
Tin tin tin
Gadis kecil itu mendongak ke arah sumber suara, saat melihat mobil itu. Gadis kecil itu langsung berdiri dan berlari begitu saja
meninggalkan Sanaya dan Ara tanpa sepatah kata pun.
Sanaya terlihat begitu kecewa, ia menarik tangannya kembali dengan perlahan, wajahnya berubah kecewa.
“hai …, perinya momi, kenapa wajahnya seperti itu?”
Ara berjongkok di depan putrinya dan menakup pipi putrinya itu.
“Mom …, aku tadi melihat Aril sendiri, dia tidak
punya teman. Aku kasihan, tapi ternyata dia sombong sekali!”
“hust …, jangan begitu sayang. Kita tidak bisa
memaksakan kehendak kita pada orang
lain, kalau kita mau berteman dengan dia kita harus mengerti dia, jadi jangan
menyerah!”
“Yes mom,momi benar …, mungkin Aril punya masalah yang kita tidak tahu kan mom, seperti saat Nay sedang bertengkar dengan Gara,
Nay tidak mau bicara sama mom atau papi!’
“Mungkin!”
Bukankah gadis kecil itu gadis yang sama
yang aku lihat bersama dengan mereka tadi pagi ….
“Baiklah …, ayo kita pulang. Kita lihat
apa Sagara sudah menyelesaikan sekolahnya di rumah!”
“Baik mom!”
Ara mengajak Sanaya untuk pulang,
mungkin besok atau lain waktu ia bisa berbicara dengan gadis itu. Setelah
sekian lama tidak bertemu dan sekarang bertemu dengan mereka, bagaimana bisa
mereka bisa bersama, sejak kapan?
“Mom …, apa yang sedang momi pikirkan?”
Tanya Sanaya karena sedari masuk mobil mominya sama sekali tidak bicara.
“Tidak sayang, hanya ada beberapa hal
yang momi pikirkan, dan itu bukan masalah sayang!”
“Apa papi akan lama pulangnya?”
“Tidak sayang, mungkin hanya tiga hari!”
“Pasti sepi nggak ada papi, nggak ada
__ADS_1
uncle Div, uncle Rendi juga sudah tidak pernah datang!”
“Ada banyak hal yang anak kecil tidak
boleh tahu sayang, nanti kalau kalian sudah besar kalian akan tahu!”
“Nay nggak mau cepat besar!”
“Kenapa?”
“kalau Nay besar, Nay akan banyak
masalah, masalah itu akan membuat orang cepat tua mom!”
“Astaga …, putri momi ini dapat ilmu
dari mana lagi?”
“kata ibu ibu dengan gaun seperti model
di sekolah tadi, dia bilang pada putranya kalau kau jangan nakal sayang, jangan
membuat masalah untuk mami, mami bisa cepat tua …, mami sudah jauh-jauh
melakukan perawatan kecantikan di luar negri jadi jangan merusaknya dengan ulah
nakalmu …!” ucap Nay sambil menirukan gaya bicara ibu-ibu dengan gaun pesta
itu.
“Kau ini menggemaskan sekali …!”
putri kecilnya itu.
Agra melakukan perjalanan ke luar
kotanya, ini untuk pertama kalinya ia terpisah dari keluarga kecilnya. Biasanya
jika ada pekerjaan di luar kota seperti ini, Agra selalu mengajak istri dan
anak-anaknya tapi kali ini tidak karena Sagara dan Sanaya mulai sekolahnya, ia
tidak mungkin meminta mereka bolos di hari pertama masuk sekolah.
“Kita masih ada waktu dua jam untuk
menghadiri meeting selanjutnya, tuan!” ucap tangan kanannya yang sekarang
menggantikan Rendi, salah satu anak buah Rendi juga yang sudah bisa di percaya
kesetiaannya.
“Baiklah …, aku akan istirahat sebentar!”
“Baik tuan!”
Agra masuk ke dalam penginapannya, rasanya
baru satu hari ia jauh dari istrinya, tapi rasanya begitu berat. Agra baru saja
menyelesaikan meeting pertamanya dan akan berlanjut dengan meeting selanjutnya.
__ADS_1
Ia menyingsing lengan kemejanya, melepas kancing kemeja bagian atas hingga dua
kancing, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia berharap urusannya si
luar kota segera selesai dan kembali ke rumah.
Kini jam sudah menunjukkan pukul empat
sore, meeting akan di lakukan pukul tujuh malam.
“Mungkin sekarang Ara sedang istirahat,
aku sungguh merindukannya!”
Agra menyambar ponselnya, ia melakukan
panggilan video kepada istrinya, hanya dengan sekali deringan saja sudah
terhubung.
“sayang …, apa kau begitu merindukanku
hingga begitu cepatnya kau mengangkat telpon dariku?” Tanya Agra dengan senyum
jahilnya.
“memang kenapa? Apa aku tidak boleh
merindukan suamiku!”
“Kau manis sekali kalau sedang cemberut
seperti itu! Aku merindukamu Sayang!”
“Aku juga bby!”
“bagaimana hari pertama sekolah Sagara
dan Sanaya?”
“Baik bby, mereka belajar dengan cepat,
putri kita juga sudah punya banyak teman!”
“Baguslah …, lalu Sagara? Apa dia
baik-baik saja dengan Abimanyu, apa dia punya keluhan dengan Abimanyu!”
“Sedikit, tapi bisa di atasi kok bby!”
“baguslah kalau seperti itu!”
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 😘😘😘😘
__ADS_1