My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2(5)


__ADS_3

Pagi ini Agra sudah siap-siap untuk berangkat ke kantor, Sudah semenjak pagi ia menghubungi Rendi, tapi tak pernah bisa membuatnya begitu uring-uringan.


Agra terlalu terbiasa dengan Rendi, walaupun Rendi tak datang ke rumah lagi tiap pagi, tapi pria dingin itu selalu mengirimkan list rencana kerja selama satu hari ked pan bahkan s belum Agra bangun, tapi hari ini hingga siang Rendi tak juga mengiriminya pesan sama sekali.


"Ada apa sih bby? pagi-pagi kok sudah bersungut aja ....!" tanya Ara yang baru saja masuk ke dalam kamar, ia baru saja dari kamar si kembar untuk menyiapkan segela keperluan mereka sebelum mandi.


"Rendi menghilang entah kemana!"


"Kok bisa gitu?"


"Seharusnya hari ini dia itu sudah mengirimiku list rencana kerja untuk satu hari ke depan, tapi sampai saat ini dia tidak mengirimkannya padaku, aku hubungi beberapa kali tapi panggilan tetap di alihkan, nggak biasanya dia seperti itu!"


"Sabar bby ...., mungkin saja Rendi sedang sakit!" ucap Ara berusaha memberikan pendapatnya.


"Memang dia bisa sakit?"


"Rendi juga manusia kali bby, mana mungkin ada manusia yang nggak bisa sakit!"


"Aku Sampek lupa kalau dia itu manusia!"


"Jahat banget sih bby ....!"


Sebelum sempat Agra menimpali ucapan Ara, tiba-tiba ponsel Ara berdering, membuat obrolan pagi mereka terhenti.


Ara segera berlari mencari ponselnya yang entah ia taruh di mana.


"Bby ...., lihat ponselku nggak?" tanya Ara yang sedang kesana kemari mencari sumber suara.


"Astaga ...., ternyata di sini!" ucap Ara saat menemukan benda pipih itu yang ternyata terdampar di bawah tempat tidur.


"Ayah ....!" gumam Ara saat melihat nama dalam panggilan itu. Ara pun segera menggeser tombol hijau.


"Hallo yah ....!"

__ADS_1


"Segeralah ke rumah sakit, ajak suamimu juga ya!"


"Ada apa yah ....? Apa keadaan Nadin memburuk?" tanya Ara yang terlihat cemas, agra yang melihat istrinya terlihat begitu cemas segera mendekatinya.


"Maaf ayah nggak bisa menjelaskan alasannya di telpon, nanti ayah jelaskan kalau kalian sudah di sini!"


"Ayah jangan membuatku cemas, sebenarnya ada apa?"


"Tidak ada apa-apa nak, tenanglah ...., semua baik-baik saja, sudah ya, ayah tunggu, segeralah kemari!"


"Iya yah ....!"


Panggilan telpon pun terputus, Ara masih terpaku di tempatnya, banyak dugaan yang muncul. Hal-hal yang buruk saling bermunculan di pikiran Ara.


"Ada apa sayang?" tanya Agra sambil menggenggam tangan istrinya.


"Ayah meminta kita ke rumah sakit, sekarang!"


Ara pun mengangguk, Agra segera meninggalkan Ara dan menuju ke kamar baby twins.


"Selamat pagi sayang!" sapa Agra pada kedua buah hatinya.


"Pap ...!" Sagara dan Sanaya segera berlari memeluk papinya, sungguh hal langka papinya menyempatkan diri ke kamar mereka di pagi hari seperti ini, biasanya mereka yang lebih dulu mengganggu papinya sebelum berangkat kerja.


"Waaahhhh, anak-anak papi sudah wangi ya ....!"


"Iya dong pap, kami kan nggak jolok, kami nggak mau jadi tamannya kecoak!"


"Kok gitu?" tanya Agra tak mengerti.


"Kata mom, kalau nggak mandi yang mau belteman cama kita cuma kecoak!" ucap Sanaya menjelaskan.


"Anak pintar!" ucap Agra sambil mengusap lembut kedua buah hatinya. "Oh iya sayang, hari ini papi pinjam mominya sebentar ya, nanti kalau sudah selesai urusannya, papi janji bakal balikin Momo kalian!"

__ADS_1


"Tapi ada calatnya kalau mau pinjam mom!" ucap Sagara terlihat serius.


"Apa syaratnya?"


"Gala mau lobot Balu!" ucap Sagara.


"Nay juga mau boneka Balu, Nay mau boneka panda!"


"Baiklah ....!"


Setelah selesai urusannya dengan baby twins, Agra segera mengajak Ara berangkat ke rumah sakit, mereka di antar oleh pak Mun.


Sesampai di rumah sakit mereka di kejutkan dengan kejadian yang luar biasa, orang yang sedari pagi telah di tunggu pesannya oleh Agra ternyata berada di rumah sakit.


Rendi menikahi adik iparnya, Nadin. Ara yang memang senang dengan hal itu tidak begitu terkejut berbeda dengan Agra, di sana sudah ada penghulu, ayah Roy, ibu Dewi, paman Salman, dr. Frans dan beberapa perawat. Acara ijab kabul terlaksana dengan hikmat.


Ayah Roy segera menjelaskan perihal alasan pernikahan itu terjadi, Agra yang awalnya tidak bisa menerima kini bisa menerimanya dengan lapang dada.


Yang sedang ia pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya menjelaskan pada saudaranya, Divta. Pria itu juga mengharapkan Nadin sebagai mendampinginya.


NB : kalau yang belum tahu kenapa alasan dan sebab musabab Nadin dan Rendi menikah, bisa langsung untuk ke sebelah ya


My Block of Ice , di sana khusus menceritakan tentang si balok es Rendi dan si centil Nadin ya


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2