
Kini usaha Agra dan Ara semakin hari
semakin maju saja,semakin banyak pelanggan yang berdatangan, pelanggan baru
maupun pelanggan lama, tempat yang semula hanya di jadikan toko kue kini sudah
menjelma menjadi kafe
Bahkan Agra memperluas area dengan menyewa dua ruko di sebelahnya
juga, satu ruko ia gunakan sebagai kantor marketing dan dua lainnya dia gunakan
sebagai kafe dan toko kue
Perut Ara juga mulai terlihat walaupun belum besar. Karena
kandungannya sudah menginjak usia 15 minggu, apa lagi ia mengandung anak kembar
“sayang ...” Agra yang baru datang dari bertemu klien segera
memeluk Ara dari belakan, tangan kekarnya melingkar sempurna di perut Ara
“bby ...., engap” Ara yang perutnya sudah sedikit mengeras, sedikit
merasakan sakit saat Agra terlalu mengeratkan pelukannya
“kamu gemukan ya sayang ...” Agra yang menyadari perubahan di tubuh
Ara yang semakin berisi
“bukan akunya yang gemukan tapi babbynya yang udah besar bby...,
dua lagi ...”
“iya iya ....., aku tahu ....., kamu kan imut ....”
Ara hanya tersenyum menanggapi kemanjaan suaminya, Agra pun
membalik tubuh istrinya, ia mendekatkan bibirnya pada bibir istrinya, tapi
sayang sekali saat bibir itu saling menempel, teriakan seseorang membuat Agra
segera melepaskan ciumannya
“kakak ....” teriakan Nadin segera mengalihkan perhatian mereka,
Nadin sudah berdiri di ambang pintu
“ups ....., maaf ..., salah waktu ....” Nadin segera menutup
mulutnya yang salah tempat dan waktu untuk masuk
“Nadin .....” Ara melepaskan tangan Agra dari pinggangnya dan
mendekati Nadin
Agra hanya mendengus kesal karena acara mesra-mesraannya bersama
istrinya harus tertunda gara-gara ulah adik iparnya yang suka nyablak tak tau
tempat
“Ayah ke sini kak ...” ucap Nadin sambil memandangi Agra yang
terlihat kesal sambil mengatupkan kedua tangan memohon maaf pada kakak iparnya
“benarkah ..., mana dek ...” Ara begitu senang mendengar Ayahnya
datang, sehingga membuat mood Agra kembali lagi
“dimana?” Agra mendekati adik iparnya dan mengusap rambut Nadin
gemas
‘tuh di luar ...” Nadin menunjuk ke bawah, ke lantai satu yang
sekarang sudah di ubah menjadi kafe
Mereka bertiga pun segera menghampiri ayah mereka
“ayah ...” Ara pun segera berlari dan memeluk ayahnya
“sayang ..., jangan lari ...” teriak Agra yang masih berjalan di
__ADS_1
belakang Ara, ia begitu khawatir melihat tingkah Ara yang tetap nggak mau diam,
walaupun masih belum genap empat bulan tapi berutnya jelas terlihat sudah lima
bulan
“iya nak, jangan lari kasihan cucu ayah...., ayah merindukanmu nak
...” Roy tak kalah khawatir dengan tingkah putrinya
“ara juga ..., bukan Cuma cucu yah, tapi cucu-cucu ayah ....” Ara bergelayut manja di lengan kekar ayahnya
“benarkah ..., ayah senang ...” Roy begitu senang, ia mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang
Agra yang berjalan di belakang segera menghampiri mertuanya dan mencium punggung tangannya
“bagaimana kabar ayah?” tanya Agra setelah melepaskan tangannya
“ayah sehat seperti yang kalian liat ...” Roy meregangkan tangannya menunjukkan badannya yang segar bugar, tampak lebih muda dari usianya
“mari duduk yah, kita minum kopi bersama” Agra pun mengajak mertuanya untuk duduk di salah satu meja kafe
"mbak buatkan kopi dan beberapa cemilan ya ..." Ara menghampiri mbk Rini yang berada di balik meja
"baik mbk...." jawab mbk Rini dengan senyum ramahnya
"makasih ya mbak ...."
"mbak Ara nggak usah sungkan gitu ...."
"ya udah aku gabung sama ayah sama Agra dulu ya ...." pamit Ara
"siiiip ...." mbak Rini pun mengacungkan dua jempolnya, dan Ara pun kembali bergabung dengan suami, ayah dan adiknya
Mereka pun akhirnya menghabiskan waktu sorenya dengan mengobrol
santai dan bercandai bersama, rasanya sudah sangat lama obrolan seperti ini
tidak lagi mereka rasakan sebagai satu keluarga yang utuh
“ayah ...” Ara menatap ayahnya yang sedang berbincang dengan menantunya
“iya nak ....?” ayahnya menoleh, begitu juga dengan Agra ,
sedangkan Nadin sedang asik menggoda para pegawai Ara
keturunan kembar, lalu aku mengandung anak kembar, kok bisa yah ...?”
“oh iya ayah lupa belum pernah cerita ya ...” Nadin yang
mendengarkan ayahnya akan cerita hal yang serius , membuatnya segera
menghentikan kejahilannya dan duduk mendekati ayahnya
“apa yah ..?” Nadin benar-benar tak sabar mendengarkan cerita
ayahnya
“kau ini dek yang penasaran kakak, malah kamu yang kepo” keluh Ara,
dan Agra pun hanya tersenyum melihat pemandangan yang begitu ia rindukan ini
“andai saja ..., aku dan bang Divta bisa sedekat ini, kita pasti
akan jadi saudara yang begitu hebat ...” batin Agra sambil meneguk kopinya
menghilangkan sedikit rasa kecewanya pada abangnya
“ayah sebenarnya terlahir kembar” ucap Roy tampak serius
“benarkah? Trus kemana kembaran ayah sekarang?” tanya Nadin tak
sabar
“dek ......, bisa diem nggak ....” ucap Ara gemas sambil
membulatkan matanya menatap Nadin
“maaf ....., nggak sabar sih ..., lanjutkan yah ....”
“jadi begini, dulu saat masih kecil , kakek dan nenek kalian
bercerai, jadi ayah di bawa oleh nenek, sedangkan adik kembar ayah di bawa oleh
__ADS_1
kakek, tapi sayangnya semenjak itu kami tak pernah tahu kabar masing-masing,
yang ayah tahu kabar terakhir adik kembar ayah ada samarinda, tapi ayah tak
punya keberanian buat cari tahu keberadaannya lagi”
“ah ...ayah ...” Nadin dan Ara pun memeluk ayahnya bersamaan
“tidak pa pa yah ..., yang penting ada kita yang selalu ada buat
ayah ...” ucap Ara
“oh iya nak Agra ...” Roy beralih menatap menantunya
“iya ....” Agra yang nggak terlalu fokus dengan pikirannya, sedikit
tergagap
“ada apa yah ...?”
“bukankah sudah waktunya acara empat bulanan, kapan rencananya akan
di adakan?”
“bagaimana jika minggu depan yah ...” Agra sebenarnya belum menyiapkan rencana apapun, karena sibuk dengan pekerjaannya ia hampir lupa dengan acara empat bulanan
“itu ide bagus nak ..., mau di adakan di mana?” Roy tampak antusias
“di sini saja yah ..., syukuran empat bulanan, sambil acara
syukuran pembukaan kafe baru dan perusahaan marketing kami”
Ara dan Nadin sudah tak lagi bergabung dengan mereka, karena Ara
mengajak Nadin membuat makanan untuk makan malam mereka
“ayah tidak keberatan kan?” tanya Agra, mereka sudah berpindah ke
halaman depan sambil menikmati lalu lalang jalanan yang sudah di penuhi oleh
lampu kota yang terlihat begitu indah, apa lagi suasana taman begitu ramai
dengan pengunjung untuk menikmati malam minggu mereka bersama keluarga
“ya ..., ayah setuju-setuju saja, lalu siapa saja yang akan kamu
undang nanti?”
“mungkin nanti akan ada beberapa tamu tak terduga” wajah Agra
terlihat sedikit cemas, ia kembali menyesap secangkir kopi yang berada di tangannya,
cangkir yang baru saja di ganti dengan yang baru
“maksudmu?”
“mungkin akan ada sedikit kejutan di acara kedua yah ..., saat
acara pembukaan perusahaan marketing akan ada sedikit drama” ucap Agra dengan
penuh keyakinan
“tapi tetaplah hati-hati dan waspada”
“pasti itu yah ..., doakan saja semuanya berjalan lancar yah”
“aku percaya padamu nak , jaga putri ayah dengan baik”
“terimakasih yah atas kepercayaannya”
Malam semakin larut, mereka meneruskan obrolan mereka di meja
makan, setelah selesai makan malam, ayah dan Nadin pun berpamitan untuk pulang,
walaupun Agra dan Ara meminta mereka untuk menginap tapi ayah tetap keras
kepala
BERSAMBUNG
maaf ya up nya akhir akhir ini sedikit telat, maklumlah ....., pekerjaan di alam nyata kok ya sulit di tinggal gitu .....
nanti kalau mood nya balik lagi insyaallah bakal di banyakin deh up nya
__ADS_1
jangan lupa kasih bayaran ya ke saya dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya
kasih vote juga ya