My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 108


__ADS_3

Setelah selesai acara empat bulanan , acara di lanjutkan dengan acara pembukaan kafe batu dan perusahaan marketingnya


Agra dan Ara mereka menamai usahanya dengan kafe A&A dan TwoA Ads


production sebagai usaha marketingnya


Agra sudah bersiap di depan pintu masuk menyambut banyaknya tamu


yang datang, Rendi dan Frans sudah lebih dulu datang sejak tadi sore mereka


ikut menyambut tamu bersama Agra sedangkan ibunya, Ratih sudah ijin yidak bisa hadir karena ada acara di luar kota yang tidak bisa di wakilkan, setelah tadi sore datang, ia langsung berangkat ke bandara


“selamat malam ....” sapa seseorang dengan setelan jas warna silver begitu cocok dengan perpaduan warna kemejanya, pria yang sudah begitu Agra kenal,


ia bos Agra di kafe dulu, dia adalah Jerry


“hai bro ..., terimakasih sudah mau datang ..., silahkan masuk dan


nikmati hidangannya” Agra pun menyambut kedatangan sahabat sekaligus mantan bosnya itu dengan antusian


Agra begitu menghormati temannya itu yang kini jadi patner


bisnisnya yang juga menanamkan modalnya di perusahaan baru Agra


“ok aku masuk ya ...., oh iya bukankah ini Rendi ...” langkah Jerry


terhenti saat melintas di depan Rendi, dan seperti biasa Rendi hanya akan


tersenyum tipis nyaris tak terlihat, menampakkan wajah dinginnya


“kau ternyata tetap sama ya ..., kaku ...” ucap Jerry sambil memukul


bahu Rendi, membuat si pemilik bahu mengusapnya reflek


“kenalkan saya Frans, saya sahabatnya Agra dan Rendi, saya sering


melihat anda dulu tapi saya cukup sibuk untuk menyapa anda” ucap Frans


memperkenalkan diri dengan sedikit candaannya sambil menyodorkan tangannya


“ya ... ya..., aku ingat, saat dulu saya pernah sesekali melihat


anda, salam kenal saya Jerry, dulu teman satu kelas di Itali dengan mereka


berdua”


Setelah reoni cukup panjang itu, Jerry pun akhirnya memutuskan


untuk masuk dan menikmati hidangan yang sudah di sediakan dan sesekali menggoda


Nadin dan berbincang ringan dengan Roy karena mereka sudah lama sekali tidak bertemu semenjak Jerry dan keluarganya pindah rumah


jarum jam menunjukan angka 8 kini waktunya acara di


mulai, pemandu acara memanggil agra untuk segera naik ke atas panggung yang memang di sediakan untuk para


pengisi acara


Agra pun memberi sambutannya, menyapa para tamu, dan memperkenalkan dua usaha yang telah mereka rintis, dan inilah untuk pertama kalinya Agra memperkenalkan secara resmi Ara sebagai istrinya di depan media, banyak sekali media masa yang hadir untuk menyaksikan kebangkitan putra dari finityGroup tanpa embel-embel nama besarnya


“selamat malam semuanya, terimakasih kalian semua sudah bersedia


hadir dalam acara pembukaan usaha kami yang baru ini, untuk itu atas semua


dukungannya kami sangat berterimakasih”


“Tentunya rangkaian perjalanan dari awal hingga sampai di titik


ini, di hiasi berbagai cerita suka duka, kerja keras”


“ dan semua ini tak lepas perannya dari orang yang paling berharga dihidupku,


dia adalah Putri Aulia Zahra, bisakah kau ikut naik bersamaku”


Ara yang semenjak tadi memperhatikan suaminya begitu terharu


mendengar suaminya menyebutkan namanya, Ara yang berdiri di samping Nadin,


segera terkesiap


“silahkan kak ....” Nadin mendorong tubuh Ara untuk mendekati


panggung, semua wartawan media menyorotkan kamera ke Ara dan Agra, Agra sudah


menanti Ara di pinggir panggung menyambut tangan Ara


Setelah Ara sampai di depan panggung, Agra segera menggenggam


tangan Ara dan menuntunnya ke atas panggung


“inilah Ara, Putri Aulia Zahra, sekertarisku yang kini menjadi


istriku, ibu dari anak-anakku ...”


“terimakasih sayang ..., ada saat-saat di mana semua harapan tak


terlihat, ada waktu di mana semua tampak tak bertujuan, ada moment di mana aku


hanya ingin menyerah. Aku bersyukur karena kau selalu menggenggam tanganku dan


menguatkan di waktu-waktu yang sulit. Terimakasih telah menjadi alasanku untuk


bahagia”


“ada sebuah tempat yang istimewa di hatiku yang akan selalu menjadi


milikmu, kamu mempunyai kunci keseluruh aspek kehidupanku dan mengubah


bagaimana aku memandang hidup ini. Aku selalu berharap memiliki sesuatu yang


lebih untuk dirimu, namun namun hanya terimakasih yang ku punya saat ini.


Terimakasih telah mencintaiku dan setia kepadaku”


Di akhir ucapannya Agra segera berlutut di depan Ara dan mencium


tangannya, dan di sembut tepuk tangan oleh semua pengunjung dan juga kamera


yang sudah dengan sigapnya mengambil gambar keromantisan mereka berdua, seorang


anak pewaris kerajaan bisnis finityGroup menjalani kehidupan sebagai orang


biasa untuk membuktikan diri bisa besar tanpa embel-embel nama besarnya, hal

__ADS_1


itu akan menjadi trending topik berita bisnis besok pagi


Setelah selesai dengan sambutannya, Agra pun segera mengajak Ara


turun, mereka menyalami tamu yang hadir


Tapi langkahnya terhenti pada tamu yang sebelumnya memang sudah di


duga Agra akan hadir walaupun tanpa undangan


“apa kabar Agra ....” sapanya dengan senyum yang terlihat di


paksakan


“masih ingat denganku...?” pertanyaan lagi ia lontarkan, Ara


menggenggam erat tangan suaminya


“cantik ya ...., ini istri kamu ...” ucapnya sambil tangannya


hampir menyentuh dagu Ara, tapi tangan Agra lebih dulu menahannya


“maaf tante, saya tidak suka orang lain menyentuh istri saya


seenaknya, apa lagi tante ...” ucap Agra tegas sambil menajamkan matanya, Ara


sekarang melingkarkan tangannya di lengan Agra lebih erat


“begitu ...., apa begitu sambutanmu pada ibu dari kakak kamu hah


...., tidak sopan ...” ucapnya sambil tersenyum sarkis, dan mengibaskan


rambutnya yang sengaja di curly


“jika kedatangan anda di sini untuk menikmati acara ini, maka saya


akan dengan senang hati menerima anda, tapi jika ada maksud lain dari kehadiran


anda, maaf kami harap anda bisa meninggalkan tempat ini”


“ya ..., saya memang ada maksud lain..., saya hanya ingin


memberikan ucapan selamat pada istri kamu ini, kenapa kau menyembunyikan wanita


secantik ini?” tanyanya sedikit di perbesar volume suaranya, hingga orang-orang


di sekitar mereka mendengarnya, begitu juga dengan awak media


“itu bukan urusan tante ...” ucap Agra dengan tangan yang sudah


mengepal sempurna


“atau jangan-jangan kalian menikah karena sebuah kecelakaan...?”


ucapnya sambil menyatukan kedua ujung jari telunjuknya dengan senyum mengejek membentuk segitiga


“ups ....” dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya


“keceplosan ...., memang ucapan orang tua ini sulit di rem ya, tapi itu


kenyataannya kan?”


“anda jangan bicara sembarangan di tempat saya ...” ucap Agra


emosi,


Untung saja Rendi mendengar keributan itu saat ia sedang berda di


luar, ia segera masuk dan menghampiri tempat keributan


“nyonya Aruni ...” Rendi mendekati Agra dan Aruni


“eh ... ternyata di sini juga ada peliharaannya Ratih ya ...”


ucapnya sambil menatap Rendi yang berdiri tak jauh dari mereka


‘jaga ucapan anda nyonya ...” ucap Rendi dingin dengan mengepalkan


kedua tangannya


“bukankah saya berkata benar..., kau memang peliharaan Ratih kan


sama seperti ayah kamu itu, siapa ...? Salman ...., ya Salman ....”


“jika anda tetap bicara tidak sopan di sini, saya akan menyeret


anda keluar”


“saya bicara yang sebenarnya loh ....., bukankah benar jika


pernikahan mereka di sembunyikan itu karena ada sesuatu yang memalukan,


seharusnya seluruh direksi finity Group tahu soal ini dan memikirkan ulang


untuk menjadikannya CEO perusahaan”


“jika itu mau nyonya, maka kami akan mengadakan rapat direksi, kami


tunggu kedatangan anda, dan untuk saat ini silahkan anda pergi dari sini”


“baiklah ..., kami akan datang ...”


Aruni langsung meninggalkan Rendi dan Agra dengan penuh kemenangan,


seletah kepergian Aruni, Agra pun menyuruh Ara untuk beristirahat karena tamu


sudah banyak yang meninggalkan acara, jam sudah menunjukkan angka 10, Agra


masih ada urusan dengan Rendi


“sayang ..., kamu istirahatkah dulu ..., kasihan anak-anak kita


....kalau kamu terlalu lelah ..., biar aku suruh Nadin menemanimu ya ...” Ara


pun hanya mengangguk, ia terlihat cukup syok dengan kejadian tadi dan pastinya di sadari oleh Agra


Agra memanggil Nadin yang sedang membersihkan meja tamu, ia segera


menghampiri kakaknya dan memapahnya ke atas


Setelah Ara dan Nadin meninggalkan mereka, kini Agra menatap Rendi


“kita harus bicara ...” ucap Agra

__ADS_1


“ya ...aku tahu ...”


“kita ke sana ...” Agra menunjuk ke luar ruangan yang cukup sepi


dengan orang yang lalu lalang, ia memilih kursi panjang di depan taman


menghadap ke kafenya


Setelah mereka duduk perdampingan, dinginnya angin malam menambah


suasana dingin di antara mereka, mereka cukup lama terdiam dengan pikirannya


masing-masing


“gue cukup bingung dengan situasi sebenarnya ...” ucap agra sambil


menghela nafasnya yang berat


“gue maklumi itu ...., nyonya sengaja menutupi semuanya dari lo,


supaya lo nggak memikirkannya”


“tapi ini salah ..., gue bukan anak kecil lagi ..., sudah waktunya


gue tahu semuanya, dan masalah perusahaan, gue sungguh tidak menginginkannya,


jika tante Aruni ingin mengambilnya tak masalah, kenapa ibu begitu ingin


mempertahankannya?”


“ini tak semudah yang lo bayangin ...., sebelum tuan Wijaya


menghembuskan nafasnya, beliau berpesan pada nyonya untuk tetap menjaga


perusahaan supaya tidak sampai jatuh ke tangan nyonya Aruni”


“apa coba ..., alasan Ayah begitu ingin mempertahankannya?”


“alasannya ada dalam map yang pernah gue serahkan ke lo kemaren


....”


“maksudnya ...?”


“sebelum tuan besar meninggal, beliau telah menemukan bukti-bukti


kejahatan nyonya Aruni bersama adiknya yang ingin mengambil alih perusahaan,


tapi karena  rencananya terlebih dulu di


ketahui oleh tuan besar, nyonya Aruni melakukan itu ...”


“tante Aruni melakukan apa?”


“nyonya Aruni dan adiknya melakukan perencanaan pembunuhan atas


tuan besar dengan mensabotase mobilnya hingga menewaskan tuan besar dan


sopirnya yaitu ayah Frans”


“astaga ....” ucap Agra sambil mengusap rambutnya kasar


“rahasia sebesar itu kalian tutupi dariku ...”


“maafkan kami, sebenarnya ini permintaan nyonya, beliau tak mau


melibatkan lo terlalu banyak, makanya beliau mengirim lo ke panti asuhan dan


menyuruh gue menggantikan lo, karena adik dari nyonya Aruhi sudah beberapa kali


merencanakan pembunuhan atas lo agar hak waris jatuh ke tangan bang Divta


sepenuhnya”


“lalu ...?” Agra begitu penasaran atas semua yang selama ini ia


tutupi darinya


“setelah adik dari nyonya aruni tertangkap barulah nyonya mengambil


kembali lo dari panti asuhan, saat itu nyonya Aruni berada di luar negri jadi


tak ada bukti yang menyatakan jika nyonya Aruni terlibat, sehingga bebas hingga


saat ini”


“gue benar-benar merasa bodoh saat ini ....”


“gue harap lo mau  menghadiri


rapat direksi, Cuma lo harapan nyonya saat ini ...., bawa sekalian bukti itu”


Tanpa mereka sadari ternyata dari atas sana, dari balik jendela


Nadin sedang memperhatikan mereka


“kira-kira apa ya kak yang mereka bicarakan?” tanya Nadin pada Ara


yang sedangh duduk di atas tempat tidur sambil menyenderkan punggungnya di


senderan tempat tidur


“bukan urusan kita dek ...” ucap Ara, tapi entah pikirannya sedang


menerawang ke mana


“sepertinya mereka serius sekali kak ...”


“biar lah dek ...., kakak pusing inih ....”


“kakak sakit ....”


“nggak..., tapi kakak pusing denger kamu ngomong terus, sudah sana


pulang, kasihan ayah kalau kemalaman pulangnya ...”


“ih ...., ngusir ya ...., ya deh aku pulang ...., kakak jaga diri


ya ...., bye ...., sampai jumpa besok ...” Nadin memcium pipi kakaknya dan


segera meninggalkannya di kamar sendiri


BERSAMBUNG

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan vote nya


__ADS_2