My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Bonschap 9


__ADS_3

Agra datang ke kantor bersama pak Mun, sampai di kantor ia sudah langsung di sambut oleh Rendi di depan gedung.


"Selamat pagi pak!" sapa Rendi.


"Pagi Rend, apa meetingnya sudah siap?"


"Sudah pak, mereka sudah menunggu bapak di ruang meeting!"


"Baiklah ....!"


Merekapun berjalan beriringan menuju ke ruang meeting.


Di ruangan itu sudah tampak lengkap tinggal menunggu kedatangan Agra.


"Selamat pagi, maaf saya terlambat!" ucap Agra dengan penuh wibawa, semua yang ada di sana menunduk hormat.


Agra pun segera duduk di tempatnya, sedangkan Rendi seperti biasa ia kan duduk di sebelah Agra.


"Sekarang silahkan di mulai meetingnya!"


"Baik pak saya perwakilan dari perusahaan xxx, saya akan mempresentasikan proyek dari perusahaan kami!" ucap salah satu dari mereka sambil berdiri, Agra pun segera mempersilahkannya.


Setelah selesai dengan presentasi nya , Agra mempersilahkan yang lain untuk menanggapi dan bergantian dari pihak lain yang memberikan presentasi.


Meeting itu berlangsung cukup lama, perusahaan finityGroup harus memilih salah satu dari perusahaan-perusahaan itu sebagai perusahaan yang akan memenangkan tender.


"Setelah mendengarkan presentasi dari kalian, sekarang beri kami waktu hingga besok, kami akan mengutus utusan kami menyampaikan keputusannya, sampai jumpa besok!" ucap Agra menutup meeting yang berlangsung cukup lama itu, kini jam sudah menunjukkan pukul 12.30, sudah waktunya makan siang.


Setelah menutup meeting, Agra pun keluar dari ruang meeting diikuti oleh Rendi.


"Apa anda ingin sesuatu untuk makan siang?" tanya Rendi yang masih mengikutinya di belakang Agra.

__ADS_1


"Tidak perlu, hari ini Ara datang mengantarkan makan siang, jangan ganggu kami sampai saya menghubungimu!"


"Baik pak!"


Agra pun segera menuju ke ruangannya, sedangkan Rendi juga kembali ke ruangannya sendiri.


"Apa istri saya sudah ke sini?" tanya Agra pada asistennya.


"Sudah sejak setengah jam yang lalu pak!"


"Baiklah ..., jangan ada yang mengganggu sampai saya menghubungimu!"


"Baik pak!"


Agra pun segera membuka pintu dan kembali menutupnya. Ia juga mengunci pintu itu.


"Bby ...., sudah selesai meetingnya?" tanya Ara yang melihat suaminya masuk ke ruangannya.


"Aku sungguh merindukanmu sayang!" ucap agar sambil mengecup kening istrinya.


"Bby ...., makan dulu ya!" ucap Ara sambil menunjuk ke meja, Ara sudah membuka makanannya di atas meja, ia tidak mau suaminya malah memakannya bukan makanan yang ada di meja itu.


"Baiklah ....!" Agra pun segera menuntun istrinya ikut duduk di sofa bersamanya.


"Sekarang suapi aku ya!" ucap Agra lagi.


"Baiklah ....!" Ara pun menyuapi makanan pada suaminya.


"Enak sekali makanannya, siapa yang masak?" tanya Agra.


"Bi Anna!"

__ADS_1


"Benarkah? Kalau begitu nanti aku akan menciumnya karena sudah membuatkan makanan seenak ini!" ucap Agra.


"Jangan aneh-aneh ya bby, ini aku yang masak!" ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya.


"Karena tadi aku sudah janji akan mencium yang masak makanan seenak ini, makan sekarang aku akan menciumnya!"


"Hahhh !" Ara belum sempat protes, tapi bibir suaminya sudah lebih dulu berada di bibirnya, dia benar-benar terkena jebakan suaminya lagi kali ini.


"Manisnya ...!" ucap Agra setelah menjauhkan bibirnya dari bibir istrinya.


"Kau mengerjai ku lagi ...!" keluh Ara, semua makanan yang di bawanya sudah habis di makan oleh Agra.



"Aku yang makan kenapa makanannya malah menempel di bibirmu ya!" ucap Agra sambil menghilangkan makanan yang menempel di bibir istrinya.


Mereka kembali saling berapandang, menatap istrinya seperti itu selalu menjadikannya seperti pria paling beruntung sedunia.


"Sayang ...., apa kau tahu, cintaku mungkin kecil, sangat kecil, tapi cinta ini membuatku menjadi begitu besar, terimakasih karena cintamu yang luar biasa membuatku begitu berharga!"


"Bby ...., kau yang menjadikanku istimewa, kau membuatku seperti mutiara setelah sekian lama aku hanya batu biasa!"


Agra kembali mendekatkan bibirnya, ia menempelkan bibirnya ke bibir Ara, kali ini bukan ciuman yang menuntut dan penuh nafsu, tapi sebuah kecupan yang penuh cinta, Ara bisa merasakan cinta yang begitu besar dari suaminya itu.


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘😘


__ADS_2