My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Berbeda ( Gara vs Naya)


__ADS_3

Brekkkkk


Sanaya melempar tasnya begitu saja di sofa ruang keluarga, ia juga menjatuhkan tubuhnya begitu saja dengan kaki yang ia selonjorkan di atas sofa.


Mom Ara yang sedang membaca majalah fashion, melihat putrinya terlihat kesal segera menutup majalahnya dan menghampiri putrinya itu.


Tidak biasanya putri nya itu tidak menyapanya.


Mom Ara duduk di samping putri nya itu.


"Ada apa sayang?"


Sanaya segera memeluk mom Ara, "Mommmmm!"


Sanaya malah mengerucutkan bibirnya.


"Nay sayang, ada apa? Cerita sama mommy!"


"Gara jahat banget mom!" adunya.


"Ada apa lagi dengan nya sayang? Perasaan yang sering buat ulah kamu deh sayang, kenapa jadi Gara?"


"Mommy ihhhh, malah belain Gara sihhhh!" protes Sanaya.


"Bukan belain sayang! Ya sudah sekarang cerita sama mom, ada apa?"


Sanaya pun segera duduk, ia mengambil bantal sofa kecil di sampingnya dan menjadikannya sandaran siku nya.


Menutupi rok pendeknya yang yang berada jauh di atas lutut.


"Sagara benar-benar pengganggu mom, dia itu selalu buat cowok yang dekat sama Nay kabur mom, ini udah yang ke sepuluh kali selama Nay di SMA loh mom, parah nggak tuhhh!"


Ha ha ha ha


Mom Ara malah tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Mommy kok malah ketawa sih mom?"


"Gimana mom nggak ketawa, kelakuan Gara nggak jauh beda sama pap kamu!!"


"Sebel pokoknya, sebel!"


Sanaya memilih untuk menyambar tasnya lagi meninggalkan mom nya yang masih duduk.


Saat sampai di tangga, ia berpapasan denan pap Agra.


"Sudah pulang sayang?"


"Sudah!" jawab Sanaya ketus, ia memilih berlalu begitu saja meninggalkan pap Agra.


Agra hari ini memang sengaja tidak datang ke kantor, ia ada pekerjaan di luar kantor dan segera pulang saat urusannya selesai. Ia juga sudah bisa mengandalkan Sagara sekarang.


Pap Agra mengerutkan keningnya melihat wajah kesal putrinya, ia pun menatap ke arah istrinya dan istrinya itu malah mengangkat kedua bahunya.


Pap Agra segera mendekati istrinya yang masih duduk di tempatnya.


"Sayang, Nay kenapa?"

__ADS_1


Pak Agra duduk dan memeluk mom Ara, melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya hingga ke perut, menyandarkan dagunya di bahu Mom Ara.


"Bby, jangan gitu ahhh nggak enak kalau diliat orang!"


"Nggak pa pa sayang, lagian kalau liatin mereka juga nggak ada yang berani! Nay kenapa? pulang-pulang mukanya udah di tekuk kayak gitu?"


"Katanya Gara ngusir cowok yang deketin Nay, bby!"


"Benarkah?!" Pap Agra tersenyum.


"Malah senyum sih?"


"Aku dukung Gara, lagian siapa cowok berani-beraninya deketin Nay ku!"


"Bby, jangan gitu ahhh ...., kayak kamu dulu nggak pernah pacaran aja!"


"Nanti aku yang akan mencarikan pasangan buat Nay!"


"Memang ini jamannya siti Nurbaya apa, pakek jodoh-jodohin ...., mana mau Nay nya!"


"Harus mau!"


"Ihhh maksa banget!"


Pap Agra semakin menelusupkan bibirnya ke tengkuk mom Ara.


"Bby, jangan mulai deh!"


...****...


Di tempat lain, Sagara sudah mengganti seragam SMA nya dengan kemeja dan jas nya, jika sudah berpenampilan seperti itu, dia benar-benar tidak kelihatan kalau masih anak SMA.


"Selamat siang kakek Salman!" sapanya saat berpapasan dengan pria yang rambutnya sudah di penuhi dengan uban itu.


"Selamat siang tuan muda, anda sudah di tunggu di ruang rapat!"


"Baik kek!"


Sagara segera menuju ke ruangan yang di maksud oleh kakek Salman.


Abimanyu masih di beri tugas oleh Sagara untuk mengantar Sanaya pulang, setelah itu baru Abimanyu menyusul Sagara ke kantor.


Ia juga sudah mengganti seragam SMA nya dengan kemeja dan jas.


Sebagai tangan kanan Sagara, Abimanyu lah yang menyiapkan semua keperluan Sagara.


Hari ini Sagara harus mengikuti rapat untuk pertama kalinya dengan dean direksi.


Di sambutan pertamanya itu, Sagara lumayan sukses menarik perhatian para dewan direksi. Mereka semakin yakin jika nanti Sagara bisa menjadi pengganti papanya.


"Selamat tuan muda Sagara!"


Seluruh dewan direksi memberi selamat pada Sagara sebelum meninggalkan ruangan.


Di urutan terakhir, seorang pria paruh baya langsung memeluknya dan mengucapkan selamat.


"Selamat Sagara, uncle bangga padamu!"

__ADS_1


"Sagara juga bangga pada uncle Div, semua ini berkat uncle Div, uncle yang membimbing Sagar dari nol!"


"Kamu masih muda, tapi kemampuanmu ini luar biasa!"


"Uncle Div terlalu memuji! Tapi terimakasih atas pujiannya uncle!"


"Sama-sama, uncle pergi dulu ya!"


Sagar pun mengangguk dan pria paruh baya itu segera meninggalkannya. Walaupun usianya sudah empat puluh tujuh, uncle Div tetap terlihat begitu tampan.


Uncle Div adalah saudara satu ayah dengan papanya. Namanya Pradivta Anugra putra.


Kini Uncle Div sudah membangun perusahaan sendiri tapi tetap menjadi CEO finityGroup group sampai Sagara bisa benar-benar menggantikannya.


Sagara kembali duduk di kursinya saat uncle Div meninggalkan ruangan itu, kini tinggal Sagara dan Abimanyu di sana.


Saat di kantor, Abimanyu dan Sagara bersikap selayaknya atasan dan bawahan sedangkan di sekolah mereka bersikap seperti teman.


"Tuan muda, ini laporannya!" ucap Abimanyu sambil menyerahkan sebuah map berwarna merah itu.


"Baik!"


Sagara segera mengeceknya dan dia tinggal membubuhkan tanda tangan.


"Siap kan mobil, kita harus menemui klien dari bandung!"


"Baik tuan muda!"


Abimanyu mundur dua langkah lalu berbalik meninggalkan Sagar di tempatnya, ia keluar dari ruangan itu dan menghubungi seseorang yang ada di bawah, meminta untuk menyiapkan mobil dan tidak berapa lama kembali menghampiri Sagara.


"Tuan muda, mobilnya sudah siap!"


Sagara pun segera beranjak dari duduknya, ia merapikan jasnya yang sebenarnya tidak berantakan.


Abimanyu mengikuti langkah Sagara di belakangnya, saat sampai di depan pintu lift, ia segera maju satu langkah di depan Sagara, memencet tombol lift agar pintu terbuka dan Kembali berdiri di belakang Sagara.


Setelah pintu lift terbuka mereka pun masuk, Abimanyu kembali memencet tombol turun ke lantai dasar dan kembali lagi berdiri satu langkah di belakang Sagara.


Setelah keluar dari lobby, mobil pun sudah siap dengan sopirnya juga. Abimanyu segera membukakan pintu untuk Sagara , memastikan Sagara benar-benar masuk ke dalam mobil.


Setelah itu Abimanyu masuk dan duduk di samping sopir.


"Kita ke restauran Jerrilisious!" ucap Abimanyu.


"Baik tuan!"


Sopir itu pun segera menjalankan mobilnya meninggalkan gedung pencakar langit itu.


Sudah jam empat, sudah waktunya para pekerja untuk pulang, jalanan sangat macet membuat Sagara beberapa kali mendengus kesal. Sesekali ia melihat jam tangannya, untuk ia berangkat lebih cepat. Ia sudah mengantisipasi kemacetan yang akan terjadi.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading đŸ„°đŸ„°đŸ„°đŸ„°


__ADS_2