light dinner
“ada mie instan?” tanya Agra saat melihat mie instan di salah satu
mangkuk
“ya ..., aku hebatkan....? aku mengelabuhi bi Anna ....” Ara
membanggakan diri
“bagaimana bisa ...?” Agra begitu penasaran, bagaimana bisa makanan
yang di larang di rumah itu bisa masuk
“aku menyuruh bi Anna membelikan sesuatu di luar, dan aku dengan
cepat merebusnya dan membawanya masuk ke dalam kamar sebelum bi anna kembali
...” Ara dengan semangat menceritakan apa yang sudah dia lakukan
‘tapi apa kau lupa kalau di seluruh tempat ini terpasang CCTV?”
Agra sedikit mengingatkan istrinya dengan wajah sedikit di buat cemas padahal
sebenarnya sedang menahan senyum agar tak terlihat oleh Ara, ia begitu senang
saat melihat wajah Ara yang begitu menggemaskan
“astaga ...., aku melupakannya, aku pasti kena marah ...”
“kita lihat saja, jika besok pagi tak ada pemeriksaan di kamar ini,
berarti kau aman” Agra semakin menambahkan kehawatiran pada Ara
“kau menakutiku ....”
“aku bicara sebenranya” dengan menahan senyum Agra tetap menggoda
istrinya
“lalu apa hukuman yang akan aku terima ya ...” Ara benar-benar
kepikiran dengan yang di ucapkan Agra
“lihat saja besok” agra
menyelesaikan makannya dan beranjak meninggalkan meja makan
“kau mau ke mana?”
“mau mandi, kenapa? Mau ikut?”
__ADS_1
“### cihhh..., menyebalkan sekali ...”
jangan lupa kasih like dan komentar ya buat author biar tambah semangat nulisnya