My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 61


__ADS_3

Ternyata bukan Cuma Ara yang di diamkan oleh Agra, tapi Rendi juga,


Rendi mendapatkan imbasnya karena rasa cemburu Agra


Siang ini karena merasa tak tahan dengan sikap yang di berikan Agra,


rasanya begitu sulit berada dalam kesunyian tanpa kepastian,


Ara pun memutuskan untuk pergi ke kantor menemui Agra, ia ingin


mengungkapkan perasaannya, perasaan yang mungkin tak akan berbalas tapi


setidaknya dia akan merasa puas jika sudah mengungkapkannya, kalaupun harus


pergi maka akan pergi dengan tanpa penyesalan,


Ara berharap dengan datang ke kantor , ia ingin mendapat


penjelasan,  ia ingin Agra menjelaskan


semuanya, kenapa dia menghindarinya? Pertanyaan itu yang selalu ia ingin


temukan jawabannya, sangat sulit menemuinya di rumah


dengan di antar pak Mun seperti biasa dengan beberapa persyaratan


dari ibu mertuanya, ia menuju kantor tanpa sepengetahuan Agra maupun Rendi,


mungkin jika mereka tahu, Agra akan menghindarinya lagi


“pak untuk kali ini saja, jangan beritahu Agra maupun Rendi ya...”


Ara sebelum berangkat sudah memberi ultimatum pada pak Mun


Ara tahu itu pasti sulit untuk pak Mun, pak Mun hanya diam ,


mungkin bingung harus menanggapinya bagaimana


“aku mohon pak ...., ini demi mereka juga, aku tak mau mereka tetap


berada dalam kesalah pahaman gara-gara aku pak”


“baiklah nona ...” akhirnya pak mun menyerah juga


mobilnya berhenti tepat di depan gedung bertingkat itu,gedung yang


selama empat tahun ini menjadi tempat Ara bekerja, Ara merentangkan tangannya,


rasanya begitu lama tak menghirup aroma orang sibuk bekerja sepanjang hari


 Ara mendongakkan kepalanya


ke gedung paling atas, berharap dari bawah ia bisa melihat pemilik gedung itu


“mbak Ara ...’ sapa security yang sedang bertugas di depan pintu


masuk


“pak Bas .....” Ara baru saja keluar dari mobil mewah itu, ia di


kejutkan oleh suara pak Bas, security di gedung itu


“lama lo mbak Ara nggak ke kantor...., mbak Ara mengundurkan diri


ya?”


“ehmmmm ...., iya pak ....” Ara bingung harus menjawab apa,


nyatanya ia tak pernah mengirimkan surat pengunduran diri secara resmi


Tiba-tiba pandangan pak Bas beralih pada seseorang yang berdiri di

__ADS_1


belakang tak jauh dari tempat Ara berdiri


“itu bukannya sopirnya pak Agra?” tanya security saat melihat mobil


dan sopir atasannya


“ehmmm ...., i-ya...., kebetulan tadi ketemu di jalan , karena


tujuannya sama, jadi aku di kasih tumpangan ....” Ara mencoba memberi alasan


supaya orang di depannya tidak curiga, belum ada yang tahu jika mereka sudah


menikah


‘oh ..., gitu ..., mbak mau ke dalam?” untung saja pak Bas dengan


mudah percaya pada alasan Ara


‘iya..., apa pak Agra nya ada?”


“ada mbak ...., sepertinya belum keluar mbak ....”


“ya sudah saya masuk dulu pak”


Tak menunggu jawaban dari pak bas, ia segera masuk ke dalam gedung,


saat melihat Ara memasuki gedung, karyawan yang sudah mengenal Ara segera


menyapa dan yang belum kenal hanya akan menanyakan pada teman sebelahnya


walaupun mereka belum mengetahui jika kini wanita itu telah menjadi


istri bosnya tapi kedudukan Ara selama ini di kantor cukup di segani


Ara berdiri di depan pintu lift, ia melihat banyak karyawan yang


juga sedang antri di depannya


“bukankah ini mbak Ara, tambah cantik ya sekarang, sudah berapa


mengantri di depan lift


“kalian berlebihan” Ara merasa tak nyaman menjadi pusat perhatian


Tak berapa lama pintu lift pun terbuka, Ara masuk bersama karyawan


yang lainnya


“mbak Ara mau ke ruangannya pak Bos ya ...?’ tanya salah satu


karyawan


“iya ....”


“ mbak Ara tau nggak? , kalau ada gosip yang mengatakan kalau pak


Bos sudah menikah”


“benarkah...” Ara hanya menanggapinya singkat, begitu malas untuk


membahas gosip yang beredar


“iya mbak, tapi banyak yang nggak percaya, soalnya pak Bos nggak


pernah bawa istri tuh ke kantor”


“begitu ...”


“ya mbak ..., setelah mbak Ara nggak datang ke kantor, pak Agra


juga nggak ngangkat asisten, ia malah terlihat tertutup sekarang”

__ADS_1


“masak .....” lagi-lagi jawaban singkat itu yang di berikan Ara


“mbak Ara kayaknya nggak percaya banget ...., kami kira itu pasti


Cuma di jadiin alasan supaya mendongkrak nama nona Viona mantannya pak Agra”


“ya ampun..., kenapa aku harus bertemu dengan orang seperti ini,


membuatku tambah pusing saja ...” batin Ara sambil menahan kepalanya yang


semakin berat


‘kenapa mbak ara sakit ya ..., wajah mbak Ara juga pucat ...”


‘tidak pa pa ...” untung pintu lift terbuka, mengharuskan karyawan


itu untuk turun,


“pintunya sudah terbuka, silahkan .....” untung pintu lift terbuka


tepat waktu, semua yang ada di dalam lift turun hanya menyisakan Ara karena


Cuma Ara yang akan menuju ke lantai paling atas gedung itu


“sampai jumpa lagi mbak ....” sapa karyawan itu sebelum pintu


kembali tertutup


Tak berapa lama pintu lift kembali terbuka, tepat di depan ruangan


dengan pintu yang sangat besar, sebuah karpet warna merah terbentang sepanjang


jalan dari lift hingga ke pintu


Ara sampai di depan ruangan Agra, Rendi yang menyadari kedatangan


ara segera mengahampirinya, sebelumnya pak mun sudah melaporkannya padanya ,


membuat rendi segera menuju ke ruangan agra tapi harus bertemu dengan Ara di


depan ruangannya


“nona..., nona kesini” Rendi terlihat begitu tegang bersama wajah


dinginnya , sepertinya ada yang sedang di sembunyikan


“pak Rendi .....”


“ada apa nona datang ke sini?”


“saya ingin menemui Agra ..., apa dia di dalam?”


“iya, tapi ...” sebelum Rendi sempat melanjutkan ucapannya, Ara


sudah terlebih dulu menerobos masuk ke ruangan agra


“astaga .....” Rendi mengepalkan kedua tangannya, karena gagal


menarik tangan ara untuk berhenti, wanita itu terlanjur masuk ke dalam ruangan


BERSAMBUNG


tunggu kelanjutannya ya ...,


-


-


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA


KOMENTARNYA JUGA SELALU AUTHOR TUNGGU

__ADS_1


OK OK ......


SEMANGAT ......


__ADS_2