My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 48


__ADS_3

“Ara ...” saat Ara dan Nadin sedang asyik berbincang, tiba-tiba


seseorang menyapanya dari belakang


“Dio ...”


“apa kabar Ra?’’


“aku ..., baik ....” Ara sedikit canggung menjawab sapaan Dio,


keadaannya sekarang sudahh tidak seperti dulu lagi


“bisa kita bicara ...”


“bicaralah ...”


“berdua saja”


“aku rasa sudah tidak ada yang perlu di bicarakan berdua”


“kakak ..., biar aku pergi” tapi segera Ara menarik tangan Nadin


supaya tidak meninggalkannya sambil menggelengkan kepalanya


“tapi kak ...” lagi Ara hanya menggelengkan kepalanya tanda tak


ingin di tinggal


“Ra ..., aku minta maaf, bisakah kau memberiku kesempatan kedua,


aku akan merubah semuanya”


“aku sudah memaafkan, tapi untuk kesempatan kedua maaf, aku tidak


bisa”


“kenapa?”


Tampa mereka sadari ternyata percakapan mereka sudah di lihat


oleh  orang yang berdiri tak jauh dari


mereka berbicara


“karena Ara sudah menikah denganku” seketika ucapan Agra


mengagetkan ketiga orang itu


“agra ...” Ara segera menoleh ke sumber suara yang sangat ia kenal


“menikah ...?” Dio masih tak percaya dengan pernyata agra


“ya kami sudah menikah ...” Agra mendekati Ara dan segera


melingkarkan tangannya di pinggang Ara, Ara yang masih berada dalam zona


keterkejutannya belum terlalu siap menerima perlakuan manis Agra


“bisakah kau tak membuat drama seperti itu, itu menyedihkan sekali,


Ara begitu membencimu, kenapa dia harus menikah denganmu” bantah Dio sambil


menarik kerah baju Agra hingga tangganya terlepas dari tubuh Ara, hingga Ara


hampir saja kehilangan keseimbangan, untuk saja Nadin dengan sigap menahan

__ADS_1


tubuh Ara agar tak terjatuh


“cih ...., aku bukan sepertimu yang suka membuat drama” Agra tak


mau kalah, ia pun membalas menarik kerah baju Dio


Bug


Tapi ketidak siapan Agra di manfaatkan Dio, sebuah tonjokan


berhasil melayang di perut Agra


“kau pasti memaksa Ara” teriak Dio


Bug


Setelah sedikit menguasai diri, Agra pun membalas pukulan Dio


“kau , sudah melebihi batas, aku tidak akan mengampunimu” Agra tak


mau kalah, matanya yang sudah membulat sempurna dan dagunya mengeras seakan


ingin memangsa semua yang ada di depannya


Bug bug bug


Baku hantam puntak teralihkan, Ara dan Nadin hanya bisa mencoba


melerai mereka, Nadin memegangi Dio sedangkan Ara memegangi Agra, tapi karena


badan mereka tak sepadan dengan badan kedua pria yang saling bertarung itu,


rasanya usaha Nadin dan Ara untuk melerai sia-sia


“hentikan ...., aku mohon” terikan Ara dan Nadin seakan tidak di


Mereka adalah Rendi dan kedua ajudan Agra


“berhenti pak ...” saat tubuh Agra sudah mampu di pegang oleh Rendi


sedangkan tubuh Dio di pegang oleh kedua ajudan itu


“apa yang kau lakukan? Aku akan menghabisinya ...” teriak Agra tak


terima karena sudah di halangi


“lihat sekeliling anda, apa anda mau seluruh negri ini tahu...,


wajah anda akan berada di laman depan seluruh media” Rendi menyadarkan Agra


agar melihat sekeliling, dan benar sudah banyak orang yang memeperhatikan


mereka


“settthhh ...., lepaskan ....” Agra mengibaskan pegangan Rendi kuat


dan segera menarik tangan Ara meninggalkan tempat itu


Setelah Agra dan Ara tak terlihat lagi, kini Rendi menghampiri Dio


yang masih di pegangi oleh kedua orang berjas hitam itu


“dengarkan baik-baik, ini peringatan terakhirku ..., jangan dekati


nona Ara lagi, jika itu masih terjadi, jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi

__ADS_1


padamu ...” Rendi menajamkan matanya, benar-benar tatapan yang membunuh seperti


singa yang sedang lapar, dingindan menusuk


“lepaskan dia ...” Rendi menyuruh kedua ajudannya untuk melepaskan


Dio


Rendi meninggalkan Dio dan Nadin berdua saja, saat Rendi dan kedua


orang itu tak terlihat lagi, Nadin pun mendekati Dio yang begitu kacau dan


babak belur


“kak Dio ...., pasti sakit sekali ...” Nadin menyentuh ujung bibir


Dio yang berdarah, dan pipinya yang sudah lebam


“katakan padaku ...” suara Dio lemah


“apa kak ...?”


“katakan ini semua bohong ..., itu tidak benar kan ...” dio


mencengkeram kedua bahu Nadin dan menggoyangkannya keras hingga Nadin merasakan


kesakitan


“hentikan kak ....”


“katakan padaku , Nadin” dio meninggikan suaranya


“iya kak ..., itu semua benar ....” Nadin pun ikut berteriak


“berhenti mengharapkan kak Ara untuk kembali”


“ini tidak mungkin ..., ini tidak mungkin.....” Dio menjatuhkan


tubuhnya di atas tanah, ia duduk dengan lunglai, air matanya tampak menggenang


di pelupuk mata


“aku akan mengobatimu kak ...” Nadin ikut jongkok di depannya,


kemudian meninggalkannya sebentar untuk membeli obat untuk mengobati luka Dio,


mereka kembali duduk di kursi taman, Nadin begitu telaten mengobatinya


“seandainya kakak tahu ..., aku begitu mencintaimu kak ......”


batin Nadin


***


-


-


-


-


-


JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN KOMENTARNYA YA

__ADS_1


BIAR ARA NYA NGGAK BANYAK NANGIS .....


AUTHORNYA JUGA BAKAL NANGIS SEMALAMAN LO KALAU NGGAK DI KASIH VOTE


__ADS_2