My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2(12)


__ADS_3

Pagi ini Agra sudah bersiap-siap seperti biasa, Ara sedang membantu suaminya itu memasangkan dasinya.


"Bby janji ya ...., hari ini jangan ganggu Rendi!"


"Memang apa yang bisa aku lakukan!"


"Bby tinggal bilang ya dan tidak doang loh ...!"


"Iya aku tidak akan mengganggunya! Puas .....?"


Ara pun mengangguk dengan senyumnya.


"Tapi kau harus membayarnya untuk ini!" ucap Agra dengan senyum jahilnya.


"Membayar apa?"


"Jangan pura-pura lupa ya!" ucap Agra sambil meraih pinggang istrinya agar lebih dekat lagi.


"Bby ...., ini sudah kesiangan loh ...., jangan macam-macam ya ....!" ucap Ara yang sudah waspada.


"Aku nggak macam-macam, aku cuma ingin satu macam!"


Tanpa aba-aba Agra sengangkat tubuh istrinya itu dan segera menjatuhkannya ke atas tempat tidur, ia sudah berada di atas tubuh istrinya.


"Bby ....!" belum sempat Ara melanjutkan ucapannya, Agra sudah lebih dulu membekap bibir Ara dengan bibirnya, Agra *******, menyesap dan beberapa gigitan kecil di sana.

__ADS_1


Ara hanya bisa pasrah, mengimbangi apa yang di lakukan suaminya, tangan Agra sudah bergerilya menjamah setiap inci tubuh Ara, dan ia akan berlama-lama di tempat yang paling ia sukai.


Desahan demi desahan keluar dari bibir Agra, dres pendek Ara sudah tersingkap entah kemana, Agra benar-benar menagihnya pagi ini, ia tidak membiarkan istrinya berhenti mendesah.


Kini bibirnya sudah menggantikan tangannya, bibir itu sudah meninggalkan jejak di setiap tempat lekuk tubuh istrinya.


Tak ada yang berani mengganggu mereka di saat seperti ini, hingga Agra menyelesaikan tugasnya.


Entah ini sudah yang keberapa kali setelah tadi malam, Agra mencium kening istrinya yang tampak kelelahan, kemudian beralih ke perut istrinya.


"Semoga setelah ini akan tumbuh benih cinta kita lagi!" ucap Agra dan kemudian menutup tubuh istrinya dengan selimut hingga menutupi lehernya, senyum tersemat di bibirnya.


Cup


Agra mencium bibir istrinya. "Aku mandi lagi ya sayang!"


Tak berapa lama Agra sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk, ia terlihat kesusahan mencari pakaiannya.


Ara pun terpaksa bangun dari tempat tidur dan melilitkan selimut ke tubuhnya yang polos.


"Biar aku carikan bby!" ucap Ara sambil mengambil celana, kemeja, das dan jas untuk Agra.


"Terimakasih sayang ....!" ucap Agra sambil kembali memeluk istrinya.


"Bby ...., kau benar-benar seperti pengantin baru saja!" keluh Ara.

__ADS_1


"Aku pengantin baru nggak bisa melakukan ini sayang, ah .... jadi teringat sama mereka berdua, kira-kira apa ya yang bisa di lakukan oleh Rendi, membayangkan saja aku jadi ingin tertawa ...!"


"Jahat banget sih bby ....!"


"Nggak jahat sayang ...., kalau seperti ini aku jadi ingin honeymoon!"


"Apaan sih bby pikirannya, kau lihat ...., karena ulahmu bagaimana aku bisa pergi ke kafe, aku kan jadi malu keluar rumah!" keluh Ara sambil melihat tanda kepemilikan bertebaran di mana-mana.


"Aku akan melakukan itu setiap kali kau akan ke luar rumah, biar semua orang tahu kalau kau sudah jadi milik Agra Anugra Putra, jadi jangan macam-macam!"


"Norak bby ...., kalau Sagara dan Sanaya nanya mominya kenapa bagaimana?"


"Jawab aja kalau papinya lagi proses bikin dedek bayi!"


"Bby ...., kau benar-benar ya ....!" ucap Ara sambil mencubit pinggang suaminya.


"Augh .....,Ampun ....,ampun sayang ....!"


Yang pengantin baru siapa yang bucin siapa?


*Cinta tak tergantung berapa lama kita mengenalnya, tapi seberapa nyaman kita berada di sampingnya.*


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘😘


__ADS_2