
Setelah mendapat kabar dari Ara,
Rendi tak membuang waktu, ia langsung datang ke rumah Ara mengajak serta dokter
Frans
Tok tok tok
Nadin yang sedang menemani ayahnya yang sedang tertidur sedikit
terkejut karena malam –malam ada tamu yang datang ke rumah,
Ia takut jika kakaknya
sampai nekat datang,itu akan jadi masalah besar buat Ara, ia tak mau membuat masalah untuk kakaknya,
hidup kakaknya selama ini sudah cukup sulit, ia tak mau menambah bebannya lagi
“ya sebentar ....” Nadin menyahut dari dalam dan segera berjalan
keluar kamar menuju ke ruang tamu
Saat membuka pintu, ia sedikit terkejut melihat seseorang yang
sedang berdiri di depan pintu rumahnya
“pak Rendi ...”
“selamat malam..., maaf mengganggu istirahatmu nona ..., saya kesini membawa dokter untuk ayah
nona”
“dokter ...”
“perkenalkan nona cantik ..., saya dokter Frans ...” Dokter Frans
tiba-tiba muncul di sela-sela percakapan mereka, Nadin masih belum sepenuhnya
sadar dari keterkejutannya
“apa kita akan tetap di luar?” tanya Dokter Frans , membuat Nadin
segera mempersilahkan mereka untuk masuk
Dokter Frans memeriksa keadaan ayah nadin dan memberikan serep obat
untunya, setelah selesai memeriksa, mereka pun undur diri
Nadin pun mengantar mereka sampai ke depan, tapi langkah mereka
terhenti saat melihat seseorang yang berada di depan rumah Nadin, dia adalah
Dio
“kak Dio ....” Nadin cukup terkejut melihat Dio di depan rumahnya
begitu juga dengan Rendi, Rendi memeberi tatapan dingin pada Dio
“Nadin ..., aku dapat kabar dari kayawan ayah kamu, mereka bilang
jika ayah kamu sakit, makanya aku ke sini ...”
“terimakasih kak ..., tapi ayah sedang istirahat ...” Nadin merasa
tidak enak dengan Rendi dan dokter Frans
“mereka ...?” tanya Dio saat menatap Rendi dan dokter Frans juga
berada di rumah Nadin
“dia dokter yang memeriksa ayah ....” Nadin menunjuk pada dokter
Frans
“lalu dia...?” Dio menunjuk tidak suka pada Rendi, dan Rendi tetap pada tatapan yang sama
“ini pak Rendi ..., tangan kanan kak Agra ..., suami kak Ara”
“aku sudah tahu ...., maksudku kenapa dia di sini?” tanya Dio tidak
suka pada Rendi
“saya rasa , saya tidak punya urusan dengan anda ..., jadi saya
__ADS_1
permisi....” Rendi membuka suara
“dan Anda ..., saya lihat anda cukup pandai untuk memahami ucapan
Nadin ..., akan sangat tidak etis jika anda berlama-lama di sini, saya permisi
...” Rendi pun meminggalkan Nadin dan Dio di ikuti dokter Frans di belakangnya,
meninggalkan tatapan kesal Dio
***
Ara menbolak-balikkan bukunya tanpa berkeinginan untuk membacanya
,ia terus memikirkan keadaan ayahnya, tapi saat ponselnya kembali berdering,
membuat ke gundahan Ara terobati
Ia melihat nama Rendi di layar panggilan, ia segera menerima
telponnya, dan benar Rendi memberi kabar keadaan ayahnya. Membuat rasa
khawatirnya sedikit berkurang
Setelah memutus panggilannya dengan Rendi, ia melihat jam diding , jarum jam sudah menunjuk ke angka 12 tapi
Agra tak juga kembali ke dalam kamar
Pikirannya kembali pada keinginannya untuk mengetahui masa lalu
suaminya, ia berfikir untuk segera menyelesaikan sebelum waktunya habis
“ mungkin ini saat yang tepat untuk menanyakannya” Ara bergumam sendiri seolah menemukan
kepastian di dalam ucapannya sendiri
Ara pun segera beranjak dari tempat tidur, ia keluar dari kamar dan
mencari keberadaan Agra
Ceklek
Ia melihat Agra sedang duduk di balik meja kerja, sibuk dengan
“sayang kau kemari ...”
Agra segera mengangkat kepalanya dan mendapati Ara yang sudah
berdiri di depan pintu
“kemarilah ....” Agra
menghentikan kegiatannya tapi kemudian kembali lagi ke arah beberapa map di
depannya
,Ara pun mendekat ke meja kerja Agra
“Gra ...”
Agra terlihat sibuk dengan beberapa map di tangannya dan sesekali
membubuhkan tanda tangan mengangkat kepalanya lagi setelah Ara memanggilnya
“hemmm” Agra menatap sebentar pada istrinya dan kembali fokus pada
map-map itu
“sibuk ya ...?” ara memilin baju tidurnya untuk menghilangkan
kegugupannya
“tinggal sedikit sayang, kalau sudah mengantuk tidurlah dulu, tidak
sampai setengah jam ini sudah selesai” agra mengusap pipi istrinya lembut
“baiklah ....” Ara pun sudah hanpir melangkah meninggalkan
suaminya, tapi kemudian keberanian itu kembali muncul, ia pun kembali berbalik
menghadap suaminya
“Gra ...”
__ADS_1
“ada apa sayang, apa ada masalah?” Agra pun langsung menutup mapnya
dan berdiri menghampiri istrinya
“enggak ..., aku Cuma ada beberapa pertanyaan saja” ara memelaskan
wajahnya berharap suaminya tak keberatan
“pertanyaan?” Agra mengerutkan dahinya
“ ya udah kita kembali ke
kamar ya ....”
Ara hanya mengangguk, dan Agra pun menggandeng Ara menuju ke
kamarnya,
setelah mereka masuk ke
dalam kamar, mereka segera menaiki tempat tidur big size itu, merekapun duduk
saling berhadapan
“ada apa sayang?” agra memegang kedua tangan ara dengan lembut
“jika kamu merasa keberatan
untuk menjawabnya, jangan di jawab ya ....”
“ dan jangan marah padaku” ara masih berusaha mengumpulkan keberanian
“sepertinya serius sekali” agra langsung menyilangkan kakinya
sebelah menghadap ke tempat ara duduk
“iya, tapi janji dulu jangan marah ya...” ara masih begitu
khawatir, ia terungat terakhir kali bicara serius pada Agra saat itu , Agra
langsung marah dan tak mau bicara padanya
“kalau kamu nggak jadi tanya , aku malah marah”
“aku pengen tahu masa lalu mu” Agra lagi-lagi mengerutkan dahinya
dan menajamkan matanya yang seketika membuat ara merasa takut
“tuh kah ...., jangan marah ...” Ara mulai menciut nyalinya melihat
tatapan suaminya
“baiklah” Agra menghela nafas nya dalam
“masa lalu yang mana yang
ingin kamu dengar?”
“hubungan mu sama ibu?” Agra benar-benar tak menyangka jika
istrinya akan menanyakan masa lalunya yang sebenarannya tak ingin di ingat lagi
maaf nih author kasihnya sedikit
kapan-kapan aku banyakin ya
jangan lupa kasih dukungan ke Author ya
dengan memberikan like dan komentarnya
trus kasih vote juga
__ADS_1