My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 62


__ADS_3

#MAKNA SEBUAH KATA#


mungkin bagi sebagian orang sebuah kata tak berarti apapun, tapi bagi orang lain kata itu adalah sebuah kejujuran


ucapkanlah walau akhirnya tidak baik , tapi setidaknya kamu pernah mencoba untuk mengungkapkannya


***


Ara yang sudah sempurna masuk ke dalam ruangan Agra, tubuhnya


mematung di depan pintu,  langkah kakinya


otomatis berhenti, di kakinya seperti ada sebuah beton yang sedang menimpanya


sehingga tak mampu untuk di angkat lagi


Rendi yang tak berhasil menahan Ara untuk masuk , akhirnya mau tak


mau membawanya ikut masuk ke dalam ruangan itu, ia begitu ikut terkejut dengan


apa yang di lihat, harusnya dia pikir tak seperti itu.


tapi apa daya, ia pun tak mampu merengkuh tubuh yang begitu ia


inginkan,ia tahu pasti Ara begitu terluka,  ia tak mau keadaannya bertambah kacau, jika ia


tak bisa menahan diri mungkin akan memicu masalah yang lebih rumit lagi


tapi ia juga menyesalkan apa yang di lakukan agra saat ini, ia tak


menyangka jika Agra akan dengan mudah membiarkan dirinya jatuh kedua kalinya


Tubuh ara terasa kaku, tak mampu tergerak, kedua tangannya menutup


mulutnya rapat-rapat supaya tidak mengeluarkan suara,


sedang Rendi yang berdiri tak jauh di belakangnya bisa mengetahui


jika wanita itu sedang menangis dari bahunya yang bergetar walaupun tak mengeluarkan


suara


Ara terpaku saat melihat Agra suaminya dan Viona mantan kekasih


suaminya sedang berciuman, mereka berciuman bibir, tangan Viona mengalung di


lehernya, Agra sepertinya tak berusaha untuk menolaknya


walaupun sebelum menikah Ara


sering melihat pemandangan seperti ini, tapi entah kenapa rasanya sungguh


sakit saat ini, hatinya seakan hancur lebur tak berbekas


seharusnya ia senang karena saat ini Agra sudah kembali pada wanita


yang di cintainya yaitu viona, tapi kenapa  rasanya sakit


untuk sekian detik akhirnya Agra menyadari kedatangan Ara,


“ara ......”


Agra pun langsung melepaskan tangan Viona yang mengalung di


lehernya, dengan cepat  ia mendorong


tubuh Viona hingga terjatuh ke lantai


Agra segera berlari menghampiri ara yang masih terpaku dengan


menutup mulutnya yang semakin bergetar hebat

__ADS_1


“Ra..., semua tak seperti yang kau lihat ...., percayalah ...” Agra


masih berdiri tak jauh dari tempat Ara berdiri, ia tak mampu melangkah lagi


saat melihat air mata Ara yang mengalir



Air mata Ara seolah tak terbendung, walaupun selama beberapa hari


ini ia telah menumpahkannya sepanjang malam, tapi entah kenapa kali ini air


mata itu mengalir lebih deras tanpa permisi


Agra tak mau Ara berpikir tidak-tidak, ia pun segera mendekati Ara


dan memegang kedua bahu Ara yang bergetar


“ini tak seperti yang kau lihat, kamu percaya kan padaku” Agra segera


memeluk tubuh Ara,tapi Ara tak juga membalasnya, Ara tetap terdiam dengan


tangisnya


Agra memandang Rendi yang berdiri tak jauh di belakang Ara, seolah


meminta dukungan


“rend ...., tolong bantu aku jelaskan semuanya ...” perintah Agra


saat Ara hanya diam saja


Viona terkejut benar-benar


terkejut di buatnya, bagaimana seorang Agra mengabaikannya demi seorang


karyawan biasa,


ia yang masih termenung di


kuat tubuh Agra agar terlepas dari pelukan  Ara,


Agra sedikit bergeser dari posisinya karena tak siap dengan gerakan


yang di lakukan Viona, sedangkan Ara masih tetap dalam posisinya


“kamu apa-apaan sih sayang, dia itu Cuma sekretarismu, tidak pantas


kau berbuat seperti itu” viona melingkarkan tangannya di lengan Agra, tapi Agra


segera menepisnya


“diam kau ...” agra mengangkat telunjuknya ke wajah Viona sambil


berteriak padanya, hingga Viona sedikit menjauh darinya


“Gra .... kau membentakku ....” viona merasa terluka saat Agra


membentaknya


“kau yang tidak pantas memelukku ...” lanjut lagi Agra


“apa sih yang kau bicarakan? Aku sungguh tak mengerti”


“seperti apa yang sudah aku katakan tadi, jika aku sudah mengganti


gelas yang pecah dengan gelas yang baru, dan dia adalah Ara ...”


“sadar Gra, dia itu Cuma orang rendahan yang mendekatimu demi uang”


“berhenti bicara seperti itu Viona, dia istriku ..., berani kau

__ADS_1


mengatainya seperti itu maka akan aku robek mulutmu”


Agra benar-benar marah, kemarahannya benar-benar memuncak, ia


mengepalkan kedua tangannya, rahangnya juga tampak mengeras hingga urat-urat di


lehernya terlihat, ia juga meninggikan suaranya,


Viona benar-benar di buat terkejut dengan pengakuan Agra, ia juga


takut melihat kemurkaan Agra, baru kali ini ia melihat Agra benar-benar marah,


sikapnya yang selalu lembut padanya seolah hilang


“apa ..., kamu bohong kan?” Viona masih tak percaya tapi dengan


wajah takutnya


“terserah jika kau tak percaya, sekarang pergi dari sini dan jangan


pernah kembali lagi” Agra kembali lagi teriak, tapi kini matanya menatap pada ara


yang masih saja terpaku di tempatnya, pikiran Ara sedang mencerna apa yang


terjadi di depannya


“jadi kau menyamakan aku dengan wanita seperti dia.....” Viona


mendekati Ara , ia mengelilingi tubuh Ara dan ketika tangannya hendak memegang


rambut Ara , tangan Rendi sudah lebih dulu menahannya


“hentikan nona, jika anda berani menyentuh nona Ara , maka anda


akan berhadapan dengan saya “ Rendi menatap tajam penuh kemarahan pada Viona


“cehh...., jadi semua membelanya ...” Viona segera menepis tangan


Rendi


“lepaskan ....”


Setelah terlepas dari Rendi, Viona segera menghampiri Agra lagi,


“dia itu Cuma sekretarismu, tak pantas dia bersanding denganmu,


ayolah ...., sadar Gra ...”


“pergi ...” agra berteriak sambil mengarahkan satu tangannya pada


pintu keluar


“jika tidak aku akan memanggil security untuk menyeretmu keluar


dari sini ...”


Viona tak lagi mau berdebat melihat ekspresi Agra yang sudah tidak


bersahabat lagi, Viona menyambar tasnya yang tergeletak di atas sofa dan ia pun


langsung keluar dari ruangan sambil menutup pintu dengan sangat keras


BERSAMBUNG ......


*


*


--


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA ...

__ADS_1


AUTHOR TAMBAH SEMANGAT LAGI


APA LAGI KALAU DI TAMBAH VOTENYA YANG BANYAK YA


__ADS_2