
#MAKNA SEBUAH KATA#
mungkin bagi sebagian orang sebuah kata tak berarti apapun, tapi bagi orang lain kata itu adalah sebuah kejujuran
ucapkanlah walau akhirnya tidak baik , tapi setidaknya kamu pernah mencoba untuk mengungkapkannya
***
Ara yang sudah sempurna masuk ke dalam ruangan Agra, tubuhnya
mematung di depan pintu, langkah kakinya
otomatis berhenti, di kakinya seperti ada sebuah beton yang sedang menimpanya
sehingga tak mampu untuk di angkat lagi
Rendi yang tak berhasil menahan Ara untuk masuk , akhirnya mau tak
mau membawanya ikut masuk ke dalam ruangan itu, ia begitu ikut terkejut dengan
apa yang di lihat, harusnya dia pikir tak seperti itu.
tapi apa daya, ia pun tak mampu merengkuh tubuh yang begitu ia
inginkan,ia tahu pasti Ara begitu terluka, ia tak mau keadaannya bertambah kacau, jika ia
tak bisa menahan diri mungkin akan memicu masalah yang lebih rumit lagi
tapi ia juga menyesalkan apa yang di lakukan agra saat ini, ia tak
menyangka jika Agra akan dengan mudah membiarkan dirinya jatuh kedua kalinya
Tubuh ara terasa kaku, tak mampu tergerak, kedua tangannya menutup
mulutnya rapat-rapat supaya tidak mengeluarkan suara,
sedang Rendi yang berdiri tak jauh di belakangnya bisa mengetahui
jika wanita itu sedang menangis dari bahunya yang bergetar walaupun tak mengeluarkan
suara
Ara terpaku saat melihat Agra suaminya dan Viona mantan kekasih
suaminya sedang berciuman, mereka berciuman bibir, tangan Viona mengalung di
lehernya, Agra sepertinya tak berusaha untuk menolaknya
walaupun sebelum menikah Ara
sering melihat pemandangan seperti ini, tapi entah kenapa rasanya sungguh
sakit saat ini, hatinya seakan hancur lebur tak berbekas
seharusnya ia senang karena saat ini Agra sudah kembali pada wanita
yang di cintainya yaitu viona, tapi kenapa rasanya sakit
untuk sekian detik akhirnya Agra menyadari kedatangan Ara,
“ara ......”
Agra pun langsung melepaskan tangan Viona yang mengalung di
lehernya, dengan cepat ia mendorong
tubuh Viona hingga terjatuh ke lantai
Agra segera berlari menghampiri ara yang masih terpaku dengan
menutup mulutnya yang semakin bergetar hebat
__ADS_1
“Ra..., semua tak seperti yang kau lihat ...., percayalah ...” Agra
masih berdiri tak jauh dari tempat Ara berdiri, ia tak mampu melangkah lagi
saat melihat air mata Ara yang mengalir
Air mata Ara seolah tak terbendung, walaupun selama beberapa hari
ini ia telah menumpahkannya sepanjang malam, tapi entah kenapa kali ini air
mata itu mengalir lebih deras tanpa permisi
Agra tak mau Ara berpikir tidak-tidak, ia pun segera mendekati Ara
dan memegang kedua bahu Ara yang bergetar
“ini tak seperti yang kau lihat, kamu percaya kan padaku” Agra segera
memeluk tubuh Ara,tapi Ara tak juga membalasnya, Ara tetap terdiam dengan
tangisnya
Agra memandang Rendi yang berdiri tak jauh di belakang Ara, seolah
meminta dukungan
“rend ...., tolong bantu aku jelaskan semuanya ...” perintah Agra
saat Ara hanya diam saja
Viona terkejut benar-benar
terkejut di buatnya, bagaimana seorang Agra mengabaikannya demi seorang
karyawan biasa,
ia yang masih termenung di
kuat tubuh Agra agar terlepas dari pelukan Ara,
Agra sedikit bergeser dari posisinya karena tak siap dengan gerakan
yang di lakukan Viona, sedangkan Ara masih tetap dalam posisinya
“kamu apa-apaan sih sayang, dia itu Cuma sekretarismu, tidak pantas
kau berbuat seperti itu” viona melingkarkan tangannya di lengan Agra, tapi Agra
segera menepisnya
“diam kau ...” agra mengangkat telunjuknya ke wajah Viona sambil
berteriak padanya, hingga Viona sedikit menjauh darinya
“Gra .... kau membentakku ....” viona merasa terluka saat Agra
membentaknya
“kau yang tidak pantas memelukku ...” lanjut lagi Agra
“apa sih yang kau bicarakan? Aku sungguh tak mengerti”
“seperti apa yang sudah aku katakan tadi, jika aku sudah mengganti
gelas yang pecah dengan gelas yang baru, dan dia adalah Ara ...”
“sadar Gra, dia itu Cuma orang rendahan yang mendekatimu demi uang”
“berhenti bicara seperti itu Viona, dia istriku ..., berani kau
__ADS_1
mengatainya seperti itu maka akan aku robek mulutmu”
Agra benar-benar marah, kemarahannya benar-benar memuncak, ia
mengepalkan kedua tangannya, rahangnya juga tampak mengeras hingga urat-urat di
lehernya terlihat, ia juga meninggikan suaranya,
Viona benar-benar di buat terkejut dengan pengakuan Agra, ia juga
takut melihat kemurkaan Agra, baru kali ini ia melihat Agra benar-benar marah,
sikapnya yang selalu lembut padanya seolah hilang
“apa ..., kamu bohong kan?” Viona masih tak percaya tapi dengan
wajah takutnya
“terserah jika kau tak percaya, sekarang pergi dari sini dan jangan
pernah kembali lagi” Agra kembali lagi teriak, tapi kini matanya menatap pada ara
yang masih saja terpaku di tempatnya, pikiran Ara sedang mencerna apa yang
terjadi di depannya
“jadi kau menyamakan aku dengan wanita seperti dia.....” Viona
mendekati Ara , ia mengelilingi tubuh Ara dan ketika tangannya hendak memegang
rambut Ara , tangan Rendi sudah lebih dulu menahannya
“hentikan nona, jika anda berani menyentuh nona Ara , maka anda
akan berhadapan dengan saya “ Rendi menatap tajam penuh kemarahan pada Viona
“cehh...., jadi semua membelanya ...” Viona segera menepis tangan
Rendi
“lepaskan ....”
Setelah terlepas dari Rendi, Viona segera menghampiri Agra lagi,
“dia itu Cuma sekretarismu, tak pantas dia bersanding denganmu,
ayolah ...., sadar Gra ...”
“pergi ...” agra berteriak sambil mengarahkan satu tangannya pada
pintu keluar
“jika tidak aku akan memanggil security untuk menyeretmu keluar
dari sini ...”
Viona tak lagi mau berdebat melihat ekspresi Agra yang sudah tidak
bersahabat lagi, Viona menyambar tasnya yang tergeletak di atas sofa dan ia pun
langsung keluar dari ruangan sambil menutup pintu dengan sangat keras
BERSAMBUNG ......
*
*
--
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA ...
__ADS_1
AUTHOR TAMBAH SEMANGAT LAGI
APA LAGI KALAU DI TAMBAH VOTENYA YANG BANYAK YA