
Agra terus saja menggoda Ara membuat Ara kesal.
“bby …, kau ini jahat sekali …., biarkan aku pergi
aku harus melihat anak-anak!” ucap Ara sambil beranjak dari atas sofa meninggalkan suaminya yang terus menggodanya.
Ara memperbaiki ikatan rambutnya
yang berantakan, dan bajunya yang juga tak kalah berantakannya.
Kring kring kring
Ponsel Agra yang berada di meja berdering,
menghentikan tatapan Agra pada istrinya, ia beralih menatap ponselnya. Agra
segera menekan tombol terima ketika melihat siapa yang melakukan panggilan,
pengawal Sagara.
“Ada apa?” Tanya Agra tanpa basa-basi.
“Maafkan atas kelalaian kami!” ucap anak buahnya,
membuat Agra terkejut ada yang tidak beres.
“Apa yang terjadi?” Tanya Agra dengan wajah panik
membuat Ara menghentikan langkahnya, ia mengurungkan niatnya untuk meninggalkan
kamar setelah melihat kecemasan di wajah suaminya.
“Nona Sanaya hampir tertabrak motor, tapi Abimanyu berhasil menyelamatkannya, tuan!”
“Bagaimana keadaan mereka?”
“Nona baik-baik saja, nona hanya syok tapi Abimanyu harus di larikan ke rumah sakit!”
“Baiklah aku akan menyusul kalian, jaga mereka
baik-baik!”
“Baik tuan!”
Agra segera mematikan sambungan telponnya, ia segera beranjak dari duduknya. Ara menghampirinya.
“Ada apa bby?” Tanya Ara ikut cemas.
“Abimanyu di larikan ke rumah sakit!”
“Kenapa?”
__ADS_1
“Jangan bertanya lagi, kita harus segera menyusul mereka!”
“Mereka?” Ara kembali cemas dengan ucapan suaminya, tapi lagi-lagi suaminya tidak bersedia untuk memberitahunya apapun.
Mereka pun segera menuju ke rumah sakit, sepanjang
perjalanan Ara sibuk bertanya dalam pada suaminya tapi lagi-lagi suaminya sama
sekali tidak memberinya informasi apapun.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit, Agra dan Ara sedikit berlari menuju ke ruang UGD. Di depan ruang itu terlihat Sagara sedang
memeluk Sanaya. Melihat kedatangan papi dan mommy nya, Sagara segera berdiri.
“Mom …, pap ….!”
Agra dan Ara segera mendekati putra putrinya.
Memeluk dan mengecuk kening mereka bergantian.
“Ada apa sayang?” Tanya Ara. Sanaya bukannya menjawab malah berhambur memeluk mommy nya dengan tangisnya yang menjadi-jadi. Ara berusaha keras untuk
menenangkan putrinya itu.
“Nay yang menyebabkan semua ini mom …., Abimanyu menyelamatkan ku, bagaimana kalau terjadi sesuatu sama Abimanyu, mom!”
“Tidak akan terjadi apa-apa sama Abimanyu, sayang! Jadi jangan khawatir ya, semua akan baik-baik saja!”
“Tuan …, nyonya …., bagaimana dengan Abimanyu?”
tanyanya dengan khawatir tapi tidak mengurangi rasa hormatnya pada tuannya.
“Dokter sedang menangani Abimanyu, pak Mun! bersabarlah …!” ucap Agra yang sedang memeluk putranya, walaupun tidak menangis
seperti Sanaya, tapi Agra tahu putranya itu sekarang juga sedang sangat cemas.
Tak berapa lama dokter keluar dari dalam ruangan UGD
itu, Agra segera menghampirinya.
“Bagaimana keadaannya dokter?”
“Tenang tuan, anak itu sangat kuat, ia sama sekali tidak menangis selama kami menanganinya, untung hanya luka luar, tidak ada yang serius. Hanya dalam beberapa hari luka itu akan sembuh. Kami akan
memindahkannya di ruang perawatan!”
“Baik dok, terimakasih!’
“Sama-sama tuan Agra, saya permisi dulu!”
Mereka menunggu hingga Abimanyu di pindahkan ke
__ADS_1
ruang perawatan. Sanaya benar-benar tak sabar untuk menemui Abimanyu dan
melihat keadaannya, ia sangat merasa bersalah.
“Papi …., apa Abimanyu akan marah padaku?”
Mendengar pertanyaan putrinya, membuat Agra merasa
kasihan, putrinya itu pasti sangat merasa bersalah. Ia mengusap rambut putrinya
dengan lembut dan meninggalkan kecupan di puncak kepalanya.
“Tidak sayang …., Abimanyu tidak akan marah padamu, percayalah …!”
Sanaya pun melepaskan tangan papinya, ia berjalan menuju pak Mun yang juga terlihat sangat khawatir itu.
“Kakek!”
Pak Mun yang di hampiri Sanaya segera berjongkok mensejajarkan diri dengan Sanaya.
“Iya nona muda!”
“Maafkan Nay ya kek, karena kecerobohan Nay,
Abimanyu celaka!”
“Tidak Nona, saya malah sangat bangga pada Abimanyu,nona. Karena dia sudah berbuat yang seharusnya, nona muda jangan khawatir,
semua akan baik-baik saja, setelah ini akan lebih banyak lagi yang akan terjadi
dan Abimanyu harus melakukan lebih banyak dari ini!”
“Kenapa harus seperti itu kakek?”
“Nanti …, suatu saat nanti nona akan mengetahuinya, jika sudah tiba waktunya!”
“Kakek tidak marah sama Nay?”
Pak Mun menggelengkan kepalanya dnegan
menyunggingkan bibirnya terlihat kerutan di wajah pria itu semakin banyak,
menunjukkan sudah seberapa banyak usianya.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 😘😘😘😘