
Ternyata bukan Cuma Ara yang di diamkan oleh Agra, tapi Rendi juga,
Rendi mendapatkan imbasnya karena rasa cemburu Agra
Siang ini karena merasa tak tahan dengan sikap yang di berikan Agra,
rasanya begitu sulit berada dalam kesunyian tanpa kepastian,
Ara pun memutuskan untuk pergi ke kantor menemui Agra, ia ingin
mengungkapkan perasaannya, perasaan yang mungkin tak akan berbalas tapi
setidaknya dia akan merasa puas jika sudah mengungkapkannya, kalaupun harus
pergi maka akan pergi dengan tanpa penyesalan,
Ara berharap dengan datang ke kantor , ia ingin mendapat
penjelasan, ia ingin Agra menjelaskan
semuanya, kenapa dia menghindarinya? Pertanyaan itu yang selalu ia ingin
temukan jawabannya, sangat sulit menemuinya di rumah
dengan di antar pak Mun seperti biasa dengan beberapa persyaratan
dari ibu mertuanya, ia menuju kantor tanpa sepengetahuan Agra maupun Rendi,
mungkin jika mereka tahu, Agra akan menghindarinya lagi
“pak untuk kali ini saja, jangan beritahu Agra maupun Rendi ya...”
Ara sebelum berangkat sudah memberi ultimatum pada pak Mun
Ara tahu itu pasti sulit untuk pak Mun, pak Mun hanya diam ,
mungkin bingung harus menanggapinya bagaimana
“aku mohon pak ...., ini demi mereka juga, aku tak mau mereka tetap
berada dalam kesalah pahaman gara-gara aku pak”
“baiklah nona ...” akhirnya pak mun menyerah juga
mobilnya berhenti tepat di depan gedung bertingkat itu,gedung yang
selama empat tahun ini menjadi tempat Ara bekerja, Ara merentangkan tangannya,
rasanya begitu lama tak menghirup aroma orang sibuk bekerja sepanjang hari
Ara mendongakkan kepalanya
ke gedung paling atas, berharap dari bawah ia bisa melihat pemilik gedung itu
“mbak Ara ...’ sapa security yang sedang bertugas di depan pintu
masuk
“pak Bas .....” Ara baru saja keluar dari mobil mewah itu, ia di
kejutkan oleh suara pak Bas, security di gedung itu
“lama lo mbak Ara nggak ke kantor...., mbak Ara mengundurkan diri
ya?”
“ehmmmm ...., iya pak ....” Ara bingung harus menjawab apa,
nyatanya ia tak pernah mengirimkan surat pengunduran diri secara resmi
Tiba-tiba pandangan pak Bas beralih pada seseorang yang berdiri di
__ADS_1
belakang tak jauh dari tempat Ara berdiri
“itu bukannya sopirnya pak Agra?” tanya security saat melihat mobil
dan sopir atasannya
“ehmmm ...., i-ya...., kebetulan tadi ketemu di jalan , karena
tujuannya sama, jadi aku di kasih tumpangan ....” Ara mencoba memberi alasan
supaya orang di depannya tidak curiga, belum ada yang tahu jika mereka sudah
menikah
‘oh ..., gitu ..., mbak mau ke dalam?” untung saja pak Bas dengan
mudah percaya pada alasan Ara
‘iya..., apa pak Agra nya ada?”
“ada mbak ...., sepertinya belum keluar mbak ....”
“ya sudah saya masuk dulu pak”
Tak menunggu jawaban dari pak bas, ia segera masuk ke dalam gedung,
saat melihat Ara memasuki gedung, karyawan yang sudah mengenal Ara segera
menyapa dan yang belum kenal hanya akan menanyakan pada teman sebelahnya
walaupun mereka belum mengetahui jika kini wanita itu telah menjadi
istri bosnya tapi kedudukan Ara selama ini di kantor cukup di segani
Ara berdiri di depan pintu lift, ia melihat banyak karyawan yang
juga sedang antri di depannya
“bukankah ini mbak Ara, tambah cantik ya sekarang, sudah berapa
mengantri di depan lift
“kalian berlebihan” Ara merasa tak nyaman menjadi pusat perhatian
Tak berapa lama pintu lift pun terbuka, Ara masuk bersama karyawan
yang lainnya
“mbak Ara mau ke ruangannya pak Bos ya ...?’ tanya salah satu
karyawan
“iya ....”
“ mbak Ara tau nggak? , kalau ada gosip yang mengatakan kalau pak
Bos sudah menikah”
“benarkah...” Ara hanya menanggapinya singkat, begitu malas untuk
membahas gosip yang beredar
“iya mbak, tapi banyak yang nggak percaya, soalnya pak Bos nggak
pernah bawa istri tuh ke kantor”
“begitu ...”
“ya mbak ..., setelah mbak Ara nggak datang ke kantor, pak Agra
juga nggak ngangkat asisten, ia malah terlihat tertutup sekarang”
__ADS_1
“masak .....” lagi-lagi jawaban singkat itu yang di berikan Ara
“mbak Ara kayaknya nggak percaya banget ...., kami kira itu pasti
Cuma di jadiin alasan supaya mendongkrak nama nona Viona mantannya pak Agra”
“ya ampun..., kenapa aku harus bertemu dengan orang seperti ini,
membuatku tambah pusing saja ...” batin Ara sambil menahan kepalanya yang
semakin berat
‘kenapa mbak ara sakit ya ..., wajah mbak Ara juga pucat ...”
‘tidak pa pa ...” untung pintu lift terbuka, mengharuskan karyawan
itu untuk turun,
“pintunya sudah terbuka, silahkan .....” untung pintu lift terbuka
tepat waktu, semua yang ada di dalam lift turun hanya menyisakan Ara karena
Cuma Ara yang akan menuju ke lantai paling atas gedung itu
“sampai jumpa lagi mbak ....” sapa karyawan itu sebelum pintu
kembali tertutup
Tak berapa lama pintu lift kembali terbuka, tepat di depan ruangan
dengan pintu yang sangat besar, sebuah karpet warna merah terbentang sepanjang
jalan dari lift hingga ke pintu
Ara sampai di depan ruangan Agra, Rendi yang menyadari kedatangan
ara segera mengahampirinya, sebelumnya pak mun sudah melaporkannya padanya ,
membuat rendi segera menuju ke ruangan agra tapi harus bertemu dengan Ara di
depan ruangannya
“nona..., nona kesini” Rendi terlihat begitu tegang bersama wajah
dinginnya , sepertinya ada yang sedang di sembunyikan
“pak Rendi .....”
“ada apa nona datang ke sini?”
“saya ingin menemui Agra ..., apa dia di dalam?”
“iya, tapi ...” sebelum Rendi sempat melanjutkan ucapannya, Ara
sudah terlebih dulu menerobos masuk ke ruangan agra
“astaga .....” Rendi mengepalkan kedua tangannya, karena gagal
menarik tangan ara untuk berhenti, wanita itu terlanjur masuk ke dalam ruangan
BERSAMBUNG
tunggu kelanjutannya ya ...,
-
-
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA
KOMENTARNYA JUGA SELALU AUTHOR TUNGGU
__ADS_1
OK OK ......
SEMANGAT ......