
“mencintai
adalah satu hal, untuk di cintai adalah hal lain,tapi untuk dicintai oleh orang
yang aku cinta adalah segalanya. Aku mencintaimu”
***
Setelah menutup pintunya kembali, Ara tercengang melihat isi kamar
yang di dominasi dengan warna ghitam putih menjadikan kamar itu begitu maskulin
, berbanding terbalik dengan kamar Ara yang lebih didominasi dengan warna
terang
kamar ini luasnya 4 kali lebih luas dari kamarnya di rumah, tempat
tidur sprei dan bed cover polos warna abu-abu dengan ukuran king size
Ara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, kemudian matanya
berhenti pada pria yang sedang duduk bersandar di sandaran ranjang sambil
memainkan hpnya
Ara pun segera mendekati pria itu yang tak lain adalah Agra,agra
sudah berganti pakaian menggunakan kaos dalam dan celana kolor selutut
“vulgar sekali ...” gumam ara saat memperhatikan tubuh Agra di balik kaos tanpa lengannya yang tergambar
jelas dada bidang dan perut kotak-kotaknya serta lengan berototnya, ara benar
benar tak bisa berkedip seolah matanya tersihir
“kenapa dia pakek liat aku kayak gitu sih, sial dada gue kenapa juga ini ...”batin Agra saat
tanpa sengaja menatap ara sekilas yang
dari tadi memperhatikannya , tapi Agra seolah tak melihatnya, apa memang tak
melihat atau pura-pursa tak melihat? Hanya Agra yang tahu
“pak ....” Ara memanggil agra agak pelan supaya tidak
mengganggunya,
Karena tak kunjung mendapat sahutan Ara pun mengulangi panggilannya
“bapak ...” Ara sedikit berteriak
“kenapasih teriak-teriak, aku nggak tuli ..., dasar kau ini” Agra
menatap Ara kesal
“abis bapak diam aja di panggil” Ara lebih kesal lagi sambil balik
memelototi Agra
“kamu ....” agra tak mau kalah “ kamu berani melotot sama pada ku”
ternyata Agra lebih kesal dengan tingkah Ara
“ya maaf pak ...” sekarang suara Ara sedikit melemah, nyalinya
hilang saat melihat tatapan Agra yang lebih menakutkan, Ara menundukkan
pandangannya
“apa?” melihat Ara sudah menunduk membuat Agra tidak tega, ia pun
menaruh hpnya di atas nakas samping tempat tidur
“duduk ...” Agra pun melipat kakinya dan menepuk tempat tidur di
depan ia duduk, Ara pun hanya bisa menurut
“ada apa?” Agra pun mengangkat dagu Ara dengan sebelah tangannya supaya
bisa melihat wajah Ara
“ibu bapak salah paham pak, pernikahan ini terjadi karena salah
faham, bagaimana kalau beliau tahu
kenyataannya?” Ara terlihat begitu cemas, bagaimana tidak kenyataan kehamilan
__ADS_1
akan cepat terlihat dalam waktu beberapa bulan saja, jika ia di tuduh telah
memanfaatkan keadaan untuk memeras bosnya
“ah ..., aku tidak mau ....” ara menggelengkan kepalanya cepat setelah bergulat dengan pikirannya
sendiri segera menyudahinya
“kenapa anak ini ?” batin Agra
“kamu kenapa?” agra heran dengan tingkah menggemaskan Ara
“aku tidak mau jika di tuduh memanfaatkan bapak, aku bukan orang
seperti itu”
“aku tau ....” jawab agra dengan wajah yang begitu santai seolah
sedang tidak dalam masalah
“kenapa dia bisa sesantai ini, dasar..., memang dia paling suka
membuatku susah ...” batin Ara yang begitu kesal melihat wajah santai agra
“lalu...?”
“lalu apa lagi ....? kau cerewet sekali” keluh agra
“aku harus bersikap bagaimana, apa aku harus jujur ya pak?”
“jangan” Agra segera berteriak
“kenapa ...?” Ara sedikit terkejut dengan respon Agra
“ya ....biarkan saja ..., kita nikmati saja peran kita sebagai suami
istri, itu kita pikirkan belakangan saja, salah sendiri tidak mau mendengarkan
penjelasan kita, sudah kita tidur aja” Agra yang sedikit salah tingkah segera
merebahkan tubuhnya
“disini pak?” Ara menunjuk
pada tempat tidur yang jelas-jelas hanya satu
“satu ranjang”
“memang lo liat ranjang lain di sini”
“ada sofa pak” ara menunjuk sebuah sofa besar di sudut kamar tidur “
bapak tidur di sofa ya ..., pliiiiis”
“enak aja, ini kamar, kamar
gue, kenapa mesti gue yang tidur di sofa”
“ihhhhh ...” Ara pun begitu sebal karena bosnya yang kini jadi
suaminya tak mau mengalah
“ya udah gini aja” karena Agra juga tidak tega melihat Ara tidur di
sofa , akhirnya Agra pun membuat pemisah antara mereka dengan dua buah guling
“beres kan ...” Agra pun membanggakan diri karena merasa menemukan
solusi
Ara pun hanya melihat malas "wah .... cerdas sekali ...", ara pun segera turun dari tempat tidur
“hei ..., mau kemana?” melihat Ara berjalan menjauhi tempat tidur,
Agra segera berteriak
“mau ganti baju” ara berjalan menuju ke kamar mandi
“emangnya kamu tahu di nana baju gantimu?” agra bicara sambil
meremehkan
Ara seperti sedang berfikir, kemudian kembali menoleh pada Agra
“enggak pak ...”
“makanya tanya dulu kalau nggak tau ...” agra pun segera turun dari
__ADS_1
tempat tidur, dan menuju ke sebuah ruangan yang langsung terhubung dengan kamar
mandi, ruangan itu adalah ruang pakaian dan segala aksesoris, sepatu
Ara kembali di buat terpesona dengan ruangan itu, baju-baju tertata
rapi, tergantung berdasarkan warnanya, berbagai macam koleksi jam tangan mahal
terlihat di sebuah lemari kaca
“ini tempat bajumu” agra menunjuk lemari lain dari yang Ara lihat,
dan benar lemari itu berisi semua pakaian Ara yang sudah tertata dengan rapi
“wah ...., sejak kapan ini di sini ...” Ara menunjuk baju-baju yang
tadinya di koper sekarang sudah tergantung rapi di dalam lemari pakaian
“sejak kau masuk rumah ini ....” jawab Agra sambil menatap tajam
pada Ara dengan jarak yang sangat dekat hingga membuat Ara harus memcondongkan
badannya ke belakang
“astaga ..., kenapa lagi ini ..., dia seperti punya sengatan
listrik saja” batin Agra
“pak ..., apa yang kamu lakukan ..., jangan dekat seperti ini,
jantungku bisa meledak ...” batin Ara
Agra pun segera menjauhkan tubuhnya dari Ara, ia pun meninggalkan
Ara, dan kembali ke tempat tidur
“aku bisa gila lama-lama dekat dengannya” gumam Agra setelah sampai
di atas tempat tidur
Ara pun tak mau berlama-lama, ia segera memilih
baju tidur dan mengganti bajunya dengan baju tidur yang sudah ia pilih
Setelah mengganti pakaiannya ia mencuci muka dan gosok gigi,
kemudian Ara pun kembali lagi menghampiri Agra yang sudah merebahkan tubuhnya
di atas tempat tidur, ia naik ke atas
tempat tidur, Agra sudah tidur di sisi tempat tidur memunggungi Ara, lampu pun
sudah di matikan tinggal menyisakan lampu tidur
-
-
-
-
-
“biar semua
berjalan apa adanya. Berlalu dengan semestinya dan. Berakhir dengan seharusnya”
-
-
-
-
kakak -kakak Reader jangan cuma di scroolll aja ya setelah baca, tolong tinggalin jejak ya biar nggak kayak hantu , seenggaknya kasih jejak di LIKE trus kalau sudah berikan sedikit KOMENTAR dan jangan lupa juga kembali ke laman depan dan kasih beberapa VOTE
OK .....
__ADS_1