My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 97


__ADS_3

Pagi ini tanpa sepengetahuan Agra, Ara datang ke tempat praktek


dokter Frans, sebenarnya masih ada rasa ragu untuk datang sendiri, ia ingin


sekali mengajak suaminya, tapi bagaimana jika ada masalah? mengingat hubungan mereka tak begitu baik


“kak mau kemana kok sudah rapi aja?” tanya Nadin yang kebetulan


sudah datang ke toko dan sedang merapikan etalase toko


“kakak mau keluar sebentar, nanti sebelum jam makan siang dah


balik, kamu jaga toko dulu nggak papa ya ...” ucap Ara sambil memeriksa kembali


isi tasnya


“ah kakak ini kayak sama siapa aja, tapi emangnya mau kemana kak?”


Nadin tampak penasaran


“aku mau nemuin dokter Frans” ucap Ara sambil mengetikkan pesan untuk


memesal ojol, Nadin tampak terkejut dengan jawaban Ara, dokter ...? apa Ara


sakit?


“kakak kenapa kak? Kakak lagi sakit ...? tapi kakak nggak pucet


...” Nadin memeperhatikan wajah kakaknya dengan seksama, memeriksa tubuh


kakaknya


“kakak nggak kenapa-kenapa dek ..., kakak Cuma cek kesehatan doang,


nggak sakit sama sekali” ucap Ara meyakinkan adiknya


“ah..., lega aku kak ....” Nadin mengelus dadanya, Nadin memang


sangat menyayangi kakaknya,


“ya udah aku pergi ya ...., sudah kesiangan nih, kalau mbak Rini


datang suruh buat seperti biasa aja” Ara sambil berjalan keluar ruko


“ok kak, siap ....” Nadin bergaya hormat dengan menaruh telapak


tangan di keningnya


“ kakak naik apa?” Nadin celingak-celinguk kesana kemari melihat ke


luar ruko


“aku udah pesan ojol ...., tuh ojolnya dah nunggu di depan” Ara


sambil menunjuk ke arah pria yang duduk di atas motor dengan jakek khasnya


berwarna hijau


“kakak nggak di jemput sama ajudannya balok es?” tanya Nadin heran


“nggak enak dek nyuruh njemput...., lagian nanti kalau Agra liat


bisa runyam urusannya”


“emang kak Agra nggak tau ya kak?” Nadin merasa aneh jika kakak iparnya sampai tidak tahu


“enggak ....., makanya jangan kasih tau ...” ucap Ara sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Nadin


“ya udah hati-hati kak ...”


“ok ....” Ara segera meninggalkan Nadin, menuju ke ojol yang sudah


menunggu sejak tadi , tapi saat bersamaan sebuah mobil warna silver berhenti tepat di


samping Ara


“pak Mun ...”


Ucap Ara saat melihat siapa yang keluar dari dalam mobil itu


“iya nona ...” pria paruh baya itu menunduk hormat


“kenapa pak Munir kesini?” tanya Ara, sudah lama sekali semenjak mereka keluar dari rumah tak bertemu dengan pak Mun, ini untuk pertama kalinya


“saya di perintah pak Rendi untuk menjemput anda, nona”


“tapi saya sudah pesan ojol” ucap Ara sambil menunjuk mas ojol yang terlihat bingung di samping Ara


“anda bisa membatalkannya nona” pak Mun tak mau kalah


“bagaimana bisa ....., nggak bisa, pak Mun aja yang duluan, biar


aku naik ojol” tapi Ara juga tak kalah ngototnya


“maaf nona, tapi saya harus memastikan nona sampai tujuan dengan


selamat”


Setelah menyelesaikan ucapannya, pak Mun pun langsung mendekati


pengendara ojol, dan memberikan selembar uang 50 ribu untuk ganti rugi dan


mempersilahkan ojol untuk pergi


“nggak bisa gitu dong pak mun ....,” protes Ara


“maaf nona ...”


“menyebalkan ...” Ara menginjal-injakkan kakinya sebal


"nggak atasan nggak bawahan, sama-sama menyebalkan, suka sekali memaksa" batin Ara sambil terus menatap pak Mun kesal


“mari nona ...” pak Mun membukakan pintu mobil, dengan terpaksa Ara


ikut masuk ke dalam mobil dengan ocehannya yang di jamin bikin kuping pak Mun


kriting


***


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya mobil pak Mun


sampai juga di depan rumah sakit tempat Frans praktek, Ara segera turun dari


mobil tanpa menunggu pak mun membukakan pintu dan meninggalkan pak Mun begitu

__ADS_1


saja.


Tapi tingkah Ara yang seperti itu malah membuat pak Mun tersenyum,


“nona benar-benar berbeda ..., pantas nyonya menyukai anda nona,


semoga kalian bahagia” guman pak Mun


Ara langsung berjalan memasuki rumah sakit setelah melewati halaman


rumah sakit yang cukup luas Rumah sakit  ini merupakan rumah sakit yang dimiliki oleh orang tua Agra


Rumah sakit ini memiliki peralatan medis yang mutakhir serta


memiliki sekitar 250 dokter spesialis, subspesialis dan dokter umum.


Rumah sakit yang berlokasi di Jakarta ini memiliki peralatan


medis yang canggih serta fasilitas yang bertaraf internasional.


Ara menemui serepsionis rumah sakit yang mengenakan pakaian putih


khas rumah sakit


“pagi mbak..”


“pagi ..., ada yang bisa di bantu?”


“saya ada janji dengan dokter Frans”


“baik dengan nyonya siapa?”


“Ara, Putri Aulia Zahra”


“baik tunggu sebentar nyonya, saya akan menghubungkan pada dokter


Frans, silahkan tunggu di sana dulu nyonya” mbak-mbak itu menyuruh ara untuk


duduk di kursi tunggu di depan meja resepsionis ,


Ara pun hanya bisa menurut dan duduk di salah satu kursi tunggu,


sedangkan mbak-mbak resepsionis itu sepertinya sedang sibuk menghubungi


seseorang


Tak berapa lama panggilannya pun di akhiri


“nyonya Ara ...” dan benar mbak-mbak itu menghampiri Ara


“iya mbak ...” Ara yang merasa di panggil langsung mendongakkan


kepalanya , Ara pun bangun dari duduknya


“anda sudah di tunggu di ruangan dokter frans nyonya” ucap wanita


itu


“kalau boleh tahu, dimana ya ruangannya?”


“saya akan mengantar anda nyonya” ucap wanita itu lagi dengan penuh


hormat, tidak seperti tadi


Ara pun segera mengibas-kibaskan tangannya menolak


tunjukkan saja di mana tempatnya”


“tapi nyonya ...”


“saya akan bilang sama dokter Frans jika saya sendiri yang


memintanya” bujuk Ara


“ baik nyonya, maaf atas kelancangan saya”


“tidak pa pa sekarang tunjukkan pada saya”


“dokter Frans berada di lantai tiga di ruangan paling ujung nyonya”


“baik, trimakasih ...” Ara pun menundukkan punggunggya memberi


hormat dan langsung menuju ke lift, ia segera menekan tombol tiga, dan tak


butuh waktu lama pintu lift pun terbuka, kebetulan lift sedang sepi, hingga Ara


menyenderkan punggungnya di salah satu dinding lift


“aku harus bagaimana? Aku takut ...” guman Ara sambil menutup


matanya


Setelah lift terbuka, ara pun langsung melangkahkan kakinya keluar


dari lift, Ara melangkah dengan perasaan yang tak menentu, ia belum siap jika


harus melakukan beragam pemeriksaan , apalagi dalam pikirannya sedang


berkecamuk


“bagaiman kalau dokter Frans sendiri yang memeriksa ...?”


“ah .... nggak ngak ...., aku harus bagaimana?” ara lagi-lagi menginjak-injak


lantai seakan di bawah ada kecoak yang harus di injak


“aku belum siap ....”


“tapi aku sudah janji ...”


Tanpa terasa langkah Ara sudah sampai di depan ruangan paling ujung


“selamat pagi kakak ipar ...” suara barito itu seketika menyadarkan


lamunan Ara,


“dokter Frans .....”


“silahkan masuk kakak ipar ...” dokter Frans sudah membuka pintu


yang menurut penuturan mbak-mbak resepsionis tadi adalah ruangan dokter Frans


“B-baik ...” ara menjadi sangat tergagap, keterkejutannya bertambah


lagi saat mendapati orang lain di dalam ruangan itu, dan orang lain itu adalah

__ADS_1


Rendi


“selamat pagi nona” sapa Rendi yang segera bangun dari duduknya


saat ara datang


“pagi  ..., pak Rendi di sini


juga?” kegugupan Ara semakin bertambah saat melihat Rendi juga berada di situ


“kami menunggu anda nona”


“apa nona sudah siap?”


“sebentar ...sebentar , tapi apa boleh aku bertanya?” Ara kembali


memundurkan langkahnya


“silahkan nona”


“yang memeriksa .....?”


“tenang nona, yang memeriksa anda asisten dokter Frans” tak berapa


lama dokter frans kembali masuk dengan seoarang perempuan cantik berjilbab,


usianya sepertinya tak beda jauh dengan Ara


“selamat pagi nona Ara, saya dokter Sifa, asisten dokter Frans”


dokter sifa menyodorkan tangannya mengenalkan diri, tak menunggu waktu lama ara


pun langsung menyambut tangan dokter sifa


“senang berkenalan dengan anda dokter Sifa” Ara menunjukkan senyum


ramahnya pada dokter Sifa


“dokter Sifa ini yang akan memeriksa secara rutin kakak ipar”


dokter Frans berusaha menjelaskan


“apa sudah siap nona?” dokter Sifa menanyai Ara kembali


“Ara ..., hanya Ara ...”


“baik non ..., Ara ..., mari ikut saya ...”


Ara pun langsung naik ke aras ranjang pasien, dokter Sifa menutup


bagian bawah tubuh ara dengan selimut, kemudian menyingkapkan baju sebatas


teruyt ara dan mengoleskan jel yang terasa begitu dingin


“Ara ..., sudah pernah melakukan tespek mandiri?”


“belum dok”


Dokter Sifa mengoleskan jell yang terasa dingin di perut Ara,


kemudian pun menempelkan sebuah alat di atas perut ara dan memutar mutarnya


seakan sedang mencari sesuatu


“bagus ....”


dokter Sifa  mengukur berat


badan serta tanda-tanda vital Ara, yang meliputi tekanan darah, denyut jantung,


laju pernapasan, dan suhu tubuh. Dokter Sifa  juga melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan kandungan,


termasuk pemeriksaan


Leopold.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan , dokter Sifa mengajak Ara


kembali ke ruangan dimana dokter Frans dan Rendi berada, di ruangan yang


terpisah dengan ruang pemeriksaan


“silahkan duduk nona” Rendi langsung mempersilahkan Ara untuk duduk


dan di ikuti dengan dokter Sifa


“bagaimana hasil pemeriksaannya dokter Sifa?’ tanya dokter Frans


“nona Ara sedang memasuki kehamilan trimester pertama, sedang


rentang-rentangnya”


“maksud dokter ...?” Ara benar-benar bingung, ia langsung


membulatkan matanya, menajamkan telinganya, berharap apa yang ia dengar bukan


sebuah ilusi


“ya nona anda sedang hamil, memasuki usian sepuluh minggu”


“apa ...?” Ara benar-benar terkejut, ada rasa senang yang tak


tergambarkan, ia mengelus perutnya yang masih rata, ada kehidupan baru di dalam


sana


“apa yang harus dilakukan setelah ini dokter?” Rendi mewakili Ara


untuk bertanya, ara masih terlihat syok hingga tak mampu berkata-kata


“ Selain rutin menjalani pemeriksaan kehamilan, terapkan juga pola


makan sehat dan bergizi seimbang, konsumsi vitamin


prenatal sesuai anjuran dokter, minum air


putih yang cukup, lakukan olahraga ringan secara rutin, dan istirahat yang


cukup agar kehamilan nona Ara tetap sehat”


“terimakasih dokter atas penjelasannya”


***


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa bayar authornya dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya


kasih vote juga OK


__ADS_2