My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (35)


__ADS_3

Tin tin tin


Gadis kecil itu mendongak ke arah sumber suara, saat melihat mobil itu. Gadis kecil itu langsung berdiri dan berlari begitu saja


meninggalkan Sanaya dan Ara tanpa sepatah kata pun.


Sanaya terlihat begitu kecewa, ia menarik tangannya kembali dengan perlahan, wajahnya berubah kecewa.


“hai …, perinya momi, kenapa wajahnya seperti itu?”


Ara berjongkok di depan putrinya dan menakup pipi putrinya itu.


“Mom …, aku tadi melihat Aril sendiri, dia tidak


punya teman. Aku kasihan, tapi ternyata dia sombong sekali!”


“hust …, jangan begitu sayang. Kita tidak bisa


memaksakan kehendak  kita pada orang


lain, kalau kita mau berteman dengan dia kita harus mengerti dia, jadi jangan


menyerah!”


“Yes mom,momi benar …, mungkin Aril punya masalah yang kita tidak tahu kan mom, seperti saat Nay sedang bertengkar dengan Gara,


Nay tidak mau bicara sama mom atau papi!’


“Mungkin!”


Bukankah gadis kecil itu gadis yang sama


yang aku lihat bersama dengan mereka tadi pagi ….


“Baiklah …, ayo kita pulang. Kita lihat


apa Sagara sudah menyelesaikan sekolahnya di rumah!”


“Baik mom!”


Ara mengajak Sanaya untuk pulang,


mungkin besok atau lain waktu ia bisa berbicara dengan gadis itu. Setelah


sekian lama tidak bertemu dan sekarang bertemu dengan mereka, bagaimana bisa


mereka bisa bersama, sejak kapan?


“Mom …, apa yang sedang momi pikirkan?”


Tanya Sanaya karena sedari masuk mobil mominya sama sekali tidak bicara.


“Tidak sayang, hanya ada beberapa hal


yang momi pikirkan, dan itu bukan masalah sayang!”


“Apa papi akan lama pulangnya?”


“Tidak sayang, mungkin hanya tiga hari!”


“Pasti sepi nggak ada papi, nggak ada

__ADS_1


uncle Div, uncle Rendi juga sudah tidak pernah datang!”


“Ada banyak hal yang anak kecil tidak


boleh tahu sayang, nanti kalau kalian sudah besar kalian akan tahu!”


“Nay nggak mau cepat besar!”


“Kenapa?”


“kalau Nay besar, Nay akan banyak


masalah, masalah itu akan membuat orang cepat tua mom!”


“Astaga …, putri momi ini dapat ilmu


dari mana lagi?”


“kata ibu ibu dengan gaun seperti model


di sekolah tadi, dia bilang pada putranya kalau kau jangan nakal sayang, jangan


membuat masalah untuk mami, mami bisa cepat tua …, mami sudah jauh-jauh


melakukan perawatan kecantikan di luar negri jadi jangan merusaknya dengan ulah


nakalmu …!” ucap Nay sambil menirukan gaya bicara ibu-ibu dengan gaun pesta


itu.


“Kau ini menggemaskan sekali …!”


putri kecilnya itu.


Agra melakukan perjalanan ke luar


kotanya, ini untuk pertama kalinya ia terpisah dari keluarga kecilnya. Biasanya


jika ada pekerjaan di luar kota seperti ini, Agra selalu mengajak istri dan


anak-anaknya tapi kali ini tidak karena Sagara dan Sanaya mulai sekolahnya, ia


tidak mungkin meminta mereka bolos di hari pertama masuk sekolah.


“Kita masih ada waktu dua jam untuk


menghadiri meeting selanjutnya, tuan!” ucap tangan kanannya yang sekarang


menggantikan Rendi, salah satu anak buah Rendi juga yang sudah bisa di percaya


kesetiaannya.


“Baiklah …, aku akan istirahat sebentar!”


“Baik tuan!”


Agra masuk ke dalam penginapannya, rasanya


baru satu hari ia jauh dari istrinya, tapi rasanya begitu berat. Agra baru saja


menyelesaikan meeting pertamanya dan akan berlanjut dengan meeting selanjutnya.

__ADS_1


Ia menyingsing lengan kemejanya, melepas kancing kemeja bagian atas hingga dua


kancing, merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ia berharap urusannya si


luar kota segera selesai dan kembali ke rumah.


Kini jam sudah menunjukkan pukul empat


sore, meeting akan di lakukan pukul tujuh malam.


“Mungkin sekarang Ara sedang istirahat,


aku sungguh merindukannya!”


Agra menyambar ponselnya, ia melakukan


panggilan video kepada istrinya, hanya dengan sekali deringan saja sudah


terhubung.


“sayang …, apa kau begitu merindukanku


hingga begitu cepatnya kau mengangkat telpon dariku?” Tanya Agra dengan senyum


jahilnya.


“memang kenapa? Apa aku tidak boleh


merindukan suamiku!”


“Kau manis sekali kalau sedang cemberut


seperti itu! Aku merindukamu Sayang!”


“Aku juga bby!”


“bagaimana hari pertama sekolah Sagara


dan Sanaya?”


“Baik bby, mereka belajar dengan cepat,


putri kita juga sudah punya banyak teman!”


“Baguslah …, lalu Sagara? Apa dia


baik-baik saja dengan Abimanyu, apa dia punya keluhan dengan Abimanyu!”


“Sedikit, tapi bisa di atasi kok bby!”


“baguslah kalau seperti itu!”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2