My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 46


__ADS_3

pagi yang cerah mengiringi hari ini, sinar mentari dengan hangat dan penuh kelembutan meresap dalam tubuh, Ara begitu menikmati belaian hangat sang mentari, ia menengadahkan tangannya menyapa mentari pagi di balkon kamar itu


setelah puas menikmati matahari pagi, ia kembali masuk ke dalam kamar, ia memperhatikan laki-laki yang sedang santai di atas tempat tidur dengan sebuah buku di tangannya


“apa kau ada acara?” tanyanya sambil berjalan mendekat, ara yang tadinya ingin turun untuk mengambil minum ia


urungkan niatnya dan ikut duduk di samping Agra


“kenapa?” Agra masih tak beralih dari buku yang ia baca


“aku ingin jalan-jalan, boleh ya?” Ara memiringkan wajahnya agar bisa melihat ekspresi wajah suaminya


“bukankah ibu melarangmu keluar?” Agra balik bertanya


“tapi jika aku keluar bersamamu , boleh ....” karena Ara benar-benar merasa bosan di rumah sepanjang hari, ia berfikir mungkin jika bisa keluar dengan Agra , ia bisa menikmati udara segar di luar


“tapi aku ada janji dengan Rendi dan dokter frans, jika kau ikut


kau pasti akan bosan” Agra mulai menutup bukunya dan beralih menatap Ara


“kau mau ke mana?” tanya Ara curiga karena hari ini hari sbtu mana mungkin ia pergi bekerja


“kami akan nongkrong, aku sudah lama tidak nongkrong bersama mereka”


“kau curang, kau bisa nongkrong sana sini, sedang aku ..., aku


harus menyepi di sini” gerutu Ara dengan wajah sebalnya dan di buat begitu memprihatinkan


“trus aku harus bagaimana? Kau mau ikut?” Agra merasa tidak tega


dengan Ara yang memang sudah dua minggu ini waktunya di habiskan di dalam rumah


“ya ...., aku ikut denganmu keluar, aku janji tidak akan merepotkanmu" lagi-lagi Ara menunjukkan wajah memelasnya " setelah itu aku akan menemui


Nadin, gimana?” tapi pria depannya masih tak mau begeming


"pliiisssss ......."


“baiklah, aku antar kamu ke rumah” akhirnya Agra mengijinkannya untuk ikut


“tidak..., antar saja aku ke kampus Nadin”


“kenapa?”


“ayah masih marah padaku ...”


“baiklah ...., siap-siaplah ...”


Tak butuh waktu lama, Ara pun sudah siap dengan mengenakan


baju polos warna putih dan celana warna abu-abu dipadukan dengan flatshoesnya


dan lagi tanpa kaca mata

__ADS_1


“aku siap ...” Ara keluar dengan senyum yang begitu indah menambah lengkap kecerahan pagi ini, membuat pria di depannya tak mampu beralih dari memandangnya


“kenapa kau cantik sekali?” gumam Agra tapi masih bisa di denga oleh Ara


“aku memang cantik” Ara yang merasa di puji benar-benar merasa bahagia


"bukan kau yang cantik, tapi bajumu, itu kan baju yang aku belikan kemarin, pilihanku memang tidak salah ..." Agra mencoba mencari alasan supaya tidak begitu terlihat jika dia sedang mengagumi gadis di depannya


"baju polos kayak gini di bilang cantik ...." gerutu Ara


“pakai kaca


matamu”perintah Agra saat memperhatikan ada yang berbeda dari Ara, yaitu tidak memakai kaca matamu


“kenapa aku harus pakai kaca mata? aku masih bis melihat jalan, Aku  kan tidak mau membaca berbagai macam berkas,


aku tidak perlu kaca mata”


"aku tidak mau tahu, pakai kaca matamu, jika tidak, tidak usah pergi" Agra meninggikan suaranya


"menyebalkan ...." gerutu Ara


“terserah ..., tapi aku tidak mengijinkanmu pergi” Agra masih teguh dengan pendiriannya


"dasar..., jiwa bosnya kumat..., suka sekali menindasku" batin Ara


“dasar kau ini ..., merepotkan saja” gerutu Ara, tapi mau bagaimana


Agra dan Ara pun akhirnya turun, di bawah sudah ada ibu yang sedang


santai di ruang keluarga karena hari ini hari minggu jadi Ratih pun


menghabiskan waktunya untuk bersantai


“bu ....” Ara segera menyapa ibu mertuanya


“mau ke mana? Bukankah aku sudah melarangmu untuk tetap di


rumah” pandangan Ratih tajam menatap Ara


“Ara keluar denganku ...” Agra menjawab pertanyaan yang di ajukan


pada Ara dengan suara datarnya


“tapi dia tidak boleh kecapekan” batah Ratin


“aku yang akan menjaminnya”


“baiklah terserah kalian saja” Akhirnya ratih harus menyerah


“kami pergi dulu bu ...” ara menghampiri Ratih dan mencium punggung


tangannya, setelah selesai agra pun langsung menarik tangan Ara, tanpa menyapa

__ADS_1


ibunya


Setelah sampai di samping mobil yang akan di kendarainya, Ara pun


menarik tangannya


“kenapa lagi?” Agra sedikit kesal saat Ara menarik tangannya keras


“kamu yang kenapa? Kenapa sikapmu seperti itu pada ibumu ...? kau


membuatku takut”


“bukan urusanmu, cepat masuk” Agra pun membukakan pintu untuk Ara


“dasar keras kepala” gerutu Ara sambil masuk ke dalam mobil, dan di


susul Agra yang juga duduk di sampingnya


“kenapa tidak pakek sopir?” tanya Ara saat agra duduk di kemudi


“memang kau ingin orang rumah tahu jika kau tidak pergi denganku?”


“tidak”


“maka diamlah, jangan banyak bertanya, karena tembok pun bisa


mendengarkan obrolan kita” akhirnya ara pun hanya bisa diam tak banyak bertanya


lagi


“pakai seatbeltmu ...” perintah Agra saat sudah siap dengan mesin


yang sudah menyala, Ara tampak kesusahan memakainya


“tidak bisa?” tanya Agra lagi saat melihat Ara masih kesulitan


mengenakannya, Ara pun hanya mengangguk, tanpa basa-basi Agra langsung mendekat


pada tubuh Ara , begitu sangat dekat, pandangan mereka saling bertemu


Deg


Dan degupan jantung Agra, entah kenapa bisa bekerja dua kali lebih


cepat saat melihat mata Ara. Setelah selesai memasangkan seatbelt Ara, agra pun


segera menarik tubuhnya menjauh dari Ara


Ara pun juga tersadat dari ketarpanaannya terhadap wajah tampan


Agra bersamaan dengan beralihnya pria itu dari tubuhnya


****

__ADS_1


__ADS_2