My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Rencana terselubung


__ADS_3

Hari ini sepulang sekolah, seperti yang di janjikan. Sagara dan Abimanyu pun langsung menuju ke tempat pemotretan.


Mereka memilih danau sebagai lokasi pemotretan. Sagara dan Abimanyu ternyata datang lebih cepat dari jadwalnya.


"Lo yakin di sini tempatnya?" tanya Abimanyu saat melihat lokasi itu masih kosong hanya ada beberapa orang dengan membawa properti pemotretan.


"Kalau nggak yakin kita ngapain juga ke sini!"


Tiba-tiba seorang pria menghampiri mereka.


"Dengan tuan Gara ya?"


"Iya!"


"Tuan Gara bisa langsung ke ruang ganti karena kru kami sudah menyiapkan baju-baju yang akan pak Gara kenakan!"


"Baiklah, di mana?"


"Mari saya antar!"


Sagara pun menoleh pada Abimanyu, "Tunggu di sini sampai gue kembali!"


"Iya!"


Gara pun meninggalkan Abi bersama pria itu. Mereka memang masih remaja tapi saat di lingkungan kerja, tidak jarang mereka di panggil pak atau tuan untuk menghormati posisinya.


Abimanyu mengamati bagaimana orang-orang itu bekerja, bagaimana mereka menata lokasi agar pas untuk pemotretan. Hingga matanya terpacu pada satu titik, seorang wanita cantik sedang berjalan menghampirinya.


Bukannya dia tidak mengenal siapa wanita itu tapi ia selalu berusaha untuk tidak mau mengenalnya.


Jadi ini maksud kerja sama itu ...., atau ada hal lain yang aku tidak tahu ....?


Ia terkejut tapi dalam beberapa detik kembali menormalkan air wajahnya agar terlihat biasa-biasa saja.


"Selamat siang Abimanyu!" sapa wanita cantik itu. Wanita dengan penampilan elegannya.


"Selamat siang!" jawab Abi dengan dingin.


"Mama kangen sama kamu, bagaimana kabar kamu?"


"Maaf nyonya, tapi sekarang berada di suasana kerja jadi sebaiknya kita membicarakan tentang pekerjaan saja bukan hal lain!"


Wanita cantik itu adalah Viona, ibu kandung Abimanyu. Beberapa bulan yang lalu ia baru tahu jika wanita di depannya itu adalah ibu kandungnya. Sebelumnya ia tidak pernah tahu karena memang kakeknya menutup rapat rahasia itu.


Flashback on


Di rumah yang telah ia tinggali, Abimanyu baru saja pulang dari sekolah. Ia melihat pemandangan yang berbeda di rumahnya.


Ada sebuah mobil lain terparkir di depan rumahnya, itu bukan mobil kakeknya.


Abi pun segera keluar dari mobilnya, awalnya ia mengira mungkin itu tamu kakeknya tapu kemudian ia tertarik untuk melihatnya karena ada suara ribut dari dalam.


"Kakek marah-marah? Sama siapa?"


Abi pun dengan langkah cepatnya segera masuk tapi ia urungkan untuk menghampiri mereka saat mendengar mereka membicarakan soal anak.


"Siapa wanita itu?" gumam nya. Ia pun memilih bersembunyi di balik lemari besar itu. Ia ingin tahu apa yang sedang di bicarakan.


"Saya mohon tuan Mun bisa mengerti keadaan saya! Saya mau putra saya kembali!"

__ADS_1


"Jangan harap, dia bukan putra kamu, dia cucu saya! Dan selamanya hanya akan menjadi cucu saya!"


"Anda terlalu serakah tuan, sejak kecil dia bersama tuan! Bukankah seharusnya sekarang waktunya dia bersama saya?"


"Lakukan apapun tapi saya tidak akan menyerahkan Abi pada wanita seperti dirimu!"


Wanita itu? kenapa nama ku di sebut-sebut dalam perdebatan mereka?


Abimanyu semakin penasaran saja, ia ingin tahu siapa wanita cantik itu.


"Tidak ada yang bisa mengingkarinya jika Abimanyu itu putra saya, di mana dia? Saya ingin bertemu dengannya!"


"Jangan membuat keributan di sini! Apapun itu siapapun posisi kamu, kamu tetap tidak punya tempat di hati Abimanyu!"


Jadi wanita itu ibu kandungku ....


Abimanyu begitu terkejut, selama ini dia memang mencari tahu siapa ibu kandungnya dan ia sudah sangat kecewa saat mengetahui jika wanita yang menjadi ibu kandungnya itu adalah wanita yang seperti apa. Ia tidak melanjutkan lagi mencari tahu, karena baginya kasih sayang kakeknya sudah cukup untuk memenuhi hatinya yang kosong.


"Kakek benar!"


Ucap Abimanyu lalu keluar dari persembunyiannya membuat kakek dan ibu nya menoleh padanya.


"Abi!"


Viona berbinar melihat putranya datang. Ia segera menghampiri putranya itu dan memegang lengan Abimanyu.


"Ini mama sayang, ini mama!"


Abimanyu diam dengan wajah dinginnya.


"Singkirkan tangan anda!"


Ucapan Abimanyu berhasil membuat Viona terkejut, ia segera melepas kan tangannya.


"Saya tahu dan saya tidak peduli, sebaiknya anda pergi dari rumah ini sebelum saya meminta pihak keamanan untuk mengusir anda dari sini!"


"Abi!"


"Tinggalkan rumah ini! Dan satu lagi, sampai kapanpun semenjak anda meninggalkan saya di rumah ini sejak itu saya dan anda tidak punya hubungan apapun! Jadi jangan berharap banyak untuk mendapatkan pengakuan dari saya!"


Flashback off


Abimanyu masih bersikap dingin pada wanita yang telah melahirkannya itu.


"Tapi mama akan berusaha untuk mengambil kamu kembali!"


"Maaf nyonya, tapi saya bukan barang yang bisa di buang lalu di pungut kembali!"


"Abi ...., please! Beri mama kesempatan!"


"Sudah banyak waktu yang saya berikan! Tapi anda tidak memanfaatkannya dengan baik, jadi sebaiknya anda melupakan waktu yang sudah terlewat itu!"


Saat Viona ingin bicara kembali, ia segera mengurungkannya karena seorang gadis menghampiri mereka.


"Abi ....! Kamu di sini?" tanyanya.


"Hemmm!"


"Kok sama mama?" tanyanya lagi saat menoleh pada Viona.

__ADS_1


Ariel mengerutkan keningnya, ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Ia hanya di beri tahu kalau dia harus pemotretan hari di lokasi yang sudah di tunjuk oleh mama nya. Tapi Abimanyu ...?


"Ariel!"


Seseorang memanggilnya membuatnya dengan cepat menoleh pada pemilik suara.


"Gara? Kamu juga di sini?"


Sagara berjalan menghampiri mereka, ia sudah berganti pakaian. Baju yang akan di gunakan untuk pemotretan.


"Ariel, kamu ngapain di sini?"


"Aku sama mama, mau pemotretan!"


"Jadi nyonya Vio ini mama kamu?"


"Hmm!" Ariel menganggukkan kepalanya. "Trus kamu ngapain di sini? Dan baju ini?"


"Aku ada kerja sama sama mama kamu, pemotretan!"


Viona tersenyum, "Senang kalau kalian sudah saling kenal, pasti nanti kemistri nya dapet!"


Abimanyu hanya tersenyum kecut, ia tidak menyangkan jika wanita itu sudah memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa dekat dengannya.


"Ya sudah sayang, sekarang kamu ganti baju dulu!"


"Iya ma!"


Ariel meninggalkan mereka bertiga. Ia harus mengganti seragam sekolahnya dengan baju yang akan di gunakan untuk pemotretan.


"Saya tinggal dulu ya, mau mengecek persiapannya dulu!"


"Iya nyonya!"


Viona meninggalkan mereka. Sagara menatap sahabatnya itu, sedari tadi anak itu terlihat berbeda.


"Lo kenapa sih?"


"Memang kenapa?"


"Kayak ada yang beda, nggak seperti tadi pas baru datang? Ada masalah?"


"Enggak, perasaan lo aja! Sudah sana, gue duduk di sini saja!"


"Baiklah, gue tinggal ya!"


Sagara segera meninggalkan Abimanyu. Ia.menghapiri para kru dan mengikuti arahan kru.


Abimanyu memilih untuk berdiri tidak jauh dari mereka mengamati jalannya pemotretan.


Bagaimana jika nanti Ariel dan Sagara benar-benar dekat seperti itu? Atau ini juga salah satu rencana wanita itu?


Entah kenapa ia merasa jika memang ada rencana terselubung dari wanita yang telah melahirkannya itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


Happy Reading đŸ„°đŸ„°đŸ„°đŸ„°


__ADS_2