
"Kalian dari mana?"
Sagara sudah berdiri di ambang pintu masuk kelas Sanaya, ia mengerutkan keningnya saat melihat dari kejauhan saudara kembar dan sahabatnya itu berjalan bersama menuju ke kelas, jelas kelas Abimanyu berbeda dengan kelas Sanaya.
Sanaya dan Abimanyu menghentikan langkahnya tepat di depan sagara yang sedang berdiri dengan tangan yang di lipat di depan dada.
"Aku hanya mengantar Sanaya ke kelasnya!" ucap Abimanyu dengan wajah datar nya.
"Ada apa?" Lagi-lagi Sagara mencercanya dengan terus bertanya.
"Memang setiap yang aku lakukan harus bertanya padamu, anehhhhh ....!" ucap Sanaya yang tidak suka dengan cara saudaranya itu mengintrogasi, ia pun berlalu dengan melewati tubuh Sagara begitu saja dan kembali ke bangkunya.
Hehhhhhh ....
Sagara menghela nafas, setelah melihat ke arah Sanaya ia berbalik menatap sahabatnya itu tapi ternyata Abimanyu juga memilih meninggalkannya.
Ada apa dengan mereka?
...***...
Baik Sagara maupun Abimanyu masih saling diam, di kelas mereka adalah kelas anak-anak terbilang AQ nya di atas rata-rata.
Tidak seperti di kelas lain yang selalu gaduh, di kelas ini tidak ada suara apapun kecuali suara guru yang menjelaskan dan lembaran kertas yang di balik.
Apa Abimanyu dan Sanaya memilik rahasia yang tidak aku ketahui ...., batin Sagara sambil beberapa kali membolak-balik lembaran kertas dari buku tebalnya.
Kenapa Gara terus menatapku seperti itu, apa yang dia pikirkan tentangku ...., batin Abimanyu yang juga tidak kalah bingungnya.
Tiba-tiba bu guru di depan di panggil kepala sekolah, beberapa murid tertarik untuk mengetahui apa yang terjadi, tapi tidak berapa lama bu guru membawa seorang anak perempuan bersamanya.
Sagara tercengang melihat gadis yang di bawa oleh ibu guru.
"Gadis itu!?" gumamnya ternyata Abimanyu juga melakukan hal yang sama, ia segera menoleh pada Sagara setelah melihat ekspresi wajah Sagara, ia tahu jika sahabatnya itu sudah mengenali gadis itu.
"Maaf anak-anak, ini kita kedatangan murid baru, dia juga dari kelas akselerasi sama seperti kalian tapi bedanya dia pindahan dari luar negri! Kenalkan nama kamu nak!"
"Baik bu!"
Bu guru pun kembali duduk di bangkunya dan mempersilahkan gadis itu untuk memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan nama saya Ariel Aprilia, panggil saja saya Ariel! Saya pindahan dari_, tadi bu guru sudah menjelaskan saya kira tidak perlu lama-lama!"
sombong sekali dia ....., batin Sagara.
Kemudian gadis yang bernama Ariel itu menoleh pada bu guru,
"Sudah bu!"
"Oh sudah ya? Baiklah kamu duduk di bangku kosong yang ada di belakang Sagara ya!"
"Iya bu!"
Ariel berjalan menuju bangku yang kebetulan hanya ada satu bangku kosong, itu pun di belakang anak laki-laki yang membuatnya memilih untuk pergi ke luar negri.
__ADS_1
Kenapa harus dia lagi sihhhhh .....
Ariel memilih untuk cuek dan pura-pura tidak mengenal pria itu. Ia duduk di bangku yang langsung bisa menatap.punggung pria di depannya itu.
"Jangan hiraukan dia ...., jangan hiraukan!" Ariel berbicara dengan dirinya sendiri.
Gadis itu mulai mengeluarkan bukunya dan mengikuti pelajaran, memang awalnya tidak terjadi sesuatu tapi yang akan datang, entahlah.
...*****...
"Kamu tidak pa pa kan pulang sendiri?" tanya Abimanyu yang tiba-tiba menghentikan langkahnya saat sudah berada di samping mobil mereka.
Sagara mengerutkan keningnya, tidak biasanya.
"Ada apa?"
"Bukan apa-apa, hanya ada sedikit urusan!"
"Baiklah aku tunggu di rumah jam empat, kita akan mengikuti kelas miss Cristian sore nanti!"
"Baik, aku ingat!"
Abimanyu membukakan pintu untuk Sagara dan anak itu pun segera masuk. Setelah memastikan mobil Sagara berlalu, Abimanyu segera berlari kembali masuk ke dalam area sekolah.
Karena kurang hati-hati tanpa sengaja ia menabrak seseorang hingga terjatuh dan membuat buku bawaan anak itu berserakan di lantai.
Bruukkkkkk
Abimanyu segera membantu mengambil buku-buku yang berserakan itu dan memberikannya pada anak yang ada di depannya.
"Kamu?"
Abimanyu begitu terkejut saat melihat gadis itu, itu adalah gadis yang sama dengan gadis yang baru saja menjadi anggota baru di kelasnya.
"Kenapa kamu dan teman kamu itu selalu membuat masalah denganku, aku mohon kali ini jangan biarkan aku tenang belajar di sini!"
Gadis itu adalah Ariel, dia menatap tajam pada Abimanyu.
"Kita lihat saja nanti, asal kamu tidak membuat masalah kamu akan aman di sini!"
"Jadi maksudmu Nay juga di sini?"
"Ya ..., dan saya ingatkan sekali lagi jangan mengganggu dia, mengerti!" ternyata Abimanyu tidak kalah kerasnya.
Abimanyu pun memilih berlalu meninggalkan Ariel begitu saja.
"Kenapa jadi aku yang di salahkan?" gumam Ariel. Mereka tidak tahu apa penyebab Ariel dulu mendorong Sanaya hingga terjatuh seperti itu, kalau tahu apa mereka akan semarah itu?
"Masa bodoh, bukan urusanku juga lagi pula aku juga tidak mau berurusan lagi dengan mereka!"
Ariel memilih melanjutkan langkahnya, karena ia menjadi siswa baru jadi guru memberinya buku paket pelajaran yang begitu banyak untuknya belajar agar tidak ketinggalan pelajaran. Jika akhir tahun ini dia bisa mengikuti ujian akhir sekolah makan dia lah yang akan menjadi siswa lulusan termuda di sekolah itu.
...***...
__ADS_1
"Kenapa terlambat?"
Sanaya sudah berkacak pinggang, ia sudah menunggu Abimanyu hingga hampir satu jam dan anak itu baru datang.
Abimanyu pun segera duduk di samping Sanaya.
"Maaf, tadi ada kendala sedikit!"
Abimanyu pun segera mengeluarkan buku-buku yang tadi sebelum menemui Sanaya sempat ia pinjam dari perpustakaan. Kelas mereka berbeda jadi pelajarannya pun berbeda.
"Ayo buka buku tugasmu!" perintah Abimanyu saat melihat Sanaya hanya diam menatapnya.
"Sekarang ya?"
"Lalu mau kapan lagi?"
"Baiklah!"
Sanaya mengeluarkan bukunya, mengeluarkan buku tugasnya. Abimanyu mulai menjelaskan materi yang tidak di fahami oleh Sanaya, ia juga memberikan contoh soal dan Sanaya di minta untuk mengerjakan. Sangat sulit karena ini masih permulaan.
Bahkan beberapa kali Sanaya terlihat menguap,
"Jangan tidur!"
Sanaya segera tersadar dan membuka kembali matanya.
"Nggak siapa yang tidur!"
"Kerjakan lagi soal ini!" ucap Abimanyu sambil menyodorkan kertas yang berisi sebuah soal.
"Lagi?" tanya Sanaya yang terlihat begitu malas menatap soal itu dan Abimanyu menganggukkan kepalanya.
"Bisa besok lagi nggak?"
"Nggak!"
"Besok aja ya?"
Abimanyu hanya menatap Sanaya dengan begitu tajam,
"Ya udah sudah tahu, tidak ya tidak kan!"
Sanaya pun segera mengambil kertas itu, dengan sisa kekuatannya ia pun mulai mengerjakan soal itu, di hari pertama Abimanyu masih kurang berhasil sebagian besar soal yang di kerjakan Sanaya masih banyak yang salah.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
Happy Reading đ„°đ„°đ„°
__ADS_1