My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Bonschap 7


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan mbak Rini, mereka pun segera masuk ke dalam mobil, baby twins sudah tidur.


Terlihat sekali bahwa mereka begitu capek.


Ara dan Agra mengantar Nadin kembali ke rumah ayah Roy sekalian mereka berpamitan.


Agra besok sudah harus mulai bekerja, ia tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.


Setelah sore, Agra dan Ara berpamitan, baby twins juga sudah bangun. Awalnya Sagara tidak mau di ajak pulang tapi setelah dengan berbagai rayuan akhirnya ia bisa juga di bujuk.


"Kami pulang dulu ya yah, ibu!"


"Iya ...., kalian hati-hati ya ...., sering-sering kesini!"


"Baik yah!"


Setelah berpamitan, mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang, baby twins sedang asyik dengan mainannya di belakang.


"Sayang ....., kau ingin mampir ke suatu tempat sebelum kita pulang?" tanya Agra pada istrinya.


"Kemana ya bby?"


"Ditanya kok malah nanya sih sayang!"


"Gimana kalau kita ke minimarket sebentar!"


"Ada yang ingin kamu beli?" tanya Agra.


"Iya ....., aku ingin beli mie instant!"


"Mie instan?"


"Ya kita sudah lama tidak memakannya kan!"


"Kita tidak boleh membawanya masuk ke dalam rumah sayang!"


"Siapa juga yang masuk ke dalam rumah, kita makan di tempat!"


"Memang bisa?"


"Ah ...., ternyata suamiku ini tidak tahu banyak ya tentang kehidupan orang biasa!"


"Emang aku orang apa?"


"Kau itu anak sultan, hanya saja nyasar jadi orang biasa!"


"Ada-ada saja kamu!"


Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan minimarket. Agra pun segera memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


"Sayang ...., anak-anak mami ....., mau mami mencoba hal baru?!"


"Mau ...., mau ...., mau ....!" teriak Sagara dan Sanaya antusias. Mereka sepertinya begitu kompak jika di ajak oleh maminya mencoba hal-hal baru menjadi rakyat jelata.


"Tapi Abang jagain adek ya ....!" ucap Ara lagi sebelum turun dari mobil. Dan benar tanpa aba-aba Sagara langsung menggenggam tangan Sanaya.


"Anak pintar!"


Merekapun segera berjalan beriringan dengan Sagara dan Sanaya berada di depan.


"Selamat datang!" sapa pelayan minimarket dengan sangat ramah.


"Terimakasih!" ucap Ara, dan hal kecil itu pun menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak nya. Ara mau kedua buah hatinya tumbuh menjadi anak-anak yang rendah hati meskipun berada dalam lingkungan yang serba melimpah.


"Sayang ....., sekarang kalian boleh pilih jajanan yang kalian sukai, tapi ingat pesan mami, saling jaga!"


"Ye ye ye .....!" mereka pun berlarian membawa sebuah keranjang, walaupun terlihat masih kebesaran keranjangnya dengan di bawa berdua.


Mereka tampak begitu antusias memilih makanan ringan yang mereka sukai. Selagi Agra sibuk mengawasi baby twins, Ara pun menuju ke rak yang berisi beraneka ragam mie instan, ia mengambil dua cup mie instan dan membawanya ke meja kasir.


"Mbak tolong di sedu sekalian ya!"


"Iya mbak, silahkan tunggu sebentar ya!"


"Baik!"


Sambil menunggu pegawai minimarket itu menyedu mie instannya, Ara melihat-lihat sekeliling, kemudian matanya tertuju pada seseorang yang sepertinya mengawasi mereka dari jauh, Ara menatap suami dan Babay twins dan sepertinya pria itu juga sedang mengawasi mereka.


"Ada apa mbak?" tanya pegawai mini market yang ternyata mendengar gumaman Ara.


"Ah ...., nggak.mbak, saya hanya salah orang!"


"Silahkan mbak!" ucap pegawai satunya sambil menyerahkan dua cup mie yang sudah selesai di sedu.


Ara pun segera menuju ke bangku yang memang di sediakan oleh mini market itu, bangku kecil yang di lengkapi dengan meja kecil.


Agra yang melihat Ara sudah duduk di tempatnya dengan dua cup mie di depannya, Agra segera menghampiri baby twin yang masih tampak asyik menimang-nimang mana yang akan di pilih selanjutnya, keduanya memiliki selera yang berbeda, jadi cukup sulit untuk bisa mendapatkan sesuatu yang dua-duanya suka.


"Sayang ...., kayaknya mami sudah selesai, ayo kita ke sana!" ucap Agra kepada baby twins ambil menunjukkan maminya yang sedang duduk menunggu.


Baby twins pun segera berlarian menghampiri maminya.


"Sayang ....., kalian sudah selesai belanjanya?" tanya Ara dan mereka pun mengangguk dengan kompaknya.


"Baiklah ...., kita bawa ke kasir, setelah itu kalian bisa makan sepuasnya!"


"Ye ye ye ....!" walaupun dengan susah payah, mereka tetap membawa sendiri keranjangnya, setelah sampai di meja kasir, Ara pun segera menaikan keranjang mereka ke atas meja.


"Lucu ya mbak anaknya ...., kembar ya mbak?" tanya pegawai mini market itu sambil menghitung belanjaan Sagara dan Sanaya.

__ADS_1


"Iya mbak!"


"Seneng ya punya baby twins, jadi pengen!"


Ara pun hanya tersenyum, setelah menyerahkan uang pada pegawai mini market, Ara pun segera menggandeng Sagara dan Sanaya kembali menghampiri papinya.


"Kalian duduk yang manis ya!" ucap Ara sambil kembali mendudukkan Sagara dan Sanaya di atas kursi.


"Mari makan bby!" ucap Ara sambil mulai membuka mie instannya.


"Iya sayang ....!"


Ternyata Agra tak kalah lahapnya dari Ara, Agra sampai nambah satu cup lagi.



Gini nih kalau Agra lagi makan mie instan.


"Bby ...., kayaknya sedari tadi ada yang mengawasi kita deh!" ucap Ara yang merasa tidak nyaman, tapi ia hanya berani berbisik pada suaminya, ia tidak mau membuat Sagara dan Sanaya terganggu.


"Mana sayang?" tanya Agra, Ara pun menunjuk pada pria yang berada di luar mini market dengan topi dan jaket hitamnya.


"Itu pasti pekerjaan Rendi, biar aku buhungin dia!" ucap Agra sambil mengambil punselnya dan segera melakukan panggilan.


Hanya dalam satu kali dering, panggilannya segera di angkat, sepertinya pria dingin itu memang sudah menunggu-nunggu seseorang menghubunginya.


"Hallo ....!"


"Iya pak!"


"Segera tarik anak buah mu, kalau tidak aku akan menyiramnya dengan air panas!"


"Tapi pak!"


"Nggak ada tapi-tapian, setelah ini aku hitung sampai sepuluh jika kau tidak menariknya, aku benar-benar akan menyiramnya dengan air panas, kau ini benar-benar mengganggu saja!" ucap Agra dengan nada tinggi membuat Sagara dan Sanaya sedikit ketakutan, Agra pun segera menutup panggilan telponnya.


"Maaf sayang ....., papi tadi tidak marah, papi hanya sedang becanda dengan paman Rendi!"


Setelah mendapat penjelasan dari papinya, kini sagar dan Sanaya bisa kembali bermain, ia benar-benar takut jika papinya marah.


Dan benar saja , setelah Agra menatap keluar, pria yang mengawasi mereka sudah tidak berada di tempatnya, walaupun ia tidak yakin pria itu pergi, tapi setidaknya tidak menampakkan dirinya di depan Ara atau baby twins.


Berada dalam dunia sendiri lebih menyenangkan dari pada berada dalam kepura-puraan


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


Tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2