My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Gosip sekolah


__ADS_3

Anak itu meninggalkan mereka dan berjalan menjauhi pintu gerbang sekolah.


"Dia kemana?" gumam Sagara.


"Mana aku tahu!"


"Aku nggak tanya sama kamu!" ucap Sagara kesal, gara-gara mengobati luka Ariel mereka jadi terlambat.


Akhirnya mereka terjebak di luar sekolah bersama, sungguh naas.


"Anak itu!" ucap Ariel saat melihat ke dalam area sekolah, Sagara pun tertarik untuk melihatnya dan benar saja anak yang terlihat badung itu sudah berada di area sekolah sambil melambaikan tangannya dan tersenyum mengejek.


"Bye!" ucapnya membuat Sagara dan Ariel kesal.


"Hei ...., buka gerbangnya!" teriak Sagara.


"Kenapa teriak-teriak?" suara berat seorang pria dewasa itu cukup membuat Sagara dan Ariel terdiam. Itu adalah guru BK, dia datang bersama pak satpam.


"Mereka pak yang terlambat!" ucap pak satpam.


"Tapi dia juga pak!" ucap Sagara sambil menunjuk anak laki-laki yang tersenyum mengejek mereka sambil menyandarkan punggungnya di dinding masuk.


"Sudah tahu terlambat, masih cari kambing hitam!" ucap pak guru BK, "Buka pak gerbangnya!"


"Baik pak!"


Pak satpam pun membuka gerbang, Sagara dan Ariel segera masuk. Saat mereka sudah berada di area sekolah mereka tidak menemukan lagi anak itu.


"Kalian harus bapak kasih hukuman!"


"Jangan dong pak, kami kan hanya melakukan kesalahan sekali ini saja, lagian kami ini anak berprestasi pak di sekolah ini!" ucap Ariel, sedangkan Sagara stay cool tanpa ingin mendebat, ia tahu itu percuma.


"Justru karena kalian anak berprestasi, jangan sampai menjadi contoh yang jelek kepada anak-anak lain, jadi kalian bapak hukum untuk membersihkan seluruh lapangan olahraga sampai jam istirahat selesai!"


"Lama banget sih pak, ini nggak sebanding dengan kesalahan kami!" lagi-lagi Ariel protes.


Cerewet juga nih anak ....., batin Sagara sambil mengamati Ariel.


"Saya guru BK nya, jadi saya yang harus menentukannya, mengerti!?"


"Mengerti pak!"


"Mengerti pak!" ucap Sagara dan Ariel bersamaan.


"Bagus, laksanakan sekarang!"


"Siap pak!"


Pak guru BK memberikan dua buah sapu dan alat untuk membuang sampah untuk mereka, mereka di giring ke lapangan olah raga dengan pengawasan pak guru BK langsung.


Abimanyu yang sudah berada di dalam kelas terlihat sesekali melihat bangku kosong Sagara.


Kemana Sagara ....? Apa dia tidak jadi masuk sekolah, tapi kenapa?

__ADS_1


Lalu ia juga melihat bangku kosong yang berada di belakang bangku Sagara.


Ariel juga tidak masuk, atau jangan-jangan mereka bertemu di depan lalu bertengkar?


Pelajaran sudah di mulai setengah jam yang lalu, tapi Sagara tetap tidak kelihatan batang hidungnya.


"Kemana Sagara dan Ariel?" tanya bu guru kimia yang kebetulan mengajar di kelas mereka.


"Tidak tahu bu!" jawab seluruh siswa kompak. Bu guru pun menatap Abimanyu, semua guru di sekolah itu tahu jika Sagara dan Abimanyu bersahabat jadi tidak mungkin jika Abimanyu tidak tahu.


"Abi, kamu juga tidak tahu?"


"Mungkin dia sedang sakit dan di UKS bu!"


"Mungkin? Berarti kamu juga tidak tahu jelasnya di mana?" Abimanyu hanya menggelengkan kepalanya.


"Baiklah kita lanjutkan pelajarannya!"


Di kelas lain, Sanaya dan teman-temannya sedang bersiap-siap untuk mengganti pakaiannya. Hari ini kelas Sanaya ada pelajaran olah raga.


"Nay ...., ayo!" ajak salah satu teman Sanaya.


"Iya bentar, aku ambil baju olahraga ku dulu!" Sanaya segera mengeluarkan baju olah raganya dari dalam tas. Sebagian besar teman-temannya sudah berganti pakaian, hanya beberapa anak saja yang belum mengganti pakaiannya.


Sanaya dan temannya menuju ke toilet wanita untuk mengganti bajunya.


"Tau nggak Nay, di kelas kakak kamu ada siswi baru, katanya sangat cantik?" ucap Riska yang sudah selesai mengganti bajunya dan berdiri di depan cermin.


"Benarkah?"


"Iya!"


Kenapa Gara maupun Abi nggak cerita ya ...! batin Sanaya sambil mencuci tangannya.


"Ada gosip hangat yang sedang beredar loh pagi ini!" Riska memang punya group WhatsApp sekolah jadi ia cukup tahu gosip apa saja yang terjadi di sekolah.


"Apa?"


"Katanya kamu lagi dekat banget sama kak Abi!"


Itu mah dari orok aku juga udah deket, baru tahu aja mereka. ...


"Gosip nggak mutu! Sudah ayo ...!"


Sanaya menarik tangan Riska menuju ke dalam kelasnya lagi, meletakkan seragamnya lalu menuju ke lapangan menyusul teman-teman mereka yang lain.


"Ehhh ehhhh tunggu!" Riska menahan tangan Sanaya lagi.


"Apalagi sih Ris?"


"Ada gosip terbaru!" teman Sanaya itu tidak pernah bisa jauh-jauh dari ponselnya, ia selalu membuat story di manapun ia berada.


"Apa?" tanya Sanaya malas.

__ADS_1


"Lihat ..., di akun medsos sekolah! Bukankah ini kaka kamu, dia terlambat ya?" kali ini ucapan Riska berhasil menarik perhatian Sanaya.


Sanaya segera menarik ponsel Riska dan melihatnya dan benar saja saudara kembarnya itu sedang berada di lapangan bersama teman sekelasnya di hukum.


Kok bisa terlambat, bukankah kita berangkatnya barengan ....


"Kamu syok kan, aku juga syok Nay, abang ganteng bisa hitam kalau kayak gitu, ayo cepetan Nay kita ke lapangan samperin dia!"


Riska segera menarik kembali tangan Sanaya menuju ke lapangan olah raga, dan benar saja dari jauh mereka bisa melihat Sagara dan Ariel sedang menyapu lapangan dengan di awasi guru BK.


"Ayo mulai ...., mulai ....!" teriak guru olah raga membuat Sanaya mengurungkan niatnya untuk menghampiri saudaranya itu.


"Yah gagal deh deket sama abang ganteng!" gerutu Riska.


Sanaya dan Riska pun terpaksa bergabung dengan teman-teman nya mengikuti senam pemanasan, tapi mata Sanaya tetap tidak bisa fokus, ia begitu penasaran dengan gadis yang bersama Sagara.


Dia siapa ya? Kayaknya wajahnya sangat familiar ....


"Sanaya ....! Kenapa tidak konsentrasi?" pertanyaan guru oleh raga itu berhasil membuatnya menoleh dan benar saja, saat teman-temannya sudah duduk dia masih berdiri sendiri, ia tidak mendengarkan aba-aba dari guru olah raganya.


"Maaf pak!"


"Kamu berdiri di depan, gantikan temanmu memberi aba-aba!"


"Saya pak?" tanya Sanaya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Memang di sini yang berdiri selain kamu dan saya ada lagi, ayo sini!"


"Iya pak!"


Sanaya terpaksa berjalan menghampiri guru olah raganya dan menggantikan temannya untuk memberi aba-aba.


Setelah menyelesaikan pemanasannya, hari ini materi oleh raganya adalah permainan bola voli, anak-anak bergantian mempraktekkan cara menservis bola.


Sanaya mendapat giliran paling awal karena di ambil dari paling depan.


Setelah menyelesaikan olah raganya, Sanaya tidak sabar untuk menghampiri saudara kembarnya itu.


"Gara!" panggilnya membuat Sagara dan gadis yang bersama Sagara menoleh padanya.


Sanaya berjalan lebih cepat menghampiri mereka.


"Kok bisa?" tanya Sanaya.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249


Happy Reading đŸ„°đŸ„°đŸ„°đŸ„°

__ADS_1


__ADS_2