
Setelah selesai acara empat bulanan , acara di lanjutkan dengan acara pembukaan kafe batu dan perusahaan marketingnya
Agra dan Ara mereka menamai usahanya dengan kafe A&A dan TwoA Ads
production sebagai usaha marketingnya
Agra sudah bersiap di depan pintu masuk menyambut banyaknya tamu
yang datang, Rendi dan Frans sudah lebih dulu datang sejak tadi sore mereka
ikut menyambut tamu bersama Agra sedangkan ibunya, Ratih sudah ijin yidak bisa hadir karena ada acara di luar kota yang tidak bisa di wakilkan, setelah tadi sore datang, ia langsung berangkat ke bandara
“selamat malam ....” sapa seseorang dengan setelan jas warna silver begitu cocok dengan perpaduan warna kemejanya, pria yang sudah begitu Agra kenal,
ia bos Agra di kafe dulu, dia adalah Jerry
“hai bro ..., terimakasih sudah mau datang ..., silahkan masuk dan
nikmati hidangannya” Agra pun menyambut kedatangan sahabat sekaligus mantan bosnya itu dengan antusian
Agra begitu menghormati temannya itu yang kini jadi patner
bisnisnya yang juga menanamkan modalnya di perusahaan baru Agra
“ok aku masuk ya ...., oh iya bukankah ini Rendi ...” langkah Jerry
terhenti saat melintas di depan Rendi, dan seperti biasa Rendi hanya akan
tersenyum tipis nyaris tak terlihat, menampakkan wajah dinginnya
“kau ternyata tetap sama ya ..., kaku ...” ucap Jerry sambil memukul
bahu Rendi, membuat si pemilik bahu mengusapnya reflek
“kenalkan saya Frans, saya sahabatnya Agra dan Rendi, saya sering
melihat anda dulu tapi saya cukup sibuk untuk menyapa anda” ucap Frans
memperkenalkan diri dengan sedikit candaannya sambil menyodorkan tangannya
“ya ... ya..., aku ingat, saat dulu saya pernah sesekali melihat
anda, salam kenal saya Jerry, dulu teman satu kelas di Itali dengan mereka
berdua”
Setelah reoni cukup panjang itu, Jerry pun akhirnya memutuskan
untuk masuk dan menikmati hidangan yang sudah di sediakan dan sesekali menggoda
Nadin dan berbincang ringan dengan Roy karena mereka sudah lama sekali tidak bertemu semenjak Jerry dan keluarganya pindah rumah
jarum jam menunjukan angka 8 kini waktunya acara di
mulai, pemandu acara memanggil agra untuk segera naik ke atas panggung yang memang di sediakan untuk para
pengisi acara
Agra pun memberi sambutannya, menyapa para tamu, dan memperkenalkan dua usaha yang telah mereka rintis, dan inilah untuk pertama kalinya Agra memperkenalkan secara resmi Ara sebagai istrinya di depan media, banyak sekali media masa yang hadir untuk menyaksikan kebangkitan putra dari finityGroup tanpa embel-embel nama besarnya
“selamat malam semuanya, terimakasih kalian semua sudah bersedia
hadir dalam acara pembukaan usaha kami yang baru ini, untuk itu atas semua
dukungannya kami sangat berterimakasih”
“Tentunya rangkaian perjalanan dari awal hingga sampai di titik
ini, di hiasi berbagai cerita suka duka, kerja keras”
“ dan semua ini tak lepas perannya dari orang yang paling berharga dihidupku,
dia adalah Putri Aulia Zahra, bisakah kau ikut naik bersamaku”
Ara yang semenjak tadi memperhatikan suaminya begitu terharu
mendengar suaminya menyebutkan namanya, Ara yang berdiri di samping Nadin,
segera terkesiap
“silahkan kak ....” Nadin mendorong tubuh Ara untuk mendekati
panggung, semua wartawan media menyorotkan kamera ke Ara dan Agra, Agra sudah
menanti Ara di pinggir panggung menyambut tangan Ara
Setelah Ara sampai di depan panggung, Agra segera menggenggam
tangan Ara dan menuntunnya ke atas panggung
“inilah Ara, Putri Aulia Zahra, sekertarisku yang kini menjadi
istriku, ibu dari anak-anakku ...”
“terimakasih sayang ..., ada saat-saat di mana semua harapan tak
terlihat, ada waktu di mana semua tampak tak bertujuan, ada moment di mana aku
hanya ingin menyerah. Aku bersyukur karena kau selalu menggenggam tanganku dan
menguatkan di waktu-waktu yang sulit. Terimakasih telah menjadi alasanku untuk
bahagia”
“ada sebuah tempat yang istimewa di hatiku yang akan selalu menjadi
milikmu, kamu mempunyai kunci keseluruh aspek kehidupanku dan mengubah
bagaimana aku memandang hidup ini. Aku selalu berharap memiliki sesuatu yang
lebih untuk dirimu, namun namun hanya terimakasih yang ku punya saat ini.
Terimakasih telah mencintaiku dan setia kepadaku”
Di akhir ucapannya Agra segera berlutut di depan Ara dan mencium
tangannya, dan di sembut tepuk tangan oleh semua pengunjung dan juga kamera
yang sudah dengan sigapnya mengambil gambar keromantisan mereka berdua, seorang
anak pewaris kerajaan bisnis finityGroup menjalani kehidupan sebagai orang
biasa untuk membuktikan diri bisa besar tanpa embel-embel nama besarnya, hal
__ADS_1
itu akan menjadi trending topik berita bisnis besok pagi
Setelah selesai dengan sambutannya, Agra pun segera mengajak Ara
turun, mereka menyalami tamu yang hadir
Tapi langkahnya terhenti pada tamu yang sebelumnya memang sudah di
duga Agra akan hadir walaupun tanpa undangan
“apa kabar Agra ....” sapanya dengan senyum yang terlihat di
paksakan
“masih ingat denganku...?” pertanyaan lagi ia lontarkan, Ara
menggenggam erat tangan suaminya
“cantik ya ...., ini istri kamu ...” ucapnya sambil tangannya
hampir menyentuh dagu Ara, tapi tangan Agra lebih dulu menahannya
“maaf tante, saya tidak suka orang lain menyentuh istri saya
seenaknya, apa lagi tante ...” ucap Agra tegas sambil menajamkan matanya, Ara
sekarang melingkarkan tangannya di lengan Agra lebih erat
“begitu ...., apa begitu sambutanmu pada ibu dari kakak kamu hah
...., tidak sopan ...” ucapnya sambil tersenyum sarkis, dan mengibaskan
rambutnya yang sengaja di curly
“jika kedatangan anda di sini untuk menikmati acara ini, maka saya
akan dengan senang hati menerima anda, tapi jika ada maksud lain dari kehadiran
anda, maaf kami harap anda bisa meninggalkan tempat ini”
“ya ..., saya memang ada maksud lain..., saya hanya ingin
memberikan ucapan selamat pada istri kamu ini, kenapa kau menyembunyikan wanita
secantik ini?” tanyanya sedikit di perbesar volume suaranya, hingga orang-orang
di sekitar mereka mendengarnya, begitu juga dengan awak media
“itu bukan urusan tante ...” ucap Agra dengan tangan yang sudah
mengepal sempurna
“atau jangan-jangan kalian menikah karena sebuah kecelakaan...?”
ucapnya sambil menyatukan kedua ujung jari telunjuknya dengan senyum mengejek membentuk segitiga
“ups ....” dia menutup mulutnya dengan telapak tangannya
“keceplosan ...., memang ucapan orang tua ini sulit di rem ya, tapi itu
kenyataannya kan?”
“anda jangan bicara sembarangan di tempat saya ...” ucap Agra
emosi,
Untung saja Rendi mendengar keributan itu saat ia sedang berda di
luar, ia segera masuk dan menghampiri tempat keributan
“nyonya Aruni ...” Rendi mendekati Agra dan Aruni
“eh ... ternyata di sini juga ada peliharaannya Ratih ya ...”
ucapnya sambil menatap Rendi yang berdiri tak jauh dari mereka
‘jaga ucapan anda nyonya ...” ucap Rendi dingin dengan mengepalkan
kedua tangannya
“bukankah saya berkata benar..., kau memang peliharaan Ratih kan
sama seperti ayah kamu itu, siapa ...? Salman ...., ya Salman ....”
“jika anda tetap bicara tidak sopan di sini, saya akan menyeret
anda keluar”
“saya bicara yang sebenarnya loh ....., bukankah benar jika
pernikahan mereka di sembunyikan itu karena ada sesuatu yang memalukan,
seharusnya seluruh direksi finity Group tahu soal ini dan memikirkan ulang
untuk menjadikannya CEO perusahaan”
“jika itu mau nyonya, maka kami akan mengadakan rapat direksi, kami
tunggu kedatangan anda, dan untuk saat ini silahkan anda pergi dari sini”
“baiklah ..., kami akan datang ...”
Aruni langsung meninggalkan Rendi dan Agra dengan penuh kemenangan,
seletah kepergian Aruni, Agra pun menyuruh Ara untuk beristirahat karena tamu
sudah banyak yang meninggalkan acara, jam sudah menunjukkan angka 10, Agra
masih ada urusan dengan Rendi
“sayang ..., kamu istirahatkah dulu ..., kasihan anak-anak kita
....kalau kamu terlalu lelah ..., biar aku suruh Nadin menemanimu ya ...” Ara
pun hanya mengangguk, ia terlihat cukup syok dengan kejadian tadi dan pastinya di sadari oleh Agra
Agra memanggil Nadin yang sedang membersihkan meja tamu, ia segera
menghampiri kakaknya dan memapahnya ke atas
Setelah Ara dan Nadin meninggalkan mereka, kini Agra menatap Rendi
“kita harus bicara ...” ucap Agra
__ADS_1
“ya ...aku tahu ...”
“kita ke sana ...” Agra menunjuk ke luar ruangan yang cukup sepi
dengan orang yang lalu lalang, ia memilih kursi panjang di depan taman
menghadap ke kafenya
Setelah mereka duduk perdampingan, dinginnya angin malam menambah
suasana dingin di antara mereka, mereka cukup lama terdiam dengan pikirannya
masing-masing
“gue cukup bingung dengan situasi sebenarnya ...” ucap agra sambil
menghela nafasnya yang berat
“gue maklumi itu ...., nyonya sengaja menutupi semuanya dari lo,
supaya lo nggak memikirkannya”
“tapi ini salah ..., gue bukan anak kecil lagi ..., sudah waktunya
gue tahu semuanya, dan masalah perusahaan, gue sungguh tidak menginginkannya,
jika tante Aruni ingin mengambilnya tak masalah, kenapa ibu begitu ingin
mempertahankannya?”
“ini tak semudah yang lo bayangin ...., sebelum tuan Wijaya
menghembuskan nafasnya, beliau berpesan pada nyonya untuk tetap menjaga
perusahaan supaya tidak sampai jatuh ke tangan nyonya Aruni”
“apa coba ..., alasan Ayah begitu ingin mempertahankannya?”
“alasannya ada dalam map yang pernah gue serahkan ke lo kemaren
....”
“maksudnya ...?”
“sebelum tuan besar meninggal, beliau telah menemukan bukti-bukti
kejahatan nyonya Aruni bersama adiknya yang ingin mengambil alih perusahaan,
tapi karena rencananya terlebih dulu di
ketahui oleh tuan besar, nyonya Aruni melakukan itu ...”
“tante Aruni melakukan apa?”
“nyonya Aruni dan adiknya melakukan perencanaan pembunuhan atas
tuan besar dengan mensabotase mobilnya hingga menewaskan tuan besar dan
sopirnya yaitu ayah Frans”
“astaga ....” ucap Agra sambil mengusap rambutnya kasar
“rahasia sebesar itu kalian tutupi dariku ...”
“maafkan kami, sebenarnya ini permintaan nyonya, beliau tak mau
melibatkan lo terlalu banyak, makanya beliau mengirim lo ke panti asuhan dan
menyuruh gue menggantikan lo, karena adik dari nyonya Aruhi sudah beberapa kali
merencanakan pembunuhan atas lo agar hak waris jatuh ke tangan bang Divta
sepenuhnya”
“lalu ...?” Agra begitu penasaran atas semua yang selama ini ia
tutupi darinya
“setelah adik dari nyonya aruni tertangkap barulah nyonya mengambil
kembali lo dari panti asuhan, saat itu nyonya Aruni berada di luar negri jadi
tak ada bukti yang menyatakan jika nyonya Aruni terlibat, sehingga bebas hingga
saat ini”
“gue benar-benar merasa bodoh saat ini ....”
“gue harap lo mau menghadiri
rapat direksi, Cuma lo harapan nyonya saat ini ...., bawa sekalian bukti itu”
Tanpa mereka sadari ternyata dari atas sana, dari balik jendela
Nadin sedang memperhatikan mereka
“kira-kira apa ya kak yang mereka bicarakan?” tanya Nadin pada Ara
yang sedangh duduk di atas tempat tidur sambil menyenderkan punggungnya di
senderan tempat tidur
“bukan urusan kita dek ...” ucap Ara, tapi entah pikirannya sedang
menerawang ke mana
“sepertinya mereka serius sekali kak ...”
“biar lah dek ...., kakak pusing inih ....”
“kakak sakit ....”
“nggak..., tapi kakak pusing denger kamu ngomong terus, sudah sana
pulang, kasihan ayah kalau kemalaman pulangnya ...”
“ih ...., ngusir ya ...., ya deh aku pulang ...., kakak jaga diri
ya ...., bye ...., sampai jumpa besok ...” Nadin memcium pipi kakaknya dan
segera meninggalkannya di kamar sendiri
BERSAMBUNG
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan vote nya