My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Bonschap 8


__ADS_3

Setelah pulang dari mini market, seperti biasa nyonya Ratih akan menyambut mereka di depan.


"Kenapa ibu di luar?" tanya Agra. "Sebaiknya ibu menuggu kami di dalam!"


"Ibu sudah tidak sabar menyambut cucu Oma!"


"Mereka sudah tidur Bu!"


"Apa saja yang kalian lakukan hingga selarut ini?" tanya nyonya Ratih curiga.


"Rendi pasti sudah memberi tahu ibu kan!"


"Ibu khawatir dengan kalian!"


"Jangan khawatir Bu, Agra ini sudah bukan akan kecil lagi!"


"Tapi jangan meminta ibu untuk menarik semua pengawalan atas kalian!"


"Tapi itu akan membuat tidak nyaman untuk Sagara dan Sanaya Bu!"


"Ya sudah kalian istirahatlah ...!"


***


Pagi ini Agra sudah bersiap-siap berangkat kerja kembali, Rendi sudah tak lagi menjemputnya ke rumah karena Agra sudah memberikan tugas yang lebih penting yaitu mengantar jemput Nadin.


"Sayang ...., hari ini rasanya berat banget buat berangkat kerja!" ucap Agra sambil memeluk istrinya dari belakang, seperti pagi-pagi biasanya akan selalu terjadi drama tiap pagi sebelum berangkat kerja.

__ADS_1


"Jangan mulai deh bby ....!"


"Bagaimana aku bisa jauh darimu, sayang ....!"


"Kenapa kau sekarang melebih Sagara dan Sanaya sih bby manjanya ...!" keluh Ara yang sudah terbiasa dengan kelakuan suaminya.


Tapi saat di kantor, ia akan menjadi sosok yang berbeda, tak ada Agra yang melankolis dan penyayang, hanya ada singa yang siap menerkam siapa saja yang berani melakukan kesalahan.


Agra akan menjadi sosok berbeda saat di rumah, ia menjadi pria penyabar, penyayang, perhatian.


"Ingin rasanya aku membawamu ke kantor sayang!"


"Baiklah ...., aku akan ke kantor!"


"Benarkah .....?"


"Baiklah ...., baiklah ...., tapi beri aku bekal!"


"Nggak usah bby, kan sudah sarapan, nanti aja aku ke kantor jam makan siang!"


"Bukan untuk perutku sayang, tapi untuk hatiku!"


"Maksudnya?"


"Cium aku di sini, di sini, di sini dan di sini!" ucap Agra sambil menunjuk kening, kedua pipi dan terakhir bibirnya.


"Baiklah ....!"

__ADS_1


Belum sempat Ara melanjutkan ucapannya, Agra sudah lebih dulu penarik pinggang Ara sehingga tubuh mereka menempel satu sama lain.


"Sekarang, mulai cium aku!" ucap Agra sambil mendekatkan wajahnya.


Ara pun mencium kening suaminya, kemudian beralih ke pipi kanan dan kiri suaminya dan yang terakhir di bibirnya. Saat Ara hendak menjauhkan bibirnya dari bibir suaminya Agra malah semakin mendekatkannya, Agra ******* bibir manis istrinya, lumayan kecil itu berubah menjadi menuntut, nafas mereka saling memburu, Agra menggigit bibir bawah Ara hingga bibir itu terbuka, membuat Agra semakin leluasa untuk mengabsen setiap celah di rongga mulut Ara, ciuman itu semakin memanas saat tiba-tiba pintu di ketuk.


Tok tok tok


"Maaf tuan, tuan Rendi sudah menghubungi jika pagi ini ada meeting penting!" sepertinya itu suara pak Mun.


Agra pun segera menjauhkan bibirnya dari bibir Ara, wajahnya terlihat kesal.


"Benar-benar pengganggu, aku sudah menyuruhnya di tempat lain, dia malah meneror orang lain untuk menggangguku!" gerutu Agra membuat Ara tersenyum gemas melihat tingkah suaminya itu.


"Nggak pa pa bby, kita bisa lanjutkan nanti!" ucap Ara.


"Iya kau benar!" ucap Agra dengan senyum jahil. "Aku berangkat sayang!"


Yang di maksud Ara adalah nanti saat di rumah, pulang kerja tapi sepertinya suaminya salah mengartikan, ia mengartikan nanti itu adalah saat jam makan siang.


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘😘


__ADS_2