My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (26)


__ADS_3

Dan dengan sigap ajudannya membacakan semua profesi


dari yang hadir di tempat itu,  kebanyakan dari mereka bekerja di bawah naungan finityGroup. Wajah


congkak yang tadi telah berani merendahkan Ara seketika berubah pucat pasi.


“Anggun salah satu staf di divisi pemasaran di


kantor cabang bagian barat, Deni pemegang saham 1% di cabang perusahaan


percetakan, Ali pemilik restorant MM dengan pemilik saham terbesar finityGroup,


bla bla bla bla …, dan seterusnya dan seterusnya.” Ucap ajudan Agra dengan


lantangnya.


“Lalu sekarang aku harus apakan mereka karena telah


berani lancang dengan istri seorang presdir?”


“Maafkan kami pak! Kami mohon jangan lakukan apapun


pada kami!” Beni langsung berlutut di hadapan Agra, kesombongannya hilang sudah


di hadapan Agra.


Agra berdecak, ia hanya memandang remeh pada pria


itu.


“Bukan aku yang pantas memberi  maaf, tapi istriku. Kenalkan wanita yang


telah kalian hina ini adalah istri ku!”


“Dan kau!” Agra menunjuk tajam pada pria yang sedari


tadi diam di tempatnya itu, dia adalah Dio.


“Kau …, sungguh tak pantas pernah di cintai oleh


istriku, pecundang hebat …., hati istriku terlalu baik untuk orang sepertimu!”


Dio hanya mematung di tempatnya, dia kehilangan


kata-kata bahkan hanya untuk mengatakan permintaan maaf.


“Kalian benar, bukan orang-orang seperti kalian yang


pantas menjadi teman istriku, istriku terlalu berharga di tempat ini!”


Agra menatap istrinya dan menghapus air matanya,


menciumnya dengan lembut. “Kita pergi!”


Agra menarik tangan Ara untuk meninggalkan tempat


itu, ia tidak peduli dengan permintaan maaf dari mereka semua, setelah ini


pasti akan ada babak baru untuk mereka. Ara hanya pasrah, ia menatap punggung


bidang itu, menatapnya membuatnya tenang, tapi sekarang ia harus memikirkan


tentang nasib teman-temannya yang telah merendahkannya, bagaimana dengan


nasibnya di tangan suaminya.


Ara menghentikan langkahnya sebelum sampai di mobil


membuat Agra ikut terhenti, agra menoleh ke belakang, mengerutkan keningnya.


“Jangan lakukan apapun pada mereka!” ucap Ara dengan wajah memohonnya.

__ADS_1


“Kenapa?” ucap Agra dengan nada dinginnya.


“Mereka teman-temanku!”


Agra kembali berdecak, ia begitu kesal dengan sikap


istrinya yang seperti ini, bahkan ia tidak pernah mempedulikan kebahagiaan


dirinya sendiri, hanya ada orang lain dan orang lain.


“Berhenti bersikap baik!” Agra kembali menarik


tangan Ara, mereka masuk ke dalam mobil tanpa sopir, Agra sengaja ingin


menghibur hati istrinya yang sedang terluka.


Agra tetap diam di dalam mobil, ia memilih


konsentrasi menyetir, sedangkan ara dia memilih untuk melihat ke luar jendela. Memikirkan


kata-kata dari teman-temannya membuatnya kesal tapi jika suaminya melakukan


sesuatu di luar kewajaran itu juga membuatnya khawatir.


Agra menghentikan mobilnya di tepi pantai, ia


keluar dari mobil dan duduk di depan kap mobil. Ara pun menyusulnya dan ikut


duduk di sampingnya.


“Bby …, apa kau marah padaku?” Tanya Ara, karena


semenjak keluar dari gedung itu suaminya tak bicara apapun lagi padanya.


“Kenapa hanya diam?”


“Hah?”


“A-aku …!” ucap Ara ragu, ia bahkan tidak tahu harus menjawab apa, apa benar ia terlalu pengecut untuk membungkam mulut mereka? Bahkan hanya untuk mengatakan hal hal sederhana saja dia tidak mampu.


“Kau tahu sikapmu itu yang membuatku selalu tidak


bisa membiarkanmu kemanapun juga, apa mengalah dan diam adalah keahlianmu, hah?”


agra menggoyang pundak Ara, tapi ara masih tetap diam, ia tidak tahu suaminya


akan semarah ini padanya.


“Ayo jawab aku, kenapa diam saja?”


“Maafkan aku!” ara hanya bisa pasrah, ia menunduk


dan mulai menangis.


“berhenti mengalah, tunjukkan kalau kau lebih


berharga dari mereka!”


“Maafkan aku!”


“Kau pikir hanya dengan tetap diam akan bisa


membungkam mulut kotor mereka, kau ini benar-benar membuatku …!” Agra


benar-benar meluapkan kekesalannya.


“Maafkan aku !”


“kenapa dari tadi hanya itu yang kau ucapkan! Maaf maaf


maaf …, aku benci dengan kata itu, berhenti berkata maaf …!” teriak Agra

__ADS_1


membuat Ara terkejut, ia semakin tidak berani menatap suaminya.


Setelah puas meluapkan kekesalannya, Agra pun


menarik tubuh Ara ke dalam pelukannya, Ara semakin tersedu dalam tangisnya,


deburan ombak, angina yang saling bersahutan menyapa menyamarkan suara isakan


dari tangis wanita itu.


Hawa dingin semakin menyusup ke sela sela kulit,


gelap malam semakin pekat, Agra melepaskan jasnya dan memakaikannya untuk Ara


mendekap tubuh wanita itu dengan sangat erat.


“Kita pulang, Sagara dan Sanaya pasti sudah


menunggu!” ucap Agra sambil menuntun tubuh istrinya masuk ke dalam mobil. Memecah


keheningan malam, tangan Agra tak lepas dari tangan istrinya, tangan satunya ia


gunakan untuk memegang setir.


Di rumah besar itu, dua anak kecil itu tak juga mau


tidur. Mereka masih menunggu , membuat omanya cemas.


“Sayang bagaimana kalau boboknya sama oma, nanti oma


bacakan dongeng buat kalian!” bujuk nyonya Ratih.


“Nggak oma, sagala mau nunggu mom, tatanya mom mau


puyang cepat!”


“Nay juga nunggu mom oma, Nay mau boboknya cama mom


aja!”


“Baiklah biar oma telpon dulu mom kalian ya!”


Belum sampai nyonya Ratih menghubungi mereka,


tiba-tiba mobil Agra sudah datang. Mereka berdua segera turun dari mobil dan


masuk ke dalam rumah, kedatangan mereka langsung di sambut oleh malaikat kecil


itu.


“Mom …!” teriak Sagra dan Sanaya segera berhambur


memeluk mominya.


“Sayang, abang sama adek kenapa masih belum


bobok,ini sudah malam loh …!”


“Cagala cama Nay mau bobok cama mom!”


“Ya sudah sekarang kita bobok ya!”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2