My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (43)


__ADS_3

Yang kecil bagimu bisa berarti bernilai besar bagi orang lain, perhatian kecil itu akan menciptakan hal yang luar biasa di masa depan ...., semua karena hal kecil, perhatian kecil, senyum kecil, dan luka kecil ....


Nanti dia akan mengatakan kalau" dulu aku beruntung telah mengenalmu"


Setelah membantu sanaya menganti seragamnya dengan


baju santai. Ara segera menuju ke kamarnya, ia sudah berjanji pada suaminya


untuk segera menyusul.


Ara membuka pintunya, dan berjalan masuk ke dalam kamar. Tidak ada siapapun di dalam kamar itu.


“bby …, bby …!”


Ceklek


Suara pintu kamar di kunci membuat Ara terkejut dan


segera menoleh ke arah pintu.


“bby …., kenapa pintunya di kunci?”


“Supaya tidak ada yang menggangu kita!”


“Maksudnya?”


Agra berjalan perlahan mendekati istrinya


hingga akhirnya mereka saling berhadapan tanpa celah.


“bby kenapa dekat sekali?”


Bukannya menjawab, Agra malah menarik pinggang Ara hingga kini tak ada celah lagi di antara mereka. Tangannya yang satu ia gunakan untuk kengusap wajah Ara, membuat Ara terpaku, tubuhnya memanas.


“bby …!” ucap Ara dengan nafas yang sudah mulai tidak teratur, tanpa terasa tubuhnya sudah berangsur-angsur di bawanya mendekat


ke tempat tidur. Ara sudah merasakan tulang belulangnya sudah tidak keras lagi, tubuhnya lemas seperti tak bertulang.


ia begitu terhipnotis dengan perlakuan lembut suaminya.


“Sayang …, aku begitu merindukanmu …, sangat


merindukanmu!” bisik Agra di daun telinga Ara membuat aliran darah Ara


mengalir lebih cepat.


Agra segera mendaratkan ciumanya ke seluruh wajah Ara, menyesapnya. Agra merebahkan tubuh istrinya itu di atas tempat tidur. Satu


minggu tak bersama istrinya sudah cukup menguji kesabarannya. Rindunya tak

__ADS_1


terbendung lagi ia ingin sekali menghabiskan istrinya itu tanpa ampun.


Agra mel*mat bibir Ara begitu lama, rasanya tidak akan pernah puas. Ara mengalungkan tangannya di leher Agra. Agra mulain


memasukan lidahnya ke dalam mulut Ara, mengabsen satu persatru isi mulut Ara.


Agra yang sudah mulai merasakan darahnya mulai memanas dan kegiatan itu berlanjut sebagaimana mestinya. Ara hanya pasrah


dengan perlakuan suaminya. Pergulatan itu berlangsung cukup lama, hingga


menguras seluruh tenaga mereka.


Ara menyandarakan kepalanya di atas dada bidang suaminya, tubuh mereka hanya tertutup oleh satu selimut. Tangan Ara bermain-main


di perut suaminya itu.


“jangan menggodaku, sayang …, nanti kalau dia bangun lagi jangan salahkan aku ya …!” ucap Agra saat jari Ara terus bermain di dada bidang suaminya.


“Aku nggak goda bby …!”


“Jika tanganmu terus bermain di situ, dia akan


bangun lagi!”


“Ihhh dasar mesum …..!”


“Mau bagaiamana lagi sayang …., setiap kali dekat denganmu rasanya juniorku ini ingin sekali di manjakan!”


“Apa?”


“Jerry!”


“Kenapa bisa bisanya saat bersama suamimu, kau masih bisa mengingat pria lain!” ucap Agra pura-pura ngambek.


“Bukan seperti itu …., dasar pecemburu ….!” Ara mencubit dada bidang suaminya.


"Augh .....!"


"Sakit kan?!"


"Nggak ....., tapi kurang lebih keras lagi!" ucap Agra membuat Ara semakin kesal dengan suaminya itu. Ara pun hendak bangun dari atas tubuh suaminya, tapi dengan cepat ia menarik tubuh Ara lagi hingga tak beranjak darinya.


"Jangan ngambek dong sayang ....!"


"Abis kamu keterlaluan sih bby!"


"Ya udah ....., Ya udah ....., tadi mau ngomong apa?"


"Aku teringat sama Jerry!"

__ADS_1


“Lalu …?”


“Nona Viona!”


“Tadi Jerry sekarang Viona!” keluh Agra pada istrinya itu.


“Soalnya ada hubungannya!”


“Memang apa hubungannya?”


“Aril!”


“Astaga …., Jerry, Viona, Aril …, nama-nama yang


nggak perlu di ingat sayang!”


“Ini bukan soal mengingat nama bby, tapi saat itu aku melihat Viona juga bersama Jerry dan Aril di sekolah Sanaya waktu itu!”


“Maksudmu?”


“Iya …, apa mungkin mereka satu keluarga!”


“Itu tidak masuk akal, sayang!”


“Memang .....!" Ara setuju dengan ucapan suaminya, " tapi jika itu benar berarti saat Viona


menjebakmu waktu itu, dia juga sedang hamil!”


“Jangan terlalu memikirkan masalah orang lain sayang …., jika pun benar, berarti mereka sudah memiliki keluarga sendiri!”


“Iya …, kau benar!” Ara semakin mengeratkan


pelukannya pada suaminya itu. Agra mengecup kening istrinya dan mengusap kepala


istrinya itu agar segera tertidur.


Walaupun ia mengatakan itu pada istrinya, tapi ia


jadi memikirkannya.


Jika seperti itu …, berarti mereka berhubungan saat itu dan Abimanyu ….?


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2