My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 72


__ADS_3

Kini Viona sudah tahu tentang berita kehamilan Ara sebelum menikah,


membuatnya mempunyai kesempatan untuk menghancurkan Ara, ia seperti menemukan


angin segar untuk menjatuhkan Ara, apa lagi jika di lihat tubuh Ara tak ada


perubahan sama sekali


“saya meragukan kehamilan menantu anda nyonya” kini Viona berbicara


secara tegas


Ara yang juga masih ikut duduk di situ seketika tersedak dengan


salivanya sendiri



Huks huks huks


“nona ..., nona tidak pa pa ...?” tanya salman khawatir


“tidak pa pa paman, biarkan saya mengambil minum, ibu” Ara meminta


ijin pada mertuanya


“pergilah ...” Ratih mempersilahkan Ara meninggalkan mereka


Setelah Ara meninggalkan mereka, Ratih pun kembali menatap Viona


“apa maksud ucapanmu?”


“jika di hitung dari waktu mereka menikah, seharusnya, perutnya


sudah sedikit buncit, ini sudah hampir lima bulan mereka menikah, tapi perutnya


tetap sama, apakah nyonya pernah memeriksanya langsung?” Viona berusaha


memprofokasi


“nona jangan lancang ..., kami tidak akan segan ...” Salman membuka


suara memberi ancaman pada gadis di depannya, tapi segera Ratih mengangkat


tangannya memberi isyarat untuk tetap diam


“aku akan memikirkan yang kau katakan”


“tapi nyonya ...” Salman berusaha membantah keputusan atasannya


“sekarang pulanglah jika tidak ada yang di bicarakan lagi ...”


‘terimakasih nyonya atas waktunya” ratih pun beranjak dari duduknya


dan berlalu meninggalkan Viona yang bernafas lega, ia sudah berfikir jika


rencananya berhasil


***


Ara yang sudah masuk ke dapur, tapi pikirannya tidak lepas dari


ucapan Viona, ia benar-benar takut jika Viona sampai mencari tahu


Ia menuang air putih ke dalam gelas, tapi tanpa sadar air pun


sampai tumpah ke lantai


“nona ..., nona tidak pa pa?” Bi Anna yang menyadarinya segera


mendekati Ara dan meraih tempat air yang berada di tangan Ara, hingga membuat


Ara tersadar dari lamunannya


“maafkan aku bi ..., aku tidak sengaja ...”  Ara jadi merasa bersalah


“tidak pa pa nona, biar saya bersihkan ..., duduklah nona ...” bi


Anna pun mempersilahkan Ara untuk duduk


“baik bi ..., maafkan aku ....” Ara pun duduk sambil meneguk


minumannya di dalam gelas


***


Setelah kepergian Viona, Ratih dan Salman masih duduk di ruang tamu


“apa perlu kita membungkam gadis itu , nyonya?” tanya Salman yang


duduk di depan Ratih


“biarkan saja...., mungkin nanti akan bisa di jadikan senjata”


jawab Ratih tegas

__ADS_1


“maksud nyonya?” Salman masih merasa bingung dengan maksud menjadi


‘senjata’


“kapan Divta akan kembali?”


Setelah menyebutkan nama ‘Divta’ barulah Salman mengerti apa maksud


Ratih, ternyata Ratih sudah memikirkan jauh ke depan


“kalau menurut berita, mungkin satu atau dua bulan lagi, nyonya ...”


“sebelum itu, kita harus mencegah Agra bertemu dengannya..., anak


itu terlalu sayang dengan kakaknya, ia pasti akan mengalah begitu saja jika di


minta”


“lalu apa rencana nyonya?”


“seperti yang ku katakan sebelumnya, gadis itu bisa di jadikan


senjata”


****


Agra tak mengetahui kedatangan Viona ke rumah, Agra datang ke


kantor dengan wajah sumringahnya, bibirnya tak pernah berhenti tersenyum, tanpa


ia tahu akan ada prahara besar yang sedang mengancam hidupnya



“siang pak” Rendi seperti biasa menyapa bosnya ke dalam ruangan,


untuk menyusun jadwal untuk hari ini,


“ada apa....?”


Melihat  bosnya yang


sepertinya tak henti tersenyum,  membuat


Rendi penasaran untuk segera bertanya


“apa bapak bahagia?” walaupun mereka bersahabat tapi jika sedang


jam kerja, protokol kerja masih tetap di laksanakan


makanya buru-buru menikah biar kamu bisa merasakannya” entah karena apa


akhir-akhir ini bosnya itu tidak terlalu mematuhi protokol kerja


brakkk


“dasar  ...” karena Rendi


gregetan hingga melempar Agra dengan map yang ada di sampingnya



“aduchhh ..., kurang ajar banget lo jadi anak buah” Agra pun


mengelus hidungnya yang terkena lemparan map


“gue boleh nggak ngomong sebagai saudara dan sahabat lo?”


“sudah waktunya makan siang ya...?” jawab Agra sambil melihat jam


tangannya,


“ya udah karena sudah waktunya ....,silahkan”  ia masih bersikap formal kepada Rendi


“ciihhhh ...” Rendi berdecak kesal karena tingkah Agra


“lo beneran cinta sama Ara?” Rendi terlihat begitu serius dengan


pertanyaannya, karena menurutnya ini terlalu cepat untuk agra kembali jatuh


cinta


“menurut lo?” Agra sedikit memutar kursinya dan merenggangkan


dasinya supaya lebih nyaman


“ ...” jawab Rendi ragu


“aku beneran jatuh cinta padanya, dia telah merubah hidupku,


memberi warna dan kekuatan yang mungkin tidak pernah aku dapat dari Viona ....”


kini gantian Agra menggulung kemejanya sebatas siku hingga memperlihatkan otot-


otot tangannya yang saling menonjol

__ADS_1


“lalu ...., Viona ?” Rendi kembali bertanya, karena Agra masih


menyebutkan nama mantannya, ia tahu jika baru kemarin sahabatnya ini


tergila-gila sama yang namanya Viona


“gue udah move on bro, cinta gue Cuma buat Ara ...”


“ gue tahu lo ragu karena  ini terlalu cepat, tapi dia sudah merubah


hidup gue, merubah pandangan gue tentang cinta”


“ cinta itu bukan Cuma menuntut tapi juga memberi rasa nyaman pada


pasangannya itu lebih penting, aku rasa aku pada Viona hanya sebuah obsesi


ingin memiliki karena kesempurnaannya saja”


“baguslah kalau begitu” Rendi pun merasa lega, tapi kemudian ia


teringan dengan apa yang di katakan Frans kemarin kepadanya tentang kehamilan


Ara


“masalah kehamilan ...?” Rendi merasa ragu dengan apa yang ingin di


tanyakan, karena apa yang di katakan dokter frans selepas memeriksa Ara membuat


rendi begitu penasaran, ia juga tidak memberikan informasi ini pada ibunya Agra


“ya itu benar....” Agra menghela nafas panjang seakan berat untuk


menceritakan


“Ara belum hamil...” ucapannya kembali terhenti, memastikan


bagaimana ekspresi sahabat di depannya itu, dan benar saja Rendi terlihat tak


begitu terkejut


“jadi lo benar sudah tahu ya ..., lalu ibu?” Agra memastikan


sesuatu kembali pada sahabatnya


“gue belum memberitahu nyonya besar ..., jadi lo belum ...?” Rendi merasa


ragu untuk menanyakannya, hatinya belum rela


“ lo gila aja.....” Agra memukul punggung Rendi, Rendi pun sedikit


meringis menahan nyeri


“ mana mungkin gue nglakuin hal itu sebelum nikah ...., selama gue


sama Viona selama 4 tahun aja gue cuma sebatas ciuman, apa lagi ini Ara yang


bahkan kami nggak pernah pacaran, gue masih punya prinsip  sebagai laki-laki sejati ...”


“trus selama ini?” Rendi yang duduk di sofa di susul dengan Agra


mencoba rileks untuk mendengar cerita dari sahabat plus saudaranya itu


Agra pun akhirnya menceritakan dari awal sejak kemunculan kesalah fahaman


ini, hingga ibu Agra datang dan menganggap jika Ara sedang hamil karena ulah


Agra hingga ibunya menyuruhnya untuk menikah


“lalu bagaimana dengan ibu?” tanya Rendi sedikit memperlihatkan


guratan cemas di wajahnya


“aku harap ibu tak perlu tahu, dan sebelum ibu tahu Ara harus sudah


benar-benar hamil”


“mudah-mudahan ......”


“jadi kau mendukungku ...?”


“tentu, kau sahabatku ...”


maaf ya up nya agak lambat ..., authornya lagi nyari wangsit


jangan lupa ya kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya


trus kasih bintang lima


vote nya juga


maaf kalau authornya cerewet ya


banyak maunya


semangat bacanya ....

__ADS_1


__ADS_2