My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 40


__ADS_3

      “mencintai


adalah satu hal, untuk di cintai adalah hal lain,tapi untuk dicintai oleh orang


yang aku cinta adalah segalanya. Aku mencintaimu”


***


Setelah menutup pintunya kembali, Ara tercengang melihat isi kamar


yang di dominasi dengan warna ghitam putih menjadikan kamar itu begitu maskulin


, berbanding terbalik dengan kamar Ara yang lebih didominasi dengan warna


terang


kamar ini luasnya 4 kali lebih luas dari kamarnya di rumah, tempat


tidur sprei dan bed cover polos warna abu-abu dengan ukuran king size


Ara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, kemudian matanya


berhenti pada pria yang sedang duduk bersandar di sandaran ranjang sambil


memainkan hpnya


Ara pun segera mendekati pria itu yang tak lain adalah Agra,agra


sudah berganti pakaian menggunakan kaos dalam dan celana kolor selutut


“vulgar sekali ...” gumam ara saat memperhatikan tubuh  Agra di balik kaos tanpa lengannya yang tergambar


jelas dada bidang dan perut kotak-kotaknya serta lengan berototnya, ara benar


benar tak bisa berkedip seolah matanya tersihir


“kenapa dia pakek liat aku kayak gitu sih, sial dada gue kenapa  juga ini ...”batin Agra saat


tanpa sengaja menatap  ara sekilas yang


dari tadi memperhatikannya , tapi Agra seolah tak melihatnya, apa memang tak


melihat atau pura-pursa tak melihat? Hanya Agra yang tahu


“pak ....” Ara memanggil agra agak pelan supaya tidak


mengganggunya,


Karena tak kunjung mendapat sahutan Ara pun mengulangi panggilannya


“bapak ...” Ara sedikit berteriak


“kenapasih teriak-teriak, aku nggak tuli ..., dasar kau ini” Agra


menatap Ara kesal


“abis bapak diam aja di panggil” Ara lebih kesal lagi sambil balik


memelototi Agra


“kamu ....” agra tak mau kalah “ kamu berani melotot sama pada ku”


ternyata Agra lebih kesal dengan tingkah Ara


“ya maaf pak ...” sekarang suara Ara sedikit melemah, nyalinya


hilang saat melihat tatapan Agra yang lebih menakutkan, Ara menundukkan


pandangannya


“apa?” melihat Ara sudah menunduk membuat Agra tidak tega, ia pun


menaruh hpnya di atas nakas samping tempat tidur


“duduk ...” Agra pun melipat kakinya dan menepuk tempat tidur di


depan ia duduk, Ara pun hanya bisa menurut


“ada apa?” Agra pun mengangkat dagu Ara dengan sebelah tangannya supaya


bisa melihat wajah Ara


“ibu bapak salah paham pak, pernikahan ini terjadi karena salah


faham,  bagaimana kalau beliau tahu


kenyataannya?” Ara terlihat begitu cemas, bagaimana tidak kenyataan kehamilan

__ADS_1


akan cepat terlihat dalam waktu beberapa bulan saja, jika ia di tuduh telah


memanfaatkan keadaan untuk memeras bosnya


“ah ..., aku tidak mau ....” ara menggelengkan kepalanya cepat setelah  bergulat dengan pikirannya


sendiri segera menyudahinya


“kenapa anak ini ?” batin Agra


“kamu kenapa?” agra heran dengan tingkah menggemaskan Ara


“aku tidak mau jika di tuduh memanfaatkan bapak, aku bukan orang


seperti itu”


“aku tau ....” jawab agra dengan wajah yang begitu santai seolah


sedang tidak dalam masalah


“kenapa dia bisa sesantai ini, dasar..., memang dia paling suka


membuatku susah ...” batin Ara yang begitu kesal melihat wajah santai agra


“lalu...?”


“lalu apa lagi ....? kau cerewet sekali” keluh agra


“aku harus bersikap bagaimana, apa aku harus jujur ya pak?”


“jangan” Agra segera berteriak


“kenapa ...?” Ara sedikit terkejut dengan respon Agra


“ya ....biarkan saja ..., kita nikmati saja peran kita sebagai suami


istri, itu kita pikirkan belakangan saja, salah sendiri tidak mau mendengarkan


penjelasan kita, sudah kita tidur aja” Agra yang sedikit salah tingkah segera


merebahkan tubuhnya


“disini pak?”  Ara menunjuk


pada tempat tidur yang jelas-jelas hanya satu


“satu ranjang”


“memang lo liat ranjang lain di sini”


“ada sofa pak” ara menunjuk sebuah sofa besar di sudut kamar tidur “


bapak tidur di sofa ya ..., pliiiiis”


“enak aja, ini kamar,  kamar


gue, kenapa mesti gue yang tidur di sofa”


“ihhhhh ...” Ara pun begitu sebal karena bosnya yang kini jadi


suaminya tak mau mengalah


“ya udah gini aja” karena Agra juga tidak tega melihat Ara tidur di


sofa , akhirnya Agra pun membuat pemisah antara mereka dengan dua buah guling


“beres kan ...” Agra pun membanggakan diri karena merasa menemukan


solusi


Ara pun hanya melihat malas "wah .... cerdas sekali ...", ara pun segera turun dari tempat tidur


“hei ..., mau kemana?” melihat Ara berjalan menjauhi tempat tidur,


Agra segera berteriak


“mau ganti baju” ara berjalan menuju ke kamar mandi


“emangnya kamu tahu di nana baju gantimu?” agra bicara sambil


meremehkan


Ara seperti sedang berfikir, kemudian kembali menoleh pada Agra


“enggak pak ...”


“makanya tanya dulu kalau nggak tau ...” agra pun segera turun dari

__ADS_1


tempat tidur, dan menuju ke sebuah ruangan yang langsung terhubung dengan kamar


mandi, ruangan itu adalah ruang pakaian dan segala aksesoris, sepatu


Ara kembali di buat terpesona dengan ruangan itu, baju-baju tertata


rapi, tergantung berdasarkan warnanya, berbagai macam koleksi jam tangan mahal


terlihat di sebuah lemari kaca


“ini tempat bajumu” agra menunjuk lemari lain dari yang Ara lihat,


dan benar lemari itu berisi semua pakaian Ara yang sudah tertata dengan rapi


“wah ...., sejak kapan ini di sini ...” Ara menunjuk baju-baju yang


tadinya di koper sekarang sudah tergantung rapi di dalam lemari pakaian


“sejak kau masuk rumah ini ....” jawab Agra sambil menatap tajam


pada Ara dengan jarak yang sangat dekat hingga membuat Ara harus memcondongkan


badannya ke belakang


“astaga ..., kenapa lagi ini ..., dia seperti punya sengatan


listrik saja” batin Agra


“pak ..., apa yang kamu lakukan ..., jangan dekat seperti ini,


jantungku bisa meledak ...” batin Ara


Agra pun segera menjauhkan tubuhnya dari Ara, ia pun meninggalkan


Ara, dan kembali ke tempat tidur


“aku bisa gila lama-lama dekat dengannya” gumam Agra setelah sampai


di atas tempat tidur


 Ara  pun tak mau berlama-lama, ia segera memilih


baju tidur dan mengganti bajunya dengan baju tidur yang sudah ia pilih


Setelah mengganti pakaiannya ia mencuci muka dan gosok gigi,


kemudian Ara pun kembali lagi menghampiri Agra yang sudah merebahkan tubuhnya


di atas tempat tidur, ia naik  ke atas


tempat tidur, Agra sudah tidur di sisi tempat tidur memunggungi Ara, lampu pun


sudah di matikan tinggal menyisakan lampu tidur


-


-


-


-


-


“biar semua


berjalan apa adanya. Berlalu dengan semestinya dan. Berakhir dengan seharusnya”


-


-


-


-


kakak -kakak Reader jangan cuma di scroolll aja ya setelah baca, tolong tinggalin jejak ya biar nggak kayak hantu , seenggaknya kasih jejak di LIKE trus kalau sudah berikan sedikit KOMENTAR dan jangan lupa juga kembali ke laman depan dan kasih beberapa VOTE


OK .....


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2