My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2(9)


__ADS_3

Malam ini, Agra benar-benar hanya ingin bermalas-malasan berdua dengan istrinya, setelah Sagara dan Sanaya sudah benar-benar tidur, Agra baru bisa bernafas lega.


Agra segera naik ke atas tempat tidur menyusul istrinya yang sedang asik dengan ponselnya.


"Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Agra sambil menjatuhkan kepalanya di kaki istrinya, ia asik memeluk pinggang istrinya dan menciumi perut rata Ara.


"Bby geli ....!" keluh Ara. Agra hanya meminta, sekarang perhatikan aku, itu saja.


Agra tak lantas menghentikan ulahnya, hingga membuat Ara mengusap kepala suaminya dengan lembut.


Dia benar-benar manja ....


"Aku sedang melihat pesan dari grup SMA , katanya akan mengadakan reoni tahun ini, aku boleh ikut ya bby ....!"


"Biar aku cek dulu!" ucap Agra sambil meraih ponselnya sendiri.


"Nggak usah melibatkan Rendi, bby!" ucap Ara segera ia tahu siapa yang akan di hubungi oleh suaminya.


"Ada seseorang yang ingin kau temui di sana?"


Mana ada yang berani mengganggu istrimu ini ....


"Aku nggak punya mantan!" ucap Ara segera.


"Benarkah?"


Dia benar-benar tidak percaya ...., ya sudahlah ...


Agra tak mengindahkan ucapan istrinya, ia mengetik pesan pada tangan kanannya itu. Apa lagi kalau bukan untuk menyelidiki tentang masa lalu Ara dan teman-temannya, dan yang paling penting adalah tentang mantan-mantan istrinya.


Setelah selesai mengetikkan pesan untuk Rendi, Agra segera meletakkan kembali ponselnya.


"Sagara dan Sanaya mengajak kita menjenguk Nadin!" ucap Ara sambil memainkan rambut suaminya.


"Baiklah besok kita ke sana!"

__ADS_1


"Tapi janji dulu, jangan memberi tugas apapun pada Rendi untuk beberapa hari ke depan, biarkan mereka menikmati hari liburnya barang tiga hari!"


"Bagaimana bisa!"


"Bisa ...., harus bisa ...., pokoknya jangan mengganggu mereka selama tiga hari kedepan!"


Memang aku harus apa, kau yang jadi bosku sekarang ....


Ara tersenyum senang saat suaminya tidak mendebatnya lagi. Itu berarti tandanya suaminya setuju.


"Bby ....!"


"Hemmmm?"


Tangan Agra mulai tak terkondisikan, tangannya sudah bergerilya ke mana-mana.


Bisa di kondisikan sebentar tidak sih tangannya ....


"Apa aku boleh kembali bekerja?" seketika Agra menghentikan tangannya, menatap Ara tajam.


Aghh ampun deh ....., jangan Sampek salah bicara ....


"Di enakin aja!" ucap Agra sambil tangannya mulai berulah lagi.


Aghh ...., dia sudah tidak marah ....


"Bby ...., hanya untuk beberapa hari saja dalam satu Minggu, aku janji nggak akan buat Sagara dan Sanaya kehilangan kasih sayangku, aku juga bisa membawanya ke sana kan!"


"Baiklah ....!"


Aghh ...., akhirnya ....


"Tapi ada syaratnya!"


Aku sudah bernafas lega, kenapa harus ada syarat sih ....

__ADS_1


"Aku akan mencari pengawal khusus untuk kalian!"


"Nggak harus seperti itu juga kan bby!"


"Kalau nggak mau, nggak usah!" ucap Agra , sekarang bukan hanya tangannya yang kemana-mana, bibirnya juga ikut beraksi.


"Baiklah ...., tapi janji, boleh ya ....!"


Bukannya menjawab, Agra semakin melancarkan serangannya, kini semua pakaian Ara semakin menghilang saja karena ulah suaminya.


Malam itu berlanjut seperti malam-malam biasanya, Agra tak membiarkan istrinya tidur lebih awal.


***


Pagi ini Ara sudah mengirimkan pesan pada Nadin bahwa mereka akan berkunjung, Sagara dan Sanaya sudah bersiap tinggal menunggu si bayi besarnya.


Agra terlihat malas untuk beranjak dari tempat tidur, ia juga tidak mau di tinggal istrinya, weekend, ia malas untuk pergi kemana-mana. Ia hanya mau berdua dengan istrinya di dalam kamar.


Tapi bukan Sagara dan Sanaya kalau tidak berhasil membuat papinya itu beranjak dari tempat tidur. Sudah sedari pagi mereka meneror papinya agar bangun.


"Pap janan malas ...., atu inin beltemu unty Nadin!" ucap Sanaya yang sudah duduk di atas perut papinya.


"Papi masih ingin tidur sayang, ayolah ...., biarkan papi tidur sebentar ....!" ucap Agra memelas, ia benar-benar malas untuk kemanapun hari ini.


"Papi benal-benal manja ...!" ucap sagara yang tak mau kalah. Ia sudah berdiri di samping papinya.


"Baiklah ...., papi kalah, kalian menang ...., jadi biarkan papi mandi dulu ...!"


Akhirnya Sanaya pun mau turun dari perut papinya, dengan malas Agra segera menuju ke kamar mandi.


**BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘**


__ADS_2