
Ariel memilih melanjutkan langkahnya karena ia sudah di tunggu seseorang. Anak perempuan itu sedikit berlari saat yang menunggunya sudah mulai terlihat.
"Pa ....!" panggilnya membuat pria itu menoleh padanya dengan melepaskan kaca mata hitamnya. Ariel menghampiri pria paruh baya yang menyandarkan punggungnya di kaca mobilnya.
"Sayang!" ucap pria itu.
Ariel segera memeluknya dengan begitu erat.
"Bagaimana hari pertama masuk sekolah?" tanya pria yang di panggil papa oleh Ariel itu.
"Sekolah yang lumayan bagus pa!" ucapnya membuat papanya mengerutkan keningnya heran.
"Bagaimana teman-teman barumu?"
Selama ini Ariel cukup sering bermasalah dengan beberapa temannya.
"Baik, kecuali_!" ucapan Ariel menggantung.
"Kecuali apa?" papa Ariel begitu penasaran.
"Kecuali ya ada pa beberapa anak yang tidak Ariel suka!"
"Baiklah, sebaiknya kita segera naik sebelum mama kamu ceramah nanti!"
"Iya pa!"
Ariel dan papanya segera masuk ke dalam mobil, pria paruh baya itu memakai kembali kaca mata hitamnya dan mulai menjalankan mobilnya.
"Kenapa Ariel harus ikut sih pa? Ini kan acaranya mama!"
"Mama kamu pengen nanti kamu yang jadi model desain baju terbarunya!"
"Padahal Ariel nggak suka sama dunia Fashion pa!"
"Sekali-kali nggak pa pa lah sayang nurutin kemauan mama kamu!"
"Baiklah terserah papa saja!"
"Kok terserah papa sih sayang!"
"Kan papa yang maksa Ariel!"
"Jangan terlalu keras sama mama kamu!"
"Mama juga keras sama Ariel, Ariel bukan boneka mama pa!"
"Iya papa tahu, tapi dia tetap mama kamu sayang!"
Setelah perdebatan panjang itu akhirnya mobil mereka sampai juga di rumah fashion seorang model yang pernah terkenal di jamannya sebelum tersandung kasus, Viona Aurora.
"Papa sampai sini saja ya!"
"Papa nggak ikut masuk?"
"Nggak usah sayang, nanti telpon papa kalau acaranya sudah selesai, papa akan jemput!"
__ADS_1
Ariel melambaikan tangannya saat mobil yang di tumpangi papanya berlalu, ia segera masuk ke dalam gedung itu.
"Hai sayang .....!"
Viona memeluk putri nya itu sedangkan Ariel terlihat begitu muak dengan sikap manis mamanya.
"Ada apa sih ma?"
"Kamu harus pakai baju mama sayang untuk pemotretan, baju remaja, kamu pasti cocok!"
"Tapi Ariel nggak suka jadi model ma!"
"Sekali ini saja ya! Please .....!"
Viona mengajak Ariel ke ruang ganti, meminta Ariel untuk menganti seragamnya dengan baju rancangannya.
Flashback kisah Viona dan Jerry
Saat mengetahui jika ternyata Ariel adalah putrinya dengan Viona yang sengaja Viona sembunyikan Jerry pun mengajak wanita yang telah melahirkan putrinya itu menikah.
Viona memang tidak begitu menyukai Jerry, ia terpaksa menikah dengan Jerry karena pria itu menjanjikan akan memberi modal kalau dia mau menikah dengannya.
Singkat cerita mereka menikah, demi mewujudkan cita-cita Viona, Jerry rela ikut pindah keluar negri untuk mengikuti berbagai tes fashion.
Ariel yang awalnya begitu dingin dan pendiam karena Viona sering melampiaskan kemarahannya pada putri kecilnya itu lambat laun dengan kasih sayang dari papanya, Ariel menjadi sedikit lebih ceria. Dia hanya mau bercerita banyak hal pada mamanya.
Hingga akhirnya pernikahan mereka tidak berhasil, pernikahan yang tidak di landasi oleh cinta itu akhirnya kandas juga.
Karena saat itu usia Ariel sudah dua belas tahun, Ariel bebas memilih dengan siapa dia akan tinggal.
Ariel memilin tinggal dengan papanya. Viona masih menjadi Viona yang egois, ia hanya mementingkan dirinya sendiri.
Setelah SMA, mereka baru kembali ke Jakarta, papa Jerry mencarikan sekolah terbaik di Jakarta untuk putrinya.
Hingga ia menemukan FinSchool sebagai sekolah tujuannya.
Flashback off
Ariel terpaksa mengikuti kemauan mamanya untuk pemotretan beberapa desain baju remaja nya.
"Bagus sayang!"
"Ini untuk yang terakhir ya ma!"
"Iya sayang!"
...**""**...
"Sayang kenapa pulangnya terlambat banget?" tanya mom Ara saat melihat putrinya itu baru pulang.
Sanaya duduk di sudut tempat tidurnya, ia sedang melepas sepatu dan kaos kakinya.
"Tadi ada pelajaran tambahan ma!"
"Benarkah?"
__ADS_1
"Iya ma!"
Mom Ara segera mendekati putrinya dan duduk di samping putrinya itu.
"Maafkan mom ya sayang!"
"Kenapa mom minta maaf?"
"Karena mom tidak bisa adil saka kamu sama gara!"
"Nggak mom, papa sama mom adil kok sama Nay dan Gara! Cuma kadang Nay hanya kurang terima aja ma! Mama jangan khawatir, nanti Nay akan minta maaf sama omma, janji!"
"Baiklah, mom tahu! Segeralah mandi, kita makan malam bersama!"
"Gara sama papa udah pulang ma?"
"Papa belum sayang, kalau Gara kan hari ini ada pelajaran tambahan! Dia sedang belajar di ruangan omma!"
"Abi juga mom?"
"Iya sayang, kenapa?"
Cepat sekali dia ...., naik apa? ...
"Nggak! Nggak pa pa ma, cuma nanyain aja! ya udah ma Nay mandi dulu ya!"
"Iya sayang, segeralah turun dan kita bisa ngobrol dulu sebelum makan malam!"
"Iya ma!"
Mom Ara segera meninggalkan kamar putri nya itu dan menuju ke ruang keluarga.
...***""***...
"Kamu dari mana saja?" bisik Sagara saat melihat sahabatnya itu baru datang padahal ia sudah duduk di tempat itu sendiri selama setengah jam.
"Ada urusan sebentar tadi!" jawab Abimanyu juga dengan berbisik.
Tingkah mereka selalu di awasi oleh guru yang berdiri di depannya dan yang lebih menyeramkan adalah nyonya Ratih yang terus duduk di kursi kerjanya membuat dua anak laki-laki itu tidak ada yang berkutik.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tiba-tiba suara itu kembali membuat mereka fokus.
"Tidak omma kami hanya menanyakan tentang pelajaran, iya kan Abi?"
"Iya nyonya!"
Mereka harus belajar dan belajar jik tidak di kantor mereka harus belajar di rumah.
Setelah selesai dengan semua pelajarannya, Abimanyu akan segera pulang dan kembali lagi besok pagi.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
Happy Reading đ„°đ„°đ„°đ„°